Sion, 16 September 2014 (KKR 6 HT)

SION, 16 September 2014

By: Ev. Iin Tjipto


... (maaf tidak dari awal dikarenakan telat streaming)

Matius 13:57-58
57: Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
58:
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

1. Kecewa
Kecewa itu kecil, tapi itu luka. Kecewa itu bisa karena engkau mengharapkan SEKARANG terjadi, dan itu tidak terjadi, sehingga engkau bisa kecewa. Mereka yang kecewa, kekuatannya akan disedot habis. Kalau engkau kecewa dengan anak buah, dengan pemimpin, engkau punya pengharapan berbeda dengan kenyataan, kecewa dengan Firman Tuhan, kecewa dengan suami/istri, mulai hari ini katakan kalau Tuhan akan reka-rekakan semuanya untuk kebaikan.

2. Menolak
Ketika engkau akan dikatakan jadi pemimpin, engkau berkata ah tidak mungkin, itu sudah menolak. Ketika dikatakan masa keemasan dan engkau katakan ah itu orang lain, itu juga artinya engkau sudah menolak. Tanpa kita sadar seringkali banyak yang kita tolak, sehingga jatah, anugrah, dan berkat yang besar itu tertunda. Mulai hari ini ambil lagi hal tersebut!

3. Familiar Spirit
Seringkali kita tidak menghargai, tapi orang lain menghargai. Ada familiar spirit, dan ini yang seringkali menjadi penghalang. Ketika engkau menganggap seseorang menjadi sangat familiar atau biasa, engkau hanya bisa menangkap 10% dari apa yang dikatakan orang itu, tapi kalau tidak, engkau bisa menangkap 80% perkataan orang tersebut. Ini bukan dosa, tapi ini merugikan, dan menghalangi begitu banyak yang seharusnya jadi bagian kita! Kita seringkali sudah terlalu biasa dengan jubah, tindakan profetik, doling, dll.

Ketidakpercayaan mereka / kita itu membelenggu supranaturalnya Yesus! Itu membuat Yesus yang luar biasa menjadi biasa. Banyak yang supranatural dalam hidup kita, banyak yang sangat ajaib, dari pujian, doa, sayap, dll, semua itu supranatural, tapi kepercayaan kita yang membuat yang supranatural itu menjadi biasa, dan itu membelenggu yang supranatural! Itu membelenggu yang ajaib, membelenggu semua yanng dahsyat! Biar kita semua sembuh hari ini, terbuka di hadapan Tuhan. Kalau ada di antara kita yang tanpa kita sadari kecewa, menolak, atau terbiasa dengan sesuatu, mari bereskan hari ini, biar kita sembuh hari ini. Mari bersyukur kalau engkau mengalami proses yang sekalipun sepertinya tidak selesai, karena engkau seperti permata yang sedang digosok terus-menerus.

Perjamuan: hal yang baru, cinta yang baru sudah Tuhan tanam dalam hidup kita. Biar api cinta, iman, itu kembali dalam hidup kita.

Di saat engkau beku, di saat engkau letih, di saat engkau tidak berdaya,
di saat kegagalan, di saat keberhasilan, di saat engkau kehilangan semangat dan api Tuhan, di saat apapun juga, tetap katakan i love You Lord.


By: Pdt. Petrus Hadi Santoso
Menjelang Tuhan datang, Tuhan sendiri memulihkan segala sesuatu. Tuhan pulihkan kerohanian kita, jiwa kita, keluarga kita, jasmani kita, dan bonusnya ekonomi kita. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin tidak digenapi dalam hidup kita, tapi engkau harus tahu, kalau setan juga mengerti hal ini, sehingga dia dengan berbagai macam cara mau membuat kita agar tidak mengalami semua itu. Banyak yang tidak mengerti dengan sungguh mengenai kasih setia Tuhan yang ajaib, karena tidak mungkin Tuhan lalai dengan apa yang Dia janjikan.

Ibrani 12:1
1:
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Ada satu hal yang dikatakan beban, ini yang seringklai membuat kita tidak bisa terbang dengan kencang, meraih puncak dengan maksimal, yaitu pengangkatan. Salah satu beban yang seringkali kita tidak sadari adalah sesuatu yang tidak kita kerjakan, sesuatu yang tidak kita lakukan tapi itu bisa menjadi sesuatu beban yang menghalangi kita untuk berlari dengna kencang. Setiap kita tahu kalau banyak saksi yang mengelilingi kita, yaitu orang-orang kudus, yang terus memberi support kepada kita yang merupakan generasi terakhir. Masalahnya seringkali kita tidak sadar mengenai kutuk, karena ini memang ada yang karena kita lakukan, tapi juga ada yang bukan karena apa yang kita lakukan.

Galatia 3:13
13: Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"


Tuhan TELAH, bukan akan, menebus kita dari kutuk hukum taurat. Ada 10 hukum taurat, kalau 9 kita lakukan dengan sempurna, 1 tidak kita lakukan, kita tidak bisa selamat, itulah kutuk hukum taurat, karena itu kebaikan manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu Tuhan disalib untuk menebus kita dari kutuk hukum taurat. Hukumnya tetap berlaku, misalnya hormati ayah ibumu, jangan berzinah, tapi kutuknya tidak berlaku, karena kita tidak bisa lakukan semuanya, dan kita bisa masuk dalam Kerajaan Surga pun karena anugrah Tuhan. Seringkali setan mencari celah agar kita tidak bisa terbang dengan cepat, tidak bisa mendapatkan puncak lawatan, tuaian, dll.

Keluaran 20:1-2
1: Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
2: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.


Ini hukum pertama yang ditulis, dan ini yang paling panjang, yaitu ayat 3.

Ayat
3-63: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
4: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
5: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
6: tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.


Setan mengerti ayat ini, apa yang dilakukan manusia, kalau dia menyembah berhala, akibatnya akan sampai keturunan yang keempat! Ini adalah benteng perlindungan yang Tuhan jaga buat kita, karena naturalnya orang tua itu lebih sayang kepada cucu dibandingkan dengan anak. Tuhan tahu natural ini, sehingga Tuhan beri ayat ini untuk mencegah agar kita tidak menyembah berhala, karena akibatnya sampai ke anak cucu. Tuhan beri perintah ini di nomor satu, agar kita itu dijaga begitu rupa. Itu sebabnya, di 5-6 tahun ke depan ini, setan mencari celah, 3-4 keturunan di atas kita, kalau mereka menyembah berhala, dinilai membenci Tuhan, akibatnya kepada kita, sekalipun kita tidak melakukanya.

Yohanes 9:1-3
1: Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
2: Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
3: Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.


Tuhan Yesus tidak menyangkal dari pikiran para muridnya. Mereka melihat hal yang aneh, karena orang itu buta sejak lahir. Murid-muridNya ini membatasi dengan hal yang sempit, dosanya atau dosa orang tuanya, tapi Tuhan juga tidak menyangkal kalau itu bukan karena dosa. Tuhan itu seringkali seperti dihimpit, "Kenapa Tuhan tidak lakukan ini, padahal aku sudah begini, sudah begitu?"

Ayat 4-6:
4: Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
5: Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
6: Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi


Yesus menjawab pertanyaan murid-muridNya dengan perbuatan. Dia tidak iseng ketika Dia menulis di tanah ketika ada perempuan yang bersundal. Ludah yang dilakukan Yesus ini adalah Firman, dan tanah itu adalah dunia orang mati, dan ketika itu diaduk, artinya dilakukan dengan pengertian yang benar. Ada yang memiliki kerinduan yang besar untuk mengikuti Tuhan, tapi tidak bisa melakukan apa yang Tuhan mau. Misalnya di dalam jiwa, suami istri tidak mau ribut, tapi tetap saja ribut. Hal yang aneh-aneh secara jasmani, misalnya sekeluarga sakit-sakitan yang sama, dan banyak anggota keluarga yang sama-sama mengalami yang yang aneh-aneh, itu artinya kutuk. Misalnya BANYAK yang anggota keluarganya meninggal umur 50, itu artinya kutuk. Ada hal ekonomi, semua sudah diatur, sudah bisa manage dengan begitu rupa, tapi tiap mau naik, tiba-tiba jatuh, dan itu berulang-ulang terus, artinya ada kutuk.

Ayat 7:
7: dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Yesaya 10:27
27: Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap."


Isaiah 10:27 (KJV)
27: And it shall come to pass in that day, that his burden shall be taken away from off thy shoulder, and his yoke from off thy neck, and the yoke shall be destroyed because of the anointing.


Dalam bahasa lainnya, itu dilenyapkan dengan pengurapan. Hari ini semua mata akan dibuka oleh Tuhan, beban akan dilepaskan dari Tuhan!


By: Ev. Daniel Krestianto

Daud berasal dari orang yang tidak diperhitungkan, tidak pernah dilihat, tetapi ketika Daud tidak memiliki hati yang pahit, tetap bersukacita dan memiliki keintiman dengan Tuhan, mengucap syukur dan tetap melakukan apa yang Tuhan inginkan, dari yang seperti itu dia menjadi pemimpin sebuah negara! Jangan miliki hati yang pahit.

1 Samuel 16:11
11:
Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."

Ketika Samuel datang, dia mau mengadakan pengurapan, Daud ditinggal. Bukan berarti Daud jauh dari tempat itu, tapi Daud berada di dekat tempat Samuel memanggil anak-anak Isai. Daud bisa saja marah, kepahitan, karena dia dinomorduakan, ditinggal. Tapi Daud tidak mau, Daud mengambil sebuah langkah untuk tidak memiliki hati yang pahit. Ketika engkau tidak memiliki hati yang pahit, engkau memiliki kesempatan untuk menjadi seperti Daud ini, bahkan Yesus turun dari keturunan Daud. Tuhan memutarbalikkan keadaannya dari yang tidak dianggap menjadi yang luar biasa.

Buka hatimu, jangan pernah berkata tidak bisa, siapa aku, dll. Daud tidak pernah diperhitungkan! Terus miliki keintiman dengan Tuhan, dan Tuhan akan angkat engkau masuk dalam kemuliaan demi kemuliaan, yang tidak ada menjadi ada, tidak mungkin jadi mungkin.

Tuhan beri benih hari ini, ini benih yang akan membuat engkau menjadi besar, menjadi termahsyur, TOV! Bersihkan hatimu dari setiap kepahitan, dan itu akan membuat engkau menjadi lebih cepat, dipakai Tuhan secara luar biasa, menjadi lebih TOV!


By: Pdt. Petrus Agung Purnomo

Ulangan 1:20-21
20: Ketika itu aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita.
21: Ketahuilah, TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.


Mereka berjalan di padang gurun sekian waktu lamanya (bukan yang 40 tahun), dan tiba-tiba mereka sudah begitu dekat dengan perbatasan tanah Kanaan. Sebetulnya hari-hari ini, banyak orang Kristen sudah di perbatasan antara apa yang selama ini sudah dijanjikan dan kenyataannya. Persoalannya, tidak sedikit karena respon orang tersebut yang salah, seperti mental kembali. Tidak hanya karena kutuk, tapi juga bisa karena responmu, karena titik ini adalah titik yang sangat kritis.

Ayat 22-23
22: Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi.

23: Hal itu kupandang baik. Jadi aku memilih dari padamu dua belas orang, dari tiap-tiap suku seorang.
Ini ide mereka, bukan dari Tuhan. Namun yang menjadi masalah, Musa memberi pengakuan kalau hal itu dia pandang baik. Ketika kita dijanjikan sesuatu, dan ketika kita sudah akan menerima itu, jiwa kita seringkali ingin lihat nanti kenyataannya bagaimana, ingin tahu terlebih dahulu. Dan kalau ada yang seperti ini, artinya di dalammu terdapat keraguan dan ketidakpercayaan. Seperti bangsa ini, mereka sudah dijanjikan Tuhan, tinggal mereka masuk, menduduki, tapi mereka malah ingin tahu terlebih dahulu apa yang mereka akan dapatkan, tempatnya bagaimana, dll, dan itu artinya terdapat keraguan dan ketidakpercayaan.

Ayat 24-33
24: Mereka pergi dan berjalan ke arah pegunungan, lalu sampai ke lembah Eskol, kemudian menyelidiki negeri itu.
25: Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan TUHAN, Allah kita, kepada kita itu baik.
26: Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.
27: Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.
28: Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.
29: Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;
30: TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,
31: dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.
32: Tetapi walaupun demikian, kamu tidak percaya kepada TUHAN, Allahmu,
33: yang berjalan di depanmu di perjalanan untuk mencari tempat bagimu, di mana kamu dapat berkemah: dengan api pada waktu malam dan dengan awan pada waktu siang, untuk memperlihatkan kepadamu jalan yang harus kamu tempuh."


Kalau engkau membacara mengenai kejadian bangsa Israel ini, jalannya mereka tidak lurus. Banyak orang yang ingin mendapatkan semuanya dengan mudah dan tak ada harga yang harus dibayar, dan menurut Tuhan, inilah kesalahan besar! Segala sesuatu itu ada pengaturan Tuhan! Tuhan menyuruh mereka untuk melakukan sedikit demi sedikit, tidak menghancurkan semuanya sekaligus. Tuhan tidak ingin membuat kita mendapat berkat tapi berkat itu yang akan membunuh hidupmu. Tuhan itu seringkali melatih kita ketika kita mendapat berkat, sehingga kita didapati dapat dipercaya dengan berkat yang lebih besar lagi, namun seringkali pengertian kita yang salah dan akhirnya kita menjadi kecewa.

Jatah besar, pasti ada harga yang harus dibayar. Kalau engkau kecewa, persepsi kita terhadap apa yang Tuhan katakan yang seringkali keliru. Ketika itu bangsa Israel sudah dekat, sudah di perbatasan, lalu mereka mengirim orang untuk melihat Kanaan terlebih dahulu, dan mereka mengambil kesimpulan kalau Tuhan membenci mereka, dan itu yang salah!

Ilustrasinya seperti ini, ada seorang bapak yang memberi nasihat kepada kedua anaknya, yaitu jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang, mau bayar tidak bayar, jangan ditagih. Lalu jangan sampai engkau kena sinar matahari langsung kalau membawa kendaraan, lalu kemudian bapaknya meninggal. Lalu suatu waktu, ibu mereka ingin melihat keadaan mereka. Dia datang pada anak yang pertama, semuanya hancur, dan katanya karena ada hutang dari orang lain tidak boleh ditagih, lalu tidak boleh kena matahari, artinya naik taksi. Lalu ibu ini datang ke anak yang kedua, tapi keadaannya terbalik, dia kaya raya. Yang anak pertama bangkrut karena nasihat ayahnya, yang kedua kaya raya karena nasihat ayahnya. Anak kedua ini tidak pernah menghutangi siapa-siapa, sehingga dia tidak perlu menagih, dna anak ini pergi ke toko paling pagi sebelum matahari terbit, dan tutup di sore hari dan pulang ketika matahari sudah terbenam.

Firman Tuhan yang kita baca ini sama. Tapi seringkali ada mindset yang membuat sebuah ayat yang sama, menjadi hal yang berbeda pada orang yang berbeda. Banyak yang berpikir tidak ada harga yang dibayar, padahal semua ada harga yang harus dibayar dan ada tanggungjawabnya. Peristiwa bangsa Israel itu sebenarnya sangat menyakiti hati Tuhan.

Peristiwa 12 pengintai, 10 berontak dengan memberi kabar buruk, itu menyakiti hati Tuhan. Ketika ditelusuri, perisitwa itu terjadi pada tanggal 9 bulan Yahudi, bulan Av, kisaran pertengahan antara bulan Juli dan Agustus. Dan di tanggal 9 Av tahun 587 SM, tentara Babilon menghancurkan Bait Allah Salomo, tanggal 9 bulan Av tahun 70 Masehi, Roma menghancurkan Bait Allah yang dibangun Herodes, tanggal 9 bulan Av tahun 135, orang Yahudi kalah Final oleh orang Romawi dan mereka dibuang, tanggal 9 bulan Av tahun 1095, perang salib pertama dimulai dan membunuh ribuan orang Yahudi, tanggal 9 bulan Av tahun 1290, orang Yahudi diusir dari Inggris, tanggal 9 bulan Av tahun 1492 orang Yahudi diusir dari Spanyol, tanggal 9 bulan Av 1942, orang Yahudi dipindah dari Camp di Warsawa (Polandia) ke Camp Pembantaian, dibunuh, dan tanggal 9 bulan Av tahun 2005, orang Yahudi diusir dari Jalur Gaza. Inilah efek ketidakpercayaan, efeknya sangat besar! Semakin orang dicintai Tuhan, semakin kecemburuan Tuhan luar biasa. Bangsa Israel harus membayar hal ini dengan 40 tahun di padang gurun.

Kalau engkau meragukan Tuhan, engkau tidak akan ada pegangan lagi sama sekali. Tapi yang kita harus tahu, Tuhan tidak pernah salah. Kalaupun ada salah, bukan karena dari pihak Tuhan, tapi pasti dari pihak kita.

Kalau engkau memberi sebagai orang yang tidak ada kutuk lagi, benih yang engkau tabur akan jadi benih yang luar biasa! Benih itu akan jadi benih unggul, benih yang ajaib.


By: Ev. Nany Susanty

Jangan melihat ke belakang, lihat 5 menit yang ada di depan kita, karena itu masih bisa dikejar. Jangan lihat apa yang sudah kita lakukan, jangan lihat kekecewaan dll yang di belakang, karena semua sudah dituntaskan sekarang, dan sekarang kita memiliki lembaran yang baru. 80% bersama dengan Tuhan kita akan dapat mencapainya dalam waktu 5 menit! Pengangkatan sudah sangat dekat! Percaya dan katakan, kita harus percaya, kalau kita tidak percaya, kita akan rugi sendiri. Jangan lihat yang lama, tinggalkan semuanya.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 21 September 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
21 SEPTEMBER 2014

By: Ps. Robert Lie


Kejadian 17

Di sinilah pertama kali El Shaddai dinyatakan, dan Abraham bertemu dengan Tuhan yang Maha Kuasa (God Almighty). Abraham dan Sara sempat mengalami keraguan dengan janji Tuhan karena yang dijanjikan Tuhan pada pasal 12, mereka mengalami 25 tahun menanti janji Tuhan. Kadang mungkin timbul keraguan dalam hidupmu, tapi pegang kepercayaanmu, karena Tuhan adalah El Shaddai. Abraham sempat ragu dengan janji Tuhan, dan buktinya ketika mereka mengambil Hagar dan melahirkan Ismail. Sara pun sempat ragu sehingga dia memberikan budaknya itu, sehingga dia berpikir mungkin dia tidak bisa melahirkan anak, mungkin anak dari budaknya yang dijanjikan Tuhan, dan ini adalah cara manusia untuk mencoba "membantu" Tuhan. Namun yang menjadi anak perjanjian adalah anak dari Sara, dan di suatu titik Tuhan akhirnya mendatangi Abraham dan datang sebagai El Shaddai, Allah yang Maha Kuasa, God Almighty.

Kejadian 17:1-5
1: Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
2: Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
3: Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4: "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5: Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.


Saat itulah pertama kali keluar sebutan El Shaddai, dan Tuhan menetapkan serta menjelaskan apa yang akan terjadi, yaitu dia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Lalu nama Abram diganti dengan nama Abraham. Abraham ditetapkan dan hidupnya diubahkan ketika dia berjumpa dengan El Shaddai. Ketika engkau bertemu dengan El Shaddai, akan ada perubahan besar yang terjadi dalam hidupmu.

Nama Yakub memiliki arti penipu, dan sepanjang hidupnya dia mengalami rasa bersalah karena dia sudah membohongi kakaknya Esau mengenai hak kesulungan. Ketika di Bethel, Yakub bertemu dengan Tuhan, dan namanya juga diubah dari Yakub menjadi Israel. Kalau engkau bertemu dengan Tuhan, engkau pastinya akan mengalami life changing!

Kejadian 18:10-14
10: Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
11: Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12: Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
13: Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
14: Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Ketika Tuhan berjumpa dengan Abraham, Sara mendengarnya, namun dia ragu dan tertawa ketika Abraham mendapat Firman itu.

Catat Firman ini, "Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN?" Kalau Dia mau lakukan apapun, Dia Allah yang Maha Besar, Dia bisa lakukan apapun! Ketika Tuhan menyatakan diriNya sebagai El Shaddai, ada 2 hal yang Tuhan mau nyatakan, yaitu:

1. Allah ingin mengingatkan Abraham kalau Dia bukan hanya Pencipta yang perkasa, tapi Dia juga menyediakan yang dibutuhkan oleh Abraham. Arti nama El Shaddai juga seperti seorang ibu yang memuaskan anaknya dengan menyusui, artinya Tuhan mau menyediakan apa yang dibutuhkan Abraham saat itu, dan memberkati serta meneguhkan setiap perjanjianNya dengan kita!

2. Allah ingin mengingatkan Abraham kalau Dia akan tetap setia pada janjiNya. El Shaddai juga menunjukkan kesetiaan Tuhan kepada setiap kita.

Banyak yang percaya Tuhan itu El Shaddai, tapi yang jadi pertanyaannya, apakah engkau mengalami kebesaran Tuhan? Biar setiap kita mengalami kalau Dia benar Maha Besar, Maha Kuasa, EL SHADDAI!

Bagaimana caranya agar kita bisa mengalami El Shaddai?!?!??!
Perjanjian Tuhan kepada Abraham itu ada syaratnya, dan kalau Tuhan berjanji, Dia tidak akan lupa pada janjiNya, pasti digenapi.

Kejadian 17:1
1: Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.


Bagaimana agar kita mengalami El Shaddai? Hiduplah dengan tidak bercela! Ketika Abraham hidup tidak bercela, Tuhan menggenapi perjanjiannya sekalipun faktanya tidak ada kesempatan untuk Abraham dan Sara memiliki anak, baik dari sisi kedokteran atau dari sisi manapun. Tuhan mendapati Abraham hidup tidak bercela, sehingga Abraham akhirnya mengalami penggenapan janji Tuhan, dan di pasal 21 Ishak lahir.

Kalau hidupmu bisa tidak bercela di hadapan Tuhan, Tuhan pasti akan nyatakan DiriNya di dalam hidupmu, pekerjaanmu, usahamu, keluargamu, dll. Kalau hidupmu sepertinya susah terus, coba cek hidupmu, apakah hidupmu benar di hadapan Tuhan atau tidak.

1 Tawarikh 4:8-10
8: Kos memperanakkan Anub, Hazobeba dan kaum-kaum Aharhel bin Harum.
9: Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan."
10: Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.


Tuhan mengabulkan doa Yabes. Tuhan tidak pernah sembarangan mengabulkan doa seseorang, karena tanganNya tidak kurang panjang dan telingaNya tidak kurang lebar untuk mendengar setiap doa kita. Kalau hidup kita bisa tidak bercela di hadapan Tuhan, doamu itu pasti dikabulkan oleh Tuhan!

Yabes berdoa meminta kepada Tuhan untuk memberkati dirinya secara berlimpah-limpah. Apakah dosa ketika engkau berdoa seperti itu? Tidak! Yang dosa itu ketika engkau melekat kepada berkat yang Tuhan beri dalam hidupmu. Tidak ada yang salah dengan kelimpahan! Tapi kenapa ada yang tidak berkelimpahan? Karena hidupnya masih ada cela di hadapan Tuhan, dan itulah yang membedakan setiap kita. Yang membuat kita diberkati Tuhan itu ketika engkau hidup tidak bercela di hadapan Tuhan!

Yabes juga berdoa untuk memperluas daerahnya, wilayahnya, dan juga berdoa agar tangan Tuhan menyertai hidupnya. Dia sadar kalau bukan karena tangan Tuhan, dia tidak akan bisa mengalami kelimpahan dan keberhasilan tersebut. Yang membuat kita sukses itu karena ada tangan Tuhan di dalam hidup kita. Yabes adalah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Terhadap orang yang setia, Tuhan berlaku setia, terhadap orang yang berlaku suci, Dia berlaku suci.

Mazmur 18:24-26
24: Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya.
25: Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,
26: terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.


Kalau engkau tidak bercela di hadapan Tuhan, Tuhan juga tidak akan bercela memperlakukan hidupmu, dan juga sebaliknya.

Roma 12:1-2
1: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


Hidup tidak bercela tidak hanya membuat kit bisa mengalami El Shaddai, tapi artinya kita juga sudah seperti melakukan ibadah yang sejati. Banyak orang yang baik, tapi untuk berkenan itu tidak mudah.

Ester 2:12
12: Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.


Untuk bertemu dengan raja, Ester pun harus mempersiapkan dirinya selama 12 bulan, dan selama 12 bulan itu waktunya hanya dihabiskan untuk menggunakan wangi-wangian. Sama seperti hidup kita, akan ada masa-masa pembersihan dan memang itu tidak enak. Hanya untuk 1 hari dia harus mempersiapkan dirinya selama 12 bulan, apalagi untuk engkau bisa mendapatkan perkenanan Tuhan! Itu bukan yang murahan dan dibutuhkan proses pembersihan!

Tapi kita harus next level, tidak hanya berkenan, tapi sempurna! Haruslah kita sempurna seperti Bapa kita sempurna, dan memang bukan karena kekuatan kita, tapi dengan cara dan tangan Tuhan yang membawa kita masuk dalam kesempurnaan, karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan! Hidup sungguh-sungguh, bayar harga hingga engkau mendapatkan perkenanan Tuhan! Lalu setelah mendapatkan perkenanan Tuhan, mari kembali ke kodratnya kita, yaitu kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan, yaitu sempurna! Ketika kita tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, itu artinya sempurna!

Kalau engkau masuk dalam kesempurnaan, engkau akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Tuhan, bahkan lebih dahsyat lagi dari yang pernah Dia lakukan di muka bumi! Orang yang dikuasai Roh, akan memikirkan hal-hal yang roh, dan juga sebaliknya. Kalau engkau tidak hidup di dalam kekudusan, engkau tidak akan bisa berjumpa dengan Tuhan. If you pay the cost, you will see the glory of God upon your life.

Adakah yang mustahil di hadapan Tuhan? Kenapa banyak kita yang tidak mengalami? Karena banyak yang terlalu pintar, mengukur Tuhan dengan otaknya sendiri, padahal Tuhan lebih besar dari otak kita, tidak ada yang mustahil!

Setia! Banyak orang yang ketika mengalami banyak hutang, sakit penyakit, mereka mencari Tuhan sungguh-sungguh, tapi ketika semuanya diselesaikan Tuhan, langsung berubah setia. Kalau engkau setia pada hal yang kecil, Tuhan akan percayakan hal yang besar! Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan! Setia juga mengenai setia mengelola uang Tuhan, memberi kemana Tuhan mau untuk kita beri. Setia bukan hanya mengenai tidak meninggalkan Tuhan, tapi apa yang Tuhan percayakan kepadamu, engkau gunakan dengan tepat seperti yang Tuhan mau.

Ketika Abraham disuruh untuk mempersembahkan Ishak, dia tidak menundanya, tapi dia besok paginya langsung lakukan hal itu, dan saat setelah itulah Jehovah Jireh nyata di dalam hidupnya. Namun banyak yang berada di titik ini, berbah setia kepada Tuhan. Ibaratnya seperti ketika engkau mencicil rumah selama 25 tahun, dan ketika engkau dapat sertifikat rumah itu di tahun ke-25, engkau diminta Tuhan untuk dipersembahkan kepadaNya. Kalau engkau mengalami hal ini, apa yang engkau lakukan?

Semua uang itu titipan Tuhan! Arti titipan, kapanpun Tuhan mau, engkau harus salurkan kepada orang lain. Kalau engkau setia kepada Tuhan, dan engkau salurkan berkat yang Tuhan mau untuk engkau berikan, Tuhan akan percayakan hal yang lebih besar lagi dalam hidupmu!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 15 September 2014

AOC BANDUNG
15 SEPTEMBER 2014

By: Ev. Daniel Krestianto


Seringkali kita tidak mengucap syukur, dan tidak sadar kalau sebenarnya semua karena anugrah Tuhan, dan kadang malah kita "mengalahkan Tuhan", sehingga rencanaNya tidak bisa jadi dalam hidup kita. Tuhan itu Tuhan EL Shaddai, Dia mau agar setiap kita mengenalNya, mengenal setiap pribadi kita masing-masing.

Betsyeba adalah orang yang commit dan submit kepada raja, sehingga anaknya yang seharusnya bukan pewaris tahta, tapi karena seorang ibu ini, yang taat dengan sungguh, anaknya menjadi pewaris tahta. Peran seorang ibu itu bukan seorang yang main-main. Seorang penasihat yang benar, dan seorang penolong yang benar, bukan seorang perongrong.

Dalam satu buah delima itu isinya selalu dan pasti 365, itu bukan sesuatu yang dibuat-buat! Ini tanda penyertaan Tuhan dan El Shaddai, sudah hadir dan ada dalam hidup kita! Buah delima ini warnanya merah, dan ini tanda cinta, passion yang tidak pernah padam! Daud itu cintanya seperti itu, bukan hanya sekedarnya, bukan cinta Tuhan karena membutuhkan, karena ingin ditolong, tapi cintanya itu memang murni, tulus, memang jatuh cinta dengan Tuhan! Cintanya ini mendarah daging, sehingga tidak ada yang bisa melebihi cintanya kepada Tuhan Yesus. Seringkali kita mengikut Yesus, berkata kalau cinta Yesus, tapi sebenarnya karena membutuhkan pertolongan. Saat tidak ada pertolongan, apakah engkau bisa berkata i love You, Lord, atau engkau mencari pertolongan dari orang lain? Kalau engkau mencari pertolongan dari orang lain, artinya engkau tidak cinta Yesus, tapi cinta karena ingin sesuatu.

Cobalah mengerti siapa dirimu, darimana kita diambil! Tanpa Tuhan sayang kita, ambil kita, kita bukan apa-apanya. Seringkali kita ingin kehendak kita yang jadi, inginnya Tuhan yang harus mengerti kita, bukannya kita yang mengerti Tuhan. Sadar kalau kita sudah dibeli lunas dengan darahNya. Sekarang tujuannya kita adalah surga, dan bukankah kalau tujuanmu surga, kita harus terus berlomba untuk terus sejalan dengan Tuhan? Matikan dagingmu, dan saat ini berkata kehendak Tuhan yang jadi dalam hidupmu!

Dulu Daud tidak dianggap siapa-siapa, bahkan ketika yang lain latihan perang dia tidak diajak, ketika perang juga tidak diajak, dan tugasnya Daud tidak ada yang orang lain mau, yaitu menggembalakan hanya dua atau tiga ekor kambing domba, dan ini jauh dari rumah, dan berminggu-minggu di padang dan gurun, tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan dombanya itu.

Daud itu pribadi yang menghadapi yang tidak enak saat itu. Dia sangat bisa untuk sakit hati, iri hati, dan bertanya "Kenapa aku diciptakan seperti ini?" Ketika Samuel datang mau mengurapi anak Isai, dia bahkan tidak memberi tahu sama sekali mengenai anaknya yang paling kecil ini sebelum ditanya oleh Samuel. Daud tidak sakit hati saat itu, justru dia mengambil kesempatan ini untuk hidupnya, seperti latihan perang di padang dan hutan, berlatih dengan beruang, singa, dll. Kalau dia anak yang manja, dia akan lari, tapi dia bertanggungjawab dengan apa yang dipercayakan dalam hidupnya sekalipun hanya dua atau tiga ekor, bahkan dia mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan hal ini.

Berapa hal yang sudah Tuhan berikan dan sodorkan dalam hidupmu untuk engkau belajar bertanggungjawab dengan hal tersebut? Tapi seringkali kita tidak mengurusi hal itu, karena hal itu sangat kecil, dan melihat hal di orang lain yang lebih besar, padahal Firman katakan untuk kita setia pada hal kecil. Jangan pernah bermimpi menjadi besar kalau engkau tidak pernah setia dalam hal yang kecil!

Kenapa Daud sampai dipilih oleh Tuhan, sehingga Tuhan mau turun dari keturunannya? Tuhan tidak salah pilih orang, karena dia orang yang bertanggungjawab! Dia orang yang tidak pernah dianggap, tapi Tuhan lihat dan Tuhan jadikan dia besar, mengurusi satu negara. Mungkin engkau melihat keadaanmu saat ini, engkau berpikir engkau bisa apa, dll. Setia, dan buat maksimal sampai mata Tuhan melihat, dan hatiNya tertuju padamu! Bukan kuantitas, tapi kualitas!

Jangan pernah berkata tidak mungkin! Boleh orang lain tidak anggap engkau, tapi pecayalah mata Tuhan tetap mengarah padamu! Daud memiliki keintiman yang berbeda dengan orang lain. Orang lain boleh tidak sayang pada dirinya, tapi dia tetap berkata Tuhan adalah Gembalanya. Engkau tidak perlu harus disanjung oleh manusia, tapi yang penting ketika Tuhan lihat engkau dan Tuhan berkata kalau engkau adalah orang yang dikasihi dan dikenanNya. Tuhan tahu siapa kita, Dia tahu dengan pasti. Kejar bukan apa yang dilihat manusia, tapi kejar hatinya Tuhan! Miliki iman kalau Tuhan itu memang sangat luar biasa, karena itu cukup.

Yohanes 4:5-10
5: Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6: Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7: Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
8:
Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9: Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10: Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."


Ini adalah sesuatu hal yang dahsyat! Sesuatu yang akan diberikan kepadamu, sebelum itu diberikan, akan ada satu kesempatan untuk engkau melepaskan sesuatu terlebih dahulu, karena Firman itu berkata berilah maka akan diberi. Ketika sesuatu yang engkau minta itu sudah waktunya akan turun, akan digenapi, sebelumnya pasti Roh Kudus akan berbicara sesuatu untuk engkau lakukan ini, dan itu dalam satu kategori, melepaskan sesuatu. Kuncinya kalau pintu tertutup, harus ada kunci untuk membukanya. Seringkali kita hanya berkata di depan pintu, mau apa yang di belakang pintu itu, hanya berbicara saja, itu tidak bisa. Ada saat ketika Roh Kudus berbicara, dan Dia memberi kuncinya untuk kita membuka, dan itu juga Jehovah Jireh, engkau harus melepaskan sesuatu untuk bisa memiliki kunci dan membuka pintu tersebut. Ketika pintu terbuka, sesuatu yang kita inginkan itu yang akan diberikan, tapi engkau harus tahu, si Pemegang Kunci itu adalah Tuhan, dan kita harus waspada dan berjaga-jaga, karena Tuhan akan beri kunci itu.

Banyak orang yang ketika kunci itu datang dalam hidupnya, orang itu hanya mengantongi kuncinya, tapi tidak melakukan untuk membuka pintu, sehingga pintu itu tidak akan pernah bisa dibuka. Karena itu setiap berkat yang engkau miliki, tanya Tuhan, itu punya siapa, itu untuk siapa, karena bisa saja itu kunci, dan ketika engkau pakai kunci itu, berkali-kali lipat harga dari yang engkau bayar untuk kunci itu akan dikembalikan Tuhan berkali-kali lipat, dan itulah Jehovah Jireh!

Ketika engkau mendapat berkat, engkau kantongi saja, dan engkau tidak tahu kalau itu kunci yang Tuhan berikan, ya berkat Tuhan yang melimpah itu tidak akan engkau dapat! Ketika waktu berkat melimpah, itu namanya El Shaddai, tidak kekurangan, tidak sampai habis, karena berkatNya melimpah ruah. Ketika Yesus ingin minum, Dia duduk di sumur, sebenarnya kan mudah, Dia bisa menimba sendiri untuk mengambil air untuk Dia minum, tapi Dia tidak seperti itu. Lalu ketika itu malah Yesus meminta air pada wanita itu, apalagi dia wanita yang tidak benar, tapi Tuhan ingin membuat suatu hukum / pelajaran terjadi saat itu, dan juga membuat hukum tidak berlaku lagi, karena Tuhan berada di atas hukum, lalu juga mulai pengajaran dan pengenalan akan Tuhan diberikan saat itu, melampaui batas manusia, yang seharusnya bukan Yahudi tidak boleh, tapi Dia melampaui hukum ini. Yesus saat itu "menyebrang", membuat sesuatu menjadi lebih besar, yaitu kepada bangsa-bangsa lain.

Ayat 11-14
11: Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12: Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
13: Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14: tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Setiap seseorang yang membersihkan hidupnya, menjadi saluran yang bersih, maka Tuhan tidak akan menunda-nunda, Dia akan memberikan Air Kehidupan itu masuk dalam hidupnya. Dari seseorang yang bersih, ketika dia mendapat sesuatu dari Tuhan, itu juga akan keluar bersih dan memberkati orang lain, dari konsumen menjadi produsen. Seperti di ayat 14, air itu aka memancar ke luar. Tapi masalahnya apakah hidupmu, saluranmu ini bersih atau kotor? Kalaupun airnya bersih, tapi salurannya kotor, air itu akan jadi kotor. Cek dirimu, apakah masih ada iri hati, kepahitan dalam dirimu? Daud punya hak untuk sakit hati, iri, komplain, tapi dia tidak lakukan itu, artinya dia bersihkan hidupnya. Bersihkan hidupmu dengan sungguh! Seseorang yang memelihara domba itu selalu memperhatikan dombanya. Kalau ada domba yang menjadi "troublemaker", gembala ini akan ambil domba ini dan membunuh domba itu, ditembak mati. Waktu kita kurang dari 5 tahun lagi, kalau engkau masih tidak mau berubah, akan ada yang dibawa pulang Tuhan dalam waktu dekat.

Bersihkan hidupmu dari iri hati, dengki, minder, kesombongan, kepahitan, tidak bisa mengampuni, keras hati, bersihkan! Karena Tuhan mau pakai hidupmu menjadi saluran dari mata air surgawi! Ini waktunya, bukan kita yang memlilih Tuhan, tapi Tuhan yang memilih kita. Umur berapapun kita, Tuhan mau pakai kita! Siapapun yang mendengar Firman ini, apapun keadaanmu, Tuhan akan berikan air surgawi ini dalam hidupmu, dan air itu akan berbual-bual, dan orang di sekitarmu akan diberkati. Engkau akan dipakai secara luar biasa! Buang kata-kata tidak mungkin dipakai Tuhan secara dahsyat, dll. Sangat mudah untuk Tuhan mengangkat engkau dan memakai engkau secara dahsyat. Yang lalu biarlah berlalu, jangan ingat masa lalu! Tuhan ingin kita menjadi saluran yang bersih. Jangan pernah katakan, apa bisa? Buang kata-kata itu! Iman!

Kenapa dia siang hari mengambil air? Karena tidak ada orang yang mengambil air di siang hari, karena orang datang pagi atau sore. Wanita itu bukan orang benar, dia pelacur, sehingga dia datang di siang hari, agar tidak menjadi cemoohan kalau orang melihat dia di pagi atau sore hari di sumur tersebut, tapi Yesus ada di sana, di siang hari. Bereskan hidupmu, karena di dalam Yesus ada harapan, sebesar apapun dosamu, ketika engkau bertobat, Tuhan akan pakai hidupmu, engkau bisa jadi sumur kehidupan, apa yang engkau lakukan itu memberkati orang, karena ada Roh Kudus yang hidup dalam hidupmu. Bersihkan "saluran air"mu!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -