Ibadah Minggu IFGF Palembang, 28 Febuari 2016 (Ev. Iin Tjipto)

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
28 FEBUARI 2016

By: Ev. Iin Tjipto

Seringkali ketika pernikahan terjadi, yang laki-laki ingin mengubah yang wanita, dan juga sebaliknya, yang wanita ingin mengubah yang laki-laki sekalipun tidak saling mengatakan, tapi secara tidak sadar seringkali hal ini terjadi, dan itu bisa membuat kefrustasian yang luar biasa. Padahal seharusnya saling melengkapi, bukan saling mengubah. Ada value, ada kekuatan besar dalam kepribadian masing-masing. Pasangan suami istri tidak disatukan untuk saling mengubah, tapi saling melengkapi.

Janji yang pernah engkau dapat dari Tuhan, sekalipun banyak yang engkau lupa, Tuhan itu tidak lupa. Tuhan ingat dengan semua janji sekalipun engkau banyak melupakan janji yang Tuhan berikan. Mungkin baru 20% yang engkau ingat atau 20% yang baru tergenapi, tapi Tuhan tidak pernah lupa.

Tuhan mau bawa setiap kita naik lebih dari yang pernah kita alami. Tapi sampai nanti akhir tahun bukannya Tuhan berhenti mengangkat kita, tapi Tuhan akan tetap mengangkat kita. Seringkali kita tidak mengerti bagaimana cara Tuhan mengangkat kita, dan mungkin kita sepertinya diangkat pelan-pelan ke atas, tapi ingat ada juga cara lain. Bola itu kalau mau terbang tinggi juga dengan dibanting dahulu ke bawah baru naik ke atas dengan tinggi.

Ada penglihatan kalau ada beberapa di antara kita, Tuhan itu seperti beri kita 1 tangan, kita seperti sangat kecil dan kita pegangan dan bergelantungan di tangan itu, dan dengan cara itu Tuhan membuat kita sangat melekat. Ada yang takut, takut jatuh, takut habis, tapi dengan cara itu juga Tuhan buat agar kita melekat kepada Tuhan.

Setiap kali seseorang diangkat sangat tinggi, baik di keuangan, pemimpin pujian, hamba Tuhan, ada yang jatuh. Semakin tinggi, anginnya akan semakin kencang, dan akan makin banyak serangan, makin banyak panah berapi ketika engkau higher than ever. Tapi selama engkau mencintai Tuhan dan membuat hidupmu menjadi mezbah, maka engkau tidak akan jatuh, sekalipun engkau terluka atau kena pukul, tetapi engkau tidak akan jatuh. Sekalipun engkau jatuh, engkau tidak akan tergeletak karena Tuhan akan menopang kita dan mengangkat kita higher than ever.

Ini yang jadi pesan Tuhan untuk kita, yaitu ini waktunya kita take over kota! Tahukah engkau Tuhan mau beri kota ini untuk kita, dan kota ini memang milik kita? Ini waktunya take over kota! Kota ini benar-benar berada di persimpangan. Kota ini akan menjadi kota metropolitan dengan semua kemewahan, kemegahan, tapi satu sisi iblis merencanakan kota ini menjadi kota kenajisan, maksiat, huru-hara, dan semua pesta pora duniawi. Di 2 sisi inilah, Tuhan sangat mau memberkati kita sangat sebentar lagi, tapi untuk itu, Tuhan mau patok hati kita untuk masuk di mezbahNya.

Tuhan mau kita masukkan semua nilai dan value Tuhan tentang kasih, tentang keintiman dengan Tuhan, tentang kedalaman, ketaatan, melekat dengan Tuhan, tentang berjalan dengan Tuhan, tentang kebenaran kepada seluruh gereja dan seluruh kota ini, dan itulah cara men-take over kota! Itulah caranya, dan dimulai dengan membawa hati mereka kepada Tuhan. Buat acara-acara untuk men-take over kota! Tidak ada yang susah asal engkau rindu, doakan. Sudah waktunya, tapi tinggal engkau sepakat! Bagian kita adalah memfasilitasi. Sesuatu sedang bergerak, hati Tuhan adalah mempercayakan kota ini kepada kita. Korban yang engkau letakkan di taman inilah yang membuat Tuhan meletakkan cintaNya, lawatanNya dari tempat ini ke seluruh kota.

Apa yang paling suka? Jiwa-jiwa, lebih dari apapun. Dia mati untuk jiwa-jiwa! Tuhan sangat ingin datang yang kedua kali, karena jumlahnya belum cukup. Ini masa transisi, apakah engkau mau men-take over kota atau engkau biarkan dan engkau kehilangan.

Hari-hari ini kita melihat hamba Tuhan jatuh. Siapa yang bisa menjaga kita tetap berkenan, melekat, dan sungguh sungguh kepada Tuhan kalau bukan Tuhan sendiri?
Daniel adalah orang yang luar biasa. 4 raja berganti dan dia tetap berdiri dengan kokoh. Daniel melewati masa demi masa, jebakan demi jebakan, ujian demi ujian, dan dia tetap berdiri. Pelajari Daniel dan miliki roh yang luar biasa, maka engkau akan tetap berdiri dan engkau akan diangkat di awan-awan.

BERDIRI DI HADAPAN RAJA

Ada rencana Tuhan yang besar atas hidup kita, Tuhan mau angkat kita higher than ever, tapi persiapkan dirimu.

1.
Semakin engkau mau menjadi besar, roh hineni dan melayani harus makin kuat dalam hidup kita. Ada yang mau diangkat Tuhan tapi tidak ada roh hineni dan roh melayani, sehingga belum apa-apa sudah jatuh. Kalau engkau mau berdiri di hadapan raja, tanamkan, lebih berbahagian melayani daripada dilayani. Sampai kapanpun miliki hati yang melayani. Kalau engkau mau melayani Tuhan, tapi tidak bisa melayani suami, istri, teman, mertua, orang tua, engkau bohong besar.

Daniel 1:1,3
1: Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
3: Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

Kenapa harus dibawa dan dipilih dari keturunan bangsawan? Daniel itu dipisahkan dari keluarganya, diambil di usia 12-15 tahun, tapi dia sudah menguasai sangat banyak. Raja tahu yang dididik dan belajar banyak adalah keturunan bangsawan. Biar bagaimanapun ada bibit bebet bobot.

Kenali bibitmu, urusi dan bawa di hadapan Tuhan. Lihat kelebihan dan kelemahan dirimu sendiri, kalau engkau tidak kenal ini, engkau tidak akan bisa maksimal. Banyak yang bibitnya ajaib tapi belum mengenal bibitnya.

Bebet ini artinya lingkungan, pilihan-pilihanmu, misal memilih sekolah apa, pasangan siapa, gereja mana, bapak rohani siapa. Banyak yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Seberapa engkau memaksa diri? Belajar memaksa diri untuk mengupgrade hidupmu. Otakmu juga harus diupgrade. Paksa dirimu! Upgrad tarian, caramu kerja, hitunganmu, baca buku setiap hari.

Bobot. Dalam hidup kita setiap hari, setiap tahun, Tuhan akan timbang. Tanpa engkau sadar, ada timbangan di depanmu, dan itu menunjukkan bobotmu. Kalau hari ini Tuhan timbang engkau, apakah Tuhan dapati kurang dan didapati terlalu ringan? Banyak yang berpikir sudah melayani tapi didapati terlalu ringan. Ketika engkau berdiri di panggung, masalahnya bukan ketika di panggung, tapi berapa harga yang engkau bayar ketika engkau berada di tempat yang tidak ada orangnya. Seberapa engkau berdampak, itu bobot.


2.
Daniel 1:4
4:  yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Seimbangkan antara yang rohani dan jasmani. Apa yang harus engkau seimbangkan? Untuk engkau berdiri di hadapan raja, engkau harus memahami berbagai-bagai hikmat. Kalau engkau kekurangan hikmat, mintalah. Kalau engkau tidak mengejar hikmat seperti mengejar emas, engkau tidak akan bisa mendapatkannya. Hikmat akan membuatmu mengerti keadaan zaman. Hikmat akan membuatmu mengerti mimpi dan penglihatan. Hikmat akan membuatmu dimanapun bisa memiliki cara yang ajaib. Belajar banyak hal! Ketika engkau tidak suka sesuatu, otakmu itu akan memblok hal tersebut.

Pengetahuan banyak, bisa engkau pelajari, tapi engkau juga perlu pengertian, dan dengan pengertian itu engkau bisa mengerti orang lain, mengerti banyak hal, mengerti zaman, mengerti Tuhan. Banyak orang yang tidak mengerti kalau Tuhan sudah beri tanda-tanda, sudah beri "sinyal". Kalau engkau sudah tidak bisa merasakan hadirat Tuhan ketika pelayanan, itu bahaya besar. Banyak orang sudah tidak bisa meraakan hadirat Tuhan ketika pelayanan, dan itu alarm yang sangat berbahaya. Seandainya engkau mengerti Tuhan, engkau akan teriak dan nangis berbalik kepada Tuhan.

Kalau engkau sudah bermasalah dengan orang sekeliling kita, misal dengan anak, suami, orang tua, saling menyakiti atau saling disakiti, itu adalah alarm, artinya ada yang tidak beres dengan kita.

Kain marah dan dosa sudah mengintip di ambang pintu, Musa marah membuatnya tidak bisa masuk dalam tanah perjanjian, Uza marah membuatnya terkena kusta, Saul marah membuatnya kerasukan. Marah adalah batas terakhir sebelum engkau keluar dari hadirat Tuhan dan dosa mencengkram hidup kita. Untuk mengerti kalau engkau marah, engkau butuh roh pengertian. Yunus marah, dia orang plegmatis, dan marahnya tidur. Orang sanguin marahnya tertawa banyak hal. Orang melankolis marahnya nangis. Orang koleris, marahanya teriak, lempar barang. Marah itu adalah batas terakhir sebelum itu mencabik hidupmu.


3.
Daniel 1:8-9
8: Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
9: Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;
Daniel berketetapan tidak menajiskan diri dengan semua kenikmatan raja. Ada yang kenikmatannya menonton, mengobrol, makan, main game. Tiap orang memiliki kenikmatannya sendiri, tapi coba jujur, cek dirimu, karena itu bisa membuatmu kehilangan banyak hal.

Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan hari ini:
1. Take over kota
2. Bibit bebet bobot
3. Waktunya belajar, kejar hikmat, pengertian, destiny
4. Waspada dengan setiap kenikmatan

Daniel dari generasi demi generasi tetap berada di puncak dan tidak pernah turun.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 22 Febuari 2016

AOC BANDUNG
22 FEBUARI 2016

By: Ps. Robert Lie

Tuhan akan buat perbedaan yang signifikan. Perbedaan apa? Antara yang mencintai Tuhan dengan yang tidak. Do you really love Him? Dari perbuatanmu, hidupmu, akan terlihat apakah engkau mencintai Tuhan atau tidak.

Ada 2 hal ciri orang yang mencintai Tuhan:
1. Hatinya melekat dengan Tuhan
2. Bertekad untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan dalam semua aspek hidupnya.

Mazmur 91:14-16
14: "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
15: Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
16: Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku"

Banyak yang hanya mencintai pelayanan, tapi hatinya menjauh dari Tuhan, tidak melekat dengan Tuhan. Kalau engkau sudah melekat dengan sesuatu, ketika engkau mau melepaskannya, pasti akan ada kerusakan. Contoh ketika seseorang berpacaran, lalu putus, pasti ada rasa sakit. Hati kita dengan hati Tuhan, kalau kita melekat dengan Tuhan dan suatu saat lepas dari Tuhan, hatimu akan menjadi terluka. 

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kalau hati yang sudah rusak itu tidak bisa diperbaiki lagi, hanya bisa diganti dengan hati yang baru. Tidak ada yang bisa memulihkan hatinya sendiri kecuali digantikan dengan hati yang baru oleh Tuhan. Ibaratnya engkau melekat dengan Tuhan, dan lemnya adalah karunia Roh Kudus, dan ketika itu terlepas, itu adalah masa yang rawan, karena kalau terlepas, masih ada sisa-sisa "lem" di hidupmu, dan debu kotoran bisa menempel, dan kalau sudah menmpel, tidak bisa lagi dibersihkan.

Melekat dengan Tuhan pun perlu waktu, hingga engkau di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Seperti dua benda yang dilekatkan dengan lem, itupun butuh waktu untuk benar-benar melekat, dan sekalipun melekat sebentar, masih bisa terlepas, dan lem nya itu masih basah. Banyak yang baru mengalami Tuhan, tapi sudah merasa sombong, tidak butuh Tuhan lagi, dan akhirnya engkau terlepas dan kotoran itu menempel di hatimu, hatimu terkontaminasi dan engkau tidak akan bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Kalau engkau tidak melekat dengan Tuhan dan engkau melekat dengan yang duniawi, hati-hati. Banyak pelayan Tuhan yang melayani Tuhan tapi masih memiliki keterikatan dunia.

1. Melekat itu adalah sesuatu hal yang sangat serius
2. Engkau harus memperhatikan dirimu melekat dengan apa, dengan Tuhan atau dengan yang duniawi
3. Setiap orang percaya harus melekat dengan Tuhan, tidak ada kompromi

Apa yang engkau peroleh kalau engkau melekat dengan Tuhan?

Mazmur 91:14-16 (AMP)
14: Because he has set his love upon Me, therefore will I deliver him; I will set him on high, because he knows and understands My name [has a personal knowledge of My mercy, love, and kindness-trusts and relies on Me, knowing I will never forsake him, no, never].
15: He shall call upon Me, and I will answer him; I will be with him in trouble, I will deliver him and honor him.
16:With long life will I satisfy him and show him My salvation.

1. Diluputkan Tuhan dari segala macam musibah
2. Dibentengi Tuhan
Dalam perjanjian lama, ada sebuah aturan, kalau engkau membunuh seseorang, dan engkau masuk ke kota perlindungan, tidak ada yang boleh membunuhmu. Kalau engkau keluar dari batas perlindungan Tuhan, engkau akan diserang setan
3. Doamu dijawab Tuhan
4. Disertai dalam kesesakan
Tuhan tidak pernah janji tidak ada proses dalam hidupmu. Proses boleh datang tapi ada penyertaan Tuhan senantiasa. Yusuf sekalipun di tempat yang paling rendah, dia tetap disertai Tuhan.
5. Dikenyangkan Tuhan
Semua berkat dibuat full dalam hidupmu, bahkan sampai berkelimpahan.

Ada yang berpikir kalau pelayanan itu melekat dengan Tuhan. Tapi pengertian yang benar mengenai melekat dengan Tuhan adalah:

1. Melekat artinya tidak terpisahkan
Kemanapun engkau ada, ada Tuhan di situ. Hidupmu tidak akan terpisahkan dengan Tuhan. Kemanapun Tuhan bergerak, engkau tahu Tuhan bergerak kemana.

Filipi 1:20
20: Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Orang lihat engkau, orang melihat Kristus dalam hidupmu. Banyak yang hanya ketika pelayanan terlihat seperti Kristus, tapi di luar itu tidak. Kalau orang lihat hidupmu tapi belum melihat Kristus, artinya engkau belum melekat dengan Tuhan. Semua gereja itu sempurna, tidak ada cacat, tapi karena ada kita, makanya gereja itu tidak sempurna.

Hidup kita adalah pesan kita untuk orang lain. Kehidupan kekristenan yang sebenarnya bukan ketika pelayanan, tapi ketika engkau difitnah, dikecewakan, dll. Hidup kita seperti surat yang terbuka dan dilihat oleh banyak orang. Ketika orang lain lihat "suratmu", apakah orang itu akan melihat Tuhan atau tidak? Dalam kehidupanmu sehari-hari adalah identitasmu yang sesungguhnya. YOUR LIFE IS YOUR MESSAGE. Jangan serupa dengan dunia, tapi berubahlah.

Roma 8:35
35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasa atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Kalau hatimu melekat dengan Tuhan, tidak akan ada yang bisa memisahkan engkau dari Tuhan, entah penindasan, kesusahan, dll.


2. Tidak ada jarak antara engkau dengan Tuhan
Tangan Tuhan tidak kurang panjang, telingaNya tidak kurang lebar untuk mendengar doamu, tapi yang membuatmu berjarak adalah dosamu. Yang berkata tinggal di dalam Yesus artinya tidak berbuat dosa lagi. Terkadang doa kita tidak dijawab karena ada dosa tersembunyi yang menjadi penghalang. Dosa itu artinya meleset dari sasaran. Ketika hidupmu meleset dari sasaran Tuhan, keluar dari destiny yang Tuhan tetapkan dalam hidupmu, itu artinya dosa.

Matius 7:21-22
21: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22: Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Kenapa Tuhan tidak kenal? Karena mereka meleset dari yang ditetapkan Tuhan, mereka melakukan keinginannya sendiri. Tuhan Yesus pun hampir meleset dari kehendak Bapa ketika Dia berdoa di Getsemani untuk melalukan cawan itu, tapi Dia ingat dan sadar kehendak Bapa di surga, karena itu Dia berkata bukan kehendakKu yang jadi, tapi kehendakMu.


3. Dapat menikmati hadirat Tuhan secara nyata karena kita sudah menjadi satu dengan Dia
Engkau bisa merasakan hadirat Tuhan dimanapun engkau berada. Kalau engkau melekat, engkau pasti tahu kehadiran orang yang engkau cintai. Di level yang lebih dalam lagi, kemanapun engkau pergi, orang bisa merasakan hadirat Tuhan. Kalau engkau melekat dengan Tuhan, engkau akan punya kepekaan mengenai kapan Dia hadir, dll.


4. Punya hubungan / komunikasi yang sangat intim
Kalau engkau melekat dengan Tuhan, Dia itu pasti berbicara setiap hari. Orang yang melekat dengan Tuhan itu pasti memiliki komunikasi yang baik dengan Tuhan.


Apakah engkau benar-benar sudah melekat dengan Tuhan?
Sudahkah engkau memberi waktumu secara konsisten kepada Tuhan? Banyak yang hanya tahu Firman, tapi tidak membuat keputusan untuk mendekat dengan Tuhan, melakukan Firman Tuhan. Tidak cukup hanya mendengar dan merenungkan, engkau harus membuat keputusan, bertekad untuk mendekat pada Tuhan. Caranya bagaimana? Ya berdoa dan baca Alkitab terus-menerus.Jangan pernah menunda-nunda apapun, lakukan dengan setia.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 21 Febuari 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
21 FEBUARI 2016

By: Ps. Pendy Sofian

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Yang pertama kali Tuhan benahi dalam pemulihan / pembaruan Israel adalah mengenai hati, Tuhan berikan hati yang baru. Tuhan tidak tiba-tiba memberkati bangsa Israel, atau musuhmya tiba-tiba kalah, bukan mengenai hal apapun yang dari luar, tapi Tuhan memulihkan hati bangsa Israel terlebih dahulu. Sama seperti hidup kita, sebelum pembaruan / pemulihan yang lainnya, Tuhan benahi hati kita terlebih dahulu.

Hati dalam bahasa Inggris adalah heart dan artinya adalah jantung, bukan hati /liver. Jantung itu organ tubuh yang sangat vital dan sangat mempengaruhi hidup mati seseorang. Selama jantungnya masih hidup dan berdetak, dokter tidak menyatakan pasien itu mati sekalipun mungkin organ lain rusak, tapi justru sebaliknya kalau organ lainya masih bagus sekalipun tapi kalau jantungnya berhenti berdetak / mati, artinya orang itu mati. Jantung itu yang menentukan apakah engkau hidup atau mati.

Kenapa perkara hati menjadi sangat penting dan bagi bangsa Israel sebelum mengalami pemulihan? Untuk mengubah yang di dalam hati ini tidak mudah, masalah hati perlu keputusan dari masing-masing orang, tidak bisa dipaksa Tuhan, engkau mau hatimu jahat, sombong, dll, Tuhan tidak pernah larang, tapi semuanya tetap ada konsekuensinya.

Hati ini adalah sesuatu yang sangat vital. Tuhan mencabut jabatan raja dari Saul karena perkara hati. Saul tidak bisa percaya 100% pada perkataan Tuhan melalui nabiNya. Kenapa Daud yang diangkat menjadi raja? Modal pertama yang dimiliki Daud adalah karena hatinya. Daud bukan orang yang diurapi pada awalnya, tapi ketika Tuhan melihat hati Saul berubah dan Tuhan menemukan hati yang bisa diangkat sebagai raja, Tuhan menemukan Daud, sekalipun di dalma perjalanannya Daud lebih jahat dibandingkan Saul. Daud memiliki hati yang bisa diajar, hati yang haus dengan Firman, hati yang bisa dididik Tuhan.

Ketika Tuhan bisa menemukan hati yang baik dalam hidup kita, perkara apapun yang lainnya Tuhan bisa berikan dengan mudah, tapi yang pertama kali harus dibereskan adalah perkara hati. Ketika engkau isa mengalami hati yang baru, engkau akan bisa mengalami pemulihan yang dari Tuhan.

Yehezkiel 36:26-27
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27: Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Hati itu seringkali digambarkan sebagai tanah. Seperti perumpamaan yang Tuhan Yesus berikan mengenai perumpamaan tentang penabur, semua benih yang ditaburkan adalah benih yang sama, orang yang sama, caranya sama, tapi hasilnya yang berbeda. Apa yang mebedakan? Tanahnya yang berbeda. Kenapa ada orang yang mengalami Firman, ada yang lambat mengalami, ada yang tidak? Yang membedakannya adalah hati kita semua. Ketika Tuhan melepaskan benih berkat, hatimu ini yang menetukan apakah benih itu akan tumbuh dan berbuah. Semakin subur hatimu, semakin cepat benih itu bertumbuh dan berbuah.

Sekalipun bibit / benih yang bagus diberikan, kalau ditanam di tanah yang keras, misalnya di jalan tol, ya tidak akan ada gunanya. Sebelum petani menaburkan benih, ada hal yang dilakukan petani agar tanah itu menjadi subur, yaitu proses pembajakan. Proses membajak itu definisinya proses dimana petani membuat tanah yang tadinya kering menjadi subur, tanah yang tadinya belum siap ditanam menjadi siap ditanam, tanah yang ada di atas menjadi di bawah dan yang di bawah menjadi di atas. Seringkali ketika hati kita dibajak Tuhan, itu sepertinya hatinya diacak-acak, keadaannya dibolak-balik, yang kaya tiba-tiba jadi miskin, yang miskin tiba-tiba jadi kaya, tiba-tiba bermasalah, dll. Seringkali momen ketika engkau banyak masalah itulah momen Tuhan membajak hidup kita. Biasanya, normalnya manusia mencari Tuhan lebih lagi, lebih sungguh-sungguh, bukan ketika engkau diberkati secara ajaib, tapi ketika mengalami masalah yang sepertinya tidak ada solusi lagi, entah masalah keuangan, kesehatan, keluarga, dll.

Tuhan itu bukan Tuhan yang iseng untuk mengerjai kita, tapi Tuhan gunakan momen itu untuk menjadi lebih dekat dengan kita. Sekalipun bangsa Israel sudah melihat begitu banyak mujizat, melihat Tuhan memberi 10 tulah kepada Mesir dan mereka tidak kena, melihat Tuhan membelah padang gurun, melihat kasut tidak rusak ketika di padang gurun, melihat air keluar dari batu, melihat Tuhan mengirimkan burung untuk dimakan, tapi mereka tetap tidak percaya kepada Tuhan sekalipun mereka melihat mujizat yang sangat banyak. Mereka hanya sebatas menjadi saksi mata. Iman bukan timbul dari apa yang dilihat, tapi melalui Firman yang didengar. Ketika bangsa Israel mengutus pengintai, apa yang mereka lihat itu yang menggagalkan iman mereka untuk bisa masuk ke Tanah Perjanjian mereka. Ketika ada orang buta di Yerikho, Bartimeus, ketika dia mengemis di sana, ketika dia mendengar Tuhan Yesus mau lewat, dia langsung berteriak. Dia tidak melihat, tapi imannya bisa timbul. Ketika Gideon dan beberapa orang mendengar apa yang terdengar di perkemahan musuh, iman mereka juga bangkit. Berbahagialah engkau yang percaya sekalipun tidak melihat.

Orang Israel membutuhkan waktu 40 tahun untuk memiliki hati yang percaya di zaman Musa, di zaman Yehezkiel mengalami 70 tahun maa pembajakan.  Kenapa ada yang mengalami masalah demi masalah dan sepertinya tidak selesai-selesai? Semakin engkau nurut dengan Tuhan, semakin lembut hatimu, akan semakin cepat hatimu selesai. Kalau engkau habis berbuat dosa dan Tuhan diam saja, tiu sebenarnya adalah masa yang berbahaya. Kalau engkau mengambil keputusan yang salah dan Tuhan proses, artinya Tuhan itu masih sayang hidupmu.

Ada yang mengalami masalah demi masalah, makin lama masalahnya makin parah, dan ini polanya seperti 10 tulah.

Keluaran 8:15
“Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya -- seperti yang telah difirmankan Tuhan.”

Ini kejadian dimana Tuhan memberi tulah kedua kepada bangsa Mesir. Ketika Firaun mengalami tulah, lalu dia berkata pada bangsa Israel untuk pergi. Lalu mengalami tulah lagi, lalu menyuruh Israel keluar lagi, lalu tulah lagi, dan seterusnya Seringkali hati kita sama seperti Firaun, ketika terjadi sedikit kelegaan dari masalah kita, hati kita mulai berpaling lagi dari Tuhan, dan apa yang terjadi, masalahnya makin lama makin berat yang membuatnya makin mencari Tuhan lagi, lalu ketika terasa kelegaan, mulai berubah lagi, menjauh dari Tuhan lagi.

Kalau engkau melekatkan 2 benda dengan lem, ketika itu dilekatkan, butuh proses / waktu untuk lem itu kering. Seringkali momen kita melekat dengan Tuhan itu ketika mengalami masalah. Tapi belum sempat lem nya kering, kita menjauh lagi dari Tuhan, dan siklusnya terjadi terus-menerus. Lem itu butuh waktu untuk melekat. Seringkali ketika Tuhan menolong hidupmu, mulai muncul jarak antara engkau dengan Tuhan. Tuhan ingin setiap kita melekat dengan Tuhan.

Manusia tidak bisa hidup dengan 2 jantung, harus pilih salah satu. Ketika Tuhan mau memberi hati yang baru, hati yang lama itu harua dilepaskan, baru ditanam hati yang baru. Seperti transplantasi jantung, tidak bisa manusia tetap memiliki jantung yang lama dan jantung yang baru. Pilihannya ya melepaskan hati yang lama, atau tidak menerima hati yang baru.

Yang harus dibereskan:
1. Hati yang keras

Yehezkiel 36:26
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Apakah kita masih memiliki hati yang keras? Kalau masih ada, Tuhan pun tidak bisa paksa untuk mengambil hati yang keras itu, tapi tergantung keputusanmu. Dalam dunia medis, ada stone heart syndrome atau hati yang keras, artinya yaitu terjadi kontraksi yang tidak bisa kembali lagi di pembuluh vena bagian kiri, dan itu gejala awal penyakit jantung. Apa itu pembuluh vena bagian kiri? Itu untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kalau hati kita keras, ketika Tuhan mencurahkan "oksigen", berkat, dll, kita tidak bisa menerima secara utuh apapun yang Tuhan berikan untuk kita. Hati yang keras, itu mengenai kebebalan hati kita untuk nurut pada Tuhan, sudah disuruh tidak dilakukan, dan juga mengenai tidak bisa percaya pada Tuhan. Belajar untuk mulai mengikuti apa yang Tuhan perintahkan / firmankan. Jauh lebih indah untuk engkau mengikuti Tuhan, tidak akan ada ruginya.

Kenapa seringkali kita tidak bisa mengikuti Firman Tuhan? Ya karena ada hati yang keras, merasa tidak perlu doa / puasa. 

2. Hati yang pahit
Ada penglihatan mengenai akar, dan Tuhan berkata, yang paling jahat adalah akar kepahitan. Akar itu tugasnya hanya menyerap, dan selama ada akar yang pahit, Tuhan tidak bisa memberkati hidupmu dengan berlimpah. Kalau akarnya pahit, apapun yang diserap ya akan menjadi pahit. Ketika kita bertemu orang yang memiliki akar pahit, kita ataupun sampai Tuhan berbuat baik, berbuat yang paling baik sekalipun, yang masuk ke hidupnya akan pahit, curiga. Ketika seseorang memiki kepahitan dan Tuhan memberkati dengan berlimpah, ya tetap itu akan menjadi pahit. Tuhan itu sangat sangat mudah memberkati hidup kita, tapi kalau ada hati yang pahit, semuanya akan terasa pahit. Ampuni orang yang mungkin pernah menyakiti hidupmu. Kalau engkau punya akar pahit, ya hidupmu akan tetap berasa pahit. Lepaskan hati yang pahit, terima hati yang baru dari Tuhan.

Yehezkiel 36:25
25: Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.

Kalau tanah yang keras sebelum dibajak akan diberikan air terlebih dahulu agar tproses pembajakan itu menjadi lebih mudah. Kalau hatimu yang keras belum dialiri air dan kemudian hatimu dibajak, itu rasanya akan sakit.

Yehezkiel 36:26-27
26: Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
27: Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Kalau Roh Tuhan ada di dalam kita dan kita di dalam Tuhan, kita akan mudah untuk hidup berdasarkan ketetapan Tuhan.

Yehezkiel 36:28-29
28: “Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.
29: Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu.”
Apa yang engkau perbuat, dibuat Tuhan bertumbuh.

Yehezkiel 36:30-31
30: “Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa.
31: Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji.”

Semua berkat itu akan engkau alami kalau engkau punya hati yang baru.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -