KKR 6 Hamba Tuhan, 23 Febuari 2015 (Bandung)

KKR 6 HAMBA TUHAN
23 FEBUARI 2015

By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Bahtera ini sudah masuk tahun ke-10. Seringkali kita mengalami open heaven, surga terbuka yang luar biasa, dll, dan itu berkali-kali terjadi, tapi setiap kita memiliki arena untuk mengalahkan ego dan kedagingan kita masing-masing. Ada value utama dari keluarga Bahtera ini, yaitu perubahan. Dari satu perubahan ke perubahan berikutnya, mencoba menjadi elastis di tangan Tuhan, dan ini hal yang penting dan tidak tergantikan untuk kita. Banyak orang yang sudah terbentuk, tercetak, kaku, tidak elastis, sehingga tidak bisa menerima anggur yang baru dari Tuhan. Kita tidak bisa hidup dengan pengurapan kemarin ataupun tadi pagi, tapi pengurapan yang Tuhan beri dalam hidup kita sekarang ini. Kalau engkau tetap elastis, semua akan terus jauh lebih ajaib. Butuh kerendahan hati, kesediaan untuk mengalami perubahan yang akan suatu saat terjadi. Tuhan membentuk kita dengan cara yang unik. Dalam segala hal, tetap Tuhan pegang kendali. Biar kita tetap memiliki spirit yang elastis, mau dibentuk atau dibawa kemanapun kita bisa ikuti, sehingga hidup kita terus berada di dalam perkenanan Tuhan yang ajaib.

Mengapa kita harus terus berubah selama berada di dunia? Karena setelah kita pulang, keadaan akan berbeda.

Lukas 16:19-31
19: "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20: Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21: dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22: Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24: Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25: Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26: Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27: Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28: sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29: Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30: Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31: Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Bahkan penderitaan di neraka tidak akan mengubah orang. Orang kaya ini terbiasa untuk hidup seperti orang muda, berpesta pora, sehingga ketika dia di neraka, dia melihat Bapa Abraham memangku Lazarus. Sikapnya tidak berubah, dia menyuruh Abraham untuk Lazarus mencelupkan tangannya ke mulutnya. Jiwamu seperti apa di bumi, mau nanti ketika di surga cetakan jiwamu ya seperti itu juga, karena itu ada yang diobati ketika di surga. Di tengah-tengah penyiksaan di neraka, orang kaya ini tetap "nge-boss", karena yang dia ingat Lazarus miskin dan dia orang kaya yang bisa mengatur orang seenanya. Ada Alkitab di tangannya, kalau itu tidak bisa mengubah hidupnya, itu tidak akan bisa mengubah hidupnya, dan bahkan ada orang yang bisa menjadi makin pahit ketika berada di dalam penderitaan. Selama ada nafas dalam hidup kita, minta untuk kita diubah semakin serupa dengan Kristus. Dalam penderitaan sekalipun orang itu mengatur Abraham dan menyuruh Lazarus. Seringkali kita tidak mengerti jiwa kita, perubahan itu pun kesempatan dari Tuhan untuk kita. Kalau orang tidak berubah dan tidak bisa berubah, ujungnya tertinggal. Biar kita berubah seperti yang Tuhan inginkan, biar hati dan jiwa kita diubahkan dalam anugrah Tuhan seperti yang Tuhan mau.


By: Ev. Iin Tjipto

"Terserah Tuhan". Kalau kita menetapkan, iblis bisa menuntut apa yang kita katakan ketika apa yang kita tetapkan itu benar-benar sudah terjadi. Tapi ketika kita berkata "terserah Tuhan", iblis tidak bisa menuntut apapun lagi. Setiap penyerahan sekecil apapun sekalipun itu tidak segenap hati dan hanya sampai di mulut, itu sudah diperhitungkan Tuhan. Dengan hati kita percaya, dengan mulut kita diselamatkan. Untuk semua hal, ada perhitungannya, setiap kita itu diperhitungkan. Yang dihitung bukan hanya yang pergi pelayanan, menari, tapi reaksi setiap hari, ucapan setiap hari. Apakah kata-katamu setiap hari menyenangkan Tuhan atau menyakiti Tuhan? APakah kata-katamu setiap hari keluar cinta, atau kata-katamu keluar dari kebekuan atau kemarahan?

Semua dihitung. Engkau kena macet untuk melayani, engkau berdoa tengah malam, engkau mengasihi Tuhan seberapa, itu diperhitungkan Tuhan dan ditimbang. Jumlah timbangannya semua dibukukan di surga, dicatat semuanya. Jangan letih, jangan lelah! Bahtera sudah Tuhan bawa sejauh ini, jangan pernah berpikir apa yang telah kita lakukan, deklarasi, pendamaian, semuanya diperhitungkan Tuhan. Hari ini, Tuhan ingin kita menghitung banyak hal. Kesalahan kita juga diperhitungkan iblis. Kita tidak menurut, perkataan kita marah, hati kita kecewa, malas pelayanan, semuanya itu dihitung iblis. Kalau engkau setiap kali melakukan pentahiran, cukup dengan hati engkau percaya dan engkau berkata "Tuhan, tahirkan aku", dan dengan mulutmu itu mengaku, semua ada hitungannya. Hari-hari ini, hitung dengan baik, kesalahanmu, kelemahanmu, angkat di hadapan Tuhan, gumulkan dan teriakkan di hadapan Tuhan, engkau potong semua itu di hadapan Tuhan, dan Tuhan akan perhitungkan itu.

Diubah. Sadari kelemahan kita, berdiri di hadapan Tuhan, potong semuanya di hadapan Tuhan, katakan pada jiwamu apa yang jadi keputusanmu untuk engkau berubah dan diubahkan Tuhan. Semuanya diperhitungkan Tuhan. Tuhan mau tahirkan setiap kita. Engkau mengucap sekali dengan mengucap sepuluh kali, semua ada perhitungannya, semua dicatat dengan sangat serius setiap harinya. Semua ada hitungannya, tapi seberapa engkau percaya, seberapa engkau bertahan, seberapa engkau cinta Tuhan, dll.


By: Ev. Daniel Krestianto

Semua tergantung pengertian dan kerinduanmu, seberapa persen engkau merindukan untuk Tuhan tahirkan. Bisa hanya seperempat, bisa sebagian, bisa seluruhnya. Kerinduan dan pengertian kita itu yang diperhitungkan, seberapa engkau mengerti makna dari pentahiran. Lembaran-lembaran kain putih dari surga sudah disiapkan. Kalau engkau bisa menangkap apa itu pentahiran, maka kita itu bisa sampai seperti sesuatu yang bersih dan apapun yang kita perbuat di masa lalu itu hilang, bahkan tidak ada nodanya lagi, dan itu yang terjadi. Tapi seberapa engkau mau dan merindukan, Tuhan akan berikan. Semua berdoa, katakan pada jiwamu, dan rindukan pentahiran. Katakan pada jiwamu kalau engkau butuh pentahiran, akui semua dosa, akui semua kesalahan. Kalau engkau tidak akui, tidak bisa ditahirkan. Tapi semua yang engkau akui, hari ini Tuhan perlihatkan Kayu Salib. Iri hati, kesombongan, kurang penundukkan diri, ingin dihargai, tidak mau kalah, memakai cara dan pikiran sendiri lebih daripada Tuhan, tidak taat, dll.

Pentahiran ini adalah hadiah untuk kita juga, Tuhan akan putihkan semuanya, hati yang putih bersih. Engkau cukup berkata, "Aku mau, Tuhan". Ada yang kepahitan dengan Tuhan, iri, kehendaknya harus terjadi, iri terhadap atasan, teman, masih ada kemarahan, kejengkelan, menjamah orang-orang yang diurapi, dan semuanya ini akan habis lenyap saat ini. Detik kita buka dan tuangkan di atas kepala kita, maka pentahiran itu terjadi. Jadi ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Jangan dengar perkataan setan sehingga engkau ragu-ragu, semua sudah TUNTAS! Darah Yesus sudah menuntaskan semuanya, setiap kita sudah tahir! Tuhan ingatkan mengenai perkara baca Alkitab, karena semua sudah berlalu, dan isi dirimu dengan membaca Alkitab.


By: Ev. Nany Susanty

Semua yang baik, semua yang Tuhan anugrahkan pada Ibu Yusak, akan diimpartasikan untuk kita, misalnya kepandaian memasak, mengasihi orang-orang miskin, mengalah kepada suami (untuk istri-istri ataupun calon istri), dll.


By: Pdt. Petrus Hadi

Kadang kita melihat tindakan profetik di dalam keluarga bahtera, dan mungkin akhir-akhir ini setiap kita sedang mendengar mengenai kutuk, kehidupan masa lalu, mapping pribadi, dll. Mungkin ada orang yang bertanya, "Ada apa?" Tahun 2015 ini adalah tahun yang Tuhan mau terjadi Yobel besar, peristiwa / masa yang akan terjadi yang belum pernah terjadi sebelumya, dan itu dibutuhkan iman, respon, dan hati yang terbuka. Kita harus lebih hati-hati dengan intimidasi si jahat. Firman Tuhan berkata:

1 Petrus 5:8
8: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Setan itu mengaum-ngaum. Singa penyusup ketika akan memasuki teritorial lawan, dia ingin mendudukinya, cara yang pasti dilakukannya adalah mengaum sebanyak mungkin. Singa yang berada di teritorialnya, harus memperhatikan karena sekalipun singa suaranya sama, mereka mengerti jumlahnya berapa, berapa yang jantan berapa yang betina, dia juga bisa menghitung seberapa keberanian singa itu untuk masuk ke teritorialnya, dll. Singa itu harus terus mengaum dan meyakinkan kalau jumlahnya lebih banyak dan tidak takut kepada singa yang mencoba masuk tersebut. Singa penyusup itu menghitung, kalau dia menghitung dia tidak bisa melawan, dia akan pergi. Hari-hari ini, auman singa itu bisa intimidasi, sesuatu yang menakutkan, entah dari televisi, ataupun teman-teman kita, tipu muslihat, tawaran cepat kaya.

Yobel besar itu akan memberikan kemerdekaan di seluruh aspek kehidupan kita, dan setan itu tidak mau, setan mencari cara agar kita tergiur kepada iblis dan tidak mendapatkan yang maksimal. Sering-sering perkatakan, deklarasi agar singa penyusup itu tidak masuk dalam hidupmu. Hati-hati dengan intimidasi, tipu daya iblis, dll. Malaikat Tuhan itu jauh lebih banyak dari iblis, karena itu engkau harus terus mengaum, berkata yang positif, jangan takut dengan intimidasi iblis.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 22 Febuari 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
22 FEBUARI 2015

By: Ps. Robert Lie
"MENYELESAIKAN PELAYANAN YANG DITUGASKAN"

Kisah Para Rasul 20:18-24
18: Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
19: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
20: Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
21: aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
22: Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
23: selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
24: Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami Tuhan secara pribadi. Kita tidak hanya mengenal hadirat Tuhan, tapi juga harus mengalami kalau Tuhan berada di tengah-tengah kita. Setelah kita mengalami, apalagi? Ya melayani. Ketika engkau sudah mengalami Tuhan, masuk dalam kedalaman, ujung-ujungnya itu untuk pelayanan kepada Tuhan, apapun pelayananmu. Bukan suatu beban kalau engkau bisa melayani Tuhan, tapi itu adalah kehormatan bagi kita kalau bisa melayani Raja segala raja. Gereja harus membawa orang tidak hanya mengenal dan mengalami Tuhan, tapi juga bawa mereka untuk melayani Tuhan.

Di Efesus 4 dikatakan kalau kita memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing. Gereja dikatakan gereja sehat kalau jemaatnya mengerti untuk berfungsi sesuai dengan karunia dan kemampuan masing-masing. Gereja dimana ada fungsi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, membutuhkan "kesembuhan" yang dari Tuhan.

Paulus mengatakan kalau dia adalah tawanan roh, dan ketika dia disuruh ke suatu tempat, dia tahu apa yang akan terjadi di sana, dia tahu dia harus diancam, bahkan diancam nyawanya, namun dia tidak berhenti melayani Tuhan. Banyak kali orang Kristen berkata mau menyenangkan hati Tuhan, tapi ketika mengalami yang tidak enak, orang ini meninggalkan Tuhan, "cuti" pelayanan, dll. Siapa kita sehingga kita bisa melayani Raja segala raja? Pelayanan itu harusnya menjadi sesuatu yang excited untuk hidup kita. Pelayanan bukan sebuah beban, tapi sebuah kehormatan. Paulus mengetahui hal ini sehingga dia pun berani berkata baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Paulus bukan orang bodoh yang berkata "ngawur", bahkan dia adalah ahli taurat, dia berkata semuanya adalah sampah, tidak ada yang bisa membandingkan dengan Kristus. Banyak yang mengalami penderitaan sedikit, susah sedikit, berhenti pelayanan. Paulus tahu penjara menunggunya, dia akan dipukul, dll, tapi ada yang baru mengalami sedikit dan bahkan tidak sebanding dengan yang Paulus alami. Paulus pun tidak mau melayani hanya biasa, tapi menghasilkan buah, bahkan sebelum dia pergi, dia sudah melakukan regenerasi, yaitu Timotius.

Paulus menyelesaikan panggilannya hingga garis akhir. Pelayanan itu identik dengan pengorbanan, tapi apapun yang engkau korbankan, tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Tuhan sudah lakukan untuk hidup kita.

2 Korintus 11:23-27
23: Apakah mereka pelayan Kristus? -- aku berkata seperti orang gila -- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24: Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
25: tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26: Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
27: Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

Paulus tidak pernah mengeluh mengenai pelayanan sekalipun dia mengalami hal yang seperti itu, tapi sekarang ini banyak yang berkata sudah melayani tapi tidak mendapat ini, mendapat itu, dll. Kalau engkau melayani, sedikit sedikit minta ini, itu, artinya pelayananmu itu tidak ada "value"nya. Kalau engkau melayani Tuhan tanpa engkau komplain atau menuntut apapun, Tuhan tahu untuk memberi yang terbaik untukmu. Jangan kecewa dengan Tuhan, harusnya kita melayani Tuhan. Kita tidak perlu pengakuan dari manusia manapun, yang penting engkau cari Tuhan sungguh-sungguh. Kalau engkau mau melayani, minimal engkau harus bertobat, sungguh-sungguh mencari Tuhan, memperbaiki diri.

Apa yang membuat Paulus bisa menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan? Ada 4 hal yang dilakukan Paulus:

1. Paulus menyadari panggilan pelayanannya
Tahukah engkau kalau engkau dipanggil untuk melayani? Sejak dari kandungan ibu, Tuhan sudah mempersiapkan kita, sudah menyiapkan mandat untuk hidup kita.

Galatia 1:15-16
15: Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
16: berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Sebelum menjadi Paulus, dia adalah Saulus yang mengejar-ngejar pengikut Tuhan sampai pada akhirnya dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Paulus menyadari, bukan ketika dia bertemu dengan sinar ketika perjalanan, tapi sebenarnya semua sudah ditetapkan Tuhan sejak kita berada di kandungan ibu kita. Pertanyaannya sederhana, apakah engkau tahu kalau engkau dipanggil Tuhan untuk melayani? Kalau engkau mau menjadi orang yang radikal, engkau harus tahu yang memanggil kita untuk melayani itu bukan pemimpin kita, tapi TUHAN. Paulus tahu yang memanggil dia untuk pelayanan adalah Tuhan, sehingga dia tidak kecewa, tidak komplain, dll. TUHAN punya panggilan untuk kita, Tuhan yang memanggil kita untuk pelayanan.


2. Paulus memilki komitmen yang tinggi dalam melayani
Banyak yang melakukan komitmen hanya ketika semua baik, semua sejalan. Dibutuhkan komitmen yang sangat tinggi untuk melayani. Dalam pelayanan, engkau pasti akan bertemu orang yang membuat engkau mengalami gesekan untuk membuatmu menjadi lebih indah. Bagi Paulus hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan, dan itu adalah komitmen Paulus yang sangat kuat.

Kolose 1:29
29: Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Orang yang commit, melakukan dengan segenap hati dan segenap tenaga. Banyak yang pelayanan tidak segenap hati, karena terpaksa, tanpa passion. Apa yang membuktikan Paulus? Dia mencurahkan semua pemikirannya untuk pemberitaan Injil sekalipun akan banyak penganiayaan dalam hidupnya. Orang yang sudah commit, tidak peduli rintangan apapun, dia akan tetap melayani. Komitmen itu ketika engkau mengalami tantangan dalam pelayanan, engkau tidak berhenti dan tetap melayani, kehidupanmu berubah ke arah yang lebih baik. Banyak orang yang dengan mudah menangis ketika altar call, setelah itu, tidak ada perubahan. Komitmen itu diperlukan konsistensi, tidak hanya ngomong saja, tidak hanya melakukan sekali dua kali saja, tapi tetap konsisten.

1 Korintus 15:58
58: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Semua persekutuan pekerjaan Tuhan tidak akan pernah sia-sia, semua diperhitungkan Tuhan. Jika tidak ada komitmen, akan membuat malas, jenuh, dan ketika ada masalah, ada benturan, dia menjadi malas, bosan, stop, jenuh, dll. Kalau engkau tiba-tiba jenuh, malas, itu artinya passionmu sedang hilang. Orang yang memiliki komitmen, memiliki sasaran yang benar, melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh dengan passion yang berbeda dengan orang yang tidak memiliki komitmen. Engkau bisa menipu manusia, tapi engkaut tidak bisa menipu Tuhan.


3. Paulus mengasihi Allah dan mengasihi umat Tuhan
Ini adalah salah satu yang dilakukan oleh Daud, yaitu love God love people. Keberhasilan dalam pelayanan itu adalah dimilikinya hati Allah dalam pelayanan yang berguna untuk mengembangkan orang lain, membangun orang lain. Apa yang membuat Paulus mau ke Yerusalem sekalipun dia mengetahui kalau dia akan didera, dll? Karena dia benar-benar cinta Tuhan dan umat Tuhan.

Filipi 3:7-8
7:  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8: Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

1 Korintus 9:19
19: Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Beranikah engkau berkata seperti itu? Kita tidak dibayar, tapi kita melayani karena mengasihi Tuhan dan umat Tuhan.

1 Korintus 9:19 (BIS)
19: Saya ini bukan hamba siapa pun; saya bebas. Meskipun begitu, saya sudah menjadikan diri saya ini hamba kepada semua orang. Saya lakukan itu supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang untuk Kristus.
Paulus berkata kalau dia bebas, dia tidak dibayar, tapi dia memberikan seluruh hidupnya untuk Tuhan dan jemaat Tuhan, memberikan dirinya untuk menjadi hamba bagi semua orang. Terlalu banyak yang berkata commit, tapi meremehkan komitmen. Apa yang engkau katakan kepada Tuhan, ya pegang hal itu!

1 Korintus 9:19 (TSI)
19: Jadi pekerjaan pelayanan saya bebas dari segala macam pikiran tentang upah jasmani dan tidak berkewajiban kepada siapa pun. Biarpun begitu, saya menjadikan diri saya sebagai hamba yang melayani semua orang, supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang bagi Kristus.

Sekalipun dia disakiti oleh manusia, tapi Paulus tetap melayani Tuhan. Lepaskan hak untuk dihromati, hak untuk dihargai. Miliki dasar yang kuat yaitu mengasihi Tuhan dan sesama.


4. Kerendahan hati yang luar biasa
Efesus 3:7-8
7: Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8: Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

2 Korintus 10:17
17: "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Banyak orang yang memiliki kharisma, karunia yang hebat, tapi tidak memiliki kerendahan hati. Kharisma dan karunia hanya membawamu ke puncak, tapi yang membuatnya bisa tetap bertahan dan bahkan terus naik yaitu kerendahan hati. Kunci keberhasilan adalah kerendahan hati. Kalau engkau mau menjadi yang terbesar, jadilah hamba dan melayani orang lain. Semakin engkau rendah hati, semakin Tuhan akan bawa kita terbang tinggi. Kerendahan hati sangat langka hari-hari ini, seringkali banyak yang merasa dipakai Tuhan karena sudah membayar harga. Kalau engkau bisa dipakai Tuhan itu anugrah, kemurahan Tuhan, dan pekerjaan Roh Kudus di dalam kita. Percuma kita memiliki karunia kalau kita tidak mencerminkan Kristus.

VIDEO CLIP:

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 15 Febuari 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
15 FEBUARI 2015

By: Ps. Robert Lie

Roma 8:28
28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Segala sesuatu, artinya segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu mendatangkan kebaikan. Tapi tidak mendatangkan kebaikan ke semua orang, tapi semuanya mendatangkan kebaikan kepada orang yang tergolong mengasihi Tuhan.

Roma 8:28 (BIMK)
28: Kita tahu bahwa Allah mengatur segala hal, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia dan yang dipanggilnya sesuai dengan rencana-Nya.


Siapa kita kalau Tuhan Raja segala raja mau mengatur hidup kita?

Roma 8:28 (TSI)
28: Sekarang kita boleh yakin bahwa bagi kita semua yang mengasihi Dia, Allah selalu mengatur semua hal yang kita alami dan hadapi, supaya hal-hal itu menghasilkan kebaikan. Karena kita adalah orang-orang yang sudah diilih-Nya sesuai dengan rencana-Nya.


Apa itu semua? Pekerjaan, keluarga, pasangan, kehidupan, bisnis, semuanya diatur yang terbaik bagi kita.

Romans 8:28 (The Message)
28: That's why we can be so sure that every detail in our lives of love for God is worked into something good.


Kalau engkau benar-benar percaya ayat itu, pasti tidak akan ada orang yang bersungut-sungut, karena engkau tahu kalau semuanya diatur untuk kebaikan

Romans 8:28 (AMP)
28: We are assuerd and know that [God being a partner in their labor] all things work together and are [fitting into a plan] for good to and for those who love God and are called according to [His] desgin and purpose.


Ada sesuatu di belakang dari yang kita alami, yaitu tujuan Tuhan yang mulia untuk membentuk kita, serupa segambar dengan AnakNya. Ada hal-hal tertentu dalam tanda kutip Dia membuat skenarioNya, seolah-olah kok seperti ini, kok seperti itu, dll. Pengaturan Tuhan adalah pengaturan yang paling sempurna. Hidupmu pasti akan mendatangkan kemuliaan kalau engkau mengizinkan Tuhan mengatur kehidupanmu. Seringkali ada kalanya apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan, tapi mengertilah Tuhan sudah merancangkan semuanya yang terbaik untuk hidup kita. Apapun yang terjadi, jangan pernah berkeluh-kesah, karena semuanya adalah skenario terbaik dalam hidup kita.

Ada kesaksian, ada sebuah keluarga yang sudah merencanakan untuk berlibur di Singapura, sesaat sebelum pada hari keberangkatan, mereka melakukan perjamuan kudus, lalu mereka pergi ke Airport, dan ternyata pesawat itu sudah berangkat terlebih dahulu dan mereka ditinggal. Pada mulanya mereka komplain ke pihak Airlines, namun beberapa jam kemudian mereka baru mendengar kalau pesawatnya hilang dan hingga sekarang belum ditemukan, yaitu pesawat Air Asia kemarin. Satu keluarga ini akhirnya mengucap syukur dan mengerti kalau pengaturan Tuhan itu memang yang terbaik, dan mereka sangat menyadari bahwa siapapun yang memiliki minyak dan anggur tidak akan dirusakkan, sehingga Tuhan menghalau keberangkatan mereka.

Semua yang mengasihi Tuhan, kehidupannya pasti akan diatur Tuhan, tapi kalau engkau tidak tergolong orang yang mengasihi Tuhan, engkau hanya akan mengurus dirimu sendiri tanpa Tuhan. Hidup ini untuk apa kalau engkau tidak mencari Tuhan sungguh-sungguh? Semua yang engkau timbun akan sia-sia kalau engkau tidak mengasihi Tuhan. Apapun peristiwa yang kurang baik yang terjadi dalam hidupmu, kalau engkau tergolong orang yang mengasihi Tuhan, sebenarnya itu adalah yang terbaik untuk hidupmu. Demikian juga Tuhan kadang "merusak" karya kita untuk menyelamatkan jiwa kita. Kadang kita sudah membuat rencana yang indah untuk hidup kita, tapi seolah-olah Tuhan "merusak" semuanya, itu sebenarnya bukan merusak, tapi itu karena Tuhan mau memberi yang terbaik untuk kita. Kadang ketika Tuhan merusak, mengutak-atik impian kita, sebenarnya itu bukan karena Tuhan jahat, tapi karena Tuhan ingin menyelamatkan jiwa kita.

Roma 8:26-30

Tuhan masih mengontrol kehidupan anak-anakNya untuk mendatangkan kebaikan.

Dalam menanggapi segala kebaikan yang kita rancangkan, seringkali kita menafsir dari sudut pandang jasmani kita sendiri, misalnya kesembuhan kita, keberhasilan kita, tapi sebenarnya itu bukan hal yang terbaik untuk hidup kita. Seringkali engkau belum diberkati Tuhan karena Tuhan tidak mau engkau menjadi jauh dari Tuhan dan Tuhan masih sayang padamu. Untuk apa engkau diberkati banyak tapi engkau malah jauh dan bahkan lupa pada Tuhan. Apakah ketika engkau diberkati, itu membuat engkau lebih dekat lagi pada Tuhan dan engkau bisa mengatur semuanya tanpa kebohongan?

Barangsiapa memberi, akan diberkati. Seringkali di khotbah orang memang setuju lebih suka memberi daripada menerima, namun prakteknya tidak bisa. Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Surga. Seringkali orang kaya tidak bisa masuk kerajaan Surga karena orang itu terlalu kaya, sehingga orang itu merasa tidak membutuhkan Tuhan. Ketika kita tidak berani untuk memberi, artinya kita itu lupa kalau hidup kita adalah pemberian Tuhan. Kalau engkau sadar hidupmu adalah pemberian Tuhan, kenapa engkau tidak mau melanjutkannya? Pertanyaannya, beranikah engkau memberi?

Seringkali ketika omsetmu turun, engkau seringkali bisa ngomel, menggerutu kepada Tuhan, tapi ketika diberkati lebih, engkau tidak pernah mengomel kepada Tuhan kenapa Tuhan berkati sangat banyak. Percayakan hidupmu diatur oleh pengaturan Tuhan yang sempurna.

Roma 8:29
29: Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.


Bagaimana caranya Tuhan mendatangkan kebaikan ketika kita menghadapi proses?
1. Tuhan bekerja secara utuh
Tuhan itu akan tetap bersama-sama dengan engkau hingga proses itu selesai, namun seringkali kita bersungut-sungut sehingga Tuhan tidak bekerja, dan engkau semakin jauh dengan destinymu. Kita harus berserah total, maka Tuhan akan bekerja. Semua proses mendatangkan kebaikan untuk kita karena itu melatih kita untuk menjadi orang Kristen yang kuat di dalam Tuhan dan di dalam kuasaNya. Percuma kalau kita datang ke gereja tapi tidak menjadi orang yang kuat di dalamNya. Kalau engkau mengalami proses dan engkau tahu kalau Tuhan mengontrol hidupmu, engkau akan tahu kalau sebenarnya Tuhan sedang melatih hidupmu agar engkau kuat. Semuanya itu akan membuatmu menumbuhkan ketekunan dalam hidupmu dan itu akan menimbulkan tahan uji. Tuhan sedang mencari orang-orang "besar", hatinya yang besar untuk dipercayakan kemuliaan dan kekayaan yang besar. Salah satu pewahyuan mengenai akhir zaman yaitu berkat dari bangsa-bangsa. Tapi ketika engkau diberi uang oleh Tuhan, engkau salah dalam mengelola, artinya engkau belum siap untuk menerima uang yang lebih besar.

Ayub 2:9
9: Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"


Tapi apa respon Ayub?

Ayub 2:10
10: Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub 1:21
21: katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"


Ketika dia diproses Tuhan, dia bisa menang dari proses, artinya tidak hanya tahan uji, tapi dia dipercaya dengan hal yang 2x lipat, tapi banyak orang yang tidak tahan uji, ketika diproses, marah pada Tuhan, kecewa. Biar kita menjadi unshakable generation, generasi yang tidak tergoncangkan yang akan diberikan kepercayaan demi kepercayaan dari Tuhan. Untuk membuat kita kaya, itu sangat mudah bagi Tuhan, tapi kenapa Tuhan belum mau membuat engkau kaya? Karena Tuhan ingin mempersiapkan hidupmu terlebih dahulu. Kalau engkau mau diberkati, engkau juga harus menyalurkan berkat, siapkan saluran berkat yang banyak. We are limited, but we believe, in God, our limitation is unlimitted.


2. Tuhan bekerja secara aktif.
Dia tidak hanya ada dalam hidup kita, tapi Dia juga bekerja secara aktif dalam kehidupan orang percaya.

Yusuf tidak bersalah, tapi dia dipenjara karena dia difitnah. Namun kalau saat itu Tuhan tidak berada bersama-sama dengannya, dia tidak akan bisa menjadi orang hebat di Mesir. Kalau Dia bukan Tuhan yang bekerja secara utuh dan aktif dalam hidupnya Yusuf, dia tidak akan bisa jadi orang besar. Bukannya Tuhan tidak mau membela, tapi Tuhan masih tetap berada dan bekerja dalam hidup Yusuf sekalipun seolah-olah mimpi Yusuf hilang dan tidak mungkin terjadi ketika Yusuf dipenjara. Saudara-saudara merancangkan hal yang jelek untuk Yusuf, tapi Tuhan mengerjakan semuanya untuk kebaikan Yusuf, dan begitu juga kepada kita. Dalam masalah apapun, Tuhan sebenarnya tetap ada bersama kita, tapi kita seringkali tidak sadar dan kita komplain kepada Tuhan. Dalam penjara pun Tuhan bisa angkat Yusuf. Kalau saat itu Tuhan intervensi ketika Yusuf difitnah dan Tuhan membela Yusuf, Yusuf akan tetap seumur hidup menjadi budak, tidak akan bisa menjadi penguasa. Semua sudah diatur oleh Tuhan, tidak ada satu orangpun yang bisa mencelakakan dirimu, merusakkan impianmu, karena semuanya ada di bawah kontrol Tuhan.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -