AoC Bandung, 4 Agustus 2014 (Ev. Daniel Krestianto)

AOC BANDUNG
4 AGUSTUS 2014

By: Ev. Daniel Krestianto

Ini bukan sesuatu yang main-main, harus ada kerjasama antara kita dengan Tuhan, karena kalau tidak ada kerjasama dengan Tuhan, ini tidak akan terjadi. Kita harus mengerti, ini zamannya Roh Kudus. Zaman bangsa Israel perjanjia lama, itu Bapa di surga. Ketika Yesus lahir, itu zamannya Tuhan Yesus, dan sekarang, ini zamannya Roh Kudus! Yesus sebelum naik ke surga Dia berkata bahwa Dia akan naik dan Dia akan utus / minta Roh Kudus untuk turun dan itu terjadi. Firman Tuhan berkata ada kepenuhan Roh Kudus, orang-orang dipenuhi yaitu Pentakosta. Itu tidak berhenti hingga hari ini, bahkan janjiNya hari-hari ini pencurahan Roh Kudus secara bear-besaran, hujan awal dan hujan akhir dijadikan satu. Inilah saatnya, inilah waktunya, kita adalah generasi terakhir!

Kita adalah generasi dimana kita akan melihat dan kita akan mengalami yang namanya perjumpaan dengan Tuhan di awan. Kitalah generasi yang akan mengalami Rapture / Pengangkatan. Kiamat masih lama, karena ketika kita diangkat, akan terjadi penganiayaan yang sangat berat 3,5 tahun, dan ketika itu kita di atas. Lalu ada beberapa orang yang dikhususkan untuk turun kembali memerintah bersama dengan Yesus selama 1000 tahun. Setelah 1000 tahun, itu baru ada kiamat, dimana setiap orang akan diadili, akan harus masuk dalam pengadilan tahta suci, dimana Yesus sebagai Hakim. Semua orang harus masuk dan dihakimi satu per satu. Semua Kitab akan dibuka, itu Alkitab dibuka untuk anak-anak Tuhan, untuk agama lain, dibuka juga kitab mereka masing-masing, dan semua akan dihakimi.

Kalau anak Tuhan hidup di dalam Kebenaran, tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalamnya, berarti pribadi ini sudah ada di dalam Yesus, dan pertobatannya bukan hanya laporan pertobatan, tapi pertobatannya sungguh bertobat. Arti bertobat artinya engkau menghadap ke barat, dan ketika engkau bertobat, engkau menghadap ke timur. Kalau masih laporan pertobatan, menghadap ke barat, baru menghadap ke utara, belum ke timur, artinya belum bertobat 100%. Bertobat 100% itu barulah kesalahannya akan dihapus. Ketika pribadi ini menghadap tahta suci, ditayangkan video hidupnya, mulailah dia masuk dalam penghakiman, dan videonya hanya berisi tentang kemuliaan demi kemuliaan, tentang apa yang dia lakukan untuk kemuliaan nama Yesus, dan disitulah dia dikatakan "sabaslah hambaKu yang baik dan setia", engkau masuk surga, dan engkau akan ditetapkan di surga tingkat berapa. Kalau yang ditayangkan itu yang dosa demi dosa, manusia itu tidak bisa menolak gambar tersebut, karena semua yang lain di situ akan melihat apa yang engkau lakukan di tempat yang tersembunyi, dan semua orang bisa melihatnya apa yang telah dilakukannya.

Tuhan itu Maha Adil, tidak usah pusing. Kalau ada yang diangkat tinggi, tidak usah iri, kenapa dia diberkati tapi kita tidak. Lihat dulu hidupmu! Banyak aspek yang menunjang itu semua terjadi, alasannya banyak, karena Tuhan kita itu adil adanya, jadi engkau tidak bisa bandingkan dirimu dengan orang lain. Pandanganmu mungkin orang itu tidak melakukan yang baik, tapi dari pandangan Tuhan itu berbeda, Tuhan lihat juga destiny orang tersebut, dan ujungnya tingkat berapa. Yang kakak adik saja bisa berbeda tingkatannya, apalagi yang lain. Tuhan mempertimbangkan semuanya dengan keadilanNya! Apa yang kita harus kerjakan sekarang? Tujuan kita adalah MARANATHA. Kapan? Tidak lebih dari lima tahun Dia pasti sudah datang di awan-awan. Ketika Dia datang di awan-awan, ini yang namanya luar biasa, karena semua manusia akan terbuka pikirannya, semua manusia akan melihat semua yang tidak masuk di akal, karena Yesus akan berada di awan-awan dengan tinggi seperti manusia, kurang lebih 180-185cm, dan Dia akan datang dengan tinggi seperti itu, semua akan melihat Dia, entah malam atau siang, semua akan lihat kalau Tuhan datang, dan akhirnya dunia akan ribut, akan terjadi kekacauan yang luar biasa.

Apa kriteria untuk diangkat? Kriterianya sebenarnya adalah TOV! Kapan TOV terjadi? Ketika manusia memiliki hati yang bersih dan tulus, bukan kriterianya kaya atau miskin, bukan sukses atau tidak, tapi hati yang dilihat Tuhan, bersih dan tulus. Tidak ada yang bisa menghakimi orang lain, karena hati yang tulus dan bersih itu sangat-sangat tidak kelihatan, yang tahu hanya Tuhan Yesus. Roh Kudus kerjanya apa? Dia akan arahkan pribadi yang mau meresponi dan mempersiapkan diri untuk diangkat di awan-awan, ini tugasnya Roh Kudus, karena itu Roh Kudus dikatakan sebagai Konselor. Konselor kalau di dunia, dia diam, tapi ketika diminta pendapat, baru dia berbicara. Roh Kudus siap untuk mengarahkan dan membimbing siapapun yang MAU minta Dia beracara. Kalau terhadap orang yang sombong, orang yang merasa sudah tahu teorinya, ya Roh Kudus diam.

Perkara keselamatan, hanya dengan jalan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat baru bisa masuk dalam Kerajaan Allah. Sekarang langkah-langkah dalam dunia nyata, bukan hanya kita minta selamat, tapi sebelum itu, kalau ada pengangkatan sebelum kita meninggal, kita diangkat atau tidak? Jadi bukan orang yang sibuuuuuuuuk pelayanan pasti diangkat, belum tentu. Orang yang saat ini berhasil dalam pelayanan, apakah sudah pasti diangkat? Belum tentu. Orang yang punya jemaat hingga ratusan ribu apakah pasti diangkat? Belum tentu! Karena semuanya berbicara tentang pribadi demi pribadi, yang tahu dirimu hanya engkau dan Tuhan sendiri. Apakah hatimu bersih, atau ada kepahitan, ada kecewa dengan Tuhan?

Kecewa apa? Banyak! Tapi kuncinya satu, karena yang diingini tidak tercapai. Tuhan tidak bisa engkau tipu! Engkau bisa berkata begini begini begini tapi hatimu lain. Mungkin orang lain percaya, tapi buat Tuhan berbeda, karena Tuhan lihat hatimu. Ini waktunya kurang dari lima tahun Tuhan akan datang di awan-awan, jangan main-main lagi. Ayo biarkan Tuhan meyelidiki hati kita, hati kita bersih dan tulus, atau apakah sampai hari ini engkau malah tidak percaya kalau Tuhan hidup, tidak percaya kalau Tuhan mengasihi kita, karena diperas Tuhan habis, tapi Tuhan tidak beri apa yang engkau ingini. Kalau engkau tidak diangkat, engkau harus bayar dengan darahmu untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Neraka itu real, penyiksaan itu real, dan setan itu sangat kurang ajar, karena mereka tidak pernah memberi segala sesuatu dengan gratis. Hargamu itu jauh lebih mahal dan jangan buat sampai menjadi sesuatu yang murahan. Kenapa Yesus lakukan semuanya di kayu Salib hingga tetes darahNya yang terakhir Dia berikan untuk kita? Karena Dia ingin kita berkumpul denganNya.

Nikmati setiap proses yang diizinkan terjadi. Bagaimana caranya menikmati? Kalau pikiranmu positif, mengerti kalau ada hal yang indah di ujung prosesnya, tidak marah, tidak komplain, ngucap syukur hingga engkau berkata senang dengan setiap proses. Kalau engkau bisa seperti itu, prosesmu akan semakin cepat selesai! Banyak yang ketika diproses malah marah, komplain, dan setan tertawa, karena prosesnya akan semakin lama. Belajar menyukai proses Tuhan. Engkau  HARUS BISA MENIKMATI PROSES, harus bisa MENGUCAP SYUKUR ketika diproses. Engkau bisa mengucap syukur, hatimu bersih, benar-benar mengucap syukur, engkau akan "gol".

Matius 19:24
24: Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."


Padahal kita temanya TOV, kelimpahan, jadi yang the best, kaya luar biasa, tapi di sini ayatnya berkata seperti itu. Di Israel ad pintu lubang jarum, dan Firman ini berbicara tentang itu, jadi memang pintu lubang jarum itu pintunya kecil, kalau unta mau masuk ke tempat itu, harus dari kepalanya, kakinya, dan badannya juga bisa masuk kalau dipaksa. Kalau tidak melalui proses, kalau orang tidak mau mengalami padang gurun, tidak akan bisa masuk dalam kerajaan Surga! Semua HARUS MELEWATI PROSES, semua harus melewati padang gurun. Tuhan tidak pernah terlalu cepat, namun juga tidak pernah terlambat! Engkau hidup dari kesaksianmu yang dulu, itu salah, karena engkau harus mengalami Yesus setiap harinya, agar imanmu itu tidak goyah sekalipun orang lain mau berkata seperti apapun.

Apapun yang engkau sedang alami, semua sudah ada di schedule nya Tuhan, harusnya kita semua mengerti, jalan keluar sudah ditentukan, jangan sampai kita bingung. Apapun masalahmu, jalan keluarnya itu sudah ada! Kalau jalan keluarnya sudah ada, untuk apa kita khawatir, pusing, goyah imannya? Perkatakan pada dirimu, jiwamu untuk nurut, tunduk! Sebesar apapun masalahmu sudah ada jalan keluarnya! Perkatakan jiwamu, sudah bukan waktunya pakai kekuatanmu sendiri. Kenali Yesus secara pribadi, alami hari demi hari, dan imanmu akan bertumbuh, dan masalahmu juga akan selesai. Ketika di kayu Salib Dia berkata SUDAH SELESAI. Apanya? Semua masalahmu Dia sudah tanggung, percaya, ONLY BELIEVE! Banyak yang ketika memiliki banyak, melekat ke Tuhannya menjadi berkurang. Tapi ketika engkau melekat ke Tuhan lebih lagi, semuanya pasti akan dicukupkan! Apa yang engkau katakan dengan iman, yang tidak ada pun bisa jadi ada!

LORD IS MY PROVIDER. Apa yang engkau katakan, jadi! Jangan pernah goyah, jangan pernah lihat keadaan. Keadaan apapun, kita adalah orang yang mengatasi keadaan. Ini waktunya kesaksian demi kesaksian akan terjadi! Bangkit, dunia boleh berkata apapun, tapi tetap katakan TUHAN itu Tuhan yang luar biasa! Jangan imanmu bergantung dengan orang lain ataupun pasanganmu! Mulai hari ini, engkau sebenarnya bisa menentukan seberapa engkau besok bisa mendapat berkat kalau engkau punya iman dengan sungguh, dari IMAN yang TAK TERGOYAHKAN! Engkau itu orang yang lebih dari pemenang! Jangan marah dengan Tuhan, jangan batasi Tuhan, percaya! Matikan keinginanmu membatasi Tuhan!

CONFESS, perkatakan usahamu, perintahkan, berkat dari manapun datang! Masuk dalam TOV!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 3 Agustus 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
3 AGUSTUS 2014

By: Ps. Robert Lie

Tema: The Lord is My Provider
Pertama kali Tuhan memperkenalkan diriNya sebagai Jehovah Jireh itu di Kejadian 22. Jehovah Jireh tidak hanya tentang uang, tapi Dia jadi penyedia di semua aspek. Terlalu sempit kalau hanya mengenai keuangan, karena itu melingkupi semua aspek dalam kehidupanmu. Tapi kenapa seringkali ini tidak terjadi, hidupnya masih kekurangan, merasa Jehovah Jireh tidak ada.

Kejadian 22:12-14
12: Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
13: Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14: Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Dalam terjemahan NET, sebenarnya Abraham menamai gunung itu Allah Menyediakan, Jehovah Jireh. Ketika Abraham akan menyerahkan Ishak sebagai korban bakaran, kenapa muncul nama Jehovah Jireh? Ini tidak akan pernah terjadi kalau engkau belum melakukan hal ini. Bagaimana caranya mengaktifkan Jehovah Jireh?

Abraham tidak akan pernah bertemu dengan Jehovah Jireh kalau dia tidak membawa anaknya kepada Tuhan, dan untuk Abraham mendapatkan janji Tuhan yaitu Ishak itu tidak mudah, dia menunggu dalam jangka waktu yang lama, yaitu 25 tahun. Setelah dapat Ishak secara mujizat dan tidak ada dasar untuk bisa berharap dan percaya, itupun tidak bisa terulang lagi, Sara mati haid, umur Abraham sudah 100 tahun. Tapi setelah itu, Tuhan meminta Ishak, dan ini hal yang tidak mudah, karena untuk mengalami Jehovah Jireh, engkau harus memberi semua yang terbaik yang engkau punya, hingga engkau tidak memiliki apapun, dan Tuhan akan mendatangimu dan berkata kalau Dia adalah Jehovah Jireh, sehingga engkau tidak bergantung pada apapun selain Tuhan.

Jehovah Jireh tidak akan pernah terjadi kalau engkau tidak memberi semua apa yang engkau punya sehingga engkau hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Kalau engkau tidak bisa melakukan ini dalam hidupmu, jangan berharap kalau Jehovah Jireh akan datang dalam hidupmu. Banyak yang ekspektasinya ingin mengalami Jehovah Jireh, tapi masalahnya apakah engkau mau memberi yang terbaik yang engkau punya untuk Tuhan, apa yang menjadi tumpuanmu selain Tuhan sehingga engkau benar-benar hanya memiliki Tuhan sebagai yang terbaik di dalam hidupmu.

Apakah Tuhan jahat? Tidak! Dia hanya memberi "tes" dalma hidup kita, apakah hati kita melekat pada yang Tuhan beri itu atau tidak.

Dalam Kejadian 22, ada hal yang harus dilakukan Abraham agar dia mengalami Jehovah Jireh.

1. SEGERA MELAKUKAN apa yang Tuhan perintahkan
dengan TEPAT
Kejadian 22:3
3: Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.


Abraham berani menaruh semuanya ke hadapan Tuhan! Dia berani menaruh pengharapan HANYA KEPADA TUHAN, karena itu dia mau mengikuti perintah Tuhan dengan cepat dan tidak menunda-nunda.

Kejadian 22:2
2: Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Ketika dia mendengar Tuhan, besok paginya dia langsung melakukannya, dia tidak ragu, dia tidak bertanya lagi apakah perintah itu benar dari Tuhan atau bukan, dia tidak berdoa puasa dulu untuk benar-benar memastikan semuanya, tapi dia langsung melakukan apa yang Tuhan mau. Jehovah Jireh itu tidak begitu saja, tapi ada harga yang harus engkau bayar, menabur benih! Semua tidak terjadi begitu saja, semua harus ada harganya yang dibayar,tapi tetap bukan karena kekuatan kita, tapi pengurapan dari Tuhan untuk memperoleh kekayaan.

Abraham melakukan semua detail yang Tuhan minta, bawa anaknya, bawa kayu, pisau, api, dll, dan segera dia lakukan, tanpa meragukannya sedikitpun sekalipun tidak masuk akal. Banyak yang ketika Tuhan berbicara, dia tidak bisa terima untuk melakukan hal tersebut karena hal itu terlalu berat untuk orang itu lakukan, sehingga dia tanya Tuhan, tanya Hamba Tuhan, tanya orang lain, dll. Tuhan tidak pernah salah, Dia tidak main-main, apa yang Dia katakan itu benar, dan Abraham langsung melakukan semuanya.

2. Berkata dengan IMAN
Kejadian 22:5
5: Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

Dia berkata dengan iman, dia akan sembahyang, dan dia berkata kalau KAMI akan KEMBALI. Abraham tahu kalau Ishak akan dikorbankan, tapi Abraham berkata kepada bujangnya kalau KAMI AKAN KEMBALI, dan itulah IMAN!

3. Abraham MENYATAKAN DENGAN IMAN kalau Tuhan yang akan menyediakan
Kejadian 22:7-8
7: Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
8: Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Ishak sempat bertanya kepada Abraham mengenai korban yang akan diberi, namun Abraham harus memberi Ishak sebagai korban bakaran, tapi dia tidak berkata kalau dia yang akan dikorbankan, tapi dia berkata kalau Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran tersebut.

Dalam terjemahan lain dikatakan kalau Abraham berkata bahwa Allah sendiri yang akan menyediakan, God will provide Himself a lamb for burned. Abraham percaya kalau Tuhan yang akan menyediakan korban untuk bakaran.

4. Abraham tetap percaya dan melakukan keputusan Tuhan
Kejadian 22:9
9: Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Detik-detik sebelum kejadian ini, Abraham tetap percaya kalau Tuhan yang akan menyediakan, pertama ketika dia berkata kepada bujangnya, yang kedua ketika Abraham berkata kepada Ishak, namun di last minute dia baru mengalami Jehovah Jireh ketika dia sudah menyiapkan semuanya. Itu artinya dia melaksanakan keputusan Tuhan dibandingkan keinginannya, THY WILL BE DONE. DI titik inilah Tuhan akhirnya muncul sebagai Jehovah Jireh.

5. Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran
Kejadian 22:10
10: Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Hari itu dia sudah siap untuk melakukannya, Ishak sudah diikat, dia ambil pisau dan mau memotong Ishak, dan dia tidak berharap lagi keinginannya kalau Ishak akan digantikan oleh domba, sehingga akhirnya dia baru mengalami yang namanya Jehovah Jireh.

Kejadian 22:11
11: Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."


Keputusanmu untuk menabur itu belum mendatangkan Jehovah Jireh, tapi keputusanmu ketika engkau benar-benar berkata THY WILL BE DONE, kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita, barulah di saat itu Tuhan akan datang sebagai Jehovah Jireh.

Setelah kita lakukan bagian kita, maka Tuhan akan lakukan bagiannya, yaitu:

Kejadian 22:12
12: Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Tuhan menyatakan kalau Abraham adalah orang yang takut akan Tuhan.

Tuhan datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan, dan kalau engkau tidak mengalami ini, ada yang salah dalam hidupmu. Seperti Ayub dan Abraham, itu hanyalah tes dari Tuhan, Dia ingin tahu hatimu, karena Dia tidak meminta apapun dari hidupmu, justru Dia mau memberkati hidupmu dan Dia ingin tahu hatimu.

Tuhan menaikkan derajat janjiNya menjadi SUMPAHNYA kepada Abraham!

Kejadian 22:16-17
16: kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17: maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.


Pada akhirnya Tuhan bersumpah kepada Abraham, dan bedanya dengan pasal 12, Tuhan berjanji kepada Abraham dalam Kejadian 12, tapi di sini, Tuhan bersumpah kepada Abraham. Di bangsa Israel, sumpah itu harus dilakukan kecuali salah satu pihak mati, tapi di pasal ini yang bersumpah adalah Tuhan, Dia itu Tuhan yang Kekal, karena itu sumpahNya itu tetap berlaku hingga sekarang.
- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 27 Juli 2014

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
27 JULI 2014

By: Ps. Robert Lie

Nazar ada hubungannya dengan menjadikan Yesus segalanya. Orang yang menjadikan Yesus segalanya, nazar itu tidak akan jadi masalah, karena itu memang harus dilakukan. Apakah nazar itu masih berlaku? Memang itu banyak terjadi di perjanjian lama, tapi Rasul Paulus pun bernazar.

Ada 3 garis besar mengenai nazar:
A. Definisi Nazar
Dibutuhkan pengertian yang benar, pewahyuan yang benar untuk kita melakukan nazar tersebut.

Bilangan 30:2
2: Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.

TEPAT. Banyak yang berjanji, tapi tidak melakukan tepat seperti yang dijanjikan. Kalau kita bernazar, kita harus lakukan itu dengan TEPAT!

Ada 3 tingkatan, janji, sumpah, dan nazar.
1. Janji adalah 2 orang yang mengadakan sebuah kesepakatan, ditandakan dengan materai, notaris, dll, dan ini melibatkan 2 orang, misalnya janji bisnis, di bawah notaris, tanda tangan di atas materai.

2. Sumpah itu bukan hanya melibatkan manusia, biasanya berdasarkan kitab suci, misalnya sumpah jabatan. Pejabat negara ketika dilantik, mereka akan disumpah, dan dilandaskan pada kepercayaan masing-masing, ditumpangi alkitab / kitab suci masing-masing, tapi sumpah itu tetap untuk manusia, pengabdian, jabatan, dll.

3. Nazar itu artinya bersumpah kepada Tuhan. BERSUMPAH kepada Tuhan, ini tidak melibatkan manusia, tapi engkau bersumpah kepada Tuhan yang empunya langit dan bumi. Memang ini sepertiya mengerikan, tapi akan ada berkat yang ajaib ketika engkau bernazar. Ketika engkau bernazar, itu seperti "memaksa"/"mendorong" Tuhan melakukan sesuatu atas hidupmu. Nazar itu buat Tuhan, ketika Tuhan lakukan sesuatu, engkau harus kembalikan kepada Tuhan, bukan kepada orang lain. Misalnya ketika disembuhkan, engkau akan traktir orang lain, itu salah, itu bukan nazar, karena harusnya engkau bernazar dan kembalikan hal itu kepada Tuhan, setelah itu kalau mau traktir orang lain, itu terserah engkau. Tuhan lakukan bagianNya, engkau lakukan bagianmu pada Tuhan.


B. Harga dari sebuah nazar
Memang ada konsekuensi ketika bernazar, tapi Dia tetap Tuhan yang baik.

Hakim-Hakim 11:29-31
29: Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.
30: Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
31: maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."

Di tengah perjalanan akan peperangan, Yefta bernazar. Di nazar tersebut, dia berkewajiban untuk memberikan apa yang keluar dari pintu rumahnya untuk korban bakaran kepada Tuhan, itu milik Tuhan. Dari pihak Tuhan, kalau Dia lakukan apa yang diminta Yefta, Yefta wajib untuk melakukan yang dia nazarkan, tapi kalau Tuhan tidak memberikan kemenangan kepada bani Amon, artinya nazar tersebut tidak perlu dilakukan. Misalnya ketika seseorang bernazar kalau mendapatkan anak laki-laki, dia akan ini itu, dan kalau dia mendapat anak perempuan, ya dia tidak perlu lakukan apapun, tapi kalau dia mendapatkan anak laki-laki, ya dia harus lakukan nazarnya itu kepada Tuhan, bukan kepada orang lain.

Yefta saat itu tidak menyangka kalau yang akan keluar itu adalah anak perempuan satu-satunya. Sebenarnya nazarnya Yefta itu tidak jelas, kalau misalnya tikus yang keluar, masa dia akan mempersembahkan tikus kepada Tuhan? Tapi dia memiliki integritas yang tinggi, sehingga dia tetap melakukan sekalipun dia melihat anak perempuannya yang keluar.

Banyak orang yang mengakali Tuhan, hati-hati. Nazar itu selalu ada konsekuensinya. Ada yang ketika sakit bernazar, dan ketika sudah sembuh, dia melalaikan nazarnya bahkan dia melupakan Tuhan. Ada yang bernazar ingin memberi ini itu, tapi tidak berani berkorban, dan sebenarnya orang itu rugi sendiri, karena nazar itu SUMPAH kepada Tuhan. Di bangsa Israel, orang bersumpah kepada manusia pun itu harus dilakukan sampai mati, apalagi bersumpah kepada Tuhan, kalau tidak dilakukan, bahaya. Hati-hati kalau engkau bernazar banyak tapi tidak dilakukan, berbahaya.

Yefta berkata apapun yang keluar dari rumahnya, itu yang akan diberikan kepada Tuhan, dan dia tidak menduga kalau anaknya yang akan keluar dari rumahnya. Dia saat itu diuji Tuhan, Tuhan sudah menjawab nazarnya, tapi saat itu menjadi dilema, karena anaknya itu anak tunggal, anak satu-satunya. Bagaimana kalau kondisi seperti ini terjadi dalam hidupmu? Ada hal tertentu yang tidak bisa dijebol dengan doa puasa, tapi harus bernazar. Tapi seringkali karena kejadian Yefta ini, orang takut untuk bernazar.

Hakim-Hakim 11:34-40
34: Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
35: Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
36: Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
37: Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
38: Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
39: Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
40: bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
Anak Yefta ini mengerti kalau ayahnya harus melakukan nazarnya, tapi dia meminta izin 2 bulan untuk menangisi kegadisannya terlebih dahulu. Ini artinya dia tetap perawan seumur hidupnya, dia tidak menikah dengan laki-laki.

Di dalam NIV dan The Message, dikatakan kalau dia tidak akan pernah menikah seumur hidup. karena dia menangisi kegadisannya, bukan menangisi dirinya sebelum dia mati. Itu artinya dia tidak dibakar hidup-hidup, tapi dia dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak menikah dengan siapapun. Di dalam adat Israel, dipersembahkan kepada Tuhan, itu artinya seperti Samuel, anaknya diberikan dan dimasukkan di bait Allah. Anak Yefta dikhususkan untuk tinggal di Bait Allah, dia menjadi abdi Allah, bukannya dia dibakar hidup-hidup.

Semua nazar ditentukan mengenai korban, dan dikatakan kalau tidak boleh mempersembahkan manusia sebagai korban, karena itu anak Yefta itu menangisi kegadisannya, dan dia diserahkan di Bait Allah sebagai Abdi Allah. Seperti Abraham yang membawa Ishak, Tuhan hanya menguji hatinya, dan di situlah ada kata Jehovah Jireh, dan akhirnya Tuhan mengubah janjiNya untuk memberkati Abraham menjadi SUMPAH, Dia bersumpah akan memberkati Abraham dan keturunannya, dll. Ketika Tuhan mengubah janjiNya menjadi sumpah, itu artinya perjanjianNya tidak akan pernah batal, karena saat itu Tuhan bersumpah kepada Abraham.

Saat itu Yefta memiliki konsep yang salah, karena dia berpikir anaknya tidak akan bahagia ketika berada di Bait Allah. Nazarnya itu tetap didasarkan pada Hukum Taurat, dan tidak boleh ada yang mempersembahkan anaknya sebagai korban, karena itu anak Yefta itu tidak mati. Dia sangat dekat dengan anaknya, dan ketika nazar itu dilakukan, itu artinya dia tidak akan bertemu dengan anaknya kecuali hanya setahun sekali, sama seperti kejadian Samuel.

Yefta ketika mempersembahkan anaknya, dia melakukan nazarnya, tapi dia terpaksa, karena itu dia sedih. Tapi Hana memiliki sifat hati yang berbeda.

1 Samuel 1:11
11: Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."

Ini nazar yang paling perfect, karena dia bernazar secara spesifik, dia meminta anak laki-laki. Kadang-kadang orang bernazar itu seperti Yefta, tidak jelas, tapi nazarnya Hana itu spesifik, dia akan serahkan anaknya itu kepada Tuhan, pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya jika anak itu anak laki-laki. Ketika ngomong itu gampang, ketika bernazar itu sangat mudah, tapi ketika Tuhan lakukan nazarnya, itu yang tidak mudah. Yefta bernazar itu seperti dalam keadaan yang emosi dan kepepet, sehingga ketika itu terjadi, dia sedih, tapi Hana ini bernazar dengan kondisi yang terbaik, bahkan dia datang ke Bait Allah untuk bernazar, dan dia bernazar dalam kondisi yang sesadar-sadarnya.

Kalau hidupmu melenceng dari Tuhan, hati-hati. Tapi kalau engkau masuk lebih dalam lagi dengan Tuhan, Dia itu Master of Breakthrough, bahkan apa yang tidak engkau pikirkan itu yang akan disediakan Tuhan. Kalau engkau melakukan nazarmu, Tuhan akan jauh lebih lagi memberkati hidupmu, Tuhan akan lakukan janjiNya dan apa yang jadi bagianNya.

Genapi nazarmu sekalipun itu sulit. Hana itu seseorang yang ajaib, dia akan memberikan anaknya seumur hidupnya untuk Tuhan. Ketika memang anak laki-laki yang keluar, dia benar-benar mempersembahkan dengan hati yang berbeda seperti Yefta. Hana tidak memberikan nazarnya dengan hati yangs sedih dan terpaksa seperti Yefta, tapi ada berkat Tuhan yang ajaib kepada Hana.


C. Ada berkat ajaib ketika engkau melakukan nazar
Ketika Hana melakukan nazarnya bukan dengan terpaksa dan sedih, pada akhirnya dia mendapatkan berkat yang ajaib dari Tuhan, yaitu:
1 Samuel 2:20-21
20: Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
21:Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.


Ketika dia menggenapi nazarnya kepada Tuhan, dia memberikan yang terbaik kepada Tuhan, bahkan Tuhan ganti lima kali lipat, padahal dia adalah orang yang mandul, tidak memiliki kesempatan untuk memiliki anak, tapi Tuhan lakukan hal yang ajaib, Tuhan beri tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Kalau engkau berikan nazarmu itu dengan sikap hati seperti Hana, abundance grace itu yang akan dilimpahkan Tuhan dalam hidupmu. Kenapa Hana berani melakukan nazarnya? Karena memang awalnya dia tidak memiliki apa-apa, dan kalau dia diberi anak pun itu memang itu dari Tuhan, karena itu dia mau memberikan anaknya Samuel itu dengan sukacita tanpa kesedihan.

Ketika Hana membayar nazarnya, dia mendapatkan sebuah anugrah, namanya dicatat di dalam Alkitab sebagai orang membayar nazarnya dengan sempurna, dan dia menjadi sample untuk orang lain, jadi teladan untuk orang lain.

Pengkhotbah 5:4-5
(5-3) Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
(5-4) Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.


Orang yang menunda nazar itu disamakan seperti orang bodoh. Kalau engkau punya nazar dan tidak menggenapinya, engkau disamakan seperti orang bodoh. Yefta ketika itu takut terpisah dari anaknya, takut tidak ada yang melanjutkan keturunannya, dan dia memiliki persepsi yang salah, dia meragukan masa depan anaknya sebagai abdi Allah, karena itu Yefta sedih, tapi Hana memiliki persepsi yang berbeda, Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, Tuhan yang memperhatikan kesengsaraannya. Setelah dia melakukan nazarnya, tiba-tiba Tuhan berkata kepada imam Eli, dia mendoakan Elkana dan Hana, dan bahkan akhrinya dia mendapatkan pengganti apa yang telah diberikan kepada Tuhan, bahkan lima kali lipat. Kalau dia tidak memberikan apa yang dia nazarkan itu, dia mungkin tidak akan mendapatkan lima anaknya yang lain, tapi dia lakukan nazarnya, Tuhan beri abundance grace dalam hidupnya.

Jangan takut untuk menggenapi nazar, karena akan ada abundance grace yang Tuhan siapkan di balik nazar yang akan engkau lakukan.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- HIS KINGDOM BE ESTABLISHED IN ALL NATIONS -