AoC Bandung, 12 Mei 2015

AOC BANDUNG
12 MEI 2015

By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Alkitab kita ini usianya sudah ribuan tahun, dan mungkin sudah milyaran manusia sudah membaca Alkitab ini. Namun bagi sebagian orang, Alkitab ini bagi sebagian orang, memiliki pengaruh yang penting dan luar biasa, mungkin bagi sebagian orang tidak ada pengaruh apa-apanya. Semuanya tergantung satu kata, yaitu iman. Jutaan kata yang ditulis di Alkitab tidak akan ada artinya kalau iman itu tidak ada di dalam hidup kita. Tuhan bekerja bukan berdasarkan kebutuhan kita, tapi berdasarkan respon iman kita. Kalau Tuhan bekerja berdasarkan kebutuhan, di daerah yang paling miskin di dunia itulah sebenarnya Tuhan akan bekerja dengan luar biasa, tapi Tuhan tidak seperti itu. Tuhan bergerak berdasarkan iman, dan tanpa iman tidak mungin kita bisa memperkenan hati Tuhan. Setiap membaca Alkitab, setiap kita menerima janji Tuhan, terima perkataan Tuhan itu dengan iman!

Orang Israel akan mengalami yang namanya Yobel besar di September 2015 ini, kalau bangsa Indonesia jika mengacu di tahun 1965, Yobel besarnya akan terjadi di 1 Oktober 2015. Yobel besar ini mengubah sebuah bangsa yang miskin, budak, tidak punya hak apapun, dibalikkan Tuhan menjadi bangsa yang luar biasa dan memiliki hak yang ajaib. Tahun ini, berkat yang Tuhan berikan, tidak akan terjadi lagi di tahun berikutnya. Tapi kalau engkau mengerti mengenai tahun Yobel, di tahun itulah bangsa Israel meraih berkat yang luar biasa. Ketika nanti diberikan berkat, persoalannya apakah setiap kita memiliki kecakapan / kesanggupan untuk mengelolanya? Menurut riset, di Amerika setiap orang yang memenangkan lotre, 2 tahun kemudian orang tersebut menjadi lebih miskin sebelum dia mendapatkan lotre tersebut. Ini kenyataan yang harus kita perhatikan, bagaimana cara kita memanage berkat Tuhan yang ajaib dalam hidup kita. Belajar jadi pengelola yang baik. Di Alkitab, diceritakan mengenai anak bungsu yag meminta hak yang sangat besar pada ayahnya, dalam waktu sekejap, dia tinggal di kandang babi, bahkan mau makan makanan babi pun tidak boleh. Jangan sampai Yobel besar itu justru akan "merusak" hidupmu. Semua berkat Tuhan itu adalah sebuah tanggungjawab!

Amsal 14:4
4: Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Proverbs 14:4
4:Where no oxen are, the crib is clean: but much increase is by the strength of the ox. 

Untuk mendapatkan much increase itu, ada beberapa pengertian dari kata oxen yang harus kita mengerti:
1. To associate with
Engkau bergaul dengan siapapun itu tidak akan berarti kalau engkau meninggikan diri, kalau engkau menganggap dirimu lebih dari orang tersebut. Ketika hal itu muncul, engkau tidak akan menerima apa-apa. Setiap kelompok itu memiliki kelebihan yang luar biasa, jangan melihat diri kita lebih hebat dari siapapun, karena urapan itu turun dari atas ke bawah, dari kepala Harun hingga ke jubahnya, dan jika kalau engkau sudah meninggikan diri di atas orang tersebut, artinya apapun yang baik dari orang tersebut tidak akan bisa mengalir dalam kehidupanmu. Kalau engkau menuding sesuatu dari orang lain, kapanpun engkau tidak akan pernah menerima apapun. Kalau engkau berkata engkau bisa menerima langsung dari Tuhan, artinya engkau itu sombong sekali, karena tetap saja ada yang namanya saling melengkapi.

2. To learn
Orang yang tidak pernah mau belajar, orang itu juga tidak akan pernah berkembang dan tidak akan maju. Kalau kita mau belajar dan terus belajar, itu hasilnya akan berbeda.

3. Traveller (orang yang pekerjaannya melakukan perjalanan)
Hidup orang percaya dari semula, Tuhan suka orang yang bergerak. Kenapa Tuhan suka Habel dari Kain? Selain memang Habel akan mempersembahkan ternak yang melambangkan Yesus, tapi sebetulnya apa yang membuat Tuhan tidak suka Kain, yaitu karena sifat pekerjaannya (bukan jenis pekerjaannya), yaitu petani itu akan cenderung tidak bergerak kemana-mana, hanya di tanah tersebut, tapi Habel adalah seorang penggembala yang akan terus bergerak. Kalau ada 1 domba hilang, yang 99 ditinggalkan di padang gurun, dan gembala itu keluar mencari domba itu. Yang 99 ditinggalkan di padang gurun. Kalau engkau bukan seorang traveller, bukan orang yang mau bergerak bersama dengan Tuhan, di suatu titik engkau akan "ditinggal" oleh Tuhan dan engkau akan menerima padang gurun.

Kisah Para Rasul 9:10-19
10: Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
11: Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
12: dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
13: Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
14: Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
15: Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
16: Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
17: Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
18: Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
19: Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus dalam lingkungan saudara-saudara (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

Paulus ini mengalami fase baru di hidupnya. Sebelumnya dia adalah orang yang mengejar orang Kristen, memasukkan mereka ke penjara, bahkan ketika melihat Stefanus dirajam dia menontonnya. Di puncak "kekejaman"nya, Tuhan bertindak, dia bertemu dengan Tuhan, dan dia dibawa ke jalan lurus di Damsyik. Ketika Tuhan mengintervensi hidupnya, Tuhan membutuhkan alat, dan Tuhan membutuhkan orang yang bisa berkata kalau dia adalah saudaraku. Seperti janda yang berhutang dan Elisa datang dalam hidupnya, bagian untuk menjual adalah tanggungjawab janda tersebut. Sama halnya dengan kisah Paulus, dibutuhkan orang yang bisa berkata kalau dia adalah saudara, yang mau menerima Saulus yang dipilih Tuhan (The Chosen Vessel - rope and sail) seperti Ananias. Dia ini adalah tali dan layar pilihan Tuhan. Tali dan layar digunakan untuk kapal bisa berlayar, dan inilah sebenarnya kenapa Tuhan memberi kita nama Bahtera, Tuhan mau kita berlayar, taklukkan samudra yang paling ganas. Zaman dahulu belum ada mesin, orang berlayar mengandalkan angin, dan bagaimana kita mengatur tali dan layar itu memegang peran yang sangat penting. Kalau engkau mau menjadi orang yang berkembang, engkau harus bisa moving forward, terus bergerak bersama dengan Tuhan. Prosperity itu sebenarnya artinya to help on the road, yaitu bekal untuk kita mencapai destiny kita. Tuhan sedang serius menggerakkan segala sesuatu, oleh karena itu, mari kita bergerak!

Kisah Para Rasul 24:5
5: Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.

Yang dilihat mereka adalah negatifnya Paulus, tapi sebenarnya Paulus adalah rasul yang berhasil mengguncangkan dunia yang beradab yang artinya di tempat dimana Roma berkuasa. Kalau Paulus hanya diam, tidak akan terjadi yang seperti itu. Kalau engkau mau menjadi the chosen vessel, bentangkan tali dan layarmu, bergerak dengan anugrah Tuhan!

4. Sing (menyanyi - ini adalah sebuah attitude)
Apa urusannya dengan menyanyi? Ini adalah sebuah attitude. Attitude / sikap kita itu diibaratan seperti apapun yang kita taruh pada benih yang kita tabur. Engkau bisa taruh api dan membakar benih itu. Apa itu api? Kemarahan. Benih sebagus apapun kalau engkau semprot dengan api, ya habis. Banyak orang yang attitudenya seperti itu, pemarah, "sumbu pendek", dan itu yang akan mematikan benih sebaik apapun. Ada orang yang bangga dengan kemarahannya, padahal itu sebenarnya mematikan benihnya sendiri. Engkau bisa beri benih itu dengan yang namanya racun, racun ini kepahitan. Semua kepahitan itu seperti racun, semua yang kepahitan, ujungnya maag nya kena, dan muntah sehingga mulutnya pahit. Tuhan memberi benih yang begitu bagus, tapi ada yang kepahitan. Mungkin ada yang memberi benih itu oli bekas, pencemaran, kesombongan, tidak percaya. 

Hakim-Hakim 4:8-9
8: Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju."
9: Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.

Judges 4:8-9
8: Barak said, "If you go with me, I'll go. But if you don't go with me, I won't go." 
9: She said, "Of course I'll go with you. But understand that with an attitude like that, there'll be no glory in it for you. GOD will use a woman's hand to take care of Sisera." Deborah got ready and went with Barak to Kedesh. 

Kalau attitude kita tepat dan benar, hasilnya sebuah kemuliaan. Kalau attitudenya salah, hasilnya mematikan. Kalau kita semua tunjukkan sebuah sikap hati yang benar, akan terjadi hal yang luar biasa. Yang sering mengomel, attitudenya jelek, sudah melihat kemuliaan Tuhan, masih saja terus menggerutu, dan orang itu sebenarnya tidak akan diberkati karena attitudenya sendiri. Tuhan itu lihat sikap hati kita, tukang ngomel, tukang tipu, tukang memanfaatkan orang, bagaimana Tuhan mau memberkati? Tapi jangan pernah berhenti untuk mau menolong orang-orang yang seperti itu, karena itu adalah bentuk cinta Tuhan melalui hidup kita, namun respon mereka selanjutnya itu urusan mereka.

Ulangan 28:47-48
47: "Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya,
48: maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.

Sikapmu itu akan mempengaruhi ketinggianmu seperti apa. Engkau bisa setinggi apa itu ditentukan dari attitudemu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 11 Mei 2015

AOC BANDUNG
11 MEI 2015

By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Secara perhitungan untuk bangsa kita, tahun ini bangsa kita genap merdeka selama 70 tahun. Kalau kita mengacu pada peristiwa tahun 1965 ada pemberontakan PKI, bangsa ini menumpahkan darah kira-kira 3juta orang, dan itu adalah sebuah hutang darah, dan sejak itu bangsa ini tidak pernah luput dari kematian yang sangat banyak, gempa di Padang, tsunami di Aceh, dll. Tapi tahun ini persis 50 tahun sejak peristiwa itu, dan artinya ada Yobel juga untuk bangsa kita!

Ketika Tuhan memberikan Yobel untuk orang Israel, itu luar biasa, ketika mereka keluar dari tanah Mesir, dari yang awalnya miskin, dalam sekejab, dalam sehari mereka menjadi orang yang sangat limpah dan diberkati. Yang belum pernah Tuhan lakukan pun Dia bisa lakukan, apalagi yang pernah Tuhan lakukan. Tuhan pernah angkat Henokh, Elia, Yesus, dan jelas Tuhan bisa membuat hal itu kembali. Apa yang pernah Tuhan lakukan, Dia bisa lakukan lagi buat kita, karena itu ini adalah masa dimana betapa pentingnya kita mempersiapkan diri masuk dalam Yobel besar.

Pertanyaannya, kita seringkali mungkin sudah banyak menerima janji Tuhan, melakukan tindakan profetik, tapi tidak banyak di antara kita ynag menikmati penggenapannya, jangan-jangan sama seperti yang lalu-lalu, Tuhan menjanjikan sesuatu dan sebagian tidak menerima apa-apa. Tapi kali ini, ini sesuatu yang berbeda yang Tuhan akan buat di tengah-tengah kita! Apa yang Dia janjikan, itu pasti akan digenapi!

Setiap habis ibadah AoC ini, seharusnya terjadi mujizat, selalu ada sesuatu yang baik terjadi!

Amsal 14:4
4: Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Dalam terjemahan lain dikatakan, kalau tidak ada banyak lembu, maka palungan itu kosong, tetapi akan ada penambahan yang sangat banyak yang datang dari kekuatan seekor lembu.

Ada 4 rahasia penting yang harus kita miliki kalau kita mau semua benih yang dari Tuhan, entah ucapan, tindakan profetik, apapun yang terjadi di hadirat Tuhan menjadi berkembang.

Ada kata lembu, ada kata sapi. Dalam terjemahan aslinya, memang terdiri dari 2 kata yang berbeda. Kata lembu yang pertama, ada beberapa pengertiannya. Terjemahan hurufiahnya, kata oxen (lembu) tadi artinya to associate with, bergaul dengan. Apa yang membuat benih kecil bisa menjadi besar? Diperlukan yang namanya skill rohani di dalam kita. Skill rohani di dalam kita, Tuhan ingin agar kita dapatkan melalui pergaulan dengan orang-orang yang diurapi, karena itu akan bisa transfer / mengalir. Orang yang tidak pernah bergaul dengan orang seperti itu, ujungnya tidak akan kemana-kemana, tapi yang di dalam kita akan berkembang oleh karena pergaulan yang tepat, dan seringkali hal ini yang tidak dimiliki oleh orang Kristen. Bergaulah dengan apa yang orang itu ungkapkan, misalnya lihat di Youtube, baca bukunya, khotbahnya, tapi masalahnya kita tidak mau dan kita tidak tahu kalau itulah caranya. Pelajari hidup seseorang, dan sebenarnya itulah cara kita bergaul dengan orang tersebut. Kalau engkau ingin impartasi, engkau harus bergaul, tapi sebenarnya tidak harus bertemu dengan orang tersebut. Sesuatu yang tidak engkau kenali hingga meresap di hidupmu, itu tidak akan bisa diwarisi. Para diplomat, sebelum bertemu dengan siapapun, orang itu harus kenal siapa orang tersebut. Kita harus belajar bergaul! Engkau bergaul dengan siapa akan menentukan!

Amsal 13:20
20: Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Kenapa bisa? TRANSFER! Perlu yang namanya bergaul! Kalau engkau mau yang namanya pertumbuhan yang begitu banyak, engkau bergaul dengan siapa itu yang menentukan! Di ayat tersebut dikatakan berteman dengan orang bebal, justru menjadi malang, bukan sekedar bebal. Semua yang negatif itu membawa ke suatu tarikan yang mengerikan, dan dengan siapa engkau bergaul itu akan mempengaruhi cara pandangmu terhadap banyak hal. Engkau bergaul dengan orang yang beriman, engkau akan melihat setiap kali banyak kesempatan dan prospek, dan juga sebaliknya. Upgrade dirimu, bergaul!

Amsal 22:24-25
24: Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
25: supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.

Ada orang yang bergaulnya salah, Tuhan berkata, engkau terbiasa dengan seperti itu, engkau seperti memasang jerat bagi dirimu sendiri. Semua yang negatif itu mudah ditiru, yang positif itu susah, kenapa? Kecenderungan dosa di hidup manusia itu besar, magnet dalam hidup manusia itu sudah condong ke arah dosa, sehingga kita bisa dengan mudah mengarah ke arah sana, karena itu engkau harus bergaul dengan tepat.

Kata sapi ini juga memiliki arti Learn / belajar. Kita bisa mendapatkan dari Tuhan melalui rhema dan logos. Rhema itu memang paling enak, tapi berapa orang yang bisa dengan cepat menangkap rhema Tuhan? Biasanya kalau Tuhan berbicara juga hanya sepotong, maka sisanya adalah tugas kita untuk belajar. Engkau harus bergaul dengan orang yang tepat, dan juga engkau harus bisa mengolah setiap benih yang Tuhan berikan, sehingga mau tidak mau engkau harus belajar. Banyak yang berkata ATM, ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Tapi bagaimana cara engkau memodifikasi? Belajar! Benih sebaik apapun tapi kalau cara menanamnya salah, percuma.

Matius 11:29-30
29: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30: Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Titus 3:14
14: Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Biarlah kita belajar melakukan pekerjaan yang baik, dalam bahasa Ingrris digunakan kalimat maintain a good work. Memulai itu mudah, tapi maintain / memelihara, itu butuh belajar. Kita itu seringkali hebat dalam memulai sesuatu, tapi tidak bisa memaintain / memelihara, oleh karena itu, kita perlu belajar.

Ada kisah di Alkitab yang menceritakan mengenai seorang janda yang berhutang dan ada penagih hutang yang akan mengambil anaknya. Lalu Elisa memberikan arahan, dan janda itu lakukan semuanya, dan akhirnya dia bisa membayar hutangnya dan hidup dari selebihnya dari penjualan minyak itu. Semua arahan dari Tuhan kepada janda ini sangat detail, sudah dia kerjakan, dan setelah itu ada 2 hal yang tidak dikatakan detail, Tuhan juga tidak menjelaskan, Alkitab tidak mencatat, yaitu menjual minyaknya dan hidup dari lebihnya. Janda ini bisa melakukan dengan konyol, menjual dengan harga yang hanya untuk membayar hutangnya, karena tidak ada penjelasan dari Tuhan melalui Elisa, dan sebenarnya bagian inilah yang harus membuat kita belajar. Artinya, janda ini harus menjual lebih dari hutangnya agar dia bisa hidup dari lebihnya. Banyak anak Tuhan yang tidak mengerti ini, banyak yang hanya bisa membuat, membuat, tapi tidak bisa menjualnya. Setelah mendapat uang, tidak bisa mengatur uangnya.

Engkau bergaul dengan siapa itu penting, dan engkau harus terus belajar, belajar, dan belajar.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 10 Mei 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
10 MEI 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Mazmur 92:12
12: Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
13: mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.

Kalau engkau hidup benar, ada janji Tuhan kalau kita akan bertunas seperti pohon korma dan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Pohon itu bertumbuh sendiri, tidak bisa kita paksa untuk berbuah dan bertumbuh saat itu juga, karena proses pertumbuhan hingga pohon berbuah itu adalah proses alami. Selama pohon itu berada dalam lingkungan yang baik dan subur, dia akan bertumbuh dan berbuah secara rohani. Untuk kita orang Kristen, pertumbuhan itu sesuatu yang alami juga, selama kita mendapatkan Firman Allah yang cukup, berada di hadirat Tuhan, kita akan tumbuh dan berbuah.

Pohon korma itu biasa tumbuh di padang gurun, dan pohon itu menjadi berkat yang luar biasa ketika mereka berjalan di padang gurun, karena artinya di sekitar pohon korma selalu ada oase, dan buah pohon korma itu memberi kekuatan yang luar biasa untuk orang yang berjalan di sana. Korma itu memberi kekuatan bagi orang yang letih lesu, dll. Pohon korma tidak bertumbuh dengan mudah, yang pertama digali 2-3 meter ke dalam, ditaruh benih, lalu setelah ditutup dengan tanah, ditutup lagi dengan batu-batu yang besar, sehingga benih pohon korma itu akan terus bertumbuh hingga ke bawah hingga menemukan sumber air, dan ketika pohon ini mendapat sumber air, akar yang kuat, baru dia memiliki kekuatan untuk tumbuh ke atas dan menggeser batu yang di atas tersebut.

Fokus bagaimana menumbuhkan akar kita ke bawah, jangan terlalu fokus dengan apa yang dilihat orang lain, hingga akarmu sangat kuat, fondasimu sangat kuat, dan tinggal tunggu watkunya engkau akan bertumbuh tinggi dan menjadi berkat bagi orang lain. Pertumbuhan yang ke atas berbicara mengenai pelayanan, pekerjaan, bisnis kita, dll. Jangan berusaha membangun apa yang akan dilihat orang lain, karena kalau belum waktunya, engkau tidak akan kuat. Seringkali permasalahan yang Tuhan izinkan terjadi, Tuhan inginkan agar kita terus tumbuh ke bawah, hingga kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, memiliki akar yang semakin kuat, masuk dalam hadirat Tuhan, kelompok yang positif dan saling membangun, dan pada waktuNya Tuhan akan bawa engkau tinggi.

Pertumbuhan ke bawah itu berbicara mengenai karakter kita, bagaimana karakter kita kuat di dalam Tuhan. Karunia, skill, talenta bisa membuat kita naik seketika, bisa membuat engkau tinggi, tapi yang membuat engkau bisa bertahan di titik itu adalah karakter. Karakter adalah titik yang membuat seseorang bisa bertahan. Kalau orang diangkat tinggi hingga level 10 tapi hanya memiliki karakter di level 3, hukum gravitasi itu akan berlaku, dan akhirnya orang ini akan turun hingga level 3, dan juga yang lainnya. Banyak yang memiliki karunia hebat, skill hebat, tapi setelah itu hilang, karena karakter. Engkau bisa diangkat Tuhan seketika, tapi tanpa karakter yang kuat, engkau tidak akan bisa bertahan di titik tersebut.

Setiap kali Daniel ditinggikan, dia tidak pernah turun, dan dia bisa bertahan di titik itu karena dia memiliki karakter yang sangat kuat di titik itu. Dengan karunia mengartikan mimpi Nebukadnezar, Daniel diangkat. Ketika anak raja yang naik menjadi raja, Daniel tidak dianggap saat itu, namun dengan karunia yang dia miliki, dia bisa dipromosikan, dan dia tidak turun lagi. Ketika Raja Darius memerintah, Daniel menjadi 3 pengawas dan orang tertinggi, karakter Daniel membuat dia bertahan di titik itu. Bahkan hingga orang-orang mencari kelemahan Daniel, tapi tidak bisa, karena itu karakter Daniel membuat dia tetap bisa bertahan di titik tersebut. Karakter Daniel membuat dia terus bertahan di posisinya. Bangun karakter kita, sehingga ketika Tuhan angkat kita tinggi, kita bisa tetap bertahan di titik tersebut. Setiap kali Daniel diangkat menjadi orang nomor 2, dan sekalipun dia sempat dilupakan karena pergantian raja, tinggal tunggu waktunya Daniel kembali ditinggikan.

Bangun ke bawah, cari Tuhan hingga engkau mendapatkan Tuhan, lingkupi dirimu dengan hadirat Tuhan, hingga engkau menemukan sumber air yang hidup itu. Jangan pernah mempromosikan dirimu, karena barangsiapa meninggikan dirinya, dia akan direndahkan, dan siapa merendahkan dirinya, dia akan ditinggikan. Terus bertumbuh ke bawah, belajar untuk taat, mencari Tuhan. Belajar untuk terus merendahkan diri.

Yusuf mengalami pembentukan karakter yang dahsyat dalam hidupnya hingga dia diangkat naik menjadi orang kedua di Mesir, dan dia tidak hanya menjadi orang dua di Mesir, tapi di seluruh bumi itu karena ketika itu kelaparan melanda seluruh bumi. Ketika Yusuf menceritakan mimpinya da visinya, dia mulai "dihancurkan" Tuhan, dan dia dijual, lalu ketika dia masuk ke rumah Potifar dan akhirnya dia masuk penjara, di penjara itupun ketika dia mengartikan mimpi juru roti dan juru minum, dia meminta untuk mengingat apa yang dia telah lakukan, dan saat itu dia sedang berusaha mengangkat dirinya sendiri. Namun setelah itu Yusuf juga tetap dilupakan, namun dua tahun kemudian, dia mendapatkan proses dan membuat dia memiliki respon yang berbeda ketika mengartikan mimpi Firaun dibandingkan dengan dia mengartikan mimpi juru roti dan juru minum. Ketika itu Yusuf tidak meninggikan dirinya di depan Firaun, karakternya sudah terbentuk dengan sangat baik selama 2 tahun proses itu, dia tidak mengajukan dirinya kepada Firaun, dan ketika Yusuf berhasil naik ke titik itu, dia berhasil berada di titik itu dengan stabil tanpa ada penurunan lagi dalam hidupnya. Karakter membuat engkau bisa bertahan di titik tertinggi.

Ada satu kesamaaan, mereka tetap melayani Tuhan sekalipun posisinya berada di bawah, mereka tetap menggunakan karunia mereka sekalipun mereka berada di posisi yang paling bawah. Yusuf tetap menggunakan kemampuannya sekalipun di rumah Potifar ataupun di penjara. Daniel tetap melayani Tuhan, sekalipun dia tidak dipakai raja, dia tetap menjaga keintimannya dengan Tuhan sekalipun tidak berada di posisi yang paling tinggi dalam hidupnya. Daud tetap melayani sekalipun dia lari dari Saul di Gua Adulam, di titik itu karakternya dibentuk, dia tetap melayani.

Mungkin tidak setiap waktu kondisimu baik, tidak setiap waktu hatimu baik, tapi tetaplah setia melakukan apa yang jadi bagianmu, tetap melakukan pelayananmu sekalipun mungkin engkau berada di titik yang di bawah dalam hidupmu.

Filipi 2:5-11
5: Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6: yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7: melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8: Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9: Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10: supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11: dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Belajar seperti Yesus, bagaimana Dia ditinggikan oleh Tuhan. Sekalipun Dia menyandang status Mesias, Juru Selamat, Dia tidak meminta privilege / fasilitas apapun, bahkan Dia memilih mengosongkan diriNya dan taat hingga mati. Tapi setelah mengalami proses kematian, proses perendahan hati yang sedemikian rupa, di titik itu Bapa meninggikan Yesus di atas segala nama.

Daud, Daniel, Yusuf, dan begitu banyak tokoh besar di Alkitab, mereka bersentuhan dengan yang namanya "kematian", Yusuf mengalami kematian ketika berada di penjara, tidak ada orang yang ingat Yusuf, dan itu adalah kuburannya Yusuf, tempat kematian Yusuf. Daniel masuk dalam kematiannya ketika di gua singa, Sadrakh Mesakh dan Abednego ketika berada di dalam dapur api, Daud dari orang yang ditinggikan oleh manusia, detik itu juga muncul kebencian dari Saul dan Daud masuk dalam proses kematiannya, masuk menjadi buronan nomor satu di bangsa Israel. Tapi orang-orang yang punya karakter, ketika mereka melewati proses kematian di dalam hidupnya, seketika mereka diangkat Tuhan. Ketika melewati proses di penjara, Yusuf diangkat. Ketika Daniel menang di gua singa, dia diangkat jadi nomor 2, Sadrakh Mesakh Abednego diangkat menjadi petinggi, Daud setelah melewati semuanya dan tidak menyentuh otoritasnya, dia akhirnya menjadi orang nomor 1 di Israel. Hanya butuh satu hari untuk Tuhan mengangkat siapapun, namun selama engkau memiliki karakter dan bisa merendahkan diri melewati proses kematian kita, hanya butuh waktu seketika untuk Tuhan bisa meninggikan diri kita, tapi butuh waktu yang tidak sebentar untuk Tuhan membentuk karakter kita.

Seperti apa bentuk promosi dalam hidup Daniel, Daud, dll? Mereka dipromosikan ketika muncul masalah dalam bangsa mereka. Masalah dibuat Tuhan untuk mengangkat dan mempromosikan orang-orang yang memiliki karakter. Setiap masalah yang ada itu didesain agar menjadi titik promosi Tuhan dalam hidupmu. Dimanapun engkau berada, kalau ada sebuah masalah, itu akan menjadi ajang promosi dalam hidupmu. Semua tokoh itu dipromosikan ketika ada masalah besar dalam bangsanya. Jangan komplain ketika ada masalah dalam hidupmu, asalkan engkau tidak menjadi sumber masalahnya. Jangan pernah lari dari masalah!

Jangan bangun pelayananmu untuk dilihat orang, terus merendahkan diri, jangan marah dengan promosi yang terjadi dalam hidup orang lain, jangan berusaha meninggikan dirimu. Jangan bangun apa yang dilihat oleh orang, dan tanamkan, paksakan akarmu hingga bertemu dengan sumber air, paksa dirimu ada dalam hadirat Tuhan, paksa dirimu membaca Firman dll, dan hingga waktunya tiba, hanya perlu waktu sekejap untuk Tuhan meninggikan dirimu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS PRESENCE BE MANIFESTED IN ALL NATIONS -