AoC Bandung, 25 April 2016

AOC BANDUNG
25 APRIL 2016

By: Ps. Robert Lie

Tidak ada yang bisa masuk ke perfect zone kalau bukan tangan Tuhan yang membawa kita. Sebelum Tuhan membawa kita ke perfect zone, ada 2 bagian yang harus kita lakukan dan ada 2 bagian yang Tuhan lakukan.

1. Keluar dari comfort zone
Tuhan tidak akan bawa engkau masuk dalam perfect zone kalau engkau tidak keluar dari comfort zone. Abraham tidak akan mencapai yang namanya perfect zone di Gunung Moria dan Tuhan hadir secara nyata di hadapan Abraham sebagai Jehovah Jireh. Di perfect zone ada banyak hal yang ajaib, mujizat, berkat, tapi Abraham tidak akan pernah sampai ke sini kalau dia tidak keluar dari comfort zone untuk pergi keluar dari sanak-saudaranya, rela keluar dair kenyamanannya.

2. Learning zone
Dari comfort zone ke learning zone hanya satu langkah, tapi dari learning zone ke zona berikutnya itu panjang.
Perfect zone itu seperti sinyal wifi, semua orang harus tahu password untuk bisa masuk, dan kalau masuk dan berada di dekat router, aksesnya cepat, semakin jauh semakin lambat dan bahkan disconnected. Di perfect zone semua yang engkau butuhkan itu ada, seperti Yohanes 15, ketika engkau ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam engkau. Dalam perfect zone, yang tidak mungkin jadi mungkin, yang tidak ada jadi ada, yang tidak bisa jadi bisa.

Abraham seharusnya tidak perlu 25 tahun menunggu janji Tuhan, tapi karena dia berkali-kali salah berbicara, takut mati karena Sara, dll. Yang terakhir ketika dia bertemu 3 malaikat Tuhan yang berkata tahun depan akan melahirkan, apa yang dilakukan Abraham? Kejadian Abimelekh, dia kembali lagi berkata kalau Sara adalah saudarinya karena dia berpikir tidak ada takut akan Tuhan di daerah itu. Sara seharusnya hamil di saat-saat itu tapi justru Abraham membuat keputusan konyol, namun Tuhan tetap turun tangan, penyertaan Tuhan ada.

Miliki hati yang mau dibentuk, dididik, diajar oleh Tuhan,

3. Testing zone
Tugas murid hanya satu, belajar dan belajar. Ujian diberikan oleh guru, bukan murid. Tuhan yang akan membuat kita masuk dalam testing zone, dan yang menentukan kelulusan ya guru, bukan kita. Kalau engkau tidak lulus, ya ulang lagi. Abraham jatuh berkali-kali di testing zone, namun ketika itu, ada tangan Tuhan yang mengangkat Abraham masuk dalam perfect zone.


Beberapa hal yang membuatmu bisa masuk dalam perfect zone, untuk bisa engkau menerima janji Tuhan:
1. Kerendahan hati

2 Tawarikh 7:14
14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Kalau satu bangsa saja merendahkan diri, Tuhan akan pulihkan, apalagi hanya keluarga kita, atau hanya kira pribadi. Rendah hati itu tidak mudah, hanya mudah untuk dikatakan. Kerendahan hati itu juga seperti nabung, ketika engkau tabung, tabung, tabung, dan nanti akan ada hal ajaib yang terjadi ketika itu penuh. Untuk kemuliaan tertentu, dibutuhkan kerendahan hati dalam tingkat tersebut. Kalau engkau mau kemuliaan yang lebih tinggi, terus kerjakan kerendahan hati tersebut. Ketika disakiti orang yang biasa saja dan disakiti oleh orang yang kita kasihi, ketika difitnah beberapa orang dibanding dengan difitnah sangat banyak orang, dibutuhkan kerendahan hati yang berbeda. Mungkin ada yang bertanya kenapa berkatku hanya segini-segini saja? Karena engkau belum bisa dipercaya lebih, kerendahan hati belum cukup, karena jika diberkati lebih, engkau bisa sombong. Kerendahan hati itu seperti tiang untuk menampung berkat, urapan, kemuliaan Tuhan. Tuhan bisa beri kemuliaan yang besar, tapi kalau tidak ada kerendahan hati yang cukup, engkau bisa jatuh, hancur. Terus tambahkan kerendahan hati.

1 Timotius 1:12
12: Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

Tuhan akan mempercayakan sesuatu kalau engkau bisa dipercaya hal tersebut. Di terjemahan Amplified Bible, ada kata trustworthy. Itu adalah ketika Tuhan percayakan sesuatu padamu, engkau bisa dipercaya, dan layak dipercaya. Tuhan itu adil, ketika engkau bisa dipercaya, engkau akan dipercayakan. Kalau engkau mau dipercaya, engkau harus jadi orang yang layak dipercaya. Tuhan itu terlalu baik, Dia mempercayakan sesuatu "di depan", ketika Dia melihat engkau belum bisa dipercaya lebih, ya akan stuck. Ketika engkau ditegur, ngucap syukur, rendah hati. Kalau kerendahan hatimu cukup, Tuhan akan percayakan yang lebih besar.

Salah satu definisi kerendahan hati:
- Rendah hati itu ketika engkau rela mengalami hinaan dan tidak marah dan tidak membalas
Yesus ketika dihina, Dia tidak membuat klarifikasi, tidak marah. Banyak yang ketika dikatai orang, kita terlalu cepat bereaksi dan marah, padahal seharusnya itu bisa menjadi "tabungan" kerendahan hati kalau engkau tidak membalas.
- Rendah hati itu ketika engkau rela untuk tidak dikenal orang
Setiap kali setelah Yesus pelayanan, Dia "hilang" dan pergi berdoa. Sedikit saja ada kebanggaan, ya tidak rendah hati. Menjaga kerendahan hati itu tidak mudah. Ada yang berkata hamba yang tidak berguna, tapi maunya di depan, maunya dikenal. Jadi orang yang tidak dikenal orang itu tidak mudah. Contoh ketika ada ratusan jiwa dimenangkan, dan engkau tidak dikenal padahal sebenarnya engkau yang paling banyak bekerja. Apa yang membuat seringkali berkat di depan mata itu hilang? Karena belum layak dipercaya. Berkat Tuhan itu di depan mata, apalagi engkau berada di perfect zone.
- Rendah hati itu rela menjadi pijakan agar orang lain naik dan menjadi besar
Untuk menjadi pijakan bagi orang lain itu tidak enak, apalagi jadi pijakan untuk orang yang menyebalkan. Salah satu cara agar engkau rendah hati ya ketika engkau diberi kondisi untuk rendah hati. Ketika engkau minta kesabaran, ya Tuhan akan beri keadaan dimana engkau harus sabar.

2. Nurut dengan Tuhan
Nurut dengan Tuhan itu tidak enak, menyalibkan daging kita, karena seringkali apa yang Dia katakan itu tidak sesuai dengan pikiran kita.

Ibrani 11:36-37
36: Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
37: Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

Contoh di Alkitab, ada nabi yang disuruh untuk telanjang keliling kota, Nabi Nuh membuat bahtera tapi tidak hujan-hujan, dihina orang, dikatain. Nurut dan kerendahan hati harus berjalan berbarengan, karena tidak bisa taat kalau tidak ada kerendahan hati. Ketika Abraham berada di perfect zone dan dia mengorbankan Ishak, di situlah ada Jehovah Jireh.

3. Jangan kecewa
Kalau Tuhan janji itu tidak akan meleset, tapi banyak janji / berkat itu batal karena engkau kecewa. Kalau engkau kecewa dengan Tuhan engkau itu bunuh diri, tapi kalau engkau kecewa dengan orang lain, itu membuat setan masuk dan bekerja dalam hidupmu. Setan tidak perlu membuatmu kecewa dengan 1000 orang, cukup engkau kecewa dengan 1 orang saja setan bisa masuk dalam hidupmu.

- Yohanes Pembaptis
Bahkan sebelum Yesus melakukan pelayanan, Yohanes Pembaptis kenal Yesus, bahkan dia berkata untuk membuka tali kasutNya pun tidak layak, dia pun berkata kalau memang dia yang harusnya dibaptis oleh Yesus, tapi ketika di penjara, dia bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Di sini semuanya berbalik, Yohanes sebenarnya mengharapkan Yesus datang ketika dia dipenjara, tapi dia kecewa karena Yesus tidak kunjung menghampiri Yohanes. Ketika Yohanes kecewa, Yesus berkata kalau "berbahagialah yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku", dan bahkan dikatakan yang terkecil di Kerajaan Surga pun lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Ketika engkau kecewa, engkau itu sedang merusak apa yang telah engkau bangun di surga. Kita tidak punya alasan untuk kecewa sekalipun orang lain itu sangat menjengkelkan. Kalau engkau kecewa, yang rugi itu bukan orang yang mengecewakanmu, tapi engkau sendiri yang rugi. Kalau engkau mau tetap kecewa, ya itu pilihanmu. Tidak ada alasan untuk kecewa, karena kecewa membuatmu akan terus masuk testing zone. Engkau tidak akan pernah bisa masuk dalam perfect zone kalau engkau kecewa. Semua yang engkau butuhkan itu ada di perfect zone.


By: Ev. Daniel Krestianto
Untuk masuk dalam perfect zone tidak bisa dengan kekuatan sendiri, tapi dibutuhkan Tuhan yang mengangkat kita. Jangan pernah ingin mmeberikan sesuatu kepada Tuhan yang terbaik dengan cara / pandangan kita sendiri, justru itu busuk di hadapan Tuhan, beri apa adanya, tapi yang penting hatimu mengasihi Tuhan, hatimu bertobat, dan berikan yang terbaik. Jangan pernah ingin kelihatan indah di hadapan manusia, karena itu akan membawa kita menjadi seseorang yang sudah mendapat upah di dunia. Mungkin di mata manusia tidak baik, tapi itu yang terbaik di hadapan Tuhan. Persembahan Habel berbeda dengan persembahan Kain. Persembahan Kain itu yang terbaik di dalam pekerjaannya untuk Tuhan, tapi tetap Tuhan berkata persembahan Habel terbaik di hadapan Tuhan. Yang kita pandang terbaik itu belum tentu, yang penting nurut sama Tuhan, ikuti saja, jangan berkata "tapi kan jelek", artinya engkau masih ingin dipuji manusia. Ini hari-hari dimana ujian itu ada. Banyak orang yang ada dinaikkan di level tertentu, tapi didapati tidak mampu, karena dagingnya masih berjalan, sombong, ingin perfect, hidup dengan caranya sendiri. Berkali-kali Tuhan akan ajari kita, tapi kalau kita tolak karena dasar pikiran kita, jangan sampai kita dipotong oleh Tuhan. Kuncinya satu, yaitu hineni Untuk tinggal di level seperti ini, butuh yang namanya hineni.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 24 April 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
24 APRIL 2016

By: Sdr. Ahan

Kejadian 26:1

Kondisi mereka saat itu adalah kelaparan, mereka mau tidak mau harus keluar, karena sebelumnya mereka berada di comfort zone, sehingga ketika terjadi kelaparan, Tuhan seolah-olah mau agar Ishak keluar.

Kejadian 26:2-3
2: Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
3: Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.

Dia keluar dari comfort zone nya, dan setelah dia keluar, dia akhirnya menemukan sumur, dan kemudian dia masuk dalam testing zone ketika bertemu Abimelekh. Setelah Ishak, dilanjutkan ke Yakub. Perfect zone Ishak menjadi comfort zone Yakub. Setelah itu Yakub juga masuk dalam learning zone ketika dia keluar dari rumah nya, dikejar Esau, masuk ke rumah Laban, dll hingga akhirnya masuk ke dalam perfect zone nya Yakub sendiri.

Setiap kita memiliki perfect zone masing-masing, tidak sama dengan orang lain, sehingga learning zone juga berbeda-beda. Yusuf juga awalnya dimulai dari comfort zone ketika dia diberi coat of many colors. Setelah itu kita tahu proses-proses yang dialami Yusuf hingga dia jadi penguasa Mesir.

Setelah Yusuf meninggal pun bangsa Israel masuk lagi dalam learning zone, ditindas, dll, sehingga mereka harus keluar dari Mesir, keluar dari comfort zone mereka. Jangan sampai perfect zone orang lain kita gunakan sebagai comfort zone diri kita. Apapun yang kita alami, cari tahu apakah engkau berada di comfort zone, learning zone, testing zone, atau perfect zone? Ketika engkau nyaman berada di dalam perfect zone, lama-lama itu bisa menjadi comfort zone dan akhirnya bisa mati rohani.

Daud ketika sudah masuk dalam perfect zone dan dia akhirnya nyaman di perfect zonenya, itu menjadi comfort zone, dan sehingga ketika suatu saat ada peperangan, dia tidak ikut berperang, dan akhirnya dia jatuh dalam dosa. Hati-hati dengan perfect zone yang menjadi comfort zone.

Untuk masuk dalam perfect zone dibutuhkan kerendahan hati dan Tuhan sendiri. Tinggal dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, sekalipun engkau berada di learning zone, itu tidak lebih berat dari kemampuan kita, karena kuk yang dipasang itu enak. Belajar untuk tidak menyamankan diri dengan perfect zone.


By: Ps. Pendy Sofian

Waktu hari Selasa kemarin Tuhan beri mimpi kepada ama, di gereja ini tidak ada atap, tapi Tuhan turun dari atas. Tuhan berkata kalau Dia tidak datang secepat itu, tapi artinya berkat akan segera datang dalam hidup kita, uang itu akan segera datang, tapi ingat, jangan berubah setia, jangan berubah hatimu sama Tuhan. Untuk cowok, engkau harus hati-hati, nanti akan ada yang "iseng", dan kalau engku tidak siap, berkat itu akan menghancurkan kehidupanmu. Untuk para istri, doakan para pria, karena tidak ada satu laki-laki pun kebal hal tersebut kecuali benar-benar takut akan Tuhan.

Berkat itu sudah di depan mata, tapi ada 4 hal yang harus kita perhatikan:
1. Kerendahan hati, jangan sombong
Tuhan mau bentuk kita agar tidak sombong ketika punya banyak uang, karena banyak yang sombong ketika berhasil, banyak uang, sehingga Tuhan mau proses agar kita memiliki kerendahan hati. Semua itu karena Tuhan, dari Tuhan.
2. Ketaatan, nurut sama Tuhan
Ngerti ataupun tidak, pokoknya nurut saja. Bagian kita adalah nurut, taat pada Tuhan.
3. Jangan kecewa
4. Kerukunan, kesehatian
Kalau ada kerukunan, kesehatian, maka Tuhan akan mencurahkan berkat di sana. Kalau rumah tanggamu selalu ribut, kantormu ribut, percayalah berkat itu tidak akan dialirkan dalam lingkunganmu itu. Untuk rukun, harua ada yang mengalah kalau memang harus mengalah agar hidup rukun. Tanpa kerukunan, tidak akan ada berkat.

Kalau engkau belum diberkati, coba cek 4 hal tersebut apakah ada yang kurang.

Jangan kecewa. Ini adalah pesan Tuhan untuk gereja-gereja Tuhan hari-hari ini. Banyak hal yang tidak baik terjadi kalau ada kekecewaan. Kekecewaan itu muncul ketika ada jarak antara kenyataan dan pengharapan, mengharapkan A, yang terjadi B.

Kekecewaan itu sangat-sangat tidak baik dalam hidup kita.

Mazmur 31:9-10
9: (10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.
10: (11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.

Ketika itu Daud sedang berada di puncak, sedang dielu-elukan karena telah mengalahkan Goliat, tapi setelah itu tiba-tiba dia harus "jatuh" padahal tidak ada kesalahan yang dilakukan Daud sehingga menjadi buronan.

Ketika engkau kecewa, jiwamu itu akan merana, pikiranmu jadi kacau, perasaan jadi kacau, galau. Kekecewaan itu merusak jiwamu. Ketika engkau kecewa, engkau tidak akan bisa berpikir dengan baik. Tidak hanya merusak jiwa, tubuh jasmanimu pun juga dirusak ketika engkau kecewa.

Ada banyak hal yang terjadi ketika engkau kecewa / sakit hati:
1. Marah selama 5 menit membuat sistem imun turun dan depresi 6 jam
2. Menyimpan dendam dan kepahitan, sistem kekebalan tubuhmu mati.
3. Jika kita serign membiarkan diri kita stress, marah, akan terjadi gangguan pencernaan.
4. Jika sering merasa khawatir, akan mengalami nyeri punggung
5. Tersinggung, insomnia
6. Kebingungan, gangguan tulang belakang bawah
7. Ketakutan berlebihan, penyakit ginjal
8. Berpikir negatif, dispesia (siulit mencerrna)
9. Marah, hepatitis
10. Apatis, penurunan kekebalan tubuh
11. Menganggap remeh persoalan, diabetes
12. Sering merasa kesepian, berkurangnya memeori dan fungsi kontrol tubuh
13. Bersedih dan rendah diri, leukemia

80% penderita kanker punya 1 hal yang sama, yaitu kepahitan.

Di perjanjian baru ada beberapa kali ditulis kata kecewa, dan ada kata-kata yang digandeng oleh kata kecewa, yaitu menolak Tuhan. Seperti ketika Tuhan Yesus ngomong dengan Yohanes, berbahagialah yang tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan. Tuhan Yesus juga memperingatkan itu kepada para murid, karena di depan akan ada yang menyesah, menyakiti para murid dll dan menganggapnya itu sebuah ibadah. Tuhan peringatkan itu, jangan kecewa dan menolak Tuhan.

Belajar ambil keputusan dalam hidupmu, lepaskan kekecewaan, tidak ada sesuatu yang baik terjadi kalau engkau hidup dalam kekecewaan. Kekecewaan itu tidak muncul ketika di posisi baik, tapi seringkali itu muncul ketika kita berada di bawah, ketika kita harus belajar.

Roma 8:28
28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tuhan tidak berjanji kalau semua yang engkau alami akan baik, tidak ada sakit hati, kekecewaan, dll, tapi yang Tuhan janjikan kalau engkau mengasihi Tuhan, apapun yang terjadi itu akan mendatangkan kebaikan untukmu. Bahkan Tuhan Yesus tidak bisa naik ke kayu salib kalau tidak ada pengkhianatan Yudas. Suatu saat bisa ada orang yang seperti Yudas masuk dalam hidupmu, tapi engkau tidak boleh kecewa. Ketika Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya di Mesir, Yusuf masih "mengerjain" mereka, dipenjara dahulu, dll. Kalau tidak ada istri Potifar, Yusuf mungkin hanya jadi managernya Potifar. Dalam hidup kita, bukannya Tuhan jahat, tapi itu sebenarnya untuk mendatangkan kebaikan dalam hidupmu.

Jangan kecewa. Kalau Yusuf kecewa dengan saudara-saudaranya, dia tidak akan kerja di rumah Potifar dengan baik, dia tidak belajar apapun. Justru di rumah Potifar dia belajar manajemen, dia belajar memimpin anak buah, belajar bahasa dan tulisan Mesir. Seringkali kejadian tidak enak dalam hidup kita itu karena Tuhan ingin kita belajar banyak hal. Penjara Yusuf bukanlah penjara sembarangan, tapi dia berada di penjara khusus tahanan raja. Raja tidak mengurusi tentang maling ayam atau hal-hal kecil, dan yang masuk dalam tahanan raja itu artinya orang besar dan berpengaruh dan raja yang memasukkan tahanan ke situ, karena tahanan khusus raja, tapi di sanalah dia belajar tentang politik Mesir, belajar sikapnya Firaun, karena dia bertemu pada orang-orang yang memang biasa berhadapan dengan Firaun. Yusuf tidak pernah kecewa sama Tuhan, dan kita bisa lihat bagaimana Tuhan menyertai Yusuf.

Penyertaan Tuhan dalam hidupmu bukan berarti hidupmu akan selalu enak. Penyertaan Tuhan untuk Yusuf itu membuatnya masuk ke sumur, masuk ke penjara, tapi penyertaan Tuhan itu tidak lepas dari hidup Yusuf hingga dia masuk dalam destiny yang terbesar di zaman itu. Tetaplah percaya semua itu baik. Kalau ada yang tidak enak terjadi dalam hidup kita, itu adalah masa dimana Tuhan didik engkau. Jangan kecewa, karena itu menggagalkan semua rencana Tuhan di hidupmu. Seringkali yang tidak fair itu kecewanya dengan manusia tapi yang jadi korban, yang ditolak adalah Tuhan. Kalau engkau sekalipun tidak bisa melihat tangan Tuhan, percayalah pada hati Tuhan.

Bagaimana caranya agar tidak jadi kecewa? Jangan mengandalkan manusia. Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia. Ketika engkau mengandalkan manusia, ketika kita mengandalkan pertolongan manusia siapapun itu, entah orang tua, saudara, pendeta, nabi Tuhan, dll.  Jangan pernah mengandalkan manusia, jangan pernah berharap pada manusia. Taruh pengharapanmu pada Tuhan! Tuhan bisa tolong hidupmu dengan berbagai macam cara.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 18 April 2016

AOC BANDUNG
18 APRIL 2016

By: Pdt. Tjinarko

Kuasa kebangkitan itulah yang mengalahkan maut. Bahkan kuasa kebangkitan Yesus itulah yang juga ditakutkan iblis. Ini memberikan kemenangan untuk manusia, memberi jaminan yang pasti, membuat pemulihan.

Yohanes 20:19-23
19: Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20: Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 
21: Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
22: Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Di ayat 21 dikatakan kalau Tuhan berikan SHALOM (damai sejahtera).

Kuasa kebangkitan bukan hanya memberikan kekuatan. Angkau 5 dalam huruf Ibrani itu Ha, Hashem. Kalau rumahmu ada Tuhan, pasti ada kehidupan. Yesus tahu murid-muridNya selama mengikutinya bukan melihat yang kekal, tapi melihat apa yang ada di sekitarnya. Kita dilahirkan di dalam roh, mati di salam roh. Seseorang yang punya iman tidak akan takut apapun yang akan terjadi. Kalau engkau takut, itu adalah jendela dimana iblis bisa lemparkan panah. Bagaimana caranya agar tidak kena? Baca Firman! Miliki keintiman dengan Tuhan agar ketakutan itu disingkirkan dalam hidupmu.

Ketika engkau menjadi orang-orang percaya, jangan mudah putus asa!

Filipi 4:13
13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Kalau engkau berada di suatu situasi yang tidak mungkin, itulah yang namanya korban. Kalau belum sakit, ya bukan korban. Thomas diberikan shalom agar tidak mudah putus asa. Mungkin di tengah perjalanan ada jalan buntu, jangan putus asa! Ada yang namanya terobosan, itu menarik jiwa-jiwa dari tangan iblis, dan terobosan dalam melewati musuh. Kalau dalam usaha, bukan terobosan, tapi Tuhan buka jalan untuk mengembang ke kiri dan ke kanan. Ketika Tuhan membuka pintu, tidak ada yang bisa meutup, dan sebaliknya. Dalam hidup kita itu namanya chronos, tapi di dalam itu ada kairos demi kairos, kesempatan demi kesempatan.

Yesus ingin menguatkan murid-muridNya. Kenapa di Alkitab sering angka 40? Kenapa angka 40 Yesus baru ke surga? Angka 4 itu bahasa Ibrani dalet, artinya pintu. Ada pintu berkat, kutuk, kematian, kehidupan, tinggal mau ke pintu mana? Kita bersama Yesus ke pintu berkat, pintu kehidupan.

Memberikan kekuatan di dalam kekecewaan. Kejahatan manusia (Yudas) diizinkan Tuhan untuk menggenapi rencanaNya. Ketika melihat Yesus mati, Yudas kecewa, dia buang 30 keping uang perak, itulah uang harga budak. Setelah itu Yudas gantung diri, dan sampai hari ini tanah di sana tidak ada bangunan apa-apa. Kekecewaan murid-muridNya itu ketika melihat Yesus mati. Orang kalau kecewa kepada apa yang dia imani, sangat mencintai apa yang dia sukai, akhirnya akan muncul kebencian yang sangat kuat. Petrus ketika itu kecewa, dan dia pergi menangkap ikan, lalu Yesus datang, bertanya apakah ada lauk. Lalu Petrus menangkap ikan 153 ikan, 1 = Aleph, 5 = Ha, 3 = Gimmel, atau kalau diartikan secara terpisah adalah Allah memberikan berkat, atau dalam bahasa Ibrani 153 Aku adalah Elohim (Allah). Seringkali kita menginginkan sesuatu rencana yang baik tapi tiba-tiba terjadi yang tidak baik, itu Tuhan izinkan untuk memproses kita. Seringkali kita menjadi kecewa karena hal tersebut, padahal sebenarnya ada rencana Tuhan, dan ada hal yang mungkin tidak baik yang mau Tuhan hindarkan dari hidup kita.

Seringkali ketika kita mengalami yang tidak enak, engkau akan kecewa, marah, berkata kenapa seperti ini, kenapa ini, kenapa itu, kenapa Tuhan, kenapa seperti ini, dll. Tuhan itu punya rencana yang luar biasa yang seringkali belum bisa kita mengerti, tapi itu demi kebaikan. Kita diutus meneruskan visi Tuhan, belajar melakukan apa yang Tuhan mau. Singkirkan rasa takut, keputusasaan, dan kekecewaan dalam hidupmu! Kuasa kebangkitan memberikan jaminan kepastian! Shalom itu Tuhan berikan untuk kita!


By: Ev. Daniel Krestianto

Tuhan mau untuk kita next level. Kita tidak seperti biasa, kita beri persembahan korban. Korban. Sesuatu yang keluar bukan karena kebiasaan, tapi benar-benar karena kita mengasihi Tuhan, ketaatan. Jangan sampai kita kehilangan kairos. Ambil dan tangkap. Jangan sampai pelajaran ini hanya berlalu, tangkap dan jadilah pelaku-pelaku Firman. Yang tidak pergi ke NTT, benar-benar dukung doa! Jangan hanya jadi penonton, ayo ikut ambil bagian. Lakukan dalam ketepatan, jadi bendahara-bendahara Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -