AoC Bandung, 22 Febuari 2016

AOC BANDUNG
22 FEBUARI 2016

By: Ps. Robert Lie

Tuhan akan buat perbedaan yang signifikan. Perbedaan apa? Antara yang mencintai Tuhan dengan yang tidak. Do you really love Him? Dari perbuatanmu, hidupmu, akan terlihat apakah engkau mencintai Tuhan atau tidak.

Ada 2 hal ciri orang yang mencintai Tuhan:
1. Hatinya melekat dengan Tuhan
2. Bertekad untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan dalam semua aspek hidupnya.

Mazmur 91:14-16
14: "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
15: Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
16: Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku"

Banyak yang hanya mencintai pelayanan, tapi hatinya menjauh dari Tuhan, tidak melekat dengan Tuhan. Kalau engkau sudah melekat dengan sesuatu, ketika engkau mau melepaskannya, pasti akan ada kerusakan. Contoh ketika seseorang berpacaran, lalu putus, pasti ada rasa sakit. Hati kita dengan hati Tuhan, kalau kita melekat dengan Tuhan dan suatu saat lepas dari Tuhan, hatimu akan menjadi terluka. 

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kalau hati yang sudah rusak itu tidak bisa diperbaiki lagi, hanya bisa diganti dengan hati yang baru. Tidak ada yang bisa memulihkan hatinya sendiri kecuali digantikan dengan hati yang baru oleh Tuhan. Ibaratnya engkau melekat dengan Tuhan, dan lemnya adalah karunia Roh Kudus, dan ketika itu terlepas, itu adalah masa yang rawan, karena kalau terlepas, masih ada sisa-sisa "lem" di hidupmu, dan debu kotoran bisa menempel, dan kalau sudah menmpel, tidak bisa lagi dibersihkan.

Melekat dengan Tuhan pun perlu waktu, hingga engkau di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Seperti dua benda yang dilekatkan dengan lem, itupun butuh waktu untuk benar-benar melekat, dan sekalipun melekat sebentar, masih bisa terlepas, dan lem nya itu masih basah. Banyak yang baru mengalami Tuhan, tapi sudah merasa sombong, tidak butuh Tuhan lagi, dan akhirnya engkau terlepas dan kotoran itu menempel di hatimu, hatimu terkontaminasi dan engkau tidak akan bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Kalau engkau tidak melekat dengan Tuhan dan engkau melekat dengan yang duniawi, hati-hati. Banyak pelayan Tuhan yang melayani Tuhan tapi masih memiliki keterikatan dunia.

1. Melekat itu adalah sesuatu hal yang sangat serius
2. Engkau harus memperhatikan dirimu melekat dengan apa, dengan Tuhan atau dengan yang duniawi
3. Setiap orang percaya harus melekat dengan Tuhan, tidak ada kompromi

Apa yang engkau peroleh kalau engkau melekat dengan Tuhan?

Mazmur 91:14-16 (AMP)
14: Because he has set his love upon Me, therefore will I deliver him; I will set him on high, because he knows and understands My name [has a personal knowledge of My mercy, love, and kindness-trusts and relies on Me, knowing I will never forsake him, no, never].
15: He shall call upon Me, and I will answer him; I will be with him in trouble, I will deliver him and honor him.
16:With long life will I satisfy him and show him My salvation.

1. Diluputkan Tuhan dari segala macam musibah
2. Dibentengi Tuhan
Dalam perjanjian lama, ada sebuah aturan, kalau engkau membunuh seseorang, dan engkau masuk ke kota perlindungan, tidak ada yang boleh membunuhmu. Kalau engkau keluar dari batas perlindungan Tuhan, engkau akan diserang setan
3. Doamu dijawab Tuhan
4. Disertai dalam kesesakan
Tuhan tidak pernah janji tidak ada proses dalam hidupmu. Proses boleh datang tapi ada penyertaan Tuhan senantiasa. Yusuf sekalipun di tempat yang paling rendah, dia tetap disertai Tuhan.
5. Dikenyangkan Tuhan
Semua berkat dibuat full dalam hidupmu, bahkan sampai berkelimpahan.

Ada yang berpikir kalau pelayanan itu melekat dengan Tuhan. Tapi pengertian yang benar mengenai melekat dengan Tuhan adalah:

1. Melekat artinya tidak terpisahkan
Kemanapun engkau ada, ada Tuhan di situ. Hidupmu tidak akan terpisahkan dengan Tuhan. Kemanapun Tuhan bergerak, engkau tahu Tuhan bergerak kemana.

Filipi 1:20
20: Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Orang lihat engkau, orang melihat Kristus dalam hidupmu. Banyak yang hanya ketika pelayanan terlihat seperti Kristus, tapi di luar itu tidak. Kalau orang lihat hidupmu tapi belum melihat Kristus, artinya engkau belum melekat dengan Tuhan. Semua gereja itu sempurna, tidak ada cacat, tapi karena ada kita, makanya gereja itu tidak sempurna.

Hidup kita adalah pesan kita untuk orang lain. Kehidupan kekristenan yang sebenarnya bukan ketika pelayanan, tapi ketika engkau difitnah, dikecewakan, dll. Hidup kita seperti surat yang terbuka dan dilihat oleh banyak orang. Ketika orang lain lihat "suratmu", apakah orang itu akan melihat Tuhan atau tidak? Dalam kehidupanmu sehari-hari adalah identitasmu yang sesungguhnya. YOUR LIFE IS YOUR MESSAGE. Jangan serupa dengan dunia, tapi berubahlah.

Roma 8:35
35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasa atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Kalau hatimu melekat dengan Tuhan, tidak akan ada yang bisa memisahkan engkau dari Tuhan, entah penindasan, kesusahan, dll.


2. Tidak ada jarak antara engkau dengan Tuhan
Tangan Tuhan tidak kurang panjang, telingaNya tidak kurang lebar untuk mendengar doamu, tapi yang membuatmu berjarak adalah dosamu. Yang berkata tinggal di dalam Yesus artinya tidak berbuat dosa lagi. Terkadang doa kita tidak dijawab karena ada dosa tersembunyi yang menjadi penghalang. Dosa itu artinya meleset dari sasaran. Ketika hidupmu meleset dari sasaran Tuhan, keluar dari destiny yang Tuhan tetapkan dalam hidupmu, itu artinya dosa.

Matius 7:21-22
21: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22: Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Kenapa Tuhan tidak kenal? Karena mereka meleset dari yang ditetapkan Tuhan, mereka melakukan keinginannya sendiri. Tuhan Yesus pun hampir meleset dari kehendak Bapa ketika Dia berdoa di Getsemani untuk melalukan cawan itu, tapi Dia ingat dan sadar kehendak Bapa di surga, karena itu Dia berkata bukan kehendakKu yang jadi, tapi kehendakMu.


3. Dapat menikmati hadirat Tuhan secara nyata karena kita sudah menjadi satu dengan Dia
Engkau bisa merasakan hadirat Tuhan dimanapun engkau berada. Kalau engkau melekat, engkau pasti tahu kehadiran orang yang engkau cintai. Di level yang lebih dalam lagi, kemanapun engkau pergi, orang bisa merasakan hadirat Tuhan. Kalau engkau melekat dengan Tuhan, engkau akan punya kepekaan mengenai kapan Dia hadir, dll.


4. Punya hubungan / komunikasi yang sangat intim
Kalau engkau melekat dengan Tuhan, Dia itu pasti berbicara setiap hari. Orang yang melekat dengan Tuhan itu pasti memiliki komunikasi yang baik dengan Tuhan.


Apakah engkau benar-benar sudah melekat dengan Tuhan?
Sudahkah engkau memberi waktumu secara konsisten kepada Tuhan? Banyak yang hanya tahu Firman, tapi tidak membuat keputusan untuk mendekat dengan Tuhan, melakukan Firman Tuhan. Tidak cukup hanya mendengar dan merenungkan, engkau harus membuat keputusan, bertekad untuk mendekat pada Tuhan. Caranya bagaimana? Ya berdoa dan baca Alkitab terus-menerus.Jangan pernah menunda-nunda apapun, lakukan dengan setia.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 21 Febuari 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
21 FEBUARI 2016

By: Ps. Pendy Sofian

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Yang pertama kali Tuhan benahi dalam pemulihan / pembaruan Israel adalah mengenai hati, Tuhan berikan hati yang baru. Tuhan tidak tiba-tiba memberkati bangsa Israel, atau musuhmya tiba-tiba kalah, bukan mengenai hal apapun yang dari luar, tapi Tuhan memulihkan hati bangsa Israel terlebih dahulu. Sama seperti hidup kita, sebelum pembaruan / pemulihan yang lainnya, Tuhan benahi hati kita terlebih dahulu.

Hati dalam bahasa Inggris adalah heart dan artinya adalah jantung, bukan hati /liver. Jantung itu organ tubuh yang sangat vital dan sangat mempengaruhi hidup mati seseorang. Selama jantungnya masih hidup dan berdetak, dokter tidak menyatakan pasien itu mati sekalipun mungkin organ lain rusak, tapi justru sebaliknya kalau organ lainya masih bagus sekalipun tapi kalau jantungnya berhenti berdetak / mati, artinya orang itu mati. Jantung itu yang menentukan apakah engkau hidup atau mati.

Kenapa perkara hati menjadi sangat penting dan bagi bangsa Israel sebelum mengalami pemulihan? Untuk mengubah yang di dalam hati ini tidak mudah, masalah hati perlu keputusan dari masing-masing orang, tidak bisa dipaksa Tuhan, engkau mau hatimu jahat, sombong, dll, Tuhan tidak pernah larang, tapi semuanya tetap ada konsekuensinya.

Hati ini adalah sesuatu yang sangat vital. Tuhan mencabut jabatan raja dari Saul karena perkara hati. Saul tidak bisa percaya 100% pada perkataan Tuhan melalui nabiNya. Kenapa Daud yang diangkat menjadi raja? Modal pertama yang dimiliki Daud adalah karena hatinya. Daud bukan orang yang diurapi pada awalnya, tapi ketika Tuhan melihat hati Saul berubah dan Tuhan menemukan hati yang bisa diangkat sebagai raja, Tuhan menemukan Daud, sekalipun di dalma perjalanannya Daud lebih jahat dibandingkan Saul. Daud memiliki hati yang bisa diajar, hati yang haus dengan Firman, hati yang bisa dididik Tuhan.

Ketika Tuhan bisa menemukan hati yang baik dalam hidup kita, perkara apapun yang lainnya Tuhan bisa berikan dengan mudah, tapi yang pertama kali harus dibereskan adalah perkara hati. Ketika engkau isa mengalami hati yang baru, engkau akan bisa mengalami pemulihan yang dari Tuhan.

Yehezkiel 36:26-27
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27: Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Hati itu seringkali digambarkan sebagai tanah. Seperti perumpamaan yang Tuhan Yesus berikan mengenai perumpamaan tentang penabur, semua benih yang ditaburkan adalah benih yang sama, orang yang sama, caranya sama, tapi hasilnya yang berbeda. Apa yang mebedakan? Tanahnya yang berbeda. Kenapa ada orang yang mengalami Firman, ada yang lambat mengalami, ada yang tidak? Yang membedakannya adalah hati kita semua. Ketika Tuhan melepaskan benih berkat, hatimu ini yang menetukan apakah benih itu akan tumbuh dan berbuah. Semakin subur hatimu, semakin cepat benih itu bertumbuh dan berbuah.

Sekalipun bibit / benih yang bagus diberikan, kalau ditanam di tanah yang keras, misalnya di jalan tol, ya tidak akan ada gunanya. Sebelum petani menaburkan benih, ada hal yang dilakukan petani agar tanah itu menjadi subur, yaitu proses pembajakan. Proses membajak itu definisinya proses dimana petani membuat tanah yang tadinya kering menjadi subur, tanah yang tadinya belum siap ditanam menjadi siap ditanam, tanah yang ada di atas menjadi di bawah dan yang di bawah menjadi di atas. Seringkali ketika hati kita dibajak Tuhan, itu sepertinya hatinya diacak-acak, keadaannya dibolak-balik, yang kaya tiba-tiba jadi miskin, yang miskin tiba-tiba jadi kaya, tiba-tiba bermasalah, dll. Seringkali momen ketika engkau banyak masalah itulah momen Tuhan membajak hidup kita. Biasanya, normalnya manusia mencari Tuhan lebih lagi, lebih sungguh-sungguh, bukan ketika engkau diberkati secara ajaib, tapi ketika mengalami masalah yang sepertinya tidak ada solusi lagi, entah masalah keuangan, kesehatan, keluarga, dll.

Tuhan itu bukan Tuhan yang iseng untuk mengerjai kita, tapi Tuhan gunakan momen itu untuk menjadi lebih dekat dengan kita. Sekalipun bangsa Israel sudah melihat begitu banyak mujizat, melihat Tuhan memberi 10 tulah kepada Mesir dan mereka tidak kena, melihat Tuhan membelah padang gurun, melihat kasut tidak rusak ketika di padang gurun, melihat air keluar dari batu, melihat Tuhan mengirimkan burung untuk dimakan, tapi mereka tetap tidak percaya kepada Tuhan sekalipun mereka melihat mujizat yang sangat banyak. Mereka hanya sebatas menjadi saksi mata. Iman bukan timbul dari apa yang dilihat, tapi melalui Firman yang didengar. Ketika bangsa Israel mengutus pengintai, apa yang mereka lihat itu yang menggagalkan iman mereka untuk bisa masuk ke Tanah Perjanjian mereka. Ketika ada orang buta di Yerikho, Bartimeus, ketika dia mengemis di sana, ketika dia mendengar Tuhan Yesus mau lewat, dia langsung berteriak. Dia tidak melihat, tapi imannya bisa timbul. Ketika Gideon dan beberapa orang mendengar apa yang terdengar di perkemahan musuh, iman mereka juga bangkit. Berbahagialah engkau yang percaya sekalipun tidak melihat.

Orang Israel membutuhkan waktu 40 tahun untuk memiliki hati yang percaya di zaman Musa, di zaman Yehezkiel mengalami 70 tahun maa pembajakan.  Kenapa ada yang mengalami masalah demi masalah dan sepertinya tidak selesai-selesai? Semakin engkau nurut dengan Tuhan, semakin lembut hatimu, akan semakin cepat hatimu selesai. Kalau engkau habis berbuat dosa dan Tuhan diam saja, tiu sebenarnya adalah masa yang berbahaya. Kalau engkau mengambil keputusan yang salah dan Tuhan proses, artinya Tuhan itu masih sayang hidupmu.

Ada yang mengalami masalah demi masalah, makin lama masalahnya makin parah, dan ini polanya seperti 10 tulah.

Keluaran 8:15
“Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya -- seperti yang telah difirmankan Tuhan.”

Ini kejadian dimana Tuhan memberi tulah kedua kepada bangsa Mesir. Ketika Firaun mengalami tulah, lalu dia berkata pada bangsa Israel untuk pergi. Lalu mengalami tulah lagi, lalu menyuruh Israel keluar lagi, lalu tulah lagi, dan seterusnya Seringkali hati kita sama seperti Firaun, ketika terjadi sedikit kelegaan dari masalah kita, hati kita mulai berpaling lagi dari Tuhan, dan apa yang terjadi, masalahnya makin lama makin berat yang membuatnya makin mencari Tuhan lagi, lalu ketika terasa kelegaan, mulai berubah lagi, menjauh dari Tuhan lagi.

Kalau engkau melekatkan 2 benda dengan lem, ketika itu dilekatkan, butuh proses / waktu untuk lem itu kering. Seringkali momen kita melekat dengan Tuhan itu ketika mengalami masalah. Tapi belum sempat lem nya kering, kita menjauh lagi dari Tuhan, dan siklusnya terjadi terus-menerus. Lem itu butuh waktu untuk melekat. Seringkali ketika Tuhan menolong hidupmu, mulai muncul jarak antara engkau dengan Tuhan. Tuhan ingin setiap kita melekat dengan Tuhan.

Manusia tidak bisa hidup dengan 2 jantung, harus pilih salah satu. Ketika Tuhan mau memberi hati yang baru, hati yang lama itu harua dilepaskan, baru ditanam hati yang baru. Seperti transplantasi jantung, tidak bisa manusia tetap memiliki jantung yang lama dan jantung yang baru. Pilihannya ya melepaskan hati yang lama, atau tidak menerima hati yang baru.

Yang harus dibereskan:
1. Hati yang keras

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Apakah kita masih memiliki hati yang keras? Kalau masih ada, Tuhan pun tidak bisa paksa untuk mengambil hati yang keras itu, tapi tergantung keputusanmu. Dalam dunia medis, ada stone heart syndrome atau hati yang keras, artinya yaitu terjadi kontraksi yang tidak bisa kembali lagi di pembuluh vena bagian kiri, dan itu gejala awal penyakit jantung. Apa itu pembuluh vena bagian kiri? Itu untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kalau hati kita keras, ketika Tuhan mencurahkan "oksigen", berkat, dll, kita tidak bisa menerima secara utuh apapun yang Tuhan berikan untuk kita. Hati yang keras, itu mengenai kebebalan hati kita untuk nurut pada Tuhan, sudah disuruh tidak dilakukan, dan juga mengenai tidak bisa percaya pada Tuhan. Belajar untuk mulai mengikuti apa yang Tuhan perintahkan / firmankan. Jauh lebih indah untuk engkau mengikuti Tuhan, tidak akan ada ruginya.

Kenapa seringkali kita tidak bisa mengikuti Firman Tuhan? Ya karena ada hati yang keras, merasa tidak perlu doa / puasa. 

2. Hati yang pahit
Ada penglihatan mengenai akar, dan Tuhan berkata, yang paling jahat adalah akar kepahitan. Akar itu tugasnya hanya menyerap, dan selama ada akar yang pahit, Tuhan tidak bisa memberkati hidupmu dengan berlimpah. Kalau akarnya pahit, apapun yang diserap ya akan menjadi pahit. Ketika kita bertemu orang yang memiliki akar pahit, kita ataupun sampai Tuhan berbuat baik, berbuat yang paling baik sekalipun, yang masuk ke hidupnya akan pahit, curiga. Ketika seseorang memiki kepahitan dan Tuhan memberkati dengan berlimpah, ya tetap itu akan menjadi pahit. Tuhan itu sangat sangat mudah memberkati hidup kita, tapi kalau ada hati yang pahit, semuanya akan terasa pahit. Ampuni orang yang mungkin pernah menyakiti hidupmu. Kalau engkau punya akar pahit, ya hidupmu akan tetap berasa pahit. Lepaskan hati yang pahit, terima hati yang baru dari Tuhan.

Yehezkiel 36:25
25: Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.

Kalau tanah yang keras sebelum dibajak akan diberikan air terlebih dahulu agar tproses pembajakan itu menjadi lebih mudah. Kalau hatimu yang keras belum dialiri air dan kemudian hatimu dibajak, itu rasanya akan sakit.

Yehezkiel 36:26-27
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27: Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Kalau Roh Tuhan ada di dalam kita dan kita di dalam Tuhan, kita akan mudah untuk hidup berdasarkan ketetapan Tuhan.

Yehezkiel 36:28-29
28: “Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.
29: Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu.”
Apa yang engkau perbuat, dibuat Tuhan bertumbuh.

Yehezkiel 36:30-31
30: “Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa.
31: Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji.”

Semua berkat itu akan engkau alami kalau engkau punya hati yang baru.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 14 Febuari 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
14 FEBUARI 2016

By: Ps. Robert Lie

Janji Tuhan untuk kita yaitu kita tidak perlu takut dengan masa depan, keadaan bahaya, kekerasan, oknum/kelompok garis keras, ancaman, gosip apapun.

Mazmur 91:14-16
14: "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
15: Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
16: Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Banyak yang tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai melekat dengan Tuhan. Banyak yang mengira sudah ke gereja, sudah melayani, dan merasa sudah melekat dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan, padahal tidak, bahkan tidak mengenal Tuhan. Jangan bangga dengan kesenioritasanmu, karena permasalahannya apakah engkau benar-benar melekat dengan Tuhan atau tidak?

Ilustrasi:
Ada amplop yang sudah dilem, apakah engkau bisa membuka amplop yang sudah diberi lem tanpa merusaknya sedikitpun? Tidak mudah bahkan tidak bisa. Itulah yang terjadi kalau ada 2 benda yang sudah menempel dan dipisahkan, akan rusak. Sama ketika orang yang memiliki hubungan / pacaran, ketika putus, akan ada luka / sakit.

Ketika engkau sudah melekat dengan Tuhan, sudah merakan karunia Roh, sudah melayani, dan ketika engkau lepas dari Tuhan, engkau akan cenderung bisa dengan mudah kecewa, marah, pahit, sakit hati, hidupnya menjadi rusak. Jangan sampai engkau salah melekat dengan hal apapun, karena itu bisa membuatmu rusak kalau engkau lepas dari hal tersebut, karena itu jangan sembarangan melekat. Jangan lupa dengan orang-orang yang sudah berjasa dalam hidupmu.

1. Melekat dengan sesuatu itu sangat serius, bukan hal yang main-main
2. Kita tidak boleh melekat dengan hal yang sembarangan

Hidup kita seperti kertas, suratan yang terbuka yang dibaca oleh banyak orang. Jangan pernah lekatkan dirimu dengan sesuatu yang jorok / negatif. Ketika engkau sudah pernah menempel, dan engkau lepas, masih ada sisa-sisa "lem" yang ada dalam hidupmu, dan yang berbahaya ketika masih ada sisa lem dan yang menempel adalah debu, kotoran, pasir, dll. Ketika semuanya itu sudah menempel, engkau tidak bisa membersihkannya lagi kecuali diganti dengan kertas yang baru. Sama seperti hidup kita, ketika kotoran itu melekat, tidak bisa lagi dilepaskan kecuali mujizat Tuhan dengan mengganti kertas yang baru.

Banyak yang hanya berkata percaya-percaya tapi tidak berbuat apapun, tidak mempersiapkan apapun, itu namanya hanya "ngomong doang". 

Kepada siapa dirimu dilekatkan hari-hari ini? Melekatlah dengan Tuhan, dan juga dengan orang-orang yang melekat dengan Tuhan, yang memiliki nilai-nilai kerajaan Surga. Kalau engkau melekatkan dirimu ke Tuhan, engkau itu pasti diberkati, tidak perlu engkau cari berkat. Kalau engkau juga melekat dengan orang yang melekat dengan Tuhan, engkau tidak akan rugi.

Kalau engkau bisa memberi itu adalah anugrah dan kehormatan, bukan karena dipaksa / terpaksa. Banyak yang meremehkan Tuhan, menunda-nunda, dan kalau engkau seperti itu, engkau tidak akan bisa diberkati. Anakmu mencerminakn hidupmu (orang tuanya). 

Mazmur 91:16
16: Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Diberi panjang umur, dikenyangkan. Seperti itulah kalau engkau melekat dengan Tuhan, dikenyangkan. 

Berkat kalau engkau melekat dengan Tuhan:
1. Diluputkan dari segala musibah
2. Dibentengi / dibela Tuhan
3. Dijawab doanya
4. Disertai di dalam kesesakan
5. Dimuliakan
6. Dikenyangkan luar dalam
7. Diberikan keselamatan

Pengertian yang benar mengenai melekat:
1. Melekat artinya tidak terpisahkan
Kemanapun engkau berada, engkau itu "membawa" Tuhan dan Tuhan ada bersama kita. Tapi ketika engkau ada di suatu tempat, apakah orang benar-benar bisa melihat kemanapun engkau pergi? Ketika orang melihat engkau, cara hidupmu, cara engkau bekerja, apakah orang melihat Yesus? Your life is your message.

Roma 8:35
35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seringkali yang menjadi penghalang kita dengan Tuhan adalah dosa kita. Mau sehebat apapun lem yang engkau berikan, tapi kalau ada yang menghalangimu untuk melekat, ya tidak bisa melekat.

2. Tidak ada lagi jarak antara kita dengan Tuhan
3. Dapat menikmati hadiratNya secara nyata karena kita menjadi satu dengan Dia
Kalau engkau melekat dengan Tuhan, engkau pasti akan bisa merasakan kehadiran Tuhan kapanpun Tuhan datang. Kalau engkau melekat, engkau itu pasti tahu banyak hal mengenai orang tersebut.

4. Punya hubungan / komunikasi yang intim


Perenungan:
- Apakah engkau benar-benar sudah melekat dengan Tuhan?
- Sudahkan engkau memberi waktu dengan konsisten untuk berdoa dan membaca Firman?

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -