AoC Bandung, 18 April 2016

AOC BANDUNG
18 APRIL 2016

By: Pdt. Tjinarko

Kuasa kebangkitan itulah yang mengalahkan maut. Bahkan kuasa kebangkitan Yesus itulah yang juga ditakutkan iblis. Ini memberikan kemenangan untuk manusia, memberi jaminan yang pasti, membuat pemulihan.

Yohanes 20:19-23
19: Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20: Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 
21: Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
22: Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Di ayat 21 dikatakan kalau Tuhan berikan SHALOM (damai sejahtera).

Kuasa kebangkitan bukan hanya memberikan kekuatan. Angkau 5 dalam huruf Ibrani itu Ha, Hashem. Kalau rumahmu ada Tuhan, pasti ada kehidupan. Yesus tahu murid-muridNya selama mengikutinya bukan melihat yang kekal, tapi melihat apa yang ada di sekitarnya. Kita dilahirkan di dalam roh, mati di salam roh. Seseorang yang punya iman tidak akan takut apapun yang akan terjadi. Kalau engkau takut, itu adalah jendela dimana iblis bisa lemparkan panah. Bagaimana caranya agar tidak kena? Baca Firman! Miliki keintiman dengan Tuhan agar ketakutan itu disingkirkan dalam hidupmu.

Ketika engkau menjadi orang-orang percaya, jangan mudah putus asa!

Filipi 4:13
13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Kalau engkau berada di suatu situasi yang tidak mungkin, itulah yang namanya korban. Kalau belum sakit, ya bukan korban. Thomas diberikan shalom agar tidak mudah putus asa. Mungkin di tengah perjalanan ada jalan buntu, jangan putus asa! Ada yang namanya terobosan, itu menarik jiwa-jiwa dari tangan iblis, dan terobosan dalam melewati musuh. Kalau dalam usaha, bukan terobosan, tapi Tuhan buka jalan untuk mengembang ke kiri dan ke kanan. Ketika Tuhan membuka pintu, tidak ada yang bisa meutup, dan sebaliknya. Dalam hidup kita itu namanya chronos, tapi di dalam itu ada kairos demi kairos, kesempatan demi kesempatan.

Yesus ingin menguatkan murid-muridNya. Kenapa di Alkitab sering angka 40? Kenapa angka 40 Yesus baru ke surga? Angka 4 itu bahasa Ibrani dalet, artinya pintu. Ada pintu berkat, kutuk, kematian, kehidupan, tinggal mau ke pintu mana? Kita bersama Yesus ke pintu berkat, pintu kehidupan.

Memberikan kekuatan di dalam kekecewaan. Kejahatan manusia (Yudas) diizinkan Tuhan untuk menggenapi rencanaNya. Ketika melihat Yesus mati, Yudas kecewa, dia buang 30 keping uang perak, itulah uang harga budak. Setelah itu Yudas gantung diri, dan sampai hari ini tanah di sana tidak ada bangunan apa-apa. Kekecewaan murid-muridNya itu ketika melihat Yesus mati. Orang kalau kecewa kepada apa yang dia imani, sangat mencintai apa yang dia sukai, akhirnya akan muncul kebencian yang sangat kuat. Petrus ketika itu kecewa, dan dia pergi menangkap ikan, lalu Yesus datang, bertanya apakah ada lauk. Lalu Petrus menangkap ikan 153 ikan, 1 = Aleph, 5 = Ha, 3 = Gimmel, atau kalau diartikan secara terpisah adalah Allah memberikan berkat, atau dalam bahasa Ibrani 153 Aku adalah Elohim (Allah). Seringkali kita menginginkan sesuatu rencana yang baik tapi tiba-tiba terjadi yang tidak baik, itu Tuhan izinkan untuk memproses kita. Seringkali kita menjadi kecewa karena hal tersebut, padahal sebenarnya ada rencana Tuhan, dan ada hal yang mungkin tidak baik yang mau Tuhan hindarkan dari hidup kita.

Seringkali ketika kita mengalami yang tidak enak, engkau akan kecewa, marah, berkata kenapa seperti ini, kenapa ini, kenapa itu, kenapa Tuhan, kenapa seperti ini, dll. Tuhan itu punya rencana yang luar biasa yang seringkali belum bisa kita mengerti, tapi itu demi kebaikan. Kita diutus meneruskan visi Tuhan, belajar melakukan apa yang Tuhan mau. Singkirkan rasa takut, keputusasaan, dan kekecewaan dalam hidupmu! Kuasa kebangkitan memberikan jaminan kepastian! Shalom itu Tuhan berikan untuk kita!


By: Ev. Daniel Krestianto

Tuhan mau untuk kita next level. Kita tidak seperti biasa, kita beri persembahan korban. Korban. Sesuatu yang keluar bukan karena kebiasaan, tapi benar-benar karena kita mengasihi Tuhan, ketaatan. Jangan sampai kita kehilangan kairos. Ambil dan tangkap. Jangan sampai pelajaran ini hanya berlalu, tangkap dan jadilah pelaku-pelaku Firman. Yang tidak pergi ke NTT, benar-benar dukung doa! Jangan hanya jadi penonton, ayo ikut ambil bagian. Lakukan dalam ketepatan, jadi bendahara-bendahara Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 17 April 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
17 APRIL 2016

By: Ps. Robert Lie

Perfect zone. Tuhan tidak membawa kita ke tempat yang biasa, tapi Tuhan mau bawa kita ke perfect zone dimana ada mujizat, berkat, dan juga bahkan kehadiran Tuhan yang nyata. Untuk engkau masuk ke sini, ada 2 hal yang harus kita lakukan dan 2 hal yang akan Tuhan lakukan. Ada 3 zona sebelum engkau masuk dalam perfect zone, yaitu comfort zone, learning zone, testing zone.

1. Untuk engkau masuk dalam perfect zone, awalnya engkau harus keluar dari comfort zone, daerah dimana engkau terlena, "tertidur" karena kenyamanan. Ketika gereja mulai berani keluar dari comfort zone, mereka akan mulai dibawa Tuhan ke perfect zone. Miliki kerelaan untuk membayar harga, itulah keluar dari comfort zone. Punya hati untuk rela membayar harganya, keluar dari kenyamananmu.

2. Setelah keluar dari comfort zone, masuk ke learning zone, artinya hati yang mau dididik Tuhan. Banyak orang yang tidak dewasa karena tidak membiarkan dirinya dididik dan diajar oleh Tuhan. Memang tidak enak dididik Tuhan, keras, tapi itu membuat kita semakin dewasa.

3. Setelah dari learning zone, Tuhan akan bawa ke testing zone. Murid tugasnya belajar, buka hati untuk diajar, tapi guru yang akan mengujinya. Di lembah pengujian inilah yang menentukan apakah engkau akan masuk dalam perfect zone atau harus mengulang lagi.

4. Di perfect zone ada hal-hal yang ajaib, tapi engkau harus lulus dalam testing zone. Engkau tidak akan masuk dalam perfect zone kalau engkau tidak memutuskan untuk keluar dari comfort zone.

Kejadian 12:1-3
1: Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2: Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3: Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Ini baru Firman Tuhan kepada Abraham, tapi belum jadi nyata. Tapi yang pasti Abraham disuruh pergi, namun tidak tahu pergi ke mana. Di saat ini umur Abraham 75 tahun dan disuruh keluar dari comfort zone, ini tidak mudah.

Kejadian 12:4–5
4: Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
5: Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

Abraham tidak tahu harus kemana, tapi dia tetap taat sekalipun umurnya sudah tua. Butuh iman, butuh kerendahan hati kalau mau keluar dari comfort zone. Learning zone itu juga dimana Tuhan izinkan segala sesuatu terjadi, dan sekalipun engkau salah ambil keputusan, ujungnya akan Roma 8:28, bisa menjadi pembelajaran yang baik.

Ketika Abraham keluar dari comfort zone, dia masuk ke learning zone, dan ada hal yang bisa kita pelajari:
1. Abraham adalah suami yang tidak bertanggungjawab, dia takut mati

Kejadian 12:10-13
10: Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
11: Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. 
12: Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
13: Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."

Di situ Abraham takut mati sehingga dia berkata kepada Sarai kalau dia adalah adiknya agar dia tidak dibunuh. Istri tunduk pada suami, tapi suami juga mengasihi istri seperti dirinya sendiri. Lakukan bagianmu, maka Tuhan akan lakukan bagiannya. Sekalipun Abraham melakukan kekonyolan, tapi Sara tetap tunduk.

Kejadian 12:14-16
14: Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, 
15: dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. 
16: Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

Abraham melakukan kekonyolan, kalau saat itu Tuhan tidak turun tangan, rencana Tuhan rusak pada saat itu. Abraham sebelum menjadi bapa orang beriman pun dia melakukan kesalahan-kesalahan, tapi Sara tidak komplain, dia nurut, sehingga Tuhan bela. Kalau engkau berbuat salah, jangan marah, janga putus asa,  tapi bertobat, perbaiki diri, karena itu learning zone kita.

Kejadian 12:17-20
17: Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
18: Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
19: Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!"
20: Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.

Kejadian 15:1-2
1: Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Di Kejadian 12, imannya masih full ketika dia disuruh keluar, tapi di Kejadian 15 ini berbeda, ketika ditemui Tuhan, bahkan Abraham berkata negatif, dia komplain.

Kejadian 15:2-3
2: Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 
3: Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

Sebelum menjadi bapa orang beriman Abraham melalui learning zone. Sama seperti hidup kita, seringkali kita melakukan kekonyolan, tapi kalau engkau terus belajar dan belajar, engkau akan semakin dewasa.

Kejadian 15:4-6
4: Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."
5: Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
6: Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran

Abraham memang sempat tidak percaya, berkata negatif, tapi saat itu Abraham bertobat, dan Tuhan selidiki hati Abraham, sehingga di ayat 6 dikatakan Tuhan memperhitungkan semuanya sebagai kebenaran.

Kejadian 15:18-21
18: Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
19: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
20: orang Het, orang Feris, orang Refaim,
21: orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."

Ketika Abraham bertobat, Tuhan membuat re-covenant dengan Abraham dan kembali memberkati Abraham. Seharusnya setelah ini Abraham percaya kepada Tuhan dengan sungguh, tapi setelah 10 tahun kemudian, dia melakukan kesalahan lagi karena seolah-olah mereka masih belum mendapatkan janji Tuhan, dan bahkan dampak dari kesalahannya bagi dunia masih dirasakan hingga sekarang.

Kejadian 16:1-2
1: Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
2: Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Di sini Sara salah mengambil keputusan, dan juga Abraham salah karena dia mendengarkan apa yang dikatakan Sara, padahal dia sudah sering bertemu Tuhan dan mendengar janji-janji Tuhan.

Kejadian 16:3-4
3: Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan ,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
4: Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

Padahal Tuhan sudah katakan kalau dari rahim Sara akan keluar anak perjanjian itu, tapi Sara dan Abraham salah mengambil keputusan. Sekalipun Sara salah mengambil keputusan, kalau Abraham tetap percaya pada Tuhan, dia tidak akan menghampiri Hagar. Abraham baru bisa mendapatkan Ishak setelah proses 25 tahun, kenapa sampai selama itu? Karena cara hidup Abraham yang seperti itu. Kita tidak mengahkimi Abraham, tapi kita belajar dari kehidupan Abraham. Setelah kejadian ini, selama 14 tahun Tuhan tidak menemui Abraham hingga Abraham berumur 99 tahun.

Kejadian 17:1-5
1: Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
2:  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
3: Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
4: "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5: Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Setelah 14 tahun melakukan kesalahan, Tuhan mendatanginya dan membuat perjanjian baru dengan Abraham, mengubah namanya dari Abram menjadi Abraham. Namun dari titik ini ada beban yang berat di pundak Abraham karena dia disebut sebagai bapak banyak anak namun kalau orang lihat secara jasmani, Abraham pun bahkan belum mendapatkan Ishak. Seharusnya di pasal ini, Abraham harusnya sudah tidak ragu lagi dengan Tuhan, tapi apa yang terjadi?

Kejadian 17:15-19
15: Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
16: Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17: Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"
18: Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
19: Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Seharusnya dari ayat tadi Abraham sudah percaya kepada tuhan, tapi apa yang terjadi?

Kejadian 18:1-2
1: Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. 
2: Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

Tuhan mengutus malaikatNya untuk mengokohkan perjanjianNya. 

Kejadian 18:10-12
10: Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
11: Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12: Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" 

Sara tertawa saat itu, namun Tuhan berkata lagi:

Kejadian 18:13:-14
13: Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
14. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."

Tuhan mengokohkan lagi janjiNya, bahkan Dia memberi tahu mereka kalau akan keluar anak laki-laki dan diberi nama Ishak. Tapi apa yang terjadi?

Kejadian 20:1-4
1: Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
2: Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
3: Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
4: Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?

Padahal Tuhan berkata sebelumnya kalau tahun depan, mereka akan mendapatkan anak. Tapi Abraham jatuh lagi di tempat yang sama, dia berkata kalau Sara itu saudarinya. Namun karena kebaikan Tuhan, Abimelekh belum meniduri Sara dan akhirnya Sara dikembalikan kepada Abraham.

Kejadian 20:11
11: Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.

Abraham berkata semuanya itu karena Abraham takut mati. Namun setelah kejadian ini:

Kejadian 21:1-3
1: TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.
2: Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.
3: Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.

Abraham tahu kalau semuanya ini bisa terjadi bukan karna kekuatannya, tapi karena tangan Tuhan yang tetap menjaga mereka dan perjanjiannya. Kita pun bisa lulus karena tangan Tuhan, karena kemurahan Tuhan, tidak akan pernah bisa dengan kekuatan kita. Kita tidak punya iman yang cukup sampai semuanya itu jadi, tapi Tuhan yang bantu kita sampai kita mampu membayar semua harganya.

Kejadian 22:1-2
1: Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
2: Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Inilah testing zone untuk Abraham. Analoginya seperti ketika engkau cicilan rumah / apartemen selama 25 tahun, lalu ketika semua selesai, Tuhan minta semua itu diberikan untuk persembahan. Tuhan seolah-olah membuatnya 0 lagi, tapi itu tidak menghancurkannya, itu menambah valuenya. Dari satu hal ini, kita bisa lihat kalau Abraham sangat beriman, kalau Abraham tidak melakukan hal ini, semuanya tidak akan bisa terjadi sampai sekarang ini. Namun semua tetap berada di dalam pengendalian Tuhan.

Kejadian 22:3
3: Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Abraham tidak menunda lagi ketika malamnya Tuhan berfirman, karena keesokan paginya mereka langsung berangkat.

Kejadian 22:7-10
7: Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
8: Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
9: Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
10: Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Ketika itu Ishak bertanya dimana korbannya, tapi Abraham berkata Tuhan yang akan sediakan. Ketika sudah di puncak gunung, memang belum ada korbannya, Abraham mengikat Ishak dan bahkan hingga Abraham sudah mengambil pisau untuk menyembelih anaknya, tapi apa yang terjadi?

Kejadian 22:11-14
11: Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
12: Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
13: Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14: Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Jehovah Jireh terjadi ketika ada seseorang yang berani mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan.

Kejadian 22:16-18
16: kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman TUHAN :Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
17: maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.

Kalau hari-hari ini anak-anak Tuhan menguasi banyak bidang di dunia, menjadi berkat di bangsa-bangsa, adalah karena benih dari perjanjian antara Tuhan dengan Abraham. Ketika itu bahkan Tuhan bersumpah kepada Abraham. Sumpah itu harus terjadi dan itu hanya bisa batal kalau orang yang bersumpah itu mati. Namun berita baiknya, Tuhan kita itu tidak bisa mati, sehingga sumpah itu akan terus berlaku hingga kekekalan, dan siapapun kita yang ditebus darah Yesus, masuk dalam keturunan Abraham, kita akan diberkati. Memang dahulu Abraham pernah melakukan kekonyolan, tapi perbuatannya di pasal 22 inilah yang harus membuat kita sangat respect karena apa yang dilakukannya ini.

Apapun yang kita alami di learning zone, kesalahan atau kekonyolan apapun yang kita lakukan, never give up, jangan putus asa, terus belajar hingga engkau lulus dari testing zone dan masuk dalam perfect zone. Izinkan dirimu dididik dan diajar Tuhan. Sekalipun seolah-olah hidupmu belum berubah bahkan sepertinya bertambah buruk, terus mengucap syukur, belajar dan perbaiki diri di learning zone ini,

Kalau engkau mau masuk dalam perfect zone, ada 3 hal yang harus engkau perhatikan:
1. Miliki kerendahan hati yang cukup
2. Nurut dengan Tuhan
3. Jangan kecewa


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 11 April 2016

AOC BANDUNG
11 APRIL 2016

By: Ev. Iin Tjipto

Memang engkau akan mengalami kegoncangan, tapi itu akan jadi tanda kebangkitan dan tuaian besar! Salah satu guncangan besar adalah ketika Pak Petrus Agung dibawa pulang. Memang Pak Agung pulang karena sudah sampai di garis akhir, tapi alasan lain adalah agar muncul banyak Petrus Agung lainnya dan kita mengalami Tuhan masing-masing secara pribadi.

Kalau engkau bisa tangkap ini, engkau akan punya kebenaran yang luar biasa. Mungkin engkau sudah berdoa, pelayanan, peperangan, tapi kenapa belum terima, malah rasanya kena serang, rugi, dll? Jangan pernah tiru luarnya tapi tangkap valuenya! Selama engkau tiru luarnya dan engkau nilai luarnya, engkau tidak akan menang. Tapi kalau engkau bisa tangkap valuenya, engkau akan terima terobosan.

Dalam nama Yesus saya tangkap valuenya dan tidak tiru luarnya.

Siapa orang yang selalu meniru luarnya tapi tidak menangkap dalamnya? Saul.

1 Samuel 10:26-27
26: Saulpun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah.
27: Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Saul orang yang sangat minder, dan ketika orang banyak menghina dia, dia tetap terlihat cool. Dia tiru bagaimana raja-raja yang kelihatannya cool, tenang, dan alkitab berkata kalau Saul pura-pura tuli, tapi dalamnya tidak pernah kuat. Dia simpan ini sebagai luka, kepahitan, hingga dia ingin membuktikan diri siapa dia. Banyak yang ketika mengalami masalah memang diam dari luarnya, cool, tapi sebenarnya yang di dalamnya gunung merapi. Daud ketika mengalami apapun dia bercerita kepada Tuhan, bahkan minta Tuhan selidiki hatinya karena dia tahu kalau seringkali dia juga tidak kenal hatinya sendiri. Jangan biarkan sedikitpun akar kepahitan, akar curiga ada di dalam kita. Minta diajari agar kita bisa melihat dengan benar dan mengerti semua perhitungan Tuhan. Jangan biarkan benih apapun di dalam sampai merusak hidupmu. Jangan pura-pura cool, tapi minta Tuhan beresi hati kita. Kalau hanya pura-pura cool, dalamnya amsiong, ujungnya tidak akan tahan dan akan keluar aslinya.

1 Samuel 13:8-14
8: Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
9: Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
10: Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
11: Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
12: maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
13: Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
14: Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."

Saul mempersembahkan korban. Sebelum kejadian ini Saul tahu bahwa Samuel mempersembahkan korban dan orang Filistin kocar-kacir sehingga ketika itu ia berpikir kalau Tuhan suka korban, dia bakar korban dan guntur akan turun, sehingga orang Filistin kocar-kacir. Dia mempersembahkan korban dan dimaki oleh Samuel. Mungkin dalam hatinya berkata apa yang salah dengan mempersembahkan korban. Tapi tetap lagi, jangan lihat luarnya, tapi lihat valuenya.

Tuhan itu bukannya suka dengan korban bakaran dll, tapi yang Tuhan cari adalah ketika engkau tidak punya apa-apa, bahkan engkau tidak bisa makan dari apa yang sisa. Habel itu sangat sayang dengan dombanya, dan dia tahu kalau domba itu harus dia persembahkan. Pada waktu Habel mengorbankan anak dombanya itu, tidak ada yang namanya tertawa, pamer, yang ada hatinya hancur, menangis, seperti membunuh anaknya sendiri, dan itulah korban. Korban adalah pada waktu Daniel dikatakan kalau ada yang berani doa harus masuk gua singa, dan Daniel tetap berdoa sekalipun dia tahu harus masuk gua singa, dan dia tidak tahu kalau akan ditolong Tuhan, bahkan mungkin dia benar-benar akan mati, itulah korban. Sadrakh Mesakh Abednego juga seperti itu, bahkan kalau Tuhan tidak tolong, mereka juga tidak akan menyembah patung Nebukadnezzar.

Kalau yang namanya korban, Saul akan berkata sekalipun rakyat meninggalkan dia, dia akan tetap menunggu Tuhan, sekalipun kalau orang Filistin mau membunuh aku, aku akan tetap menunggu sampai saatnya Tuhan berkata. Korbannya sama, tapi keadaan bisa berbalik 180 derajat. Tapi justru Saul terbalik, dia mengumpulkan rakyat dan dia mengadakan kebaktian, membuat korban agar tentara musuh berserak. Itu bukan korban, tapi dia mencari keuntungan, adat, liturgi, tapi bukan korban. Banyak orang bisa berdiri di mezbah, ada yang menaikkan korban, ada yang naik gengsi. Ada yang menari kebiasaan, tidak ada yang terjadi, tapi ada yang menari dan mendapat terobosan. Kenapa ada yang menari tidak terjadi apa-apa bahkan mengalami hal yang jelek, tapi ada yang mengalmai terobosan? Jangan lihat luarnya, tapi lihat dalamnya. Ada yang mau mempersembahkan sesuatu agar menuai 100x ganda, "memancing" Tuhan. Engkau bisa lakukan tindakan profetik apapun, kalau engkau tangkap valuenya, akan terjadi hal yang ajaib, tapi kalau engkau hanya tiru luarnya, nothing happen.

1 Samuel 14:24,29-30
24: Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorangpun dari rakyat yang memakan sesuatu.
29: Lalu kata Yonatan: "Ayahku mencelakakan negeri; coba lihat, bagaimana terangnya mataku, setelah aku merasai sedikit dari madu ini.
30: Apalagi, jika sekiranya rakyat pada hari ini boleh makan dengan bebas dari jarahan musuhnya, yang telah didapatnya! Tetapi sekarang tidaklah besar kekalahan di antara orang Filistin."

Dia mengikhtiarkan puasa, tapi dia dikatakan mencelakakan rakyat. Dia mempersembahkan korban kehilangan tahta. Sekali lagi, jangan tiru luarnya, tapi lihat dalamnya, karena ini adalah kesalahan ribuan orang Kristen. Saat Saul melihat musuh mendesak dan rakyat terdesak, dia berpuasa namun sebenarnya " mogok makan" untuk mendesak Tuhan, bukannya puasa untuk mencari Tuhan, menyelaraskan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia mogok makan agar memaksa Tuhan menolong dia.

Kalau engkau puasa, apa untungnya Tuhan? Tidak ada. Karena puasa bukan soal makan, tapi puasa itu bagaimana mendidik diri menyelaraskan diri kepada Tuhan. Kalau sering nonton TV, mulai puasa nonton, baca Alkitab, dengar Firman. Kalau engkau rakus, ingin makan terus, belajar puasa, agar engkau tahan uji. Banyak anak Tuhan punya persoalan dan berpuasa seminggu agar Tuhan jawab, itu bukan menggentarkan hati Tuhan, tapi pemberontakan karena ngotot maunya sendiri bukan maunya Tuhan. Tuhan ada suruh puasa buah, itu untuk mendetox kita. Engkau makan apapun boleh, semaunya, tapi dalam sebulan engkau ambil 3 hari 3 malam benar-benar makan buah saja, maka engkau akan sehat. Kalau engkau ikuti Tuhan, bukan puasa maksa Tuhan, akan terjadi sesuatu. Puasa itu untuk menyelaraskan.

Banyak orang tanpa sadar membuat peraturan, taurat, hukuman, dan itu mencelakai diri. Banyak hamba Tuhan yang melindungi jemaat dengan tidak boleh mendengar orang lain, hanya boleh ke gerejanya saja, maksudnya baik, tapi sebenarnya itu mencelakai jemaatnya sendiri.  Kalau hatimu terbuka, engkau akan mendapatkan berkat besar. Banyak orang yang membuat peraturan tapi sebenarnya mencelakai. Jangan buat peraturan yang mencelakai rakyat.

1 Samuel 15:8-11
8: Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang.
9: Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka.
10: Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
11: "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

Sebelumnya ketika perang yang pertama, Saul mengeluarkan perintah tidak boleh makan, menjarah, tapi ditumpas habis, dan dimarahi karena mencelakai negeri. Tapi perang yang kedua dia terbalik, semua yang baik, gendut, bagus, diambil sepuasnya, dan akhirnya dia dikatakan sudah berbalik dari Tuhan. Engkau bisa bayangkan bagaimana frustasinya Saul. Dia tidak pernah bisa tangkap hati Tuhan, dia hanya tangkap perintah, hukum, suara, tapi tidak menangkap hatinya.

Banyak yang mungkin ketika disuruh ke NTT, yang ditangkap adalah perintah, tapi tidak menangkap hati Tuhan, kerinduan Tuhan, jiwa-jiwa, dan ujungnya beban, setoran, ujungnya hanya pamer. Engkau harusnya tangkap hati Tuhan kalau Tuhan tidak rela mereka masuk dalam kegelapan dan ujungnya kepada kebinasaan. Harusnya engkau juga tangkap inilah kesempatan untuk engkau berkorban. Banyak yang hanya menangkap suara dari teguran, tapi tidak menangkap intinya. Ada beberapa orang ekstrim, tidak mau nonton, baca koran, hanya mau baca Alkitab hingga bodoh, tidak tahu apa yang terjadi, ditipu berkali-kali dia marah. Lalu mungkin berubah jadi baca koran, youtube, dll, sehingga tidak baca Firman lagi. Ada yang pelayanan sampai 5x seminggu hingga gagal dalam sekolah, dll. Ada yang bahkan tidak bisa pelayanan, tidak sempat. Ada yang ekstrim memberi 50% hingga keluarga kepahitan karena tidak bijak, ada yang bahkan baru memberi 10% saja terus kekurangan dll. 

Ketika engkau main peraturan, maka Kristen akan sama seperti semua agama. Tidak ada agama apapun yang menyelamatkan,hanya hubungan dengan Tuhan, engkau mengerti hatiNya, itu yang membuat engkau masuk dalam Kerajaan Surga.

Matius 7:22-23
22: Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23: Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ini terjadi karena orang itu tidak mengenal Tuhan. Banyak yanga hanya menangkap perintah, tapi tidak menangkap value di dalam perintah tersebut. Cek dan ricek hatimu, karena seringkali kita tidak mengenal hati kita sendiri. Belajar mengerti hati Tuhan dan mengerti hati kita sendiri. Kenali dirimu. Engkau bisa jadi imam, tapi kapan terakhir engkau angkat pendamaian dengan air mata? Pendamaian itu artinya engkau beridri di hadapan Tuhan dan manusia, dan engkau berkata berapapun harganya agar orang itu didamaikan. Kapan terakhir engkau berkata engkau berharap diangkat di awan-awan bersama jiwa yang engkau topang, tapi kapan engkau topang jiwa-jiwa, kapan engkau topang kotamu, kapan engkau buat tindakan profetik dengan pengertian, kapan engkau mengangkat mahkota dengan gentar akan Tuhan, kapan terakhir engkau bermain musik dan bertanya melody surga, atau bahkan engkau tidak pernah berdoa itu. Yang keluar apakah hanya melody dan bukan mezbah? Dari mezbah akan terus keluar korban ucapan syukur, suakcita, korban ketaatan.

Kalau engkau bisa tangkap, jangan pernah tiru dan lakukan yang diluarnya, tapi tangkap yang di dalamnya, maka hidupmu akan berbeda, akan berubah. 

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -