Ibadah Minggu IFGF Palembang, 8 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
8 MEI 2016

By: Ps. Pendy Sofian

Kalau engkau mau melayani orang lebih banyak lagi, kapasitasmu itu harus diperbesar terlebih dahulu. Kapasitas berbicara tentang daya tampung, masing-masing orang memiliki daya tampung yang berbeda-beda, kalau yang daya tampungnya besar, ya akan bisa menampung banyak. Setiap kita punya daya tampung untuk menampung kemuliaan Tuhan, pengurapan Tuhan, dll. Untuk memperbesar semua itu harus dibutuhkan daya tampung yang besar.

Yesaya 54:2-3
2: Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
3: Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Di ayat 2 diakhiri dengan tanda seru, itu bukan usulan, saran, tapi itu perintah Tuhan! Kalau engkau belajar bahasa Indonesia, engkau tahu kalau tanda seru itu adalah perintah.

Bagaimana memperbesar kapasitas?
1. Lapangkanlah tempat kemahmu
Orang Israel punya suatu tradisi kalau ada anak mereka yang akan menikah, mereka harus memperbesar kemahnya, karena keluarga yang baru bukan hanya mantu dan orangtuanya, tapi juga anak cucunya dll. Kita harus memperbesar kemahnya kita, daya tampungnya kita, sehingga daya tampung kita tidak hanya muat untuk diri kita sendiri, tapi juga bisa menampung, mensupport, menggembalakan orang lain. Kalau kemahnya tidak diperbesar, ya sesak, tidak muat.

Apa hal pertama yang harus dilakukan ketika mau memperbesr kemah itu? Pasti ada pembersihan lokasi. Sebelum Tuhan memperbear kemahmu, engkau harus membersihkan area hidupmu yang belum bersih itu. Engkau harus belajar mengatur waktu dalam hidupmu. Berapa banyak porsimu untuk Tuhan setiap harinya? Ada area-area yang harus dibersihkan dari hidupmu untuk Tuhan bisa bangun sesuatu di area tersebut. Seberapa engkau membersihkan hidupmu, itu juga yang akan mempengaruhi seberapa besar kemah yang bisa Tuhan perbesar dalam hidupmu. Harus ada jatah-jatah yang engkau potong dan engkau berikan kepada Tuhan. Mulai membersihkan area hidupmu, coba atur kembali prioritas dalam bidupmu.

2. Bentangkanlah tendamu
Apa itu tenda? Berbicara tentang apa yang ada di atasmu, apa yang mengcover hidupmu. Belajar bagaimana engkau bisa tunduk kepada otoritasmu. Belajar dari pemimpin-pemimpin yang ada di atasmu. Kalau engkau tidak bisa respect dengan mereka, ya tidak akan ada kapasitas yang bisa Tuhan perbesar dalam hidup kita. Dalam pekerjaan, engkau juga harus hormat dengan bosmu, supervisor, manager, orang tua, dengan semua otoritas yang Tuhan tempatkan di atas hidupmu. Selama engkau punya kebiasaan memberontak, tidak akan bisa kapasitas diperbesar. Kapasitasmu bisa diperbesar ketika engkau belajar submit, belajar dari pemimpinmu.

Bukan hanya mengenai otoritas, tapi juga belajar dari orang yang levelnya di atas kita. Belajar bagaimana orang itu bisa menghasilkan sesuatu, bukan hanya melihat hasil akhirnya apa yang mereka hasilkan. Belajar dari semua orang yang engkau tahu levelnya ada di atasmu. Dengar itu, serap. Yang penting mau belajar. Kapasitas kita tidak akan pernah bisa diperbesar kalau engkau tidak belajar dari orang yang di atas kita. Kalau engkau saja tidak pernah cari, tidak pernah lihat, tidak pernah belajar, bagaimana kapasitasmu bisa diperbesar? Belajar, bayar harga.

3. Perpanjang tali kemahmu
Tali ini berfungsi untuk menghubungkan tiang kemah dengan patok. Tali berbicara tentang hubungan, relationship. Perpanjang tali hubungan, perbanyak jaringan dalam hidup kita, bertemu dengan orang lebih banyak. Semakin besar kapasitas akan membuat kita juga memerlukan jaringan / relasi lebih besar. Perpanjang hubungan hidup kita dengan orang lain. Dalam bisnis, pekerjaan, atau apapun, perpanjang tali kemah, perbanyak koneksimu, karena itu cara yang diajarkan Alkitab bagaimana kita memperber kapasitas kita.

4. Pancangkan kokoh patok
Dalam bahasa Inggris dikatakan strengthen, kuatkan patokmu. Patok berbicara tentang kokoh atau tidaknya sebuah kemah. Sebagus apapun kemah kalau patoknya tidak kokoh, ketika angin itu berhembus, akan roboh. Semakin kuat patok, kemah itu akan semakin kuat. Dalam hidup kita juga seperti itu, kuatkan fondasi kita. Misalnya kalau tedmon diletakkan di lantai 3, fondasi bangunan itu juga akan mempengaruhi, kalau fondasi tidak kuat, ketika tedmon itu diisi penuh, justru bangunan itu yang akan roboh. Dia Tuhan yang baik, Dia tidak akan pernah memberi sesuatu yang lebih besar dari kapasitasmu, karena kalau itu diberi, itu bisa menghancurkan hidupmu.


Perluas kemah, bentangkan tenda, perpanjang tali kemah, pancangkan kokoh patok.

1 Korintus 15:10
10: Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Di ayat sebelum-sebelumnya Paulus berkata kalau dia adalah rasul yang paling tidak benar, paling hina di antara rasul yang lain, tapi dia berkata kalau masih ada sampai sekarang itu karena kasih karunia Allah, dan dia juga berkata agar kasih karunia itu tidak sia-sia, dia bekerja lebih keras lagi dari orang lain. Kalau engkau sadar engkau tidak lebih baik dari orang lain, karaktermu tidak lebih baik, pengurapanmu tidak lebih dari orang lain, ada satu hal yang harus kita lakukan, yaitu bekerja lebih keras dari orang lain. Paulus sadar kalau dia ada karena anugrah, dia sadar kalau karakternya pengurapannya kurang dari orang lain, karena itu dia berkata kalau dia harus bekerja lebih keras lagi dari orang lain. Kalau engkau hanya "terima nasib", "ya biarlah orang lain masuk lebih dalam, terus dipakai Tuhan", kapasitasmu tidak akan pernah bisa diperbesar.

Seringkali kita hanya mau berkatnya saja dari pemimpin, tapi ketika bayar harganya tidak mau ikut. Kalau engkau sadar perkataan Paulus, cara meresponi anugerah yang Tuhan beri dalam hidup kita, itu artinya kita harus bayar harga lebih banyak lagi, kerja lebih keras lagi, cari Tuhan lebih lagi. Untuk kita bisa memperbesar kapasitas, kita tidak boleh hanya duduk diam di anugrah Tuhan, tapi harus kerja keras. Kita bukan sedang bertanding siapa yang paling banyak puasa, paling banyak baca Alkitab, tapi kita mau meresponi anugrah Tuhan yang besar dalam hidup kita.

Kalau engkau sadar tarianmu, suaramu pas-pasan, kerja lebih keras, latihan lebih lagi. Masing-masing kita memiliki kapasitas Ilahi, dan biarlah itu diperbesar dalam anugrah Tuhan. Anugrah bukan membuat kita tidak bekerja apapun, tapi anugrah itu membuat apa yang engkau kerjakan itu menghasilkan berkali-kali lipat dari apa yang engkau lakukan. Seberapa besr kapasitasmu itu akan diperbesar oleh Tuhan di bulan ini, tapi tergantung seberapa keras engkau belajar. 

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 2 Mei 2016

AOC BANDUNG
2 MEI 2016

By: Pdt. Pramono Limanto

Matius 21:18-19
18: Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
19: Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

Pada pagi-pagi hari perjalanannya ke kota, Yesus merasa lapar...

Tuhan Yesus kok sepertinya sadis, galak, dll? Yesus ke Betania belum / tidak sempat sarapan, karena itu ketika dalam perjalanan, laparlah Yesus. Mungkin kalau kita membaca, kita berpikir Yesus mau cari makan karena kelaparan dan tidak ada buah, Tuhan galak, padahal sebenarnya bukan seperti itu.

Markus 11:12-13
12: Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
13: Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Di Kitab Matius justru lebih terlihat, kok sepertinya Tuhan galak, apalagi memang bukan musim buah ara, tapi Tuhan cari buah ara di pohonnya. Tapi kenapa kejadiannya seperti itu? Yesus mengutuk pohon ara sampai kering bukan karena Yesus sedang butuh makanan, tapi pertama kali Yesus pelayanan, Yesus dibaptis, lalu setelah itu Dia dibawa ke padang gurun, dicobai iblis. Kita baru tidak makan 3 hari saja sudah sangat kelaparan, tapi Yesus 40 hari 4 malam tidak makan, Dia butuh makan, tapi ketika itu Dia disuruh iblis mengubah batu jadi roti, tapi Dia tidak mau mengikuti cara setan itu untuk menutupi kebutuhanNya, dan artinya Yesus masih bisa mengontrol diriNya sekalipun lapar. Jangan pernah ikuti cara setan untuk memenuhi kebutuhanmu apapun itu. Di Yohanes 4 ketika Yesus lapar, menyuruh muridNya membeli makanan, tapi ketika muridNya datang dan Yesus sedang menginjil ke pelacur, Yesus menyuruh muridNya meletakkan makanan itu terlebih dahulu.

Tuhan Yesus itu "lapar" melihat pohon ara itu berbuah lebat untuk dia, bukan hanya berdaun lebat. Tuhan juga seperti itu kepada kita, Yesus ingin melihat kita berbuah lebat, tidak hanya berdaun lebat. Yesus tidak cukup puas melihat kita datang ke gereja, baca Alkitab sebelum kita melakukan Firman tersebut dalam hidup kita. Tuhan tidak cukup puas hanya melihat kita sibuk pelayanan, persekutuan. Yesus lapar dan haus melihat kekristenan kita sebagai pohon ara-Nya tidak hanya berdaun lebat, tapi juga berbuah lebat! Yang diminta Tuhan kita itu kita berbuah untuk kerajaanNya.

Lukas 19:1-5
1: Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2: Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3: Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4: Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5: Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

Inilah buah yang Tuhan ingin petik dari pohon ara. Ketika Yesus masuk ke kota Yerikho, ada seorang kepala pemungut cukai, dan dia sangat ingin bertemu Yesus. Sekalipun dia "pejabat", dia datang duluan dan dia naik ke atas pohon ara untuk melihat Yesus, karena kemungkinan dia tidak mau dilihat oleh orang lain. Sekalipun tidak dilihat orang, tapi radar sorga melihat, dan Yesus pun melihat, dan dia pun disuruh Tuhan Yesus turun dan Yesus ingin menumpang di rumahnya. Buah ini yang harus kita keluarkan dari hidup kita, yaitu buah Zakheus.

Apa itu buah Zakheus?
1. Buah pertobatan
Ada seseorang yang mau menerima Yesus dengan sukacita di rumahnya, dan ketika itu Zakheus bertobat dan hidupnya berubah. Banyak yang hanya rajin ke gereja tapi tidak memiliki buah pertobatan. Alkitab berkata baiklah kita berubah dari hari ke hari, tidak hanya dulu saja. Pertobatan bukan hanya dulu ketika mengenal Tuhan, tapi hari demi hari hingga kita semakin serupa dengan Tuhan

2. Karya kehidupan
Ketika itu Zakheus berkata kepada Yesus akan menjual setengah hartanya dan membagi ke orang miskin dan orang yang pernah dia ambil lebih dari seharusnya, dia akan kembalikan bahkan beberapa kali lipat. Ada 4 golongan yang harus dilawat
1. Orang yang melihat dan mendengar kita, walau mereka hanya melihat dan mendengar kita pun diberkati
2. Orang yang berhubungan dengan kita, misal langganan ojek, angkot, dll
3. Orang yang memiliki kita dalam hidupnya, misalnya suami / istri, anak, dll
4. Tuhan dipuaskan dengan apa yang kita kerjakan
Jangan hanya kita kuat kebaktian, rajin baca Alkitab. Memang semua itu baik, tapi itu tidak cukup, karena Tuhan tidak hanya mau melihat kita berdaun lebat, tapi berbuah lebat!

3. Memenangkan jiwa-jiwa baru
Di sebuah gereja / komunitas, jiwa-jiwa muncul / bertambah itu dari beberapa hal, yaitu
1. Pernikahan, dan memiliki anak
2. Orang yang terkoneksi dengan kita
Kalau gereja / komunitas kita hanya terdiri dari 2 golongan itu, artinya gereja kita itu belum sehat.

Lukas 13:6-9
6: Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7: Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8: Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9: mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" 

Tahun ini adalah "tahun perpanjangan" yang Tuhan berikan. Pastikan tahun ini engkau berbuah, jangan sampai engkau "ditebang" Tuhan. Bangsa Israel sebagai carang yang asli saja dipotong, apalagi kita. Minta anugrah Tuhan agar dari hidup kita keluar buah Zakheus ini. Kalau waktunya berbuah tidak keluar buah, nilainya D, tapi yang lebih parah kalau setelah setahun diberi kesempatan lagi, itu nilainya E, tapi kalau di waktu tambahan berbuah, nilainya C. Kalau waktunya berbuah kita berbuah, nilainya B, tapi kalau engkau berbuah di musim yang bukan waktunya berbuah, nilaimu itu A, bahkan A+.

Yohanes 4:35
35: Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 

Ini adalah ladang yang tampil excellent di hadapan Tuhan. Sawah / ladang lain itu 4 bulan lagi baru musim menuai, tapi justru mereka sudah siap dituai bahkan bukan di musim menuai.

Yeremia 17:7-8
7: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8: Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Bersama Tuhan itu tidak ada yang tidak bisa. Ini waktunya bersama Tuhan, sekalipun berada di situasi yang kering, engkau tetap bisa berbuah.


By: Ev. Daniel Krestianto

Jangan pernah tunda pertobatan, semua terlihat di hadapan Tuhan. Sudah berapa lama hatimu beku, sudah berapa lama sebenarnya engkau jauh dari kasih karunia karena kecewa, karena melihat apa yang engkau alami sepertinya tidak terjadi setiap janji Tuhan, sepertinya Tuhan tidak sayang dengan engkau, dan engkau mulai kecewa, mulai membuat tembok dan tembok dan tembok, yang penting di hadapan manusia sepertinya engkau OK. Hari ini Tuhan berkata, Tuhan tahu hatimu yang terdalam, tidak ada yang tersembunyi. Bertobat, bertobat, bertobat. Rendahkan hati, bertobat. Tuhan sudah bicara 2x di hari ini, kapak itu sudah benar-benar ada dan siap untuk memotong setiap orang yang tidak berbuah, setiap orang yang tidak bertobat. Jangan salahkan Tuhan kalau engkau dibawa pulang oleh Tuhan karena engkau seperti anak-anak daripada seperti imamnya. Engkau bermain-main dengan Tuhan, bukan bermain-main dengan manusia. Selama engkau masih bisa dengar Firman, bukan karena Tuhan benci, tapi karena Tuhan masih melihat engkau bisa berubah dan engkau masih bisa bertobat. Tuhan tidak ingin kita binasa. Buang semua harga dirimu, lari ke Tuhan dan bertobat. Engkau bisa tutupi semuanya agar engkau terlihat baik, hari ini jangan sia-siakan, bertobat, jangan malu, karena tangan Tuhan masih terbuka. Kesombongan-kesombongan. Jangan bangga dengan apa yang sudah engkau kerjakan, semua karena anugrah. Kalau engkau bangga, artinya engkau seorang upahan, dan engkau terima upahnya di dunia, tapi di surga tidak.

Sudahkah engkau menjadi berkat di sekitarmu, bagi orangtuamu, bagi keluargamu? Di dalam Firman yang lain dikatakan kalau engkau tidak berbuah, engkau akan dipotong. Apapun yang terjadi, tetap percaya Tuhan itu baik, Tuhan itu tetap baik. Tadi pagi Tuhan ingatkan, kapak itu sudah siap. Tidak ada orang yang benar, kita semua itu orang yang dibenarkan. Benahi diri, benahi diri dengan sungguh. Yang terutama itu adalah akhir dari segala sesuatu, yang terutama adalah akhir dari hidup kita tetap bisa didapati setia atau tidak. Bukan perkara uang atau apapun yang engkau dapat di dunia ini. Keintiman kita dengan Tuhan.

Jangan pelayanan dengan caramu, tapi mulai saat ini engkau harus benar-benar punya sesuatu pandangan yang seirama dengan Tuhan, yang hatinya Tuhan itu benar-benar kita lakukan. Kita pelayanan sesuai dengan hatinya Tuhan. Apa yang dilihat manusia itu tidak sama dengan yang dilihat Tuhan. Destiny harus tercapai! Destiny itu harus tercapai. Hidup itu punya tujuan, Tuhan ciptakan engkau jadi apa, seperti apa. Jangan ingin seperti orang lain, istilahnya jangan pakai sepatu orang lain, tapi pakai sepatumu sendiri. Biar orang lain sepatunya lebih mahal, lebih nyaman pakai sepatu sendiri. Setia sampai akhir. Mari kita berjuang, karena Firman Tuhan berkata perjuangkan keselamatanmu. Baca Firman, tapi harus jadi pelaku Firman, ada buah. Jangan pernah menyepelekan atau merendahkan orang. Berubah! Hancurkan egomu, bertobat! Bangkit sungguh-sungguh, buang semua topeng kemunafikan, Tuhan ke dunia mencari orang sakit, orang berdosa. Jangan lihat hamba Tuhan, engkau bisa kecewa, karena dia manusia juga, tapi lihat Tuhan Yesus. Minta dilekatkan dengan Roh Kudus dan engkau akan bisa didapati setia hingga garis akhir. Mulai bawa jiwa. Miliki hati Tuhan, ini waktunya memperbesar kapasitas! Mulai punya keinginan / kerinduan, 1 orang minimal 1 jiwa. Anak yang dikasihi itu yang dihajar.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 1 Mei 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
1 MEI 2016

By: Ps. Robert Lie
TEMA KHOTBAH: Mengalami terobosan Ilahi

Semua orang ingin mengalami terobosan Ilahi dalam hidupnya. Untuk percaya engkau itu tidak bayar mahal, tapi kalau engkau tidak percaya apa yang Tuhan katakan, engkau akqn bayar mahal di dalam hidupmu. Hati-hati dengan dosa perkataan, salah satunya Musa karena salah ngomong tidak masuk tanah perjanjian. Mulutmu adalah nabi masa depanmu. Ketika engkau salah ngomong dan engkau tidak percaya, itu yang akan jadi penghalang engkau mengalami terobosan. Kalau engkau salah ngomong, perkataanmu dicatat, dan engkau bisa dituntut.

Sakit hati membuat engkau kehilangan janji Tuhan dalam hidupmu. Percaya saja, nurut sama Tuhan ketika Tuhan suruh lakukan sesuatu, maka engkau akan dapat dan mengalami apa yang dijanjikan Tuhan.

Hari ini ada 3 gerbang:
1. Gerbang keluarga
2. Gerbang kesehatan
3. Gerbang keuangan

Setelah masuk 3 gerbang ini, perjamuan sebagai materai, diurapi dengan minyak terobosan.

Tuhan akan buat revival di tempat ini! Akan ada kebangunan rohani yang ajaib. Untuk mengalami revival, engkau harus mengalami hal-hal yang kurang baik, tapi nanti Tuhan akan buat terobosan Ilahi seperti gelombang. Banyak yang tidak mengalami terobosan Ilahi karena ada penghalang-penghalangnya. Apa saja penghalangnya?

1. Tidak sungguh-sungguh merindukan terobosan 
Lukas 8:26-39
26: Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
27: Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.
28: Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
29: Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
30: Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
31: Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
32: Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
33: Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
34: Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
35: Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
36: Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.
37: Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
38: Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
39: "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.
 
Ada seorang yang dirasuki setan, dan Tuhan mengusir setan-setan tersebut. Kenapa dikatakan terobosan rohani? Orang Kristen normal itu bisa mengusir setan, mendoakan orang sakit, membuat mujizat. Tapi kenapa yang di sini dikatakan terobosan rohani? Karena Legion, 1000 setan dalam 1 orang. Apa yang membuat orang Geraza justru tidak senang ketika setan diusir? Padahal seharusnya ketika melihat orang gila yang kerasukan bertahun-tahun disembuhkan, mereka harusnya senang, tapi justru mereka akhirnya menyuruh Yesus pergi dari mereka.

Banyak yang tidak serius ingin terobosan. Dr. Richard William ketika bertanya kenapa banyak orang tidak bisa melihat malaikat, karena mereka tidak sungguh-sungguh ingin melihat malaikat itu. Orang Geraza justru mengusir Yesus karena babi-babi mati. Ketika ada orang yang tidak mau terobosan, orang itu akan mengusir orang-orang yang membawa dan mengalami terobosan. Mungkin tidak mengusir, tapi menjauh dari orang yang membawa terobosan itu, dan itu sama saja mengusir.

Apakah engkau sungguh-sungguh merindukan dan ingin mengalami terobosan Ilahi dalam hidupmu? Memang harus ada harga yang harus dibayar, tapi salah satunya karena banyak yang tidak serius meminta kepada Tuhan. Ketioklah maka pintu akan dibuka, carilah maka engkau akan mendapat. Kalau engkau sungguh-sungguh merindukannya, engkau akan mengalami dan mendapatkan terobosan itu. Apakah engkau benar-benar mencari Tuhan sungguh-sungguh?


2. Terlalu mengandalkan pemikiran manusiawi dan rasio dengan otak
Yesus kemana-mana membuat mujizat dll, tapi di Nazaret Dia tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa. Masalahnya bukan pada Yesus, tapi karena orang Nazaret tersebut menggunakan otaknya, mereka menilai karena Yesus anak tukang kayu, bagaimana bisa melakukan mujizat dll. Jangan pakai logika. Yesus hidup benar dan ketika Dia angkat 5 roti 2 ikan, terjadi multiplikasi dan terobosan. Semua memang kembali ke hidupmu, engkau hidup benar atau tidak, tapi tidak hanya sampai di sana, tapi engkau harus nurut pada apapun yang Tuhan katakan. Tidak ada yang tidak bisa, Tuhan adalah Tuhan yang luar biasa. Jangan berkata tidak mungkin, semua itu mungkin! Kita perlu terobosan, tapi jangan pakai logika, jangan pakai otak, benar-benar rindukan.


3. Tidak berani membayar harga
Matius 19:16-24
16: Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17: Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
18: Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19: hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20: Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
21: Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22: Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23: Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24: Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Yesus tidak membenci orang kaya, tetapi persoalannya adalah kekayaan mereka mengikat diri mereka. Seorang anak muda datang kepada Yesus, bertanya harus melakukan apa untuk mengikut Yesus, hingga akhirnya Tuhan berkata juallah semua dan mengikut Yesus, dan ketika itu orang muda ini kecewa dan pergi. Tuhan mau kita hidup berkelimpahan, Dia datang agar kita yang miskin jadi kaya, dan Dia datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan.

Tuhan tidak benci orang kaya, tapi dia benci kalau engkau terikat dengan kekayaan. Jangan berpikir yang negatif. Kalau engkau berpikir yang positif, engkau akan alami yang positif, dan juga sebaliknya. Apa yang engkau pikirkan, katakan, ya itulah kapasitasmu. 

Banyak yang ingin mengalami terobosan rohani tapi tidak berani bayar harga. Anak muda itu tidak berani membayar harganya untuk mengikut Yesus. Tuhan itu tidak mengambil berkat yang ada di hidupmu, tapi Dia hanya memberi tes kepadamu, dan cuma "dipinjam", nanti Tuhan itu akan kembalikan. Kalau berkatmu dicuri orang, tapi kalau engkau bis amenangkap dengan positif, Tuhan itu akan kembalikan 2x lipat asal engkau berani bayar harga. Jika engkau tidak membayar harga, itu tidak legal, tapi kalau engkau berani membayar harganya dengan sukacita, engkau pasti akan mengalaminya.


4. Selalu menganggap terobosan rohani itu standarnya terlalu tinggi untuk kita
Ciri orang di titik ini, mereka tidak menolak terobosan rohani, mereka sepakat dengan terobosan, mereka sudah melihat orang mengalami terobosan, tapi merasa tidak layak untuk mengalami terobosan tersebut. Terobosan adalah milik semua orang, yang sungguh-sungguh akan mengalami terobosan tersebut lebih cepat dari yang tidak sungguh-sungguh. Perbaiki hidup, bayar harga. Terobosan ilahi diberikan kepada semua orang dari kalangan manapun, tapi untuk mengalaminya, dibutuhkan perubahan hidup, cari Tuhan, dan bayar harga. Semua kita berhak menerima terobosan, tapi kapan engkau mengalaminya, tergantung engkau.

Ada orang yang merasa berdosa dan tidak mau pelayanan, tidak mau cari Tuhan sungguh-sungguh. Justru seharusnya cari Tuhan, melayani, dan buang dosanya, selesai, bukannya justru tidak mau melayani karena alasan tersebut. Engkau pelayanan apapun upahnya sama, justru yang paling bagus adalah pelayanan yang tidak dilihat orang dan Tuhan lihat hatimu. Tuhan ingin kita mengalami terobosan, peningkatan kualitas, dan kedewasaan penuh, mengerti kebenaran dengan benar. 


5. Karena memiliki motivasi tertentu dan tidak disukai Tuhan, tidak tulus dan murni hatinya
Kisah Para Rasul 5

Ananias dan Safira mati di tengah-tengah terobosan rohni terjadi. Mereka sedang mengalami dimana orang kepenuhan Roh Kudus, mengalami yang ajaib, tapi ketika itu mereka memberi perpuluhan yang salah. Di tengah lawatan Tuhan, engkau butuh perkataan dan perbuatan yang benar. Ananias dan Safira sedang berada di hadirat Allah yang dahsyat, tapi dia berkata yang salah, sehingga dia mati. Ketika sedang berada di dalam terobosan yang ajaib, tapi tidak murni, membohongi Tuhan, engkau bisa mati rohani, kering, dan tidak mengalami apa-apa. Di tengah-tengah kehadiran Tuhan yang sangat dahsyat, takutlah akan Tuhan sungguh-sungguh.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -