Ibadah Minggu IFGF Palembang, 8 November 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
8 NOVEMBER 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Infinity itu artinya unlimited, kekekalan, tanpa batas. Contohnya internet, ada paket yang unlimited, tidak terbatas mau download sebanyak apapun. Tapi seberapa banyak yang bisa didownload, seberapa yang bisa dinikmati itu tergantung seberapa lama kita berada di tempat itu dan apa yang kita lakukan di tempat itu. Wifi tersebut memiliki area tertentu, dan semakin dekat dengan sumber, kecepatannya semakin cepat, dan itu tidak bisa diakses di sembarang tempat kecuali di area tersebut. Sama seperti yang Tuhan sediakan untuk kita itu unlimited, sangat banyak yang ajaib di hadirat Tuhan, tapi tergantung apa yang kita lakukan, tergantung seberapa banyak kita bisa ambil, dan seberapa banyak kita berada di dalam hadirat Tuhan. Apa yang Tuhan sediakan untuk kita itu hanya bisa diakses di hadirat Tuhan, karena yang menyediakan itu Tuhan, semakin engkau dekat dan seberapa banyak engkau di hadirat Tuhan itu juga menentukan seberapa yang engkau bisa ambil.

Roma 8:28
28: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Tuhan bisa melakukan segala hal yang ujung-ujungnya untuk kebaikan, untuk memberkati manusia dengan berbagai macam cara, tapi ayat ini bukan untuk orang susah, untuk orang di rumah sakit ataupun rumah duka. Yang membatasi diri kita seringkali itu pola pikir kita sendiri, cara pandang kita juga membatasi. Ayat ini tidak berbicara untuk setiap orang, tapi HANYA bagi yang mengasihi Dia. Tidak semua penyakit yang diderita itu untuk mendatangkan kebaikan, tapi bisa karena kesalahan atau konsekuensi yang harus dialami.

Tuhan itu bukan Tuhan yang senang memproses anak-anakNya. Proses ada, tapi tidak semua hal yang tidak enak itu proses dari Tuhan, tapi konsekuensi yang harus kita terima karena apa yang telah kita lakukan. Semua hal yang tidak baik di dalam hidupmu itu belum tentu semuanya proses dari Tuhan. Dia itu Bapa yang baik, Dia tidak iseng untuk memberikan proses demi proses. Proses memang ada, tapi seringkali yang tidka enak yang kita alami itu karena konsekuensi dari apa yang pernah kita lakukan. Dosa memang bisa diampuni Tuhan, tapi konsekuensinya tetap harus ditanggung.

Setiap proses ketika Tuhan ingin menyempurnakan hidup kita itu tidak selalu dengan hal yang tidak enak, karena bebannya ringan, kuk nya enak.

Yohanes 14:21
21: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”"
Orang mengasihi Tuhan tidak bisa hanya dilihat ketika berdoa, penyembahan, itu belum tentu, tapi orang yang memegang perintah Tuhan dan melakukannya, mereka itulah yang mengasihi Tuhan.

Yohanes 14:21 (BIMK)
21: Orang yang menerima perintah-perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Bapa-Ku akan mengasihi orang yang mengasihi Aku. Aku pun akan mengasihi orang itu dan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Tidak peduli seberapa banyak engkau ke Tuhan, tapi yang dihitung mengasihi Tuhan adalah seberapa banyak engkau mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan.

Kita harus belajar mendengarkan Firman Tuhan. Pelayananmu baik, Tuhan suka, tapi ketika engkau tidak mendengar dan melakukan Firman Tuhan, engkau belum dihitung mengasihi Tuhan.

Bagaimana cara mendengar Firman Tuhan?
1. Diam
Banyak orang tidak bisa mendengarkan karena tidak bisa diam. Engkau tidak bisa mendengarkan dengan baik kalau engkau sambil berbicara. Kalau engkau datang ke Tuhan, lebih banyak berdoa atau diam?
2. Fokus
3. Mencatat
Kita seringkali menganggap remeh dengan apa yang kita dengar dan tidak kita catat.

Banyak orang berkata tidak bisa mendengar suara Tuhan karena dia berpikir kalau dia tidak bisa mendegar Tuhan, padahal tidak ada anak yang tidak bisa mendengar suara bapaknya. Banyak yang membatasi Tuhan dalam hal berbicara, karena Tuhan bisa berbicara dengan berbagai macam cara, misalnya lewat suara, doa, mimpi, film, dll. Dalam hal kita mendengar suara Tuhan itu butuh yang namanya belajar.

Ulangan 7:12
12:““Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau Tuhan, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.”

Tuhan akan memegang perjanjianNya ketika engkau mendengarkan
Dan akan terjadi karena kamu mendengarkan. Apa yang membuat Tuhan stop memberkati rumah Tuhan? Karena mereka tidak mendengarkan Firman Tuhan.

1 Samuel 15:12-23
12: Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal."
13: Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN." 

14: Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
15: Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
16: Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
17: Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
18: TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
19: Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
20: Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

21: Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."
22: Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
23: Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Saul tidak melakukan dosa seperti Daud, tapi kenapa Tuhan mencabut posisi raja dari Saul? Karena dia tidak mendengarkan Firman Tuhan. Engkau mau beri berapapun banyaknya itu akan sia-sia kalau engkau tidak melakukannya sesuai dengan yang Tuhan katakan.

Yeremia 7:13-15
13: “Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman Tuhan, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,
14: karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo;
15: Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.””

Ketika engkau tidak mendengarkan dan menolak Firman Tuhan, bahkan apa yang dulu engkau bangga bisa mengalami kehancura.

1 Korintus 2:9
9: “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.””
Semua disediakan Allah UNTUK mereka yang mengasihi Dia. Kriteria yang mengasihiNya yaitu mendengarkan dan melakukan apa yang Tuhan Firmankan. Seperti ketika Yosua mendengar dan melakukan Firman Tuhan, mereka mengalami janji Tuhan, kemenangan demi kemenangan, dan mereka kalah ketika mereka tidak mendengarkan Firman Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -

AoC Bandung, 2 November 2015

AOC BANDUNG
2 NOVEMBER 2015

By: Pdt. Lukas Kusuma

CERDIK DALAM KEUANGAN

Lukas 16:1-13
1: Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 
2: Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 
3: Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 
4: Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 
5: Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 
6: Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 
7: Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 
8: Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
9: Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
10: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11: Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12: Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
13: Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Kenapa tuannya seolah memuji bendahara yang tidak jujur padahal seharusnya tuannya marah pada hamba itu? Yang dipuji itu bukan tentang ketidakjujurannya, tapi tentang kecerdikannya.

8: Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Yesus sedang mau berbicara kepada kita orang percaya, kita tidak boleh kalah cerdik dengan orang dunia. Siapapun kita, kita harus lebih cerdik dari orang dunia, kita harus hidup di atas rata-rata. Tetap yang jahat jelas tidak boleh diikuti. Setan itu tidak putus asa, tidak pernah menyerah, tidak pernah stress, kalau engkau stress, putus asa, malu dengan setan!

Di masa Yobel ini kita harus punya kecerdikan dalam soal keuangan agar hidup kita justru akan dipakai Tuhan, jadi berkat, jadi bendahara Kerajaan Surga yang memuliakan Tuhan.

5 rahasia cerdik dalam keuangan:
1. Mempunyai planning / perencanaan untuk masa depan
Lukas 16:3
3: Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

Dari ayat ini kita bisa belajar, bahwa orang ini memiliki planning untuk masa depan. Memang kita yakin dan selalu percaya kalau Yesus akan datang, tapi yang tidak seimbang, orang berpikir "Untuk apa sekolah tinggi-tinggi, bisnis lebih maju, ngapain sungguh-sungguh bekerja, yang penting banyak beribadah saja, banyak berdoa saja, dll". Itu artinya tidak seimbang, karena kita tetap harus memiliki planning atau perencanaan seperti kita masih hidup 100 tahun lagi. Mempunyai planning untuk masa depan. Jangan seperti bendahara ini, ketika akan dipecat baru dia berpikir apa yang mau dilakukan di masa depannya.

Apa planning yang dilakukan untuk masa depan?
- Belajar banyak keahlian.
Bendahara itu sadar dia tidak bisa menjadi petani, hanya bisa menjadi bendahara. Pendidikan barat memang membuat orang fokus pada satu bidang, memang itu bagus, ada kelebihannya, tapi juga ada kekurangannya. Misalnya kalau belajar tentang IT, dia akan expert, tapi ketika bidang IT sedang drop, mereka akan mengalami kesulitan.
- Mempunyai asuransi jiwa dan rumah.
- Menjaga kesehatan.
Menjaga makanan, berolahraga, jangan ada kepahitan, dendam, sakit hati, hati yang gembira, sukacita.
- Membuat surat wasiat
- Mempunyai tabungan
- Investasi dengan tepat, jangan asal, jangan ngawur
- Mengumpulkan harta di surga
Kerjakan bagianmu, menabur, jadi berkat bagi yang membutuhkan, tuntaskan panggilanmu
- Mempersiapkan pemimpin penerus
Baik dalam bisnis, pelayanan, atau apapun, cari calon pengganti kita untuk memimpin.

2. Menggunakan kesempatan dengan baik
Lukas 16:4
4: Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Indikasinya bendahara itu tidak langsung dipecat hari itu juga, tapia da beberapa waktu sebelum dipecat, sehingga masih ada waktu untuk dia menggunakan kesempatan yang ada. Jangan sia-siakan kesempatan. Apa itu arti kesuksesan? Perjumpaan antara persiapan dengan kesempatan. Ketika engkau mempersiapkan dirimu dengan baik dan kairos Tuhan itu datang, engkau akan menerima kesuksesan. Tapi seringkali anak-anak Tuhan ketika mengalami kairos Tuhan, tidak ada persiapan yang matang, sehingga tidak bisa menikmati apa yang disediakan itu. Kita harus mengerti, Tuhan sedang memberikan kairos-kairos dan kesempatan yang terbaik untuk kita. Salah satu dewa yang dipercaya orang Yunani adalah dewa kesempatan baik, yang berbentuk laki-laki gemuk dengan rambut depan yang gondrong, tapi belakangnya botak, artinya ketika kesempatan datang, bisa dengan mudah didapatkan, tapi ketika terlewat, itu akan habis, sia-sia, tidak bisa dipegang lagi. Kesempatan dalam hidup ini ketika datang, engkau akan dengan mudah mengambilnya, tapi kalau engkau lewat sedikit saja, akan susah. Jangan tunggu kesempatan spektakuler baru engkau ambil, tapi ambil kesempatan-kesempatan kecil, karena Tuhan kita yang spektakuler bisa membuat kesempatan kecil menjadi spektakuler.


3. Menabur banyak kebaikan
Lukas 16:5-7 
5: Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 
6: Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 
7: Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Kalau orang berhutang dan kurangnya dikurangi, orang itu pasti akan senang. Apa yang sedang dia lakukan? Membuat orang lain berbahagia.

Lukas 16:9
9: Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Jadi uang itu harus digunakan untuk mengikat persahabatan, membangun jembatan, bukan tembok pemisah. Semakin engkau diberkati, gunakan uang itu untuk membangun persahabatan, karena suatu hari itu akan jadi jalan pertolongan untuk kita. Menabur banyak kebaikan selagi ada kesempatan, dan engkau akan menuai dengan luar biasa! Tabur benih!


4. Memiliki integritas
Lukas 16:10-12
10: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11: Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12: Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Hidup benar, jujur, bisa dpercaya. Karena bendahara ini tidak setia, tidak jujur dengan harta tuannya, dia dipecat tuannya. Belajar bisa jujur, setia, bisa dipercaya, karena kalau engkau bisa dipercaya, engkau tidak hanya akan dipercayakan hal kecil, tapi juga hal besar! Integritas artinya adalah tetap melakukan apa yang benar, yang baik, walau tidak ada yang melihat. Jangan hanya ketika ada bos, ketika ada pemimpin engkau baru rajin, mati-matian, tapi ketika tidak ada, malas-malasan.


5. Menjadikan uang sebagai budak, bukan sebagai bos
Lukas 16:13
13: Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Bendahara yang tidak jujur itu menjadikan uang sebagai tuannya, dia mengabdi kepada mamon, dia menghalalkan segala cara yang penting mendapatkan kekayaan, hingga akhirnya dia dipecat. Yang harus jadi bos, penguasa, dan raja kita adalah Yesus. Tapi berapa banyak orang hari-hari ini memberhalakan uang lebih dari segalanya? Uang bisa menjadi hamba yang paling menyenangkan, tapi bisa menjadi bos yang sangat jahat. Ciri-cirinya orang memberhalakan uang itu bisa mengorbankan semua hal untuk uang, menilai semuanya dengan uang. Jangan kejar uang, tapi kejar Yesus, karena kalau engkau dapat Yesus, engkau dapat segalanya. Jadikan Yesus lebih dari utama, He is more than enough, Dia yang akan jadi Jehovah Jireh dan memberikan Yobel Besar untuk hidup kita.

Jadilah cerdik dalam hal keuangan.
1. Mempunyai plannin guntuk masa depan
2. Menggunakan kesempatan dengan baik
3. Menabur kebaikan
4. Memiliki integritas
5. Menjadikan uang sebagai budak

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 1 November 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
1 NOVEMBER 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Tema bulan ini infinity, tidak ada batasannya, no limit.

Kejadian 13:14
14: Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
15: sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

Abraham dan Lot sempat berselisih paham, lalu pada akhirnya ini terjadi, Abraham memberikan Lot untuk memilih terlebih dahulu, dan pada waktu itu Lot memilih tanah yang paling baik, paling subur, termasuk ada Sodom dan Gomora. Sekalipun Lot memilih yang terbaik, ada Firman Tuhan di ayat 14 itu kepada Abraham, sepanjang dan sejauh apa Abraham bisa lihat, sejauh itulah tanah yang akan diberikan Tuhan kepada Abraham. Seberapa yang dia bisa lihat itulah yang akan diberi Tuhan.

Tuhan memberi kepada kita itu tanpa batas, infinity, tapi sejauh apa engkau bisa lihat, itu yang akan Tuhan beri dalam kehidupanmu. Tuhan menyediakan semuanya tidak ada batasannya, tapi seringkali yang menghalangi kita adalah mata kita. Seringkali kita tidak bisa membayangkan Tuhan memulihkan segala sesuatu dalam hidup kita, kita tidak bisa melihat dan pola pikir kita itulah yang seringkali membatasi hidup kita.

Kita seringkali berkata tidak peka, tidak bisa mendengar Tuhan secara audible, dan detik engkau berkata seperti itu, maka itulah yang akan jadi, hubungan kita dengan Tuhan itu pun terbatas. Ketika engkau berkata seperti itu, sebenarnya engkau menyakiti hati Tuhan, dan engkau membatasi dirimu dan membatasi Tuhan bekerja dalam kehidupanmu. Kita seringkali tidak percaya ketika Tuhan tidak berkata secara audible, karena kita seringkali membatasi kalau suara Tuhan itu ketika mendengar secara audible, padahal Tuhan bisa berbicara dengan banyak cara. Kuasa dan janji Tuhan itu tidak terbatas, tapi seringkali mata kita yang tidak bisa melihat, pemikiran kita yang tidak sampai.

Yosua 21:45
45: Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

Ini juga yang akan menjadi janji Tuhan dalam hidup kita, segala sesuatu yang baik yang dijanjikan Tuhan akan jadi dalam hidup kita. Tapi apa rahasianya Yosua sehingga mereka bisa mendapatkan penggenapan semua janji Tuhan?

Yosua 1:7
7: “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.”

1) Bertindak hati-hati.
Jangan bertindak sembarangan, jangan gampang-gampangan jatuh dalam dosa. Bertindaklah sesuai dengan perintah Tuhan, bertindak hati-hati, jangan melenceng. Banyak orang jatuh karena kecerobohannya, karena tidak bertindak hati-hati. Bertindak hati-hati itu artinya bertindak sesuai dengan Firman Tuhan.

Yosua 1:8
8: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

2) Jangan lupa.
Mereka tidak melupakan membaca Firman dan merenungkan semua itu. Hal itu yang menjadi kunci dan fondasi Yosua untuk mengalami penggenapan janji Tuhan, beruntung di setiap perjalanan mereka. Jangan lupa memerkatakan dan merenungkan Firman, dll. Jangan lupa.

3) Berperang
Mereka harus pergi berperang dan memenangkan tanah perjanjian dari Tuhan itu.

Imam tidak bertemu musuhnya secara langsung seperti tentara ketika berperang, tapi kemenangan imam adalah kemenangan yang ajaib. Apa yang dilakukan imam? Mereka beribadah kepada Tuhan, contohnya ketika di Yerikho, mereka mengelilingi tembok dengan membawa tabut, ketika Yosafat berperang mereka memuji dan menyembah Tuhan, dll. Ibadahnya para imam kepada Tuhan itulah senjata terkuat imam.

Yosua 18:1-3
1: Maka berkumpullah segenap umat Israel di Silo, lalu mereka menempatkan Kemah Pertemuan di sana, karena negeri itu telah takluk kepada mereka.
2: Pada waktu itu masih tinggal tujuh suku di antara orang Israel, yang belum mendapat bagian milik pusaka.
3: Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?

Ketika itu mereka sudah masuk Kanaan, tapi baru hanya 2,5 suku yang sudah mengambil milik pusaka di seberang Sungai Yordan, dan tinggal 7 suku belum dapat bagian dari tanah perjanjian itu. Lalu apa yang dikatakan Yosua? Pergi untuk menduduki negeri tersebut, berperang, tidak bermalas-malasan!

Yang diperlukan adalah ketekunan. Banyak anak Tuhan tidak mendapatkan janji Tuhan karena malas, tidak rajin, tidak tekun. Bangsa Israel berpikir ketika mereka masuk Kanaan, mereka akan mendapatkan bagian mereka. Setiap kita ada tahah pusaka yang jadi jatah kita, ada tanah perjanjian dalam hidup kita, dan kita seringkali belum kita dapatkan, seperti 7 suku Israel yang lebih memilih untuk tidak tekun, malas, padahal mereka semua sudah berada di tanah perjanjian, namun mereka belum memilikinya.

Yosua 7:1-5
1: “Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel.
2: Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: “Pergilah ke sana dan intailah negeri itu.” Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai.
3: Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: “Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja.”
4: Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.
5: Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.”

Sebelum ini mereka menang perang ketika di kota Yerikho yang merupakan kota terbesar di sana, tapi di ayat ini justru dikatakan kalau mereka tawar hati karena mereka kalah berperang. Dalam peperangan di bangsa Israel, dijanjikan oleh Tuhan kalau mereka tidak akan mengalami kematian ketika peperangan, tapi kali itu mereka mengalami kekalahan dan ada yang mati. Yang pertama kesalahannya memang karena Akhan, lalu juga ketika mereka menghitung kekuatan mereka seperti di ayat 3, mereka mulai menghitung kekuatan mereka, mereka mulai meremehkan dan mulai sombong.

Kunci utama mengalami Yobel Besar adalah rest, istirahat, tapi bukan artinya malas-malasan. Rest itu melakukan apa yang Tuhan mau, bekerja bukan dengan pikiran kita. Engkau harus banyak berdoa, berdoa, dan berdoa. Yang penting jangan menggunakan pikiran sendiri. 

Kenapa bangsa Israel bisa kalah di Ai? Karena tidak ada Firman Tuhan untuk bangsa Israel menyerang bangsa Ai. Seringkali kita tetap nekat dan melakukan dosa dan sekalipun kita sudah tahu tapi kita terus melakukannya.

Yosua 8:1
1: Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya,

Ketika ada Firman dari Tuhan untuk mereka menyerang Ai, dan ketika mereka melakukannya, akhirnya mereka mengalami kemenangan.

Yosua 9:1-14
1: Ketika terdengar oleh raja-raja di sebelah barat sungai Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit dan sepanjang tepi pantai Laut Besar sampai ke seberang gunung Libanon, yakni raja-raja orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus,
2: bergabunglah mereka dengan seia sekata untuk memerangi Yosua dan orang Israel.
3: Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai,
4: maka merekapun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali,
5: dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka.
6: Demikianlah mereka pergi kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal. Berkatalah mereka kepadanya dan kepada orang-orang Israel itu: "Kami ini datang dari negeri jauh; maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami."
7: Tetapi berkatalah orang-orang Israel kepada orang-orang Hewi itu: "Barangkali kamu ini diam di tengah-tengah kami, bagaimana mungkin kami mengikat perjanjian dengan kamu?"
8: Lalu kata mereka kepada Yosua: "Kami ini hamba-hambamu. " Tanya Yosua: "Siapakah kamu ini dan dari manakah kamu datang?"
9: Jawab mereka kepadanya: "Dari negeri yang sangat jauh hamba-hambamu ini datang karena nama TUHAN, Allahmu, sebab kami telah mendengar kabar tentang Dia, yakni segala yang dilakukan-Nya di Mesir,
10: dan segala yang dilakukan-Nya terhadap kedua raja orang Amori itu di seberang sungai Yordan, Sihon, raja Hesybon, dan Og, raja Basan, yang diam di Asytarot.
11: Sebab itu para tua-tua kami dan seluruh penduduk negeri kami berkata kepada kami, demikian: Bawalah bekal untuk di jalan dan pergilah menemui mereka dan berkatalah kepada mereka: Kami ini hamba-hambamu, maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami.
12: Inilah roti kami: masih panas ketika kami bawa sebagai bekal dari rumah pada hari kami berangkat berjalan mendapatkan kamu, tetapi sekarang, lihatlah, telah kering dan tinggal remah-remah belaka.
13: Inilah kirbat-kirbat anggur, yang masih baru ketika kami mengisinya, tetapi lihatlah, telah robek; dan inilah pakaian dan kasut kami, semuanya telah buruk-buruk karena perjalanan yang sangat jauh itu."
14: Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.
Mereka bertindak tanpa keputusan Tuhan. Di saat itu mereka melakukan kesalahan sekali lagi, dan apa yang terjadi?

Yosua 9:17-18
17: Sebab orang Israel berangkat pergi dan pada hari ketiga sampai ke kota-kota orang-orang itu; adapun kota-kota itu ialah Gibeon, Kefira, Beerot dan Kiryat-Yearim.
18: Orang Israel tidak menewaskan, sebab para pemimpin umat telah bersumpah kepada mereka demi TUHAN, Allah Israel. Lalu bersungut-sungutlah segenap umat kepada para pemimpin.
Ketika mereka sampai di kota mereka, mereka baru sadar kalau semuanya itu tipu daya, sehingga mereka tidak bisa menerima jatah di Gibeon secara full. Mereka mengambil keputusan tanpa ada Firman Tuhan yang akhirnya membawa kerugian untuk mereka.

Yosua 10:7-11
7: Lalu Yosua bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.
8: Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau."
9:  Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.
10: Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.
11: Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.

Kenapa mereka bisa menang? Karena di ayat 8 ada, ada Firman Tuhan, dan orang Israel tidak terluka sedikitpun dan mereka mengalami kemenangan yang ajaib.

Yosua 11:6
6: Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: "Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api."

Kenapa mereka bisa menang? Karena ada di ayat 6, Tuhan berfirman. Pasukan musuh saat itu seperti pasir di pantai, dan kalau mereka mengukur kekuatan, semua tidak akan sampai dan tidak akan bisa.

Apa yang harus kita lakukan? Istirahat. Jangan gunakan kekuatanu sendiri, tapi datang ke Tuhan, banyak duduk di kaki Tuhan hingga Firman Tuhan keluar dalam hidupmu, lalu lakukan. Jangan lakukan yang Tuhan tidak suruh. Ketika bangsa Israel berperang dengan kemauan mereka sendiri, mereka kalah.

Banyak berdoa. Hari-hari ini kita harus bekerja secara TEPAT seperti yang Tuhan mau. Setiap Daud mau berperang, dia datang ke Tuhan, berdoa, sehingga dia terus mengalami kemenangan, dan semua tanah perjanjian yang dulunya dikuasai Yosua sebagian akhirnya berhasil diduduki secara keseluruhan oleh Daud.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -