Catatan Ibadah AoC Bandung - 11 Maret 2013

Ev. Johan Surja

Biasanya dahulu ketika pergantian rezim di suatu kerajaan, sisa yang ada dari kerajaan yang kalah tersebut akan dihabisi.. Tapi Daud ketika itu dia mencari keturunan Saul, dan akhirnya dia bertemu dengan Mefiboset.. Mefiboset sadar siapa dirinya, dia bilang "Aku ini seperti anjing mati", tapi dia diajak makan, bahkan sehidangan dengan raja Daud..
Mungkin engkau berkata kepada Tuhan, "Aku tidak layak, aku orang berdosa, dan Engkau terlalu kudus, terlalu mulia".. Tuhan itu lebih dari Daud, Dia beri tanganNya untuk kita, Dia berikan tubuhNya untuk dicambuk, Dia curahkan darahNya untuk kita.. Apapun yang kita alami, Dia tetap berkata: "Aku mencintai engkau, engkau bukan anjing mati, tapi engkau anakKu, engkau ada di tanganKu, di hatiKu, di pikiranKu.."
Sebagaimanapun kesalahanmu, engkau tetap diampuni Tuhan..


Ps. Victor Purnomo


Bagaimana orang yang berhasil menembus kemustahilan dalam hidupnya?
Semua yang menurut hukum Tuhan tidak mungkin, tapi karena anugrah Tuhan juga kita bisa dapat semuanya..
Kita akan belajar dari Yakub dan Yusuf.. Dua orang yang tidak mungkin dapat hal yang besar, hak kesulungan.. Mereka punya roh penerobos yang bisa menembus batas yang tidak mungkin..

Ulangan 21:15-17
15: "Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,
16: maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung.
17: Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan." 

Tuhan menetapkan peraturan tetnang hak kesulungan, apapun alasannya, apapun keadaannya, anak laki-laki pertama yang dapat hak kesulungan.. Tuhan yang telah menetapkan hukum ini.. Ketika kita lihat tentang Yakub dan Yusuf, Tuhan sepertinya tidak memegang hukum itu, tapi Dia buat celah sedemikian rupa sehingga orang lain bisa dapat hak kesulungan itu..
Dalam hukum yang tertulis di dunia juga sebenarnya ada "celah-celah hukum", jika kita masuk ke celah itu, itu tidak melanggar hukum, tapi kita bisa lolos dari hukuman atau dapat pengurangan hukuman..
Tuhan beri kita kesempatan untuk kita menembus celah tersebut..
Yakub tidak berhak terima hak kesulungan, karena dia anak laki-laki kedua, dan bahkan Esau tidak mendapatkan hak itu pada akhirnya. Tuhan mengatur sedemikian rupa, bagaimana hak tersebut bisa diubah..
Jangan punya sikap hati yang sombong di hadapan Tuhan.. Esau merasa "ini hakku, anak sulung PASTI dapat".. Ternyata di hadapan Tuhan tidak ada yang pasti, semua bisa berubah, kalau ada kesalahan di hati orang itu, semua bisa diubah/dipindah..
Miliki kerendahan hati, karena apa yang tidak jadi hak kita pun Tuhan bisa beri.. Dia juga bisa pindahkan hak itu dari orang lain ke orang yang berkenan di hadapanNya..

Kejadian 25:29-34
29: Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30: Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
31: Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
32: Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
33: Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
34: Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Tuhan lihat orang ini tidak sungguh-sungguh ingin, merasa kalau haknya tidak akan hilang.. Itu yang salah..
Pintu ini terbuka ketika Esau sangat lelah, sangat capek, kehilangan tenaga.. Kondisi ini berbahaya bagi anak Tuhan, karena di sinilah kita bisa kehilangan banyak hal berharga, karena ketika lelah, kadang kita bisa merasa apa yang kita miliki itu tidak berharga lagi.. Esau lelah, capek, karena itu dia dengan mudahnya kehilangan berkat yang jadi jatahnya..
Mungkin kadang engkau sedang ada masalah, sudah berdoa dan sepertinya tidak dijawab, tapi ketika engkau lelah, engkau capek, engkau bisa benar-benar kehilangan setiap janji dan nubuatan yang telah ada dalam dirimu.. Ketika engkau lelah, langsung datang ke Tuhan, minta disegarkan kembali..
Hari itu Esau merasa sepertinya hak kesulungannya belum didapat juga, nanti baru akan dapat ketika ayahnya mati, sehingga dia tidak menghargai "janji" yang ada, dia merasa itu juga nanti, masih nanti baru bisa terjadi, dan akhirnya dia tidak menghargai janji tersebut.. Dia mengalami "kematian" di dalam, seperti tidak punya iman dan pengharapan lagi, sehingga menganggap remeh berkat tersebut.. Di sinilah dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga..

Mari jaga hati kita dengan sungguh agar apa yang jadi jatah kita tidak hilang dan diambil orang lain.. Sebenarnya tidak mungkin ini bisa terjadi, tapi Tuhan bisa membuat sebuah "celah" dimana berkat ini bisa pindah..

Seperti ketika ada orang berzinah, hukum yang telah dibuat itu harus merajam orang berzinah tersebut.. Tapi Tuhan Yesus buat celah, Dia berkata: "Siapa yang tidak berdosa, boleh melempar batu terlebih dulu".. Celah hukum ini adalah anugrah Tuhan. Ujungnya ke masalah hati, apakah Dia dapati hatimu benar?
Kalau kita dikasihi dan dicintai Tuhan, kita buat Dia terpakat, Dia pun bisa rela mengubah hukum yang sudah ada demi kita..

Yusuf juga sebenarnya tidak bisa dapat hak kesulungan, karena itu jatah Ruben, tapi dia dapet hak tersebut..

1 Tawarikh 5:1-2
1: Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.
2: Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Memang yang harusnya mendapat hak itu adalah Ruben.. Tapi karena dosa itu, makanya hak ini bisa dipindahkan ke Yusuf, bahkan bukan ke Yehuda.. Ini yang namanya anugrah.. Yusuf dapat 2 jatah, Manasye dan Efraim.. Harusnya Ruben, tapi dia tidak dapat..

Ada beberapa hal yang bisa buat kita kehilangan hak yang besar ini:
- Dalam perisitwa Esau, menganggap ringan, menganggap enteng
- Sebuah kesalahan, dosa

Mungkin Ruben mikir Tuhan ya gitu aja, dia pikir ini cuma sekedar kesalahan. Tapi di hadapan Tuhan berbeda, Tuhan langsung potong jatahnya dan dipindah ke adiknya, Yusuf.. Di hidup ini banyak hal-hal kecil dan kita sangka itu kecil, tidak ada artinya, tapi belum tentu di hadapan Tuhan itu kecil.. Hati-hati dengan hal yang engkau anggap kecil, karena seringkali ini yang "berbahaya"..
Banyak kita sepertinya menaruh harapan kepada "sesuatu" agar bisa dapat suatu "jaminan".. Memang itu tidak salah, tapi bisa saja hal ini membuat kita jadi tidak lagi berharap kepada Tuhan dan berharap pada "sesuatu" itu..
Sangkanya Ruben kesalahan itu tidak apa-apa, mungkin nanti cuma dihukum, dan lewat begitu saja.. Tapi pada hari itu Ruben justru kehilangan hak itu..

Ada orang-orang di Alkitab yang melakukan hal kecil, tapi dihitung besar oleh Tuhan.. Contohnya Rahab yang menyembunyikan dua pengintai.. Ini hal "kecil", karena semua orang pasti bisa melakukannya.. Tapi di hadapan Tuhan hitungannya berbeda, sehingga Rahab "dihisapkan" masuk ke bangsa Israel, padahal dia sebenarnya bisa dikatakan sebagai "kafir" bagi orang Yahudi karena dia orang Yerikho.. Namun dia bisa dapat bagian dengan orang israel, bahkan dia "dihisapkan" masuk jadi bagian dari nenek moyang Tuhan Yesus.. Dalam segi hukum, itu tidak mungkin, tapi Tuhan bisa cari celah sedemikian rupa..
Banyak orang yang terdahulu jadi terkemudian..
Dia bisa buat engkau menembus yang sukar ditembus kalau engkau bisa dapatkan perkenanan Tuhan.. Dia bisa tolong kita, bisa membuat banyak hal dalam hidup kita kalau kita bisa menyenangkan hati Tuhan..

Engkau seringkali tidak tahu perhitungan Tuhan.. Sepertinya bagi kita itu hal sepele, tapi di hadapan Tuhan belum tentu sepele.. Kerjakan semuanya dengan segenap hati, karena yang kecil yang kita kerjakan bisa berefek besar dalam hidup kita..
Jadilah bijaksana..
 

2 Taw 14:7
7: Katanya kepada orang Yehuda: "Marilah kita memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya. Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita mencari TUHAN Allah kita dan Ia mencari kita serta mengaruniakan keamanan kepada kita di segala penjuru." Maka mereka melaksanakan pembangunan itu dengan berhasil.

Kita berhasil karena kita MASIH mencari Tuhan.. Untuk apa Dia cari kita? Untuk mengaruniakan segala sesuatu ke dalam hidup kita.. Tuhan mau beri itu hari ini untuk kita, cari Dia, jangan pernah tinggalkan, jangan pernah berhenti cari Dia..
Jangan pernah remehkan perkara-perkara kecil..

Jangan ragukan Dia.. Karena Dia bisa lakukan semuanya, bisa menembus apa yang kita tidak bisa tembus.. Dia bisa buat apapun juga kalau kita berkenan dan melekat kepadaNya, bahkan dia rela mengubah hukumNya demi kita..

Apapun yang engkau lewati, kalau ada tembok yang susah ditembus, jangan sampai hatimu lelah, tetap berharap, tetap beriman, Dia yang akan merobohkan tembok itu, yang tidak mungkin jadi mungkin..
Hari-hari ini tugas kita adalah tetap percaya, berharap, dan menyenangkan hati Tuhan..

Lagu: Semua Bagi Rajaku
Doa:
Kendalikan hidup kami Tuhan..
Kami mau dipimpin oleh Tuhan..
Engkau Tuhan yang menerobos di setiap hidup kami..
Setiap tembok kemustahilan ditembus oleh Tuhan sendiri..

Buat kami tidak lelah Tuhan, singkirkan, buang keletihan dan kelemahan kami Tuhan..
Kami mau bergairah dalam Engkau, kuat dalam Engkau..
Kembalikan lagi pengharapan kami, iman kami kepada Engkau, Tuhan..

Kami akan pegang erat tiap hak kesulungan yang Engkau beri dalam hidup kami..
Tarik hati kami Tuhan agar melekat dengan hatiMu..
Kami tidak mau seperti Esai, seperti Ruben yang kehilangan..
Buat kami seperti Yakub dan Yusuf yang bisa menerima hak kesulungan, Tuhan..

Tarik hatiku supaya melekat ke Tuhan..
Jamin kami Tuhan.. Tolong kami Tuhan...
Kalau kekuatanku tidak seberapa lagi, kuatkan aku lagi Tuhan..
Buat aku tidak pernah berpaling lagi Tuhan..
Biar kuat jaminanMu Tuhan..
Kekuatan baru, kesanggupan baru dikaruniakan..
Setiap kelelahan dan keletihan diangkat..
Biar kami terobos setiap tembok kemustahilan dalam hidup kami dan pelayanan kami Tuhan..

Engkau Tuhan yang menolong kami dan bersama kami Tuhan..
Terima kasih untuk anugrahMu Tuhan..


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF GISI Palembang, 10 Maret 2013

By: Pendy Sofian

Bulan BEYOND THE LIMIT!!!!
Melewati setiap batas-batas kemampuan kita..
Sebelum masuk beyond the limit, kita harus ingat kalau sebelumnya kita harus melepaskan belenggu.. Pastikan dalam dirimu tidak ada lagi yang mengikat dirimu! Kalau masih ada, kita tidak bisa melangkah jauh, bahkan tidak akan bisa melewati batas.. Berdoa pada Tuhan agar tidak ada ikatan di hidupmu..

Amsal 4:23
23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

"Jagalah hatimu" itu dalam kata-kata aslinya diartikan sebagai Secret Place..
Anda harus sering bawa hatimu ke Secret Placenya Tuhan, karena di sanalah hatimu bisa dijaga dengan baik.. Jaga hatimu, jaga matamu, jaga telingamu..

Melewati batas dengan kelewat batas itu berbeda..
Ada 2 batasan yang ada, batasan yang satu menjaga agar kita tetap berjalan dalam anugrah dan kehendak Tuhan sehingga ketika kita mau keluar, Tuhan menjaga engkau sedemikian rupa sehingga engkau tidak bisa keluar dari Tuhan.. Jangan duduk dengan orang pencemooh.. Engkau harus terus ada dalam batasan Tuhan..
Karena itu kita seringkali berdoa: "Tuhan, paksakan kehendakMu yang jadi dalam hidupku".. Tuhan tetapkan begitu banyak batasan dalam kehidupan kita, dan jangan coba-coba lewati batasan-batasan yang ini.. Misal, jangan membunuh, jangan mencuri, dll.. Ketika engkau keluar, engkau akan berada di dalam bahaya dan di luar pengcoveran Tuhan..

Yang kedua, ini batasan yang kita buat sendiri, dari batasan hidup kita sendiri, dari pikiran, dari kebiasaan kita.. Batas ini seringkali membatasi Tuhan, dan batas ini yang akan kita lewati.. Jangan cuma cari aman, nyaman dalam hidupmu (comfort zone), karena di titik inilah engkau akan mengalami kejenuhan, kebosanan..
No growth in comfort zone..
No comfort in growth zone..


Minggu lalu dibagi tentang Ester, kita bisa lihat batasan Ester.. Statusnya dia anak yatim, bukan orang yang berkuasa.. Ester melewati batasan ini, batasan latar belakangnya..
Ketika Daud dipanggil jadi raja, dia awalnya hanya menggembalakan 2-3 ekor domba..
Daniel ketika dia dipanggil dari budak, dia dididik, dan dia melewati batasnya sehingga dia memiliki hikmat jauh dari orang lain..

Matius 14:22
22: Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
23: Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 
24: Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 
25: Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 
26: Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 
27: Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
28: Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 
29: Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 
30: Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 
31: Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
32: Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 
33: Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Dulu di Danau Galilea ada mitos kalau di dalamnya ada hantu.. Karena itu ketika Yesus muncul, mereka tidak menyangkanya, sehingga mereka berkata itu hantuuu..
Namun Petrus yang berkata: "Kalau itu Tuhan, suruh aku jalan di atas air"..


Yang sulit itu ketika kita pertama kali melewati batas yang pertama, yaitu batas antara zona amanmu dan zona lain yang belum kita tahu..


Di ayat 30 ini dikatakan kalau Petrus merasakan tiupan angin.. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan kalau ketika Petrus melihat angin dan ombak itu, mulai tenggelamlah dia..


Amplified Bible
Matthew 14:30
30: But when he perceived and felt the strong wind, he was frightened, and as he began to sink, he cried out, Lord, save me [from death]!


The Message
Matthew 14:30
30: But when he looked down at the waves churning beneath his feet, he lost his nerve and started to sink. He cried, "Master, save me!"


Ketika Petrus melihat angin, mulai mengalihkan fokusnya ke orang di sekelilingnya, di titik itulah dia mulai tenggelam..
Jangan lepaskan fokusmu sama Tuhan!
Ketika engkau berjalan dalam mujizat Tuhan, ketika engkau Beyond The Limit, dan ketika engkau melepaskan fokusmu ke Tuhan, engkau akan mulai "tenggelam"..
Fokus sama Tuhan!



Jangan pernah berlandaskan pada pengalamanmu sendiri..

Kalau Tuhan tidak pernah suruh engkau jalan di atas air, jangan coba-coba..


Ayat 29:

29: Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 

Kuncinya ketika engkau fokus dan mengarahkan matamu ke Tuhan, karena di situ ada Tuhan, sehingga dia mau berjalan di atas air.. Dia mendapatkan Yesus.. Sikap hatinya itu untuk mendapati Yesus, untuk mendapatkan Yesus, bukan untuk yang lain..
Jangan berjalan kalau Yesus tidak ada di sana..

Beyond the limit itu ketika Tuhan sudah di depan kita, dan dia membuat jalan untuk kita..

Daud ketika mengantarkan makanan, dia dengar ada Goliat yang sedang mengolok-olok.. Daud dibuka jalannya oleh Tuhan untuk ke situ.. Bisa saja Daud cuma mengantarkan makanan, bertanya kabar, selesai.. Tapi ada satu momen dimana tiba-tiba ada jalan dibuka, daerah batasannya Daud dibuka.. Saat itu dia tidak ada pikiran untuk menjadi raja, dia cuma tidak suka ketika Goliat mengejek pasukan Tuhan..
Titik pertama Daud mulai jatuh ketika dia mulai tidak fokus ke Tuhan, mulai memalingkan matanya ke Betsyeba.. Bahkan ketika istirnya dulu diculik, dia tetap menjaga fokusnya ke Tuhan, bukan kepada istrinya.. Titik kedua dia jatuh ketika dia menghitung "kekuatannya", menghitung pasukannya, bukannya fokus ke Tuhan kalau semuanya cuma karena anugrah Tuhan kalau bisa menang, bukan karena jumlah pasukannya..

Batasan ini bukan cuma tentang keuangan, tapi juga tentang batas pikiranmu, dll. Akan ada banyak batasan-batasan yang Tuhan buka, pilihannya tinggal engkau mau keluar dari batasan dirimu sendiri, fokus dan dapati Tuhan, atau engkau cuma mau di tempat kenyamananmu?


Sekalipun engkau jatuh, langsung teriak kepada Tuhan.. Alkitab dengan jelas berkata di ayat 31, "
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata:
"Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?""
Segera Tuhan menolong Petrus.. Segera!

Sama seperti Daud, ketika dia salah, dia langsung balikkan fokusnya ke Tuhan, minta tolong ke Tuhan..

Banyak orang yang mulai tenggelam namun tidak memanggil Tuhan, contohnya seperti Saul.. Dia mulai mengalihkan fokusnya ke orang lain, membandingkan dirinya dengan orang lain..
Ketika kita mulai mengalihkan fokus kita dan mulai tenggelam, langsung teriak ke Tuhan, "Tuhan, tolong aku!", jangan cuma diam..

Ketika Tuhan mulai angkat Petrus, dia tidak menyeret Petrus ke kapal, tapi Tuhan angkat Petrus dan Petrus kembali berjalan di atas air dan keduanya berjalan ke perahu.. Petrus tidak berenang ke perahu, tapi tetap berjalan di atas air..

Kenapa engkau mulai merasa jenuh? Karena engkau tidak berjalan, tidak ada Tuhan di areamu, karena Tuhan ingin engkau melangkah maju melewati batasmu, berjalan mendapati Yesus..

Dari semuanya itu, cuma satu yang berjalan di atas air, yang lain hanya nonton..
Hanya satu yang mengalami mujizat, dan yang lain cuma menonton..
Coba lihat apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidupmu..
Jangan sampai engkau cuma diam dan tidak mau melangkah keluar..
Biar kita tidak cuma menonton, tapi sama-sama melangkah keluar..

Mulai melangkah keluar!!





Lagu: Lekatkan Hatiku


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Sion, 5 Maret 2013 (Pdt. Petrus Hadi)

By: Pdt. Petrus Hadi



Gunung Tabor


Gunung adalah lambang dari kmuliaan Tuhan, itu sebabnya setiap orang, nabi, yang akan bertemu dengan Tuhan, Tuhan bawa mereka ke gunung, bahkan peristiwa transfigurasi murid-murid Yesus yang melihat Musa, Elia.. Tapi gunung juga merupakan tempat penyembahan berhala...


Ini waktunya kemuliaan gunung-gunung dinikmati oleh orang yang percaya..

Apa sih gunung Tabor??
Menurut tradisi sebagian orang Kristen, mereka mengatakan bahwa pada waktu transfigurasi, pada saat Yesus berubah, ada Musa dan Elia, itu ada di Gunung Tabor. Gunung Tabor disebut bukit yang tinggi, bukan gunung yang tinggi..Jadi ini sebenarnya masih diperdebatkan.. Yang pasti sejarah menuliskan kalau Gunung Tabor terjadi karena pergolakan pergeseran bumi, dan bukit ini muncul dengan mendadak..

Ada orang yang dipakai Tuhan itu muncul dengan mendadak.. Dulunya biasa-biasa saja, tapi ketika orang itu menangkap dan melakukan seperti yang Tuhan mau, orang itu akan jadi RISING STAR..

Arti dari Gunung Tabor yaitu "The Power of Choosing".. Kuasa untuk menetapkan dan memilih dengan tepat.. Setiap hari kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Pilihan itu perlu kuasa dan anugrah dari Tuhan supaya kita bisa memilih dengan tepat..


Kadang-kadang engkau tidak lihat karena engkau mengganggap biasa, ibadah tiap selasa, PW tiap pagi, ada Tuhan di tengah kita, dll.. Semua seperti biasa-biasa saja..

Tabor yang paling jelas adalah peristiwa Debora mengahak Barak untuk mengambil bagian..

Hakim-Hakim 4:1-10
1: Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN
2: Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.

3: Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras. 
4: Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 
5: Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
6: Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: "Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, 
7: dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu."
8: Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju."
9: Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
10: Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.


Dalam kisah ini ada sesuatu yang menarik, karena bangsa Israel mengalami tekanan yang luar biasa dari Raja Yabin.. 20 tahun lamanya penderitaan itu berlangsung, seperti tidak ada ujung dan pangkal.. Namun kita lihat, sebuah pembalikkan keadaan terjadi karena ada orang yang punya kemampuan dan diberi kuasa untuk memutuskan dengan tepat apa yang Tuhan mau.

Pada hari-hari itu yang jadi hakim sebenarnya Barak, bukan Debora.. Tapi karena kondisi, tekanan, himpitan, ancaman dari Yabin yang membuat Barak jauh mengungsi, dan membuatnya hanya mengambil dua suku karena dia hanya memikirkan keselamatan dirinya, sehingga 10 suku lainnya tidak terhandle..
Namun dari seorang ibu rumah tangga yang mengambil keputusan untuk hidup bersama dengan Tuhan, dia diangkat jadi nabi Tuhan karena harapan Tuhan kepada Barak tidak diresponi..  Debora mengambil keputusan-keputusan yang tetap dan tepat..

Hari-hari ini banyak orang yang berpikir: "aku ga mau dipakai, kalau tidak ada "aku" bagaimana nantinya?" Sebenarnya kita yang butuh Tuhan, bukan Tuhan yang butuh kita, karena Tuhan bisa angkat siapapun, bisa pakai siapapun untuk melakukan yang Tuhan mau..

Keputusan Debora itu sangat tepat.. Dia datang kepada Barak walaupun dia tahu kalau Barak tidak memikirkan apa yang Tuhan pikirkan.. Keputusan ini yang luar biasa, keputusan HINENI, keputusan kerendahan hati, walau dia sudah dipakai secara luar biasa sebagai hakim dan nabi.. Pada saat ada momen yang luar biasa, dia tetap datang ke Barak untuk berbicara..

Seberapapun engkau dipakai, tetap sadar engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa Tuhan..
Seberapapun engkau dipakai, harus hormati otoritasmu..
Seberapapun hebat engkau sebagai istri, wanita karir, tetap ingat suamimu adalah kepala rumah tangga..


Ayat 8
8: Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju." 

Barak diberi kesempatan, diberi anugrah.. Debora menghormatinya.. Kesempatan yang seharusnya milik Debora, dia sampaikan kepada Barak..
Kita perlu "Power of Choosing", kita perlu minta berkat Tabor dari Tuhan, berkat untuk bisa memutuskan dengan tepat.. Kalau ada kesempatan atau pilihan di depan kita, kita harus memilih dengan tepat.. Ini yang tidak dimiliki oleh Barak..
Tuhan sebenarnya memberi kesempatan yang sama ke Debora dan Barak.. Debora punya berkat Tabor, untuk memutuskan dengan tepat, sedangkan Barak tidak.. Sebenarnya keputusan itu diambil oleh Barak, tapi dia akhirnya memberikan keputusan ke Debora..

Ada banyak orang Kristen yang hari-hari ini tidak berani mengambil keputusan..
Hari-hari ini ada pergerakan Tuhan yang ajaib, ada masa yang sedang Tuhan kerjakan, ada pelangi yang diberi oleh Tuhan..
Kalau engkau lihat situasi, seringkali sepertinya terlihat berbeda dengan janji Tuhan..

Apa yang dibuat Debora?

Ayat 9:
9: Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.

Apa yang membuat Barak pergi? Dia pergi bukan karena keputusan yang benar, tapi karena keputusan yang salah, "kalau Debora pergi, aku pergi, kalau tidak, aku tidak pergi".. Barak memang tetap pergi, tetap capek, tetap ada bagian yang harus dikerjakannya, tapi dia tidak dapat "upah"nya.. Ini yang menyedihkan..

Hari-hari ini banyak tawaran dunia karena situasi ekonomi yang tidak menentu..
Mau pakai cara Tuhan, atau pakai jalan pintas?

Barak pergi karena Debora berkata bahwa mereka akan kalah melalui tangan seorang perempuan.. Barak menyangka kalau itu Debora, tapi sebenarnya bukan..

Ayat 12-13
12: Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor,
13: dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison.

Barak di sini seperti jadi "mainan", sebagai formalitas untuk memancing Sisera agar dia datang maju.. Dia dipakai tapi tidak dihormati dan tidak dapat upah karena keputusan yang salah..

Jangan engkau pernah pergi beribadah karena "kalau kamu pergi, aku pergi, kalau tidak hujan, aku pergi"..
Kita harus ingat darimana kita diambil..
Kalau Tuhan sudah tawarkan, lalu engkau tidak mau, ya Tuhan tidak akan memaksa (terserah kamu).
Seringkali firman dari Tuhan itu bukan sesuatu yang enak...

Mengapa kita sering kumpul di HS setahun 2x? Karena ada destiny, ada tujuan, ada penetapan Tuhan, dimana perlu respon darimu "Ya, aku pergi", bukan karena ikut-ikutan orang lain..
Tabor memiliki kuasa untuk memilih dengan tepat.


Ayat 14-19:
14: Lalu berkatalah Debora kepada Barak: "Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau?" Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia,
15: dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki.
16:  Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorangpun yang tinggal hidup.
17: Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu.
18: Yael itupun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: "Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut." Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut
19: Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: "Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus." Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula.

Orang Keni ini sebenarnya netral, dia baik dengan Yabin, dengan Sisera.. Demikian juga dengan Debora dan Barak, tidak ada persoalan..


20: Lagi katanya kepada perempuan itu: "Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada."

Perlu kecerdasan rohani untuk mengambil keputusan dan kesempatan dengan tepat..
Yael belum melihat kalau Israel sudah menang, dia belum lihat pembalikkan keadaan, tapi ini seperti awan setelapak tangan..

Ayat 21-22:
21: Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah--sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya--maka matilah orang itu.
22: Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: "Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu." Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya.

Siapa yang dipakai Tuhan? YAEL!
Harusnya jatahnya siapa? BARAK!
Barak kejar Sisera, capek, tapi ketika dia ketemu, ternyata Sisera sudah mati.. Dia capek tapi tidak dapat upah..
Engkau bisa seperti Yael, orang netral.. Dia bahkan sempat melayani Sisera dengan baik, diminta air diberi susu, diselimuti.. Namun dia dengar perkataan Sisera, dia langsung mengerti, dan akhirnya dia bunuh Sisera.. Yael juga seorang ibu rumah tangga, tapi dia mengerti pekerjaan suaminya, seorang tukang besi..
Sisera diserahkan ke tangan seorang perempuan, ternyata bukan Debora, tapi Yael.. Ada pergerakan Tuhan di alam roh yang engkau tidak sadar, tiap orang yang meresponi, akan jadi rising star, jadi kepala dan bukan ekor..

Ayat 23-24:
23: Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel.
24: Dan kekuasaan orang Israel kian keras menekan Yabin, raja Kanaan, sampai mereka melenyapkan Yabin, raja Kanaan itu. 

Dulu orang Israel ditekan, tapi akhirnya mereka berbalik menekan..
Rencana Tuhan tidak akan pernah gagal atas hidup kita, atas kota kita..
Berkat Barak pindah ke Yael dan Debora..

Hakim-Hakim 5:7
7: Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di Israel.

Ada orang Kristen yang "diam-diam", tidak pernah mengambil keputusan.. Ketika disuruh berperang, diam-diam.. Disuruh berdoa, diam-diam saja, tidak melakukan apapun..

24: Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah.

Akan ada orang-orang yang akan jadi "rising star", tiba-tiba naik dengan cepat..

Kalau engkau tinggal di sebuah kota, Tuhan berkata usahakanlah, doakanlah kesejahteraan kotamu..


Lagu: Pasukan Rajawali

Doa:
Jadikan kami pasukan rajawaliMu Tuhan..
Kami terima sayap yang kuat, kami terima sayap yang besar..
Kami menuai rohani dan jasmani, juga ekonomi, jadi jadi jadi seperti yang kami percaya..
Jadi seperti yang kami nyanyikan..
Jadi seperti yang kami katakan..

Kami terima jaminan anugrah, urapan Roh Kudus, di dalam nama Tuhan Yesus..
Kami terima keperkasaan..
Mulai hari ini kami mengangkat senjata, meresponi Tuhan, meresponi apa yang Engkau mau..
Firman yang diberi di tempat ini akan menjadi seperti rangkaian, engkau cermati itu..
SETIAP PRIBADI belajar, saling menundukkan diri, unity, sepakat dengan pemimpin..
Pondok Daud harus dibangun..
Setiap pribadi harus mengalami sendiri dengan Tuhan..
Betapa Tuhan mengasihi Sion, hati Tuhan ada di Sion..
Tuhan sedang membangun kembali puing-puing, dengan tanganNya sendiri..
Bangkitlah Debora-Debora, siapapun engkau, bukan berarti wanita saja, tapi juga pria, yang memiliki roh Debora.. Bangkit, miliki roh Yael!
Debora yang multitalent, ibu rumah tangga, tapi jadi nabi, jadi hakim, dan juga jadi tentara..


#Special Thanks For Someone :D

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY - UNITY TO THE TOP -