Ibadah MInggu IFGF Palembang, 17 Agustus 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
17 AGUSTUS 2014

By: PS. Robert Lie

Semua tergantung dari diri kalian, bagaimana kalian merespon perkataan Tuhan dan mencari Tuhan, serta bagaimana keluarga kalian mencari Tuhan. Kalau engkau sungguh-sungguh dalam Tuhan, cari Tuhan dan bayar harganya, hidupmu akan penuh dengan mujizat!

1. Gunung Kedewasaan
Masuk dalam kedewasaan! Kedewasaan itu hal yang normal selama engkau berdoa dan membaca alkitab setiap hari. Kedewasaan bukan target, tapi kedewasaan ini hal dasar yang harus dimiliki setiap kita, karena kedewasaan itu normal. Seorang anak yang penting makan, minum, dll, pasti akan menjadi dewasa, dan sama seperti kita, selama kita berdoa dan membaca alkitab setiap hari, engkau juga akan dewasa, masuk dalam kedalaman. Kalau hanya sekali-sekali berdoa, hanya sekali-sekali membaca akitab, ya wajar kalau engkau tidak menjadi dewasa, tidak bertumbuh.

Kalau engkau tidak jadi dewasa, engkau rugi! Kedewasaan adalah DASAR untuk menerima janji Tuhan. Kedewasaan tidak diukur dari berapa lama engkau ke gereja dan kapan engkau dibaptis. Banyak yang baru mengalami yang tidak enak sedikit langsung ngambek, itu tidak dewasa. Kalau engkau tidak dewasa dalam Kristus, engkau tidak bisa mendapat apapun karena engkau masih disamakan dengan budak sekalipun engkau adalah ahli warisnya.

Efesus 4:13
13: sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Seberapa penting kita menjadi dewasa?

Galatia 3:29
29:  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.


Kita punya hak untuk dapat semua janji Tuhan di Alkitab kalau kita adalah milik Kristus. Tapi kenapa banyak yang tidak mengalami janji-janji Tuhan?

Galatia 4:1-4
1: Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
2: tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
3: Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
4: Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.


Dikatakan di ayat 3, kita itu tunduk kepada roh dunia dan engkau tidak bisa mendapatkan janji Tuhan kalau kita belum akil balig! Kedewasaan adalah legalitas untuk menerima janji Tuhan! Kedewasaan bukan tujuan akhir, tapi ini adalah langkah awal! Legalitas adalah hal yang penting! Ciri-ciri orang dewasa, makanannya makanan yang berat, dan minumannya bukan susu. Maksudnya apa? Banyak orang yang ketika khotbahnya keras, marah, curiga, kecewa, itu artinya masih bayi, belum dewasa. Jangan terlalu banyak komplain, tapi lakukan hal yang berguna bagi Kerajaan Allah! Cara berpikirmu, caramu berbicara harus dewasa. Life, character, ministry same like Jesus!

Mulai hari ini jadi orang Kristen yang dewasa! Orang yang dewasa itu tidak menuntut apapun kepada Tuhan, tapi apa yang bisa diberikan kepada Tuhan. Yang Tuhan minta itu tubuhmu, menjadi persembahan yang hidup. Semua itu ada harga yang harus dibayar! Kalau engkau dewasa, engkau diberikan otoritas dan kuasa dan mandat yang ajaib, sehingga engkau bisa berjalan secara supranatural. Uang bukan segalanya walau memang segalanya perlu uang, tapi apapun yang kita beri tidak akan pernah seimbang dengan apa yang Tuhan beri dalam hidup kita. Kalau engkau dewasa dalam mengelola uang dan tidak mata duitan, engkau pasti akan diberkati Tuhan!

2. Gunung Kekudusan

1 Petrus 1:13-16
13: Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
14: Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15: tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16: sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kekudusan itu berada dalam keadaan yang murni, sesuatu yang murni seperti emas, emas yang dibakar menjadi cairan dan tidak ada kotoran, seperti itulah juga kekudusan. Kudus berasal dari kada kadosh, artinya naik lebih tinggi. Di tengah-tengah moralitas bangsa yang sedang turun, kita kadosh, yaitu menaikkan standar kita dibanding dengan standar dunia, minimal standarmu seperti standar Tuhan dan tidak turun sekalipun standar dunia sedang turun.

Di tengah-tengah orang tidak bisa berdoa, harusnya engkau bisa berdoa, itu kadosh. Di zaman Yosua pun menyuruh mereka menguduskan diri sebelum bertemu dengan Tuhan, sama seperti zaman Musa, Musa pernah juga berkata mengenai menguduskan diri sebelum bertemu dengan Tuhan. Kalau zaman dulu itu saja hidup kekudusan susah, apalagi zaman kita dimana "gadget generation", semua orang bisa mengakses apapun dengan mudah dalam waktu singkat.

Bagaimana standar hidupmu? Jangan ikuti standar dunia, tapi harusnya standar kita terus naik hingga kesempurnaan dalam kekudusan. Ketika engkau membuat standar hidupmu naik dari orang lain, engkau akan mengalami yang lain juga dari orang lain. Siapapun engkau kalau engkau bayar harga, standarmu lebih dari orang lain, ya engkau juga akan mengalami lebih dari yang orang lain alami. R
Responmu ini yang akan menentukan apa yang engkau akan alami dengan Tuhan.

Menaikkan standar dan berada di atas rata-rata, berpikir seperti Tuhan berpikir, kuduskan dirimu sebab Tuhan kudus. Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan.

Kalau engkau hidup secara natural, ya lakukanlah seperti yang orang biasa lakukan. Tapi kalau engkau mau yang supranatural, engkau ya harus lakukan yang supranatural, semuanya lakukan lebih dari yang natural. Jangan hanya melihat kharisma orang, kemampuan orang, tampilan orang, karena belum tentu orang itu akan membawa engkau dalam kedalaman.

Engkau bisa memilih mau membangun rumah tangga seperti apa, itu tergantung engkau sendiri. Jangan menuntut Tuhan tinggi kalau engkau tidak mau menaikkan standarmu.

Roma 12:1
1: Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah bukan hanya datang ke gereja, tapi ibadah yang sebernarnya ya ibadah yang seperti dikatakan di ayat di atas. Ketika engkau mempersembahkan hidupmu di atas rata-rata, itulah ibadahmu yang sejati. Ibadah yang sejati itu engkau mempersembahkan hidupmu sebagai a living sacrifice!

Romans 12:1 (NKJV)
1: I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that you present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable to God, which is your reasonable service.

Dapat dijangkau, berada dalam jangkauan, ada kemampuan untuk menjangkau. Hidup dalam kekudusan itu bisa dijangkau, bisa sangat mampu dilakukan, memang bukan karena kemampuan kita, tapi karena Tuhan yang mau agar kita hidup kudus.

Ibrani 12:28
28: Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Bagaimana untuk masuk dalam kekudusan yang sempurna? Tetap mengucap syukur, karena ada kuasa yang dahsyat ketika engkau mengucap syukur. Selain itu, tetap beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan, karena ada ibadah yang tidak berkenan. Lalu kita harus masuk dalam hormat dan takut akan Tuhan. Karena kalau engkau hidup takut akan Tuhan, hidupmu tidak akan "ngawur". Ketika engkau menaikkan standar hidupmu dengan Tuhan, hidupmu pasti akan berubah!

Kalau engkau menghormati Tuhan, engkau pasti datang ke gereja dengan respect kepada Tuhan! Jangan gunakan standar dunia! Kadosh itu semua aspek hidupmu naik di atas standar dunia, dan ini tidak enak, harganya mahal! Banyak orang mengeluh karena itu mereka tidak bisa kadosh. Mereka banyak yang melakukan tidak dengan sukarela, mengeluh, sehingga mereka tidak bisa kadosh.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY - 
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 11 Agustus 2014

AOC BANDUNG
11 AGUSTUS 2014

By: Ev. Johan Surja


Biar kita punya hati yang dewasa ketika kita mendengar sebuah kesaksian. Seringkali manusia saling menghakimi ketika melihat seseorang jatuh dalam dosa. Harusnya sebagai seorang saudara, kalau ada seseorang yang jatuh dalam dosa, harusnya kita menggandeng dia, membawa lagi hidupnya kepada Tuhan karena Tuhan merancangkan segala sesuatu untuk kebaikan.

Tuhan Jehovah Jireh, Dia mencukupkan semua keperluan kita, itu artinya Dia bukan memberi apa yang kita mau, tapi Tuhan memberi apa yang kita perlukan!

Kejadian 22:1
1: Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."

Dalam bahasa aslinya bukan mencoba, tapi Tuhan ingin membuktikan sesuatu, to proof something, dan bukan hanya membuktikan, tapi Tuhan ingin membanggakan Abraham kepada semua makhluk di muka bumi.

Ayat 2
2: Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Jangan pernah menuntut sesuatu yang dari Tuhan. Misalnya ketika MAKSIMAL, seringkali kita lupa apakah kita akan mempersembahkan sesuatu, melakukan sesuatu yang maksimal kepada Tuhan dibandingkan dengan apa yang engkau ingin dapatkan yang maksimal dari Tuhan. Jangan pernah tanya apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Banyak yang terjebak dengan apa yang akan kita terima yang maksimal dari Tuhan, dan selalu berpikir mengenai materi, uang, uang, dan uang. Kalau enkau mau mengalami Jehovah Jireh, ini pertama kali muncul di Kejadian 22, dan itu muncul ketika seorang Abraham mendengar suara Tuhan kalau dia harus memberi yang terbaik, anaknya yang dikasihi sebagai korban bakaran, dan itu artinya disembelih terlebih dahulu, baru dibakar.

Ayat 3:
3: Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Kapan Abraham merespon? Besok pagi langsung dia kerjakan tanpa dia tunda. Dia mempersembahkan yang terbaik, dan dia tidak menundanya. Kalau engkau mau menunda untuk memberi yang terbaik, biasanya akan ada suara kedua, ketiga, dan seterusnya, dan suara itu suara yang akan membuat engkau makin menunda dan menunda dan akhirnya tidak akan jadi memberi yag terbaik itu. Responmu itu harusnya berani untuk langsung memberi, JANGAN TUNDA! Pemberian itu sebenarnya bukan perkara jumlah! Kalau ada tantangan untuk menabur, tabur, tanya Tuhan, kalau engkau tidak ada uang yang banyak, beri apa yang ada yang engkau mau. Jehovah Jireh tidak hanya perkara uang! Tuhan itu bisa memenuhi semua yang kita perlukan, bukan hanya uang!

Ayat 4:
4: Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

Kadangkala Tuhan mengizinkan kit amenikmati penderitaan yang sangat sakit. Abraham selama 3 hari berjalan, dia akan mempersembahkan anaknya, harus menyembelih, mengorbankan, membakar anaknya, dan itu sangat sakit. Seringkali kita baru mengalami yang sedikit saja sudah teriak-teriak, tapi ini Abraham mengalami hal yang sangat berat.

Ayat 5:
5: Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."


Langkah berikutnya untuk menikmati Jehovah Jireh, tinggalkan bujangnya, tinggalkan mental pembantu, tinggalkan mental upahan! Bujang itu pembantu, mental-mental miskin! Orang miskin belum tentu punya mental miskin! Mental miskin itu mental yang hanya memikirkan dirinya sendiri, itu mental miskin, dan itu harus dibuang kalau engkau mau mengalami Jehovah Jireh! Tinggalkan, jangan sampai mental ini ikut!

Ayat 6:
6: Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Kayu itu berbicara tentang iman, apa itu iman?Sekalipun tidak ada dasar untuk percaya, Abraham tetap percaya, itu iman.

Ayat 7-8:
7: Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
8: Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Abraham tidak tahu kalau ada yang akan menggantikan Ishak untuk dikorbankan, tapi Abraham punya iman yang berkata kalau Allah yang akan menyediakan, Tuhan pasti menyediakan korban bakarannya. Ketika imannya bergerak, dia akan bergerak, dan ujungnya ada domba tersangkut dan itulah yang dikorbankan. Pertanyaannya, ketika engkau punya masalah, apapun masalahnya, perkara jodoh, keuangan, keluarga, beranikah engkau berkata Tuhan yang akan selesaikan semuanya sekalipun hari ini matamu masih melihat masalah?
Jehovah Jireh itu juga memiliki arti to see ahead, untuk melihat jauh ke depan, bahwa Tuhan akan menyediakan keperluan kita jauh di depan. Apakah pandangan matamu hanya melihat yang hari ini, yang jadi kenyataan yang engkau lihat sekarang, atau yang di depan engkau lihat? Kalau engkau percaya yang Tuhan katakan hari ini, setiap masalahmu hari ini, Tuhan akan dengan sangat cepat siapkan dan nyatakan kuasaNya, akan ada jalan keluar, penggenapan janjiNya dalam hidupmu dengan waktu yang sangat cepat! Believe something before it becomes a reality.

Ayat 9:
9: Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Dia membangun mezbah sendiri, karena di gunung itu tidak ada mezbah Artinya ini berbicara mengenai hubunganmu, hidupmu dengan Tuhan. Hari ini, kalau engkau mau mengalami Jehovah Jireh, apakah engkau punya hubungan dengan Tuhan? Bangun mezbahmu! Bangun hubunganmu dengan Tuhan!

Ayat 10:
10: Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.


Mungkin orang berpikir "Ah Tuhan pasti cuma ngetes", tapi ketika ini Abraham tidak melihat domba, dia membangun mezbah, mengikat anaknya, dan dia sudah mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tapi Abraham melakukan yang Tuhan katakan, dia lakukan semuanya. Tapi karena dia punya hubungan dengan Tuhan, Abraham bisa mendengar suara yang dari langit itu.

Ayat 11:
11: Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."

Di detik-detik yang paling kritis, dia akhirnya bisa mendengar apa yang dikatakan Tuhan, dan pada akhirnya Abraham menyebutkan Tuhan sebagai Jehovah Jireh.

Dengan waktu yang sangat singkat, kalau engkau tangkap dan percaya, engkau akan mengalaminya, engkau akan melihat kemuliaan Tuhan dan penyediaan Tuhan yang sempurna atas hidup kita, tinggal engkau percaya atau tidak! Jangan lihat keadaan hari ini, lihat jauh ke depan kalau Tuhan akan mencukupinya!


Ketika Yesus memerintahkan muridNya untuk menangkap ikan dan mengambil uang yang ada di dalamnya, hanya murid yang mendengar dan melakukan perintah Tuhan untuk memancing ikan itu yang mendapatkan kesempatan untuk dibayar pajaknya, dan dia mengalami Jehovah Jireh.

Ayat 15-18:
15: Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
16: kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

17: maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."


Jatah bagian kita adalah kita diberkati dengan kelimpahan, asal kita lakukan bagian kita, yaitu mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Ketika engkau mempersembahkan dengan iman dan itu sesuatu yang sakit yang engkau berikan, jatah bagianmu adalah jatah bagian seperti Abraham!


By: Ev. Daniel Tjipto

Tidak selalu yang terbaik itu berbentuk harta, tapi mungkin dalam bentuk yang lain. Hari ini Tuhan katakan Tuhan mau buat breakthrough dalam hidupmu, bukan waktunya engkau untuk berhenti dan tidak bisa jalan lagi, bukan waktunya untuk engkau angkat tangan dan give up! Berikan, persembahkan yang menghalangimu itu! Ada yang mungkin masalah keuangan sudah bukan tantangan lagi karena sudah mengerti kalau semua dari Tuhan, tapi mungkin ada yang diminta Tuhan untuk memberikan waktunya untuk Tuhan, dll. Bagi yang menangkap sungguh-sungguh, bulan ini akan menjadi bulan Jehovah Jireh! Ini waktunya masuk titik TOV! Apa yang engkau persembahkan juga bukan yang sembarangan, tapi harus yang terbaik! Ini kesempatan, jangan sia-siakan! Berikan dalam ketepatan! Abraham melakukan TEPAT, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan hingga titik terakhir dia akan menyembelih anaknya. Tuhan ingin lihat hingga titik terakhir engkau didapati setia dan lakukan semuanya dengan tepat! Firman akan jadi kenyataan, tidak ada penundaan lagi!

Imam itu tinggal di bait Allah, semua kepenuhan Tuhan harus kita alami!

Abraham mendirikian mezbah, dan zaman dulu mezbah itu didirikan dari batu, dan mezbah itu belum ada ketika Abraham di puncak gunung, dan itu Abraham dan Ishak mencari batu di sekitar situ untuk mendirikan mezbah. Itu batu tidak sembarangan batu, tapi batu yang benar-benar bisa klop, kalau tidak, ketika korban itu ditaruh di atas mezbah, mezbah itu akan hancur, karena itu disusun dengan batu yang sangat tepat, dan ini artinya mengenai ketepatan!

Pada waktu Jehovah Jireh itu hanya dikatakan, tapi tidak melakukan sesuatu, itu percuma. Abraham melakukan step by step dari awal hingga akhir Abraham akan menyembelih Ishak baru Tuhan memanggilnya. Itu artinya ketika manusia melakukan dengan ketepatan, itu baru Bapa beracara! Kalau tidak tepat, ya miss, lewat begitu saja. Kalau tidak punya iman hingga titik terakhir, ya miss, lewat.

Tuhan sangat merindukan Jehovah Jireh ini terjadi dalam hidup kita! Sebenarnya domba itu belum ada di daerah itu, karena mereka mencari batu satu per satu dari sekitar tempat Abraham mendirikan mezbah, dan mereka tidak menemukan domba, dan ketika semuanya sudah dilakukan dengan ketepatan, Tuhan menciptakan sesuatu yang tidak ada jadi ada! Manusia harus melakukan step by step, dengan ketepatan, dengan iman dan kesetiaan hingga garis akhir, baru Jehovah Jireh itu bisa terjadi, bisa menciptakan yang tidak ada pun jadi ada. Domba itu cerewet, tidak mungkin domba itu hanya diam kalau tersangkut, dan salah satu batu pasti ditemukan di semak-semak dimana domba itu tersangkut, dan yang mencari batu ini Abraham dan Ishak, mereka tidak buta, kalau ada domba pun mereka pasti menyadarinya.

Pada suatu hari Smith berkata kepada temannya untuk pergi ke toko sepatu, dimana temannya ini tidak memiliki telapak kaki karena kena bom. Namun akhirnya teman Smith ini pergi ke toko sepatu, dan ketika di toko sepatu, Smith memesankan sepatu dengan ukuran kaki temannya, dan temannya itu pertama kali memasukkan telapak kaki satu, dan ketika dia memasukkan kakinya ke sepatu yang satunya, tiba-tiba telapak kaki itu langsung ada, dan itulah Jehovah Jireh!

Jangan sombong, lakukan bagianmu bersama dengan Roh Kudus!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 10 Agustus 2014 (ULTAH IFGF KE-12)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
10 AGUSTUS 2014

By: Ps. Biantoro (GBI API ROH KUDUS - JAKARTA)

Tuhan sedang membangkitkan di akhir zaman ini pribadi / anak-anak Tuhan yang pikirannya belum mengerti tapi hatinya sudah bisa membedakan sesuatu itu berasal dari Tuhan atau bukan. 3 hal yang terpenting dalam kerajaan Allah, bukan seberapa hebat karunia, skill, uang, atau apapun yang lainnya, tapi yang paling penting adalah kerendahan hati, kemurnian hati, kemuliaan!

TEAM KERAJAAN YANG BERGERAK DALAM KEMURNIAN.
Kemurnian adalah salah satu basic untuk mengalami percepatan dengan Tuhan. Banyak yang hanya diajari mengenai kekudusan, dan itu ada dua jenis, yaitu kekudusan untuk manusia, dan kekudusan untuk Tuhan. Kekudusan itu hanya anugrah, tidak ada "grade"nya, lebih kudus atau tidak, tapi kalau kemurnian, itu ada gradenya. Seperti minyak wangi, emas, semakin murni, semakin mahal harganya.

Yakobus 3:17
17: Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Kemurnian (hagnos) adaah hikmat yang terutama atau tertinggi dalam kerajaan Allah. Tuhan kita itu adalah Tuhan yang murni, sehingga di Perjanjian Lama pun Tuhan tidak mengingini kawin campur. Untuk orang yang tidak ahli, tidak bisa membedakan kemurnian, tapi tidak bagi orang yang ahli.

1 Yohanes 3:3
3: Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci (hagnos).
1 John 3:3
3: And every man that hath this hope in Him purifieth himself, even as He is pure (hagnos).

Kemurnian adalah sifat aAllah sendiri, dan itulah yang terus kita kejar.

1 Timotius 5:22
22: Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.

Kemurnian itu perlu kita jaga karena itu adalah being (keberadaan diri). Murni, tidak tercampur. Untuk diberkati dan mengalami Tuhan secara ajaib, kuncinya bukan hanya kekudusan, tapi juga kemurnian!

Filipi 4:8
8: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci (hagnos), semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Kemurnian itu perlu selalu menjadi fokus dari pikiran kita. Sekali pikiranmu jelek, engkau tidak akan mengalami impartasi apapun yang dari Tuhan. Ketika engkau berpikir positif mengenai seseorang, orang tersebut akan lebih cepat berubah seperti yang positif, tapi semakin engkau berpikiran negatif, orang itu akan terus semakin negatif seperti yang engkau pikirkan.

Kekuduan itu adalah anugrah, tidak ada grade, kita bisa terima hanya dari percaya.  Kemurnian ada "grade"nya karena itu hanya bisa kita dapatkan dari kerelaan.
Orang yang murni itu mendapat percepatan dari Tuhan!

2 Timotius 2:20-21
20: Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
21: Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Level Kemurnian

1. Tanah
Tanah atau tanah liat, sangat mudah pecah dan hancur ketika dibentuk
Akhir segala sesuatu lebih penting dari mulanya, sekalipun engkau gagal terus dan akhirnya berhasil, itu tidak masalah, yang jadi masalah kalau berapa kalipun engkau bekerja dan engkau juga gagal terus. Ketika kemurnian kita tidak pernah naik, Tuhan tidak bisa memberkati kita, bukannya Tuhan tidak mau memberkati kkita.

Tanah Liat :
Yesaya 29:15-16
15: Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"
16: Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?

Doa boleh banyak, tanpa kemurnian hati, hasilnya juga tetap minim. Banyak orang yang datang ke Tuhan hanya membawa kertas agenda, hanya mau minta tolong terus-menerus, itu bisa menyebalkan Tuhan.

Ciri-ciri orang yang seperti tanah itu masih merasa pintar, kurang mengucap syukur, masih mudah menyerah atau hanur, naturnya / hobinya hobi berbuat dosa. Contoh: Simson.

2. Kayu
Masih perlu diamplas, karena kecenderungannya masih bisa menyakiti orang lain. Banyak orang Kristen yang masih seperti ini, masih suka menyakiti orang lain, kalau ditegur, marah, itu masih kayu.

Tuhan masih memakai orang lain untuk memproses kita dengan tidak adil, supaya kita tidak mengharapkan keadilan dari manusia, tetapi kita tetap perlu menjaga kemurnian hati.

Mazmur 74:21
21: Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.


Contoh: Yakub. Dia terus dicurangi oleh Laban pamannya yang juga bosnya akhirnya lulus juga dalam soal berkat.

Pengkhotbah 10:9
9: Barangsiapa memecahkan batu akan dilukainya; barangsiapa membelah kayu akan dibahayakannya.


Kalau engkau sedikit-sedikit tersinggung, itu artinya masih seperti kayu. Mudah disakiti, dan mudah menyakiti orang lain. Misal ketika dipuji cantik, engkau marah, ketika diejek, marah juga. Masih tidak menghargai hubungan, mempunyai mental budak, dan suka menyalahkan orang lain sekalipun pemimpin.

3. Perak
Perak yang menjadi masalah masih gampang teroksidasi dan berubah warna, walaupun termasuk logam mulia tetapi belum bisa tetap indah. Perak ini mulai mau dimurnikan tetapi terkadang hampir menyerah karena masih ada keengganan. Contohnya Yonatan, Yusuf, Daniel. Daniel memiliki dosa yaitu tidak berani berbicara tegas dengan Raja Nebukadnezar ketika dia membangun patung untuk menyembah dirinya. Dia hanya cari aman. Ketika Sadrakh Mesakh dan Abednego mau dilempar ke dalam api, Daniel tidak ada di situ.

4. Emas
Kalau engkau memiliki kemurnian emas, seluruh anak cucu kita akan dipakai secara luar biasa. Ada 3 contohnya, Daud, Yonadab, dan Bani Zadok.

2 Samuel 7:16
16: Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."



TIM KERAJAAN (KINGDOM TEAM)


Tanpa kita menemukan tim yang tepat, tidak mudah. Zaman sekarang ini diperlukan team yang hebat, tidak hanya satu orang yang hebat. Ini zamannya Tuhan mencari team kerajaan.

4 level Tim Kerajaan:
1. Yonatan dan pembawa senjatanya (level kesepakatan)

1 Samuel 14:7
7: Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: "Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat."

Orang setuju itu belum tentu sepakat. Banyak yang hanya setuju, karena itu tidak mengalami percepatan. Ketika Yonatan dan pembawa sejatanya sepakat, Tuhan berikan kemenangan yang besar. Perlu standar untuk mendapatkan ini, mereka harus memiliki mental pejuang dan bukan mental pecundang. Bukannya ketika sepakat besoknya langsung jadi, tapi perlu waktu, perjuangan.

2. Triwira Daud (level saling menjaga)
2 Samuel 23:16
16: Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN,


Untuk saling menjaga itu tidak mudah, karena setiap bagiannya perlu keahlian, dan artinya engkau harus mau dilatih. Ketika kita masuk dalam level saling menjaga, musuh sehebat apapun bisa engkau terobos.

3. 4 orang kusta (level saling meneguhkan)
Kalau ada 4 orang sepakat, jarahan besar dan jarahan dari bangsa-bangsa engkau bisa dapatkan!

2 Raja-Raja 7:3-6
3: mpat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?
4: Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati."
5: Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana
6: Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita."


Mereka sama-sama tidak mengasihi nyawanya sampai ke dalam maut, semua mengerti bahwa kesanggupan mereka adalah pekerjaan Allah, cuma kasih karunia Tuhan yang membuat mereka mampu melakukan apa yang mereka tidak mampu lakukan.

4. 5 orang pembunuh raksasa (level saling melipatgandakan kapasitas dari rekan)
2 Samuel 21:15-22
15: Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu.
16: isbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa -- berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru -- menyangka dapat menewaskan Daud.
17: Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: "Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau."
18: Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa.
19: Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.
20: Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa.
21: Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya.
22: Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.

Level ini hanya bisa tercapai ketika semua anggota tim memiliki kepenuhan Being, Moving, dan Living. Daud (Goliat), Abisai, Sibkahi (Sat), Elhanan (saudara Goliat),



- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -