Enlarge Capacity, 30 Mei 2016

Enlarge Capacity 
30 Maret 2016

By: Ev. Iin Tjipto

2 Samuel 22:11-13
11: Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
12: Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.
13: Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.


POIN 1
2 Samuel 22:11
11: Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.

Biarkan Tuhan ada di atas hidupmu, maka engkau akan penuh kuasa, urapan, hikmat, cinta, dll. Ketika 2 kerub tabut itu bertemu, maka hadirat Tuhan ada di atasnya. Di situ ada urapan, ada hadiratNya, ada perjanjian, ada semuanya. Tuhan mau engkau jadi kerub agar Tuhan ada di atas hidupmu.

1. Kerub artinya penjaga.
Bisakah engkau menjadi penjaga saudaramu, jadi penjaga Indonesia, jadi penjaga api lawatan? Kita ada untuk jadi penjaga dan pembawa api lawatan atas Indonesia! Mungkin pagi-pagi engkau dibangunkan, itu artinya Tuhan mau engkau berjaga. Yang paling penting ketika tidak ada yang lain, tidak ada yang berjaga, semua sedang tidur, dan engkau berjaga, berdoa, menaikkan api di hadapan Tuhan. Ketika orang tidur, dia berdiri berjaga, itu baru namanya penjaga. Ketika di bank, semua orang keluar masuk, dia tetap berdiri berjaga, tidak tinggalkan tempatnya sebelum waktunya atau masa istirahatnya datang. Bahtera, kita dipanggil menjadi penjaga. Seorang penjaga tidak bisa berkata "Hari ini saya pegal-pegal, saya duduk saja ya, tidak berdiri", "yang lain juga tidur, namanya juga manusia, boleh dong saya tidur, saya juga ngantuk", dll. Semakin tidak ada yang peduli, semakin engkau artinya harus berjaga. Menjadi penjaga adalah panggilan Bahtera. Ketika engkau berjaga, semua berkat pengurapan kasih cinta Tuhan ada di atas hidupmu.

2. Kerub itu artinya keintiman dan unity
Ada satu yang harus kita unity hari-hari ini, yaitu dengan Tuhan sendiri. Ada seorang yang sangat unity dengan Tuhan, yaitu Daud. Hatinya seirama, sederap, sedetak dengan Tuhan. Daud umur 17 tahun tidak dianggap oleh keluarganya. Ketika itu Samuel datang, mau makan dan mengurapi seorang raja, bahkan karena sangat tidak diharapkan, Isai berkata semua anaknya sudah habis dan tidak ada lagi. Lalu dia beralasan ketika Samuel menyuruh memanggil Daud untuk datang. Engkau boleh dilupakan, tidak dianggap, begitu kecil, tapi kalau hatimu sedetak, sederap, sama visi dengan Tuhan, maka Tuhan itu mau engkau berada di tengah lawatan, di tengah berkat, memimpin lawatan dan diurapi Tuhan. Tidak perlu takut, karena pengangkatan, berkat, urapan itu asalnya dari Tuhan, asal engkau jadi kerub. Buat hatimu unity dengan Tuhan.

Caranya unity dengan Tuhan itu bagaimana? Contoh Bu Iin ketika nonton TV, dia berkata kepada Tuhan untuk diceritakan dari sisi / cara pandang Tuhan. Apapun dan setiap kali engkau bertanya seperti itu dan di hati itu ada yang menjelaskan, makin lama engkau akan makin menyatu, sedetak dengan Tuhan. Mau melakukan apapun, tanya seleraMu bagaimana, tanya Tuhan maunya bagaimana. Belajar menyamakan ritme dengan Tuhan, maka kuasa Tuhan, Dia sendiri akan ada atas hidupmu.


POIN 2
2 Samuel 22:12
12: Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.

Tuhan sengaja membuat gelap, ada hujan, awan tebal, dll. Engkau harus belajar dalam kegelapan, dalam keheningan, dengar semua suara yang sangat menakutkan, dan engkau harus bisa bedakan, bisa ambil keputusan yang tepat. Kenapa hari-hari ini Tuhan bawa banyak anakNya ke dalam kegelapan, banyak suara yang menakutkan, merasa sendiri dan seperti tidak ada yang bisa menolong? Karena itu adalah pelajaran dasar di akhir zaman. Semua kita siapkan diri untuk masuk ke ujian ini. Suka tidak suka ada roh penyesat dan itu sedang dilepaskan. Kalau engkau tidak melewati masa ini dan bisa menangkap suara Tuhan dengan benar dan clear, engkau akan mudah disesatkan. Akan ada banyak intimidasi, tawaran, jebakan demi jebakan di depan. Demi masa-masa di depan, lawatan terbesar, biarkan dirimu melewati masa ini. Di tengah kesendirian, di tengah kegelapan.


POIN 3
2 Samuel 22:13
13: Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.

Kilat ini berbicara kekuatan, dunamos, energi yang luar biasa yang membangkitkan kita. Bara api juga berbicara tentang pemurnian, juga berbicara mengenai cinta. Tuhan harus buat banyak hal yang menyakitkan agar engkau dijamin sampai garis akhir. Kenapa hari-hari ini Tuhan harus lakukan sesuatu? Karena banyak orang ketika dibawa naik, tahta akan membunuhnya, uang akan menghabisi imannya. Ada yang namanya iri hati, persaingan, apapun yang ditawarkan dunia merusak hidupnya dan merusak panggilannya. Tuhan mau buat sesuatu agar engkau punya antibodi. Kenapa Yusuf, Daud harus mengalami 13 tahun dikejar, di tahu artinya hineni, tidak bisa hidup tanpa Tuhan, dan dia tahu tidak ada yang bisa memikat hatinya selain Tuhan, hanya Tuhan. Tuhan bawa Yusuf dan Daud mengalami hal yang seperti itu, agar mereka tahu tanpa Tuhan tidak mungkin. Dunia lebih kejam dan akan banyak jebakan yang bisa membuatmu terseret kepada absintus dan engkau habis di neraka. Apapun yang Tuhan izinkan terjadi dan apapun yang Dia buat dalam hidupmu, percaya Dia adalah Allah yang baik, Dia tidak pernah salah, satu kali pun Dia tidak pernah ingin menyakiti kita, tapi Dia perlu melakukan itu agar engkau bisa higher than ever, engkau bisa mencapai puncak dan perkenanan Tuhan.

Di sini orang-orang spesial, yang akan masuk dalam kegelapan untuk engkau bisa bedakan suara Tuhan dan suara manusia, yang mau masuk "sarang semut" sehingga tidak ada lagi racun yang bisa menginfeksi hidupmu dan hatinya hanya memilih Tuhan dan hanya untuk Tuhan, tidak ada yang lain. Minta Tuhan lakukan yang harus Dia lakukan agar kita menjadi besar, agar kita menjadi kerubNya dan Tuhan ada atas hidup kita. Ini masa terbaik, ini masa raja-raja, masa para imam, masa pekerja, masa mempelai, masa pilar, masa tentara mencapai puncak kejayaan, higher than ever, menjadi kerub dan unity dengan Tuhan.

Ketika engkau menyerahkan semuanya kepada Tuhan, itulah kunci sebenarnya untuk engkau masuk pesta, dan hatimu bebas, hatimu hanya menuju kepada Tuhan. Sebutkan anak, pekerjaan, pelayanan, sebutkan semuanya, dan ketika dikatakan higher than ever, minta Tuhan agar imanmu sampai, karena Tuhan kekuatan, Tuhan sumber semuanya. Buat cintamu higher than ever. Tuhan bisa bawa engkau hingga beyond human dengan caraNya, higher than ever! Jehovah Nissi adalah juga Tuhan yang menjamin kita menang sampai garis akhir, Tuhan yang tidak pernah berdiam, sampai kita menang terhadap dosa, masalah, dan jebakan apapun yang iblis coba berikan. Sebutkan musuhmu, entah hutang, sakit penyakit, kelemahan, dan katakan ada Jehovah Nissi, Tuhan yang akan menjamin kita hingga menang dan higher than ever.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

By: Ps. Victor Purnomo

1 Raja-Raja 10:10
10: Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

Ketika itu banyak raja-raa yang memberikan persembahan kepada Salomo dan tidak banyak yang dicatat di Alkitab, tapi salah satu yang dicatat adalah dari Ratu Syeba. Kenapa? Karena itu persembahan dari hatinya, seberapa besar dia menghargai raja itu, sebesar itulah korban yang dia bawa kepada raja Salomo, dan itu dicatat di Alkitab.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

By: Ev. Daniel Krestianto
Ini waktu-waktunya Tuhan memberkati kita! Terima, terima, terima setiap pembagian warisan, kesetiaan, lawatan, takut akan Tuhan, kerendahan hati, tepat dengan apa yang Tuhan suruh, berani melakukan apapun, prosperity, kelimpahan, kesuksesan. Terima sesuai dengan yang Tuhan tetapkan untuk engkau terima!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 29 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
29 MEI 2016

By: Hermanto

Kalau kita tidak merindukan perubahan itu, ya tidak akan bisa berubah. Kalaue engkau hanya "yes yes yes" tapi tidak mengambil keputusan, tidak berubah, ya tidak bisa. Enlrage capacity berbicara tentang keputusan. Kalau mau berubah, pasti ada harga yang harus dibayar. Cari Tuhan, ambil keputusan, dan berubah, pasti akan ada hikmat Tuhan, peluang bisnis yang diberikan mungkin oleh orang yang tidak engkau duga. Takut akan Tuhan, setia dengan Tuhan. Tanya Tuhan ketika akan mengambil keputusan. Enlarge capacity itu dapat dilihat secara real oleh orang lain, pasti ada buah yang bisa dirasakan oleh orang lain. Kalau mau memperbesar kapasitas itu ya di gereja, cari Tuhan.


By: Ps. Pendy Sofian

Ketika engkau menerima kebenaran yang dari Tuhan, Firman itu akan memerdekakan kita.

Filipi 2:2-4
2: karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3: dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
4: dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Seringkali kita menggunakan karunia, skill, kemampuan, hanya untuk kepentingan diri sendiri, misalnya engkau berkata "hujan tidak boleh stop kalau kita belum sampai di rumah", tapi bagaimana dengan orang lain yang masih di jalan? Artinya engkau masih menggunakan karuniamu hanya untuk kepentinganmu sendiri.

Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memikirkan orang lain. Seberapa banyak orang yang engkau pikirkan, ya sebesar itu juga kapastias hidupmu akan diperbesar. Kapasitasmu tidak akan diperbesar kalau itu tidak berguna untuk orang lain. Kalau Tuhan memberkatimu benar-benar hingga 1000x lipat, apa yang akan engkau lakukan dengan berkat tersebut? Pasti banyak orang yang berpikirnya membeli mobil, rumah, ya mungkin perpuluhan atau sebagian kecil untuk memberkati orang lain, tapi pasti 70-80% digunakan untuk kepentinganmu sendiri. Engkau meminta diurapi Tuhan untuk apa? Dipuji, disegani orang lain? Tuhan akan perbesar kapasitasmu kalau itu berguna untuk orang lain.

1 Korintus 12:7
7: Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Setiap orang memiliki karunia yang berbeda-beda sesuai dengan kehendak Tuhan dan kapasitas hidupmu. Setiap kita ada karunia, tapi semuanya harus digunakan untuk satu tujuan, yaitu tujuan bersama, entah karunia bisnis, managemen, memimpin, mempengaruhi orang, semuanya untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentinganmu sendiri agar dihormati, dipuji, dll.

Semua karunia yang kita miliki digunakan untuk kepentingan bersama, bukan untuk hidup kita sendiri. Seringkali kita berdoa yang rohani pun tapi ada kepentingan tersembunyi yang ada di dalam hati kita yang terdalam. Ketika engkau berdoa dan tidak ada yang diperbesar, mungkin karena engkau mau menggunakannya hanya untuk kepentinganmu sendiri.

Yakobus 4:2-3
2: Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
3: Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Seringkali kita tidak mengalami ya karena kita tidak meminta, tidak mengharapkan sesuatu dari Tuhan. Tapi selain itu juga karena apa yang engkau doakan, apa yang engkau minta, itu untuk kepentinganmu sendiri.

Yakobus 4:3 (TSI)
3: Atau kamu sudah berulang-ulang memintanya kepada Allah, tetapi Dia tidak menjawab doamu. Hal itu terjadi karena kamu memintanya dengan alasan yang salah - karena kamu mau menggunakannya untuk kesenangan dirimu sendiri.

Bukan yang engkau minta yang salah, tapi alasanmu meminta itu yang salah. Meminta yang benar, tapi alasannya salah. Apanya yang salah? Karena mau menggunakannya untuk kesenangan / kepentinganmu sendiri. Alasan engkau meminta kepada Tuhan itu untuk dirimu sendiri atau orang lain? Seringkali kitq meminta untuk kepentingan diri kita sendiri. Yang kita minta mungkin memang hal yang benar, tapi juga seringkali kita tidak menerimanya karena ada alasan yang salah.

Enlarge capacity itu tidak hanya mengenai aku, aku, aku, tapi minta kedewasaaanmu diupgrade. Salah satu perbedaan anak kecil atau orang besar adalah mengenai kesenangan. Anak kecil akan cenderung mengutamakan apa yang jadi kesenangannya, tidak akan memikirkan kesenangan orang lain. Orang akan disebut dewasa kalau dia mulai memikirkan kesenangan orang lain dan bisa menempatkan kesenangan orang lain lebih dari kesenangannya diri sendiri. Dalam hidupmu, engkau lebih banyak mementingkan kesenangan orang lain atau kesenangan dirimu sendiri?

Filipi 2:5-8
5: Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6: yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7: melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8: Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Apa yang Tuhan Yesus lakukan di dunia itu bukan untuk menyenangkan diriNya sendiri, tapi Dia mau menyenangkan Bapa dan anak-anakNya di dunia. Kalau hanya mementingkan diri sendiri, ya Dia tidak mungkin mau turun ke dunia dan naik ke kayu Salib. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh dan teladan untuk kita, Dia mau dan rela membayar harganya agar Bapa dan anak-anakNya senang. Dia senang ketika Dia bisa melihat Bapa bisa bertemu dengan anak-anakNya.

Seringkali kita berkata kepada Tuhan mengenai kesenangan diri sendiri, "aku senangnya ini Tuhan, senangnya itu Tuhan, dll", tapi apakah engkau berpikir "engkau senangnya apa Tuhan? Engkau itu sukanya aku bagaimana, ngapain?" Ketika engkau mulai menjadi dewasa, engkau akan mengubah perkataanmu dari kesenanganmu menjadi kesenangannya Tuhan.

Filipi 2:9
9: Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Bapa memberikan nama di atas segala nama kepada Yesus karena Yesus tahu cara menyenangkan Bapa di surga. Engkau tidak perlu minta diperbesar kapasitasmu, engkau tidak perlu doa puasa dan bergumul, tapi Tuhan sendiri yang akan angkat engkau, Tuhan sendiri yang akan berkati dan memperber kapasitasmu KALAU engkau selalu memikirkan apa yang jadi kesenangannya Bapa di surga. Tempatkan kesenangan Tuhan dan kesenangan orang lain di atas kesenanganmu.

Anak kecil kalau mengalami selisih paham sekalipun, ya namanya masih anak-anak, masih lucu, tapi kalau sesama pelayan Tuhan kalian ribut, selisih paham, itu sudah tidak lucu lagi. Kalau anak-anak berselisih, beberapa saat kemudian mereka akan bisa baikan lagi, bisa bermain bareng lagi, tapi kalau sesama pelayan ribut, itu bisa lama, bahkan bisa sampai keluar dari gereja.

Ibrani 5:12
12: Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Penulis kitab Ibrani ini berkata kalau orang di Ibrani itu sudah lama bertobat, bertemu Tuhan, tapi hidupnya masih seperti itu saja, dan harusnya levelnya itu harus sudah jadi pengajar. Kalau ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya kita menjadi pengajar. Murid dan pengajar sama-sama belajar, tapi yang membedakan adalah pengajar itu membagikan apa yang sudah dipelajarinya kepada orang lain.

Kalau engkau hanya punya mentalitas mengumpulkan berkat entah rohani atau jasmani, tapi kalau engkau tidak pernah bagikan kepada orang lain, ujungnya pasti akan mati. Engkau mau ikut KKR, seminar apapun, terima impartasi, kalau tidak dibagi, ya akan mati. Ketika Danau Galilea menerima air, air tersebut akan dibagikan kepada seluruh Israel, tapi Laut Mati setelah menerima air, air itu tidak pernah dibagikan hingga kadar garamnya tinggi, sehingga jadi mati, tidak ada makhluk yang bisa hidup di sana.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 22 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
22 MEI 2016

By: Ps. Yohan

2 Raja-Raja 6:1-7
1: Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: "Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.
2: Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami." Jawab Elisa: "Pergilah!"
3: Lalu berkatalah seorang: "Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini." Jawabnya: "Baik aku akan ikut."
4: Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon.
5: Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: "Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!"
6: Tetapi berkatalah abdi Allah: "Ke mana jatuhnya?" Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.
7: Lalu katanya: "Ambillah." Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.

Di zaman itu, Elisa seperti memiliki kelompok-kelompok nabi atau sekolah nabi. Di zaman Elia, nabi-nabi itu berada di kondisi yang sangat tidak enak, sedang dihabisi, mereka beribadah secara sembunyi, diam-diam. Tapi di zaman Elisa, mereka berkemenangan, terjadi pembalikkan keadaan, status sosial mereka tinggi, menjadi orang-orang yang sangat dihormati di sana. Bahkan raja memanggil Elisa dengan panggilan bapakku. Saat itu mereka semua adalah kelompok nabi yang pandang, mendapatkan posisi yang sangat nyaman di sana.

Tapi di ayat 1 dikatakan tempat tinggal mereka terlalu sesak. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan to small for us, tapi dalam bahasa Ibrani, ada kondisi yang sangat terdesak, terjepit, sangat terhimpit, terikat, seperti orang ditawan, dibelenggu, ada dalam suatu kepungan musuh. Waktu untuk perluaskan kapasitas, mengembangkan semuanya, justru bukan ketika kita berada dalam kondisi yang berkelimpahan dan tercukupi semuanya. Justru di situasi dimana ketika engkau terhimpit, terdesak, itulah sebenarnya waktu yang paling tepat untuk kita memperluas kapasitas kita.

Ini adalah kairosnya. Seperti doa Yabes. Arti nama Yabes adalah kesakitan. Kalau di zaman sekarang, istilahnya seperti anak sial. Dari sejak lahirnya dia disebut sebagai anak sial. Bisa saja dia terus berkata "ya aku memang anak sial" dll, tapi justru dia perbesar kapasitasnya, perlebar sayapnya, dia berseru kepada Tuhan, dia berdoa agar dia tidak menjadi kesakitan bagi orang lain, tapi justru menjadi berkat bagi orang lain.  Yabes berdoa bukan ketika dia sudah mendapatkan semuanya, tapi ketika dia melihat bahwa dia disebut sebagai anak sial, dan dia tidak menyerah pada keadaan dan kondisi, sehingga pada akhirnya dikatakan Yabes dimuliakan lebih dari saudara-saudaranya.

Destiny kita tercapai atau tidak, rencana Tuhan digenapi atau tidak dalam hidup kita, itu bukan di tangan Tuhan, tapi di tangan setiap kita. Yang menentukan hidupmu jadi apa, akan mencapai garis akhir atau tidak, tergantung dari hidupmu sendiri, tergantung keputusan-keputusan yang engkau ambil setiap harinya. Yabes memutuskan untuk menjerit dari hati yang paling dalam. kepada Tuhan, dia mengambil sebuah pilihan, dan akhirnya hidupnya berubah.

Para nabi yang di ayat tadi juga seperti itu, di saat kondisi yang seperti itulah mereka memutuskan untuk memperluas kapasitas kita. Karena kebaikan Tuhan, Tuhan itu seringkali membuat kita berada dalam posisi tidak nyaman, agar engkau keluar dari comfort zonemu.

Di ayat berikutnya, mereka meminta izin kepada Elisa untuk pergi, dan mereka sadar pengcoveran, mereka mengerti tudung dan otoritas yang ada dalam hidup mereka. Entah bisnis, studi, keluarga, kita perlu yang namanya tudung, perkenan Tuhan, otoritas yang dari Tuhan. Setelah itu para nabi itu juga mengundang Elisa untuk ikut dengan mereka. Elisa memiliki punya kerendahan hati, sekalipun dia nabi besar, bergaul dengan orang besar dan orang penting, tapi dia mau turun ke bawah, mau ikut dengan nabi-nabi itu, mereka unity.

Kenapa nabi-nabi itu berkata kepada Elisa untuk ikut dengan mereka? Seperti Musa ketika itu meminta penyertaan Tuhan di bangsa mereka, berjalan bersama-sama dengan mereka, mereka tidak mau pergi kalau bukan Tuhan yang memimpin. Banyak yang menukar penyertaan Tuhan, menukar Tuhan nya sendiri dengan berkat, keuangan, terobosan, bahkan ditukar dengan janji Tuhan itu sendiri. Kalau seandainya Tuhan tidak menggenapi janjiNya dalam hidup kita bahkan sampai engkau meninggal / rapture, apakah engkau akan terus mengasihi Tuhan? Seperti Sadrakh Mesakh Abednego yang berkata sekalipun Tuhan tidak menolong, mereka tetap akan menyembah Tuhan. Cek dirimu, apakah engkau sudah kehilangan Tuhan karena engkau diberkati secara ajaib dengan bisnismu, pelayananmu, dll.

Lalu di ayat-ayat selanjutnya, dikatakan mata kapak salah satu nabi itu lepas dan masuk ke sungai. Kalau kapak itu tajam, mungkinkah mata kapak itu terlepas? Kapak yang tajam kalau dihantam ke kayu, itu pasti tertempel. Kenapa mata kapak itu bisa terpental? Karena tumpul. Kapak ini bisa berbicara tentang karunia, urapan, keintiman, panggilan, destiny, talenta, skill, hubungan dengan Tuhan. Kenapa bisa jadi tumpul dan kapak itu terjatuh ke dalam air? Karena dibiarkan terlalu lama, tidak pernah diaktifkan, tidak pernah diasah. Coba cek hidup kita, apakah mata kapakmu masih tajam? Bagaimana engkau menajamkan mata kapakmu? Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia, ini berbicara mengenai hubungan kita dengan orang lain, pemimpin, kita butuh yang namanya dididik, diajar, dikoreksi. Seringkali mata kapak kita tumpul karena kita tidak pernah berlatih, merasa semua sudah ok, sudah berhenti mencari Tuhan, berhenti belajar, menganggap semuanya biasa, tidak punya hati yang siap ditegur, dan suatu saat ketika engkau diamkan terus, mata kapak itu akan hilang.

Lalu nabi itu ketika mata kapaknya jatuh, dia berteriak kepada Elisa, dia sadar kalau itu barang pinjaman. Apa artinya barang pinjaman? Titipan Tuhan, bisa talenta. Apa yang engkau perbuat dengan destinymu, karuniamu? Engkau harus pertanggungjawabkan semuanya itu kepada Tuhan. Tuhan berkata di Kitab Wahyu kepada jemaat di Efesus karena mereka meninggalkan kasih yang semula, tidak melakukan lagi apa yang dahulu mereka lakukan. Setiap kita punya panggilan, harus ada yang diselesaikan.

Di ayat tadi juga ada dikatakan kalau setiap orang masing-masing harus membawa balok. Artinya setiap orang ada pohonnya masing-masing yang harus ditebang, yang harus diurus. Kalau mata kapakmu tumpul, bagaimana caranya engkau bisa membawa balok kayu tersebut. Setiap kita dipanggil dengan panggilannya masing-masing. Di dalam satu tubuh itu ada yang harusnya tidak terlihat, ada yang terlihat. Jangan sampai yang harusnya tidak terlihat justru jadi terlihat. Yang jadi pertanyaan, apakah engkau tajam di panggilanmu tersebut? Kesepakatan bukan artinya melakukan sesuatu yang sama, tapi melakukan yang berbeda-beda, namun menghasilkan sesuatu yang indah dan sempurna. Kita punya bagian masing-masing, setialah dengan bagianmu masing-masing.

Ketika mata kapak itu jatuh, Elisa melemparkan kayu, dan akhirnya mata kapak itu muncul kembali. Kayu berbicara mengenai kedagingan, kemanusiaan kita. Potong, sunat, buang kedagingan kita. Lakukan bagian kita, jangan minder. Jangan sampai yang terdahulu jadi yang terkemudian. Jangan sampai kehilangan passion kita yang semula.

Elisa saat itu bertanya kapak itu jatuhnya dimana. Sejak kapan engkau kehilangan mata kapakmu, dimana letak engkau kehilangan, apakah karena ketika engkau terlalu sibuk mengurusi kedaginganmu, nonton TV, sibuk pada hobi, kecewa, pahit, dll. Habiskan kemanusiaan kita, kosongkan diti kita di hadapan Tuhan, minta Tuhan pulihkan. Bahkan ketika mata kapak itu sudah muncul, dia tidak diam saja, tapi ada tindakan yang harus dilakukan nabi itu, yaitu mengambil mata kapak tersebut. Memang Tuhan yang memunculkan kembali, tapi kita perlu mengambil itu kembali. Mempertahankan itu lebih sulit daripada yang namanya mendapatkan sesuatu itu. Ketika itu sudah hilang, dibutuhkan anugrah Tuhan agar itu bisa kembali lagi dalam hidup kita. Semua harus dipertanggungjawabkan.

Ketika sudah hilang, mereka bisa saja membuat proposal, berkata kepada masyarakat karena mereka mau membangun rumah, karena mereka adalah orang yang terpandang, terhormat, tapi mereka tidak melakukan itu. Ketika raja Damsyik mau bertanya kepada Elisa, bahkan dia memberikan persembahan kepada Elisa sebanyak muatan 40 unta. Bisa saja Elisa dan nabi-nabi itu meminta bantuan orang lain, tapi mereka tidak lakukan itu, Elisa mau agar nabi-nabi itu juga bekerja keras, melakukan semuanya, tidak hanya diam dan menunggu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -