AoC Bandung, 15 Agustus 2016

AOC BANDUNG
15 AGUSTUS 2016

By: Pdt. Rudi

Yang penting Tuhan hadir, karena kalau Tuhan tidak hadir di semua yang kita lakukan, semuanya sia-sia.

Matius 5:3
3: Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.

Dikatakan orang yang miskin yang memiliki kebahagiaan, memiliki Kerajaan Allah. Tapi apa relevansinya? Karena biasanya orang yang miskin tidak berbahagia. Pengertian Tuhan di sini, bukan miskin secara materi, kurang makan, tidak punya baju mobil ataupun rumah, kemiskinan yang dimaksud di sini berbicara tentang ketika kita mengikut Tuhan dan percaya Tuhan, serius dan sungguh-sungguh ke Tuhan, detik kita menyerahkan seluruh agenda dan kehendak kita atas kehendak Tuhan, menyerahkan semua hidup kita ke Tuhan, detik itulah kita dikatakan menjadi orang yang miskin. Orang miskin di sini berbicara mengenai ketika punya kehendak, keinginan, kebahagiaan, rencana, agenda, hidup, dll, dan diserahkan kepada Tuhan.

Seringkali kita berkata kita mengikut Tuhan, tapi seringkali Tuhan yang mengikut kita, karena kita ingin Tuhan Yesus jadi seperti kita dan maunya mengikuti semua kehendak kita, kalau tidak dituruti, ngambek dengan Tuhan. Miskin ini ketika kita taat, rela, setuju dengan Tuhan. Kalau kita bisa jadi orang yang ikut Tuhan 100% dan mengikuti apa yang Tuhan mau, berbahagialah. 

Ketika Yesus berkata "bukan kehendakKu, tapi kehendakMu", dan detik itulah Yesus dikatkaan miskin di hadapan Allah Bapa. Mengikut Yesus tidak ingkar. Kalau Ayub tidak mengenal Tuhan, dia juga pasti sudah murtad, justru Ayub dikatakan tidak berdosa dalam perkataannya.

Ibrani 11:8-13
8: Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
9: Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
10: Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
11: Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
12: Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
13: Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Ayat 13 adalah kunci bahwa orang yang miskin yang memiliki kebahagiaan dan kerajaan Surga, dan ketaatan mereka menghasilkan berkat yang ajaib. Berkat itu akibat. Kalau engkau mau diberkati Tuhan, ya taat, misal taat bayar perpuluhan, setia kepada Tuhan, dll. Dalam iman, semua mereka hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai, dalam bahasa aslinya artinya orang yang menyambut dengan sukacita dan gembira dan seperti berkata "welcome!". Mereka semua tidak menolak, justru mereka semua melakukan semuanya dengan setia, dan akhirnya mereka seperti menyambut, "welcome!". Ketika kita memberikan diri kita dituntun Tuhan, kita itu menyambut dengan gembira dan bersukacita, bukan seperti orang yang tidak mendapatkan apa-apa. Kalau perkataan Tuhan saja kita tidak sambut dengan gembira, bagaimana engkau mau diberkati Tuhan? Setiap perkataan Tuhan yang masuk dalam hidup kita, harus kita sambut dengan gembira, dan lakukan apa yang dikatakan itu, maka akibatnya seperti Abraham yang makin lama makin kaya.

Di dalam hati manusia itu seperti ada rumah, terdiri dari beberapa kamar, dan kamar di hati kita harus diisi untuk Tuhan dan bukan yang lain. Ketika Tuhan tidak ada di kamar atau rumah kita, hidup kita hanya akan jadi sekedar hidup. Banyak yang kelihatannya hidup tapi sebenarnya mati karena tidak memiliki Yesus. Seringkali bukan kamar atau rumah untuk Yesus yang diperbesar di hati kita, tapi lebih memilih harta, benda dll dan harus "menggusur" Tuhan keluar dari kamar atau rumah kita. Kalau kita hanya jadi orang Kristen yang mau berkat dan berkat terus-menerus tapi bukan Tuhan, hati-hati.

Ibrani 11:8-13 tadi menjelaskan mengenai Abraham, dan di dalam iman dia telah masuk, dia menyerahkan hidupnya di hadapan Tuhan, dan akhirnya janji Tuhan digenapi dan semua keturunannya diberkati. Ketika engkau menjadi miskin, menyerahkan semuanya kepada Tuhan, engkau berkata welcome untuk perkataan Tuhan, engkau akan berbahagia di hadapan Tuhan.

Abraham ketika diminta untuk pindah ke negeri yang lain, itu adalah keputusan yang tidak mudah, tapi hanya yang miskin di hadapan Allah, welcome atas apa yang Tuhan katakan, dialah yang bisa mengerjakan apa yang Tuhan mau sekalipun Abraham tidak tahu. Ini hal yang tidak mudah, tapi Abraham bisa melakukannya, dia orang yang percaya dan akhirnya Abraham diberkati dan juga semua keturunannya. Kita itu tidak masuk hitungan, yang masuk hitungan sebenarnya orang Israel asli, tapi kita ini sebenarnya hanya cangkokan. Namun kalau hari ini kita percaya pada Tuhan, menyerahkan semua hidup kita kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan, engkau akan diperhitungkan Tuhan. Abraham punya hati yang rela dan taat.Kalau engkau jadi orang yang taat dan setia, tambahkan satu lagi, yaitu rela mengikut Yesus apapun juga. Kerelaan itu berasal dari niat, kepercayaan, setuju dengan apa yang Tuhan katakan.

Ketika Abraham membawa Ishak di Kejadian 22, hari itu Abraham "sepi", tidak ada yang lainnya, dia bawa Ishak ke puncak gunung, hingga di atas gunung Ishak bertanya sudah ada kayu pisau dll, dan Abraham dalam iman seperti orang yang "mati", dia melakukan semuanya yang Tuhan katakan, dan itu bukan hal yang mudah ketika dia harus menghujamkan pisau kepada Ishak, hingga pada akhirnya Tuhan berkata tidak perlu dilanjutkan. Dia msikin dan dia welcome dengan apa yang Tuhan mau. Bangsa Israel saat zaman Musa itu tidak memiliki kerelaan, sehingga mereka sering mengeluh, berkata lebih enak di Mesir sekalipun mereka sudah melihat tiang awan tiang api, laut dibelah, dll. Menjadi miskin, miliki kerelaan pada Tuhan, dan berkata "welcome" untuk setiap perkataan Tuhan.


By: Ev. Daniel Krestianto

Benahi cara berpikir, dan siapkan diri kita rela agar kita bisa diberkati secara maksimal. Memang proses itu penuh dengan tangisan, tapi hasilnya itu akan luar biasa. Jadi pelaku Firman, dan bawa jiwa untuk Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 14 Agustus 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
14 AGUSTUS 2016

Yeremia 31:3
Kasih setia Tuhan. Dalam perjalanan Kekristenan, seringkali kita masuk ke pintu yang sepertinya tidak terbuka, tapi ketika kita melangkah mendekat dan dalam radius tertentu, pintu itu terbuka seperti pintu yang menggunakan sensor, yang dari jauh sepertinya tertutup dan dari dekat baru pintu itu terbuka.

Yeremia 31:3
3: Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Dia mengasihi kita dengan everlasting love.
1. Kita ada di sini karena kasih setia Tuhan yang kekal.
2. Tuhan akan melanjutkan kasih setiaNya kepada kita

Fakta tentang kasih setia Tuhan
1. Kasih setia Tuhan selalu yang terbaik, Dia selalu mengasihi kita
Keterbatasan kita tidak akan membuat kasih Tuhan berkurang padamu. Ketidaklayakanmu, ketidakbenaranmu, keterbatasanmu, ketidakbaikanmu tidak akan mengurangi kasih Tuhan dalam hidup kita. Tuhan menurunkan hujan dan matahari kepada semua orang, kasih Tuhan tidak pilih-pilih. Dia tetap mengasihi kita semua, bahkan sekalipun engkau tidak percaya padaNya. Tidak ada kasih yang lebih besar dari yang berani mati untuk kita, yaitu kasih Yesus.

Dari jauh Tuhan menampakkan diri, artinya Tuhan yang terlebih dahulu punya inisiatif untuk berjumpa dengan kita, karena Dia tahu kita tidak akan pernah bisa sampai kepada Tuhan kalau bukan karena Tuhan dan Tuhan yang mulanya berinisiatif untuk bertemu dengan kita.

Seringkali kita datang ke Tuhan tidak tulus, minta berkat, minta blessing, minta kesembuhan, minta mujizat. Kalau engkau datang ke gereja karena itu, apa bedanya gereja dengan Gunung Kawi. Kita ke gereja karena kita mau bersekutu dengan Tuhan, bertemu dengan Tuhan, dan ketika atuhan disenangkan, blessing, miracle, berkat itu pasti akan datang dalam hidupmu.ndia itu tahu semua kebutuhanmu, Dia Bapa yang baik yang mengerti memberi yang terbaik kepada anaknya.

Ketika kita jatuh dalam dosa dan kita malu berjumpa dengan Tuhan, Tuhan yang akan mengejar dan menghampirimu. Dia itu Tuhan yang ingin dekat dengan kita. Bapak di perumpamaan di ayat Lukas 15, lebih mementingkan kehormatan anaknya dibandingkan reputasinya, dia tidak peduli reputasinya hancur karena anak yang durhaka dan sudah menguras hartanya. Begitu juga Bapa di surga, Dia Bapa yang sangat memperhatikan kehormatan kita dan tidak memperhatikan reputasiNya sendiri. Dia tetap mau memakai orang yang sejelek apapun latar belakangnya, Dia tidak peduli sekalipun diejek atau dikatai karena menggunakan orang yang tidak baik, dan juga seperti ketika Yesus harus menanggung dosa manusia dan harus masuk neraka, Dia tidak peduli reputasiNya hancur, Dia ambil semua dosa kita dan mati di kayu salib. Tuhan bisa buat orang miskin sekejab, dan juga sebaliknya.

Ada 3  hal yang akan Tuhan kembalikan kepada kita ketika kita kembali padaNya:
1. Jubah yang baru
Di Lukas 15, bapak memberi jubah yang baru. Jubah artinya identitas dan kita mendeklarasikan kalau kita adalah anak Tuhan. Dari pakaiannya, jubahnya, kita bisa tahu pekerjaannya atau pangkatnya dll. Ketika Tuhan kembalikan kehormatan kita, yang pertama kita terima adalah jubah. Begitu level naik, jubah juga akan berubah lagi. Ibaratnya ketika SD engkau pakai putih merah, ketika engkau sudah setia dan berhasil, harusnya jubahnya jadi putih biru. Ketika engkau pakai jubah ada bintang tiga, semua orang itu akan nurut, tidak mungkin orang lain berani, tapi seringkali kita yang tidak mengerti dan tidak tahu identitas dari jubah kita. Misal ketika engkau adalah pilot, tapi ketika engkau tidak pakai baju pilot, orang tidak peduli sekalipun engkau bisa menerbangkan pesawat, tapi ketika engkau pakai identitasmu yaitu baju pilot, engkau akan mendapatkan aksesnya.

2. Cincin
Apa itu cincin? Cincin berbicara mengenai otoritas. Ketika bapak mengembalikan kehormatan anaknya, selain memberikan jubah, bapak memberikan cincin. Yusuf diberikan cincin oleh Firaun untuk memerintah Mesir, dan semua orang tahu kalau Yusuf yang memiliki otoritasnya dari cincin yang dipakainya itu.

3. Sandal
Sandal / kasut itu berbicara tentang kekuatan untuk menjalani hidup. Seringkali di perjalanan kita ada duri, batu, dll yang menusuk, tapi ketika diberi sandal yang baru, itu seperti diberi kekuatan untuk menjalani hidup, karena perjalanan kita bukan selalu jalan tol, kadang ada kerikil, ada banyak hal yang bisa jadi penghalang. Kasut ini agar kita dapat bertahan dan berjalan dengan penuh kekuatan.


2. Kasih setia Tuhan selalu membangun
Yeremia 31:4
4: Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.

Kita yang sudah hancur, rusak, tapi kasih setiaNya pada kita akan membangun kehidupan kita yang menjadi baru, pelayanan kita yang baru.

Yeremia 31:5
5: Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.

Kasih setiaNya itu membangun kembali. Ketika hidup kita seolah hancur, di saat itulah kasih setia Tuhan juga akan membangun hidup kita kembali menjadi yang baru dan bahkan lebih baik dan bagus dari hidup kita yang sebelumnya. Tidak hanya membangun kita, tapi Tuhan juga beri kebun anggur.

3. Kasih setia Tuhan itu sampai selamanya.
Mazmur 118:29
29: Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kebaikan Tuhan sangat besar untuk bangsa Indonesia. Indonesia adalah bagian dari hatinya Tuhan. Indonesia menjadi prototype dunia, dan sudah ada di Firman Tuhan.

Jerman menyerah tanpa syarat mengakhiri perang dunia ke-2 tanggal 8 Mei 1945
Soekarno mendeklarasikan Pancasila tanggal 1 Juni 1945
Hiroshima dibom atom 7 Agustus 1945
Nagasaki dibom atom 9 Agustus 1945
Jepang menyerang pada sekutu 15 Agustus 1945
Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Bangsa kita adalah bangsa yang ada di hatinya Tuhan. Bangsa kita itu memberi pengaruh yang sangat besar. Seluruh Indonesia akan dipenuhi takut akan Tuhan kalau engkau terus berdoa untuk kotamu.

Yeremia 29:7
7: Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Ketika gereja berdiri untuk kota, Tuhan anugrahkan perlindungan, penjagaan Tuhan. Gereja adalah barometer kota. Apa yang terjadi di gereja, akan berdampak ke kota.

Ingat dan tahu diri, sungguh-sungguh dengan Tuhan.

-ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 8 Agustus 2016

AOC BANDUNG
8 AGUSTUS 2016

By: Ev. Stephanie Rachel

Yohanes 8:37
37: "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Hal ini seringkali terjadi di kehidupan kekristenan saat-saat ini. Kalau dikonversikan dengan zaman sekarang, ibaratnya dikatakan bahwa kita adalah orang Kristen dll, tapi kita berusaha untuk "membunuh" Tuhan karena FirmanNya tidak beroleh tempat di dalam kita. Membunuh dalam arti meniadakan campur tangan Tuhan, berusaha dengan kekuatan dan tenaga kita sendiri, padahal Dia itu Tuhan yang sangat rindu mencampuri setiap urusan kita dengan keberhasilan dan urapan dari Tuhan, tapi seringkali kita meniadakan dan FirmanNya tidak beroleh tempat di dalam kita.

Dia Tuhan yang sangat menghargai setiap keputusan manusia. Ketika kita meminta Tuhan memaksakan kehendakNya jadi, Tuhan akan campur tangan dan mulai memaksakan rencanaNya jadi dalam hidup kita. Dia Tuhan yang menghargai setiap keputusan manusia apapun itu. Bahkan untuk mengizinkan Firman Tuhan berada di dalam kita atau tidak, itu adalah keputusan kita sendiri, dan itulah keputusan demi keputusan yang Tuhan tunggu untuk kita ambil, entah kita memutuskan untuk mencintai Tuhan, memutuskan untuk Tuhan memaksakan kehendakNya jadi dalam hidup kita semahal apapun harga yang harus kita bayar.

Berikan ruang untuk Tuhan bekerja dalam hidup kita. Banyak orang yang seringkali tidak sabar untuk menunggu tangan Tuhan bekerja di hidupNya. Tuhan itu menunggu setiap keputusan kita untuk membiarkan Tuhan campur tangan dalam kehidupan kita. Tuhan tidak akan paksa kita untuk berdoa dan bertemu denganNya, Dia mungkin hanya akan membisikkan kalau Dia kangen pada kita dan menunggu hingga kita kangen kepadaNya dan datang ke hadiratNya, dan di saat itulah Tuhan akan mencurahkan berkatNya yang luar biasa. Dia itu Tuhan yang tidak pernah membosankan. Sehebat apapun kita, kita tidak akan pernah bisa menukar posisi kita seperti Tuhan, hargai Tuhan, siapkan ruang untuk Tuhan bekerja dalam hidup kita. Tuhan itu Tuhan yang sangat sopan. Jangan cintai berkatNya tapi cintai pribadiNya. 


By: Beavis Krestianto

Cawan sign and wonder itu perlu latihan. Semua hal perlu latihan. Mulai latih sayap iman dan kepercayaan kita. Jangan pernah malu untuk gagal, jangan pernah takut untuk mencoba. Kekristenan itu praktek!
Dalam hidup kita itu ada tubuh, jiwa, dan roh. Ketika kita berdoa, kita sedang melakukannya dimana? Roh. Ketika orang bermain bola, itu dilakukan dimana? Di tubuh. Ketika makan, itu tubuh jiwa atau roh? Di tubuh / jiwa. Tapi kenapa Adam makan buah itu, dan roh Adam mati? Karena di awal Tuhan berfirman, jangan makan buah dari pohon pengetahuan. Engkau boleh lakukan apapun di tubuh dan jiwa, tapi kalau tidak ada Firman, itu tidak akan menghasilkan apapun di roh. Apapun yang kita lakukan dengan tubuh dan jiwa, kalau itu bersinggungan dengan roh, itu akan berdampak di roh. Engkau boleh lakukan apapun, asalkan ada Firman Tuhan, itu akan menghasilkan sesuatu di roh. Siapkan ruang untuk Firman Tuhan, jangan pasang tembok untuk Roh Kudus, biarkan Dia bekerja sebebas-bebasnya dalam hidup kita.

2 Raja-Raja 2:1-12
1: Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2: Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel.
3: Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
4: Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
5: Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
6: Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
7: Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.
8: Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.  
9: Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
10: Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
11: Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
12: Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Elia dan Elisa berjalan dari Gilgal ke Bethel, lalu menembus Sungai Yordan dan di satu titik dia melihat Elia terangkat. Berkali-kali Tuhan sudah berkata pada hamba-hamba Tuhan, saatnya lawatan terbesar terjadi di bangsa kita, lawatan, hingga milyaran jiwa diselamatkan. Firman Tuhan sudah jelas berkata tentang ini, tapi tetap harus ada bagian yang kita lakukan di tubuh dan jiwa sehingga melahirkan yang di dalam roh. Maukah kita melangkah? Tuhan bisa pilih jutaan orang di luar kita dan Tuhan pakai untuk membawa lawatan. Tuhan tidak berharap hanya pada Bahtera saja, tapi pada semua anak-anak Tuhan, tapi apakah engkau mau bergerak? Saat engkau bergerak bukan berarti engkau langsung melihat orang langsung berubah, sembuh dll, tapi seringkali harus ada prosesnya.

Ketika Elisa disuruh Elia untuk tinggal, Elisa tidak mau, Elisa tetap mengikuti Elia. Lalu ada rombongan nabi yang berkata kalau Elia akan diangkat ke surga, Elisa pun berkata kalau dia tahu. Kadang di luar akan ada suara yang menggoyahkan iman kita, bahkan di dalam gereja atau di persekutuan doa kita sendiri pun ada yang seperti itu. Jangan pernah berharap atau meminta pada manusia, karena manusia mengecewakan, dan terkutuklah yang mengandalkan manusia. Banyak orang yang tidak berani mengambil langkah, tidak berani deg-degannya berjalan bersama dengan Tuhan. Ikut Tuhan itu ngeri-ngeri sedap, tapi maukah kita mulai melangkah? Ada yang berkata hidup untuk lawatan, sampai milyaran jiwa diselamatkan, tapi ketika ada KKR, misi, dan tiba-tiba Tuhan berkata untuk memberi persembahan, kita mengeraskan hati.

Roh Kudus datang dengan segala kemuliaan kegemilangan keajaiban dll, tapi kalau Roh Kudus undur, Dia akan undur secara perlahan-lahan dan engkau tidak sadar. Turuti RohNya, dan jangan pernah engkau mengabaikan satu kata pun dari Roh Kudus. Saat hatimu bergetar tentang sesuatu, lakukan, lakukan, dan lama-kelamaan suara itu akan semakin keras, dan juga sebaliknya ketika engkau mengabaikannya, hari demi hari Roh Kudus akan undur. Apakah engkau tahu apa yang menyukakan dan mendukakan hatiNya? Apakah engkau sudah mengenalNya? Jangan pernah beratkan hatimu dan telingamu. Tuhan itu juga punya batas, Dia bisa mundur dari hidupmu dan memilih orang lain. Lakukan dengan hatimu apa yang Tuhan suruh. Keselamatan itu diberikan gratis oleh Tuhan, tapi lawatan itu ada harganya, tidak pernah gratis. Lawatan adalah mimpi Tuhan, dan apakah engkau mau menjalankan mimpiNya? Tuhan tidak bertanya bisa atau tidak, tapi Tuhan bertanya engkau mau atau tidak? Engkau merindukan lawatan, beri 5 roti 2 ikan yang engkau punya. Banyak orang yang mau 12 bakulnya, tapi tidak mau memberi 5 roti 2 ikannya, tidak mau prosesnya.

Yohanes 20:16-18
16: Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
17:  Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 
18: Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Suatu hari Tuhan Yesus berjalan di pedesaan dan Dia menggunakan sejenis sepatu sendal yang kakinya terbuka, dan Dia berjalan dan berjalan, lalu Dia masuk di suatu rumah, dan ada pelacur yang pernah kerasukan setan, lalu minyaknya itu seharga gaji setahunnya, dia banting minyak itu di hadapan Tuhan dan dia gunakan rambutnya untuk menyeka kaki Tuhan Yesus dll. Rambut perempuan itu mahkota, kemuliaan, dll dan di zaman sekarang pun engkau tidak mungkin mau membasuh kaki dengan rambutmu. Wanita itu mengangkat semua yang dia punya yang paling mahal, lalu dia basuh kaki Tuhan dari debu, lumpur, ataupun kotoran. Tuhan kita itu Tuhan yang tahu beterima kasih, Dia Tuhan yang menghargai setiap perjuangan anak-anakNya. Ketika Maria melihat Tuhan Yesus mati di Kayu Salib, Dia hanya bisa menangis dan hatinya hancur. Ketika dia datang ke kuburan Tuhan Yesus dan tidak menemukan Tuhan, dia menangis. Lalu setelah Tuhan Yesus memenangkan kunci alam maut, Dia sudah bisa bertemu Bapa di surga, tapi ketika Dia mendengar tangisan seorang pelacur, hatiNya tidak kuat, memang Dia harus bertemu Bapa, tapi Dia harus menemukan Maria sebelum Dia bertemu dengan Bapa di surga. Para ahli percaya kalau saat Maria bertemu Tuhan Yesus dan kalau dia menyentuhNya, Tuhan Yesus harus disalibkan yang kedua kalinya, karena seperti imam besar yang ketika akan masuk ruang maha kudus, dia harus menguduskan dirinya. Namun setelah Tuhan Yesus bertemu dengan Bapa dan Dia turun ke dunia dan menampakkan diri kepada murid-muridNya, justru Tuhan berkata kepada Thomas untuk meraba tanganNya, karena setan tidak ada tulang dan daging.

Tuhan Yesus tidak pernah menyuruh Maria membantingkan minyaknya yang paling berharga di hadapan Tuhan, tapi Maria melakukan itu didasarkan karena cintaNya kepada Tuhan. Tuhan sayang pada setiap kita, tapi kalau engkau mau mendapatkan Tuhan, mendapatkan pribadi dan hatiNya, banting minyakmu, banting egomu, dan ini bukan paksaan. Apakah minyak kita terlalu berharga, terlalu mewah sehingga kita tidak berani membantingkan minyak kita di hadapan Tuhan untuk mendapatkan Tuhan? Minyak ini tidak selalu berkata tentang uang, bisa egomu, bisa waktumu, bisa pacarmu yang bukan dari Tuhan, dll. Bukan uang intinya, tapi hati yang hancur yang Tuhan mau. Lebih dari berkat, lebih dari apapun.


By: Ev. Daniel Krestianto

Kita diminta untuk menghormati Tuhan. Kita lakukan semuanya, tapi kalau hati dan sikap kita tidak menghormati Tuhan, semua itu sia-sia. Berikan sesuatu kepada Tuhanmu. Jangan merasa engkau mampu. Teori kita seringkali sudah tahu banyak, tapi itu tdiak ada gunanya kalau kita tidak lakukan sesuatu tepat seperti yang Tuhan katakan. Kalau engkau masih lakukan yang engkau tahu Tuhan tidak suka, engkau belum menghormati Tuhan. Bukan atau belum tentu yang engkau inginkan itu tidak terjadi ketika engkau lepaskan. Kalau engkau mau melepaskan, justru seringkali Tuhan akan berikan, tapi kalau engkau kencang-kencang berdoa meminta dari Tuhan, justru seringkali engkau tidak dapat. Lepaskan semua, maka Tuhan yang akan berikan semuanya. Mari jangan jadi penonton, alami dan buat breakthrough. Kalau engkau memang diutus Tuhan, Tuhan pasti memperlengkapi, kalau tidak, artinya itu bukan suara Tuhan atau keinginanmu sendiri. Tuhan selalu tepati janjiNya, beri dan maka engkau akan diberi.



- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -