AoC Bandung, 26 September 2016

AOC BANDUNG
26 SEPTEMBER 2016

By: Ev. Nany Susanty

Untuk mempersiapkan diri masuk tahun 5777, itu the years of perfection.  Jehovah is Your Name. Jehovah itu Tuhan yang akan menggenapi perjanjianNya, tetapi banyak anak-anak Tuhan yang memanfaatkan. Apa yang dimanfaatkan? Memanfaatkan kekuasaan Tuhan. Kita harus megaktifkan kembali 7 Roh Allah. Untuk bisa terima perfect blessing, harus aktifkan 7 Roh Allah.

7 Roh Allah harus diaktifkan.
1. Ruakh Yahweh
Ruakh itu Roh, Roh Bapa di surga. Pada saat dunia mau digalang, Roh Allah melayan-layang, itu Ruakh Yahweh. Kita harus menjadikan Tuhan satu-satunya seperti seorang suami bagi gerejaNya. Artinya Tuhan itu sebagai mempelai pria, dan jemaat sebagai mempelai prianya. Satu-satunya Tuhan yang kita kasihi, yang kita tinggikan.

Lukas 10:27
27: Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 

Untuk mengaktifkan Ruakh Yahweh, kasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan, dll. Contohnya seperti Pak Yusak, Dia menjadikan Allah satu-satunya, tidak bisa ditukar apapun, tidak bergeming dengan masalah apapun yang terjadi, dan dia menghidupi Ruakh Yahweh dalam hidupnya. Kalau orang mengucap syukur karena diberkati, itu sesuatu yang mudah, tapi kalau keadaan sebaliknya, itu tidak mudah dilakukan.

Di Alkitab, kalau kita lihat di Kejadian 18, perikopnya adalah Allah mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham. Selama 24 tahun dia menantikan janji Tuhan belum digenapi hingga Abraham frustasi

Kejadian 18:1
1: Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

Abraham itu sebenarnya sudah frustasi berat karena sudah menunggu cukup lama sekitar 24 tahun hingga anak perjanjian Tuhan lahir. Kalau engkau menghadapi padang gurun, jangan takut, His name is Jehovah.

Kejadian 18:2
2: Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

Jangan berputar-putar pada masalahmu. Banyak yang terlalu lama berputar-putar pada masalahnya, misal masalah yang lama diungkit-ungkit kembali padahal sudah pemberesan / doa bareng. Jangan lihat ke masalahmu, terus lihat ke depan, karena pertolongan sedang datang. Sesudah dilihatnya 3 orang di depan kemahnya, Abraham langsung lari kepada mereka. Sambar setiap kesempatan yang Tuhan berikan! Inilah yang namanya menikmati Allah Yahweh.

Kejadian 18:3-5
3: serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
4: Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
5: biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."

Abraham tidak sekedar mengambil roti, tapi dia menjamu mereka, bahkan diberikan daging yang terbaik dari ternaknya. Beri yang terbaik untuk Ruakh Yahweh! Lalu 1 tahun kemudian Sarah sudah mendapatkan anak, artinya tepat 25 tahun anaknya lahir.


2. Ruakh Hoke'mah
Ini adalah Roh Hikmat, Kebijaksanaan, Akal Budi untuk bisa menimbang, memutuskan, dan memimpin. Ini sangat kita perlukan di bisnis, pelayanan, dalam berbicara, dalam bertindak apapun, kita perlu roh ini. Salomo meminta

1 Raja-Raja 3:4
4: Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu. 

Salomo tidak pernah pelit memberikan sesuatu untuk Tuhan. Sesudah dia memberikan yang terbaik, kemudian dia mendapatkan mimpi.

1 Raja-Raja 3:5-10
5: Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu. 
6: Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. 
7: Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. 
8: Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. 
9: Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" 
10: Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. 

Kita bisa minta roh ini kepada Tuhan. Tapi sebelum meminta, belajar seperti Salomo, memberikan yang terbaik sebelum bisa mendapat berkat yang lebih  besar.


3. Ruakh Bine'ah
Roh Pengertian / Kepandaian untuk cepat menangkap kairos dari Tuhan. Kalau engkau mendapatkan ini, setiap kairos Tuhan, engkau akan bisa ambil.

Markus 14:3
3: Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. 

Kenapa perempuan itu bisa membuat hal ini?

Lukas 10:38
38: Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 
39: Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Apa yang diceritakan Tuhan sehingga Maria tidak bergeming, tidak bergerak sama sekali? Kalau seseorang intim dengan Tuhan, orang itu akan mengetahui banyak rahasia Kerajaan Surga. Tuhan Yesus saat itu bercerita tentang rahasia Kerajaan Surga, Dia cerita tentang kelahiran dan bahkan hingga nanti matinya Yesus untuk penebusan. Lalu karena semua itu, Maria mulai memikirkan untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan, yaitu dia persiapkan minyak yang disimpan untuk pernikahannya. Maria menangkap kairos itu, dan dia berikan yang terbaik sebelum Yesus mati, yaitu yang di Markus 14:3 tadi, namun banyak yang berkata untuk apa pemborosan itu, dll, dan itu namanya tidak mengerti kairos Tuhan. Maria mengerti kairos dan mau menyenangkan hati Tuhan!

Markus 14:4-5
4: Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?
5: Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Jangan dengarkan omongan orang yang mungkin mencemooh apa yang kita lakukan, misal ketika ke NTT, ke Kalimantan, Sulawesi, banyak orang yang mengatakan pemborosan, tapi tidak perlu pedulikan omongan tersebut, karena kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan.

Markus 14:6
6: Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Dikatakan melakukan perbuatan baik, karena Maria bisa menangkap hati Tuhan, dan dia bisa menangkap kairos Tuhan dan melakukan semuanya, melakukan yang terbaik dan diberikan kepada Tuhan. 

Markus 14:8
8: Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Tuhan mengingat apa yang dilakukan oleh wanita tersebut, dan inilah yang Tuhan mau di dalam hidup kita. Ruakh Bine'ah adalah Roh untuk bisa mengerti dan menangkap kairos Tuhan. Roh ini harus diaktifkan, karena kairos itu bisa sewatu-waktu datang, dan kalau engkau tidak waspada, kairos itu akan terlewat. Tangkap kairos Tuhan, pasti engkau akan terima sesuatu!

Persiapkan dirimu, aktifkan 7 Roh Allah dalam hidupmu! Pelajari benar-benar, aktifkan dalam hidupmu, maka engkau akan alami hal yang ajaib dalam hidupmu.


By: Ev. Daniel Krestianto

Buat Tuhan, tidak ada yang mustahil. Kalau engkau benar-benar aktifkan 7 Roh Allah, perfect blessing itu akan terjadi dalam hidupmu!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 25 September 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
25 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Christianus Pramono

Banyak yang berkata Ayub itu tahan banting, tahan uji, dan setia hingga akhir. Tapi ada sesuatu yang lain yang akan kita pelajari hari ini.

Ayub 1:1-3
1: Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
2: Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
3: Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Ketika kita baca Ayat ini, Ayub adalah orang yang benar, takut akan Tuhan, saleh, menjauhi kejahatan. Ini semua ditulis dari sisi penulis.

Ayub 1:8
8: Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Dari sisi Tuhan, Dia berkata Ayub memang adalah orang yang setia, ajaib, blameless (tidak bercacat). Tapi ada apa yang menyebabkan Ayub mengalami hal-hal tersebut? Dia tidak melakukan sesuatu apapun tanpa alasan. Ayub orang yang mengerti perhitungan Tuhan, dia tahu mempersembahkan korban untuk anak-anaknya yang sering berpesta yang siapa tahu melakukan kesalahan / dosa, tapi bisa kita lihat Ayub tidak mempersembahkan korban kepada Tuhan untuk dirinya sendiri, tapi hanya untuk anak-anaknya, artinya secara perhitungan, Ayub itu benar lakunya di hadapan Tuhan, manusia, dan setan.

Lalu Ayub mendapat pukulan pertama yaitu anak-anaknya mati dan semua hartanya habis dalam sehari. Ketika dia mengalami itu, apa yang jadi reaksi Ayub?

Ayub 1:21-22
21: katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
22: Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Ini reaksi yang sangat ajaib, karena dia sudah mengalami "kesialan" yang sedemikian rupa, tapi reaksinya seperti itu. Kalau engkau mengerti yang namanya hubungan, engkau tidak akan berteriak seperti Ayub. Kalau kita punya hubungan tentang Tuhan, kita tidak menjerit kepada Tuhan, tapi dia menjerit di hadapan orang. Ada di titik tertentu, Tuhan hanya minta kejujuran kita kepadaNya. Karena terlalu ajaibnya Ayub, dia memprogram dirinya sehingga dia bisa tetap benar dan tidak berdosa. Tapi Tuhan sebenarnya bukan mengingini reaksi yang seperti ini. Kita mengenal dan mengerti hukum-hukum Tuhan itu sangat penting, tapi lebih dalam dari itu, kita punya hubungan yang dalam dengan Tuhan. Kita tidak cukup punya good job, benar di hadapan Tuhan manusia dan setan, tapi Tuhan mau kita yang punya hubungan dengan Tuhan.

Hubungan Daud dengan Tuhan, kita bisa lihat dia menjerit dan jujur di hadapan Tuhan, berbeda dengan Ayub yang berteriak bukan kepada Tuhan, sekalipun jeritannya itu tidak membuat dia berdosa atau bercela sedikitpun. Kita seringkali menangkap semuanya dengan jiwa kita, tapi tidak dengan roh kita. Ayub pernah punya hubungan dengan Tuhan, karena di pasal selanjutnya dia berkata kalau dia pernah bergaul karib dengan Tuhan. Pertemuan kita dengan Tuhan itu membuat kecerdasan kita naik, bisa membuat kita selaras sedemikian rupa dan tidak membuat kita tersiksa ketika kita melakukan apa yang Tuhan suka. Cinta tidak mengenal pengorbanan, karena apapun yang dilakukan dengan cinta, orang itu tidak merasakan melakukan pengorbanan. Bapa pun tidak dikatakan mengorbankan, tapi mengaruniakan AnakNya yang tunggal.

Ketika kita mendengar Firman Tuhan dan menangkap dengan cara yang salah, itu bisa membuat seperti rumus di jiwa kita, dan itu membuat roh kita mengalami kekeringan. Seperti Ayub, dia punya rumusnya, yaitu ketika mengalami yang tidak enak, tetap buat diri jangan bercela, tidak boleh salah ngomong, tetap harus memuji Tuhan, dll. Memang benar seperti itu, tapi kita tidak bisa memperlakukan pribadi Tuhan seperti itu.

Lalu pukulan kedua itu penyakit yang dialami Ayub, penyakit "luar dalam", tidak hanya di kulit, tapi sampai ke tulang, dll. Ketika istrinya berkata kepada Ayub untuk mengutuki Tuhan, apa respon Ayub?

Ayub 2:10
10: Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Kalau kita lihat ayat ini, sebenarnya terjadi penurunan standar.
 
Ayub 1:22
22: Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Pada pasal 1 ayat terakhir dikatakan Ayub tidak melakukan dosa sama sekali, tapi di Ayub pasal 2 dikatakan tidak berdosa dengan bibirnya, tapi kita tidak tahu pikirannya dan hatinya bagaimana. Ketika Ayub membawa rumusnya kepada Tuhan, dan masih terjadi hal yang lainnya, dia mengalami kebingungan karena ketika mengalami yang tidak enak, rumus dalam hidupnya yaitu harus berkata yang baik, tapi justru dia masih tetap mengalami yang tidak enak, artinya rumus dalam hidupnya itu tidak berlaku, dan di situlah hati dan pikirannya mulai gentar.

Ayub adalah orang yang menggunakan rumus, dia memegang peraturan Tuhan, tapi tidak memegang pribadi Tuhan. Lalu pukulan ketiga itu ketika teman-temannya yang punya model pemikiran dan rumus yang sama, seolah-olah Ayub menghadapi dirinya sendiri hanya saat itu dia menghadapi lebih dari satu orang. Rumusnya ketika mengalami yang tidak enak, pasti ada salah. Namun apa kata Ayub? Dia berkata dia tidak melakukan kesalahan, seolah-olah dia tidak bisa dibentuk dan membenarkan dirinya sendiri. Tapi di pasal terakhir justru perkataan Ayub yang mengerikan berpuluh-puluh pasal, dikatakan Tuhan sebagai perkataan yang benar. Ayub ketika diserang dengan perkataan teman-temannya, yang mereka tahu pasti Ayub melakukan kesalahan sehingga dia mengalami hal seperti itu. Pola pikir seperti ini yang mau Tuhan ubah, karena Tuhan memperlakukan semua itu kepada Ayub ada maksudnya, Dia mau mengubah pola pikir kita yang berdasarkan pada hukum, kita tidak bisa menghadap Tuhan dengan menggunakan rumus.

Orang natural mengejar berkat, tapi hukum supranatural itu uang bisa terbang kalau kita kejar. Kita tidak bisa memperlakukan Tuhan dengan cara kita berhadapan dengan setan atau dengan hukum yang ada. Tuhan itu adalah Seorang Pribadi. Ayub itu orang yang sangat benar, tapi Tuhan mau mengacak-acak hukum yang ada di kepala Ayub. Ketika Ayub otaknya "berantakan", yang dia alami itu bukan hukuman Tuhan, tapi itu cinta Tuhan. Tidak ada yang salah yang dilakukan Ayub, hanya saja hatinya yang tidak klik dengan Tuhan. Ayub itu bukan dilanda hukuman, tapi dia dilanda oleh cintanya Tuhan. Kitab Ayub itu adalah kitab tertua, bahkan sebelum hukum taurat dan kitab Kejadian ditulis oleh Musa.

Ayub 42:2-3
2: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
3: Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.

Ketika Ayub sadar betapa dia tidak melakukan apapun di hadapan Tuhan, dia berkata seperti yang di ayat 2. Dari bahasa Ibrani, Ayub mengatakan itu semua bukan berdasarkan pengetahuan, teori yang dia tahu, tapi berdasarkan apa yang dia alami, berdasarkan pengertian yang dia dapat ketika dia mengalami semuanya itu. Dia sadar kalau dia itu hanya debu, kalau Tuhan mau "pencet" pun bisa, sehingga kalau masih ada sampai sekarang itu cuma karena anugrah Tuhan.

Ayub itu mirip seperti anak sulung. Kalau anak bungsu, dosanya itu secara gamblang terlihat. Lalu ketika anak sulung datang dan melihat pesta anak bungsu, anak sulung berkata kalau dia sudah melakukan semuanya dengan benar, tapi satu kambing domba saja tidak diberikan kepadanya. Lalu bapak itu menjawabnya dengan bijaksana, dan pada akhirnya kita tahu yang terhilang bukan anak bungsu, tali anak sulung. Tuhan pilih kita itu bukan karena kita sangat baik, tidak bercela, tapi Tuhan pilih kita ya karena pribadi kita, Dia sudah jatuh cinta kepada kita. Tuhan tidak mau ada anak yang terhilang, Dia punya cara untuk mengembalikan anak bungsu, dan juga anak sulung yang secara moralnya sangat baik. Tuhan mau agar kita tidak berdiri di hadapan Tuhan karena apa yang telah kita lakukan, bukan karena kebaikan kita, bukan apa yang karena kita perbuat tepat seperti yang Tuhan mau. Bukan karena kita layak, tapi karena ada hubungan di antara kita dengan Tuhan, dan inilah yang Tuhan mau.

Di dalam kasih karunia, kita tidak bisa lakukan semua dengan daging. Hubungan kita dengan roh Tuhan itu roh, yang membuat kita menjadi makhluk kekal adalah roh. Ketika kita selesai di dunia, kita akan kembali ke Tuhan di dalam kekekalan. Ketika Tuhan membentuk manusia, ada tubuh, ada jiwa, tapi ketika Tuhan tiup, seketika itu ada roh di dalam diri manusia. Roh itu adalah benih agape yang dari Tuhan yang ditanamkan ke setiap kita. Allah adalah kasih, dalam bahasa aslinya ditulis dengan kata ahava, dan itu terdiri dari 4 huruf. Aleph itu artinya Tuhan sendiri, kuasa Ilahi, hey dan vav 4: Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku itu artinya yang memberi, dan hey yang terakhir artinya adalah nafas. Ahava artinya Tuhan yang memberikan nafas. Agape itu sudah ditanamkan ke setiap kita untuk dipersembahkan kembali dan menjadi tali hubungan kita dengan Tuhan.

Kita harus lakukan semuanya karena cinta. Ketika kita bertanya kepada Tuhan, kita bertanya karena takut gagal, karena takut kena hukuman, karena takut merugi supaya untung. Untuk kita mengikut Tuhan dalam jangka waktu tertentu, tidak bisa yang seperti itu, motivasi seperti itu tidak bisa kita pertahankan. Bisakah kita bertanya kepada Tuhan semata-mata karena ingin menyenangkan Tuhan atau tidak? Motivasi kita akan diperhitungkan ketika kita kembali kepada Tuhan. Setiap bangunan yang kita bangun, itu ujungnya akan melalui api pengujian. Apakah yang kita lakukan karena tulus mau menyenangkan Tuhan, atau karena mau untung, takut rugi, dll. Di ayat selanjutnya, dikatakan orang itu memang tetap selamat, tapi akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Tuhan mau kita menghadap Tuhan itu bukan dengan rumus, tapi hati dengan hati kepada Tuhan, karena Dia adalah pribadi.

Ayub 42:4
4: Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
Bukan hanya dari kata orang Ayub mengenal Tuhan. Dulu Ayub mendengar Tuhan karena dia mendengar suaraNya, tapi sekarang Tuhan membuat matanya Ayub melihat Tuhan. Ketika kita sudah bisa mendengar suara Tuhan, jangan bangga, karena Tuhan tidak mau cukup sampai di sana, tapi Tuhan mau agar kita memandangNya. 

Ketika Yesus bertanya kepada Petrus, "apakah engkau mengasihi / agape Aku?". Lalu Petrus menjawab aku phileo kepada Kamu (Tuhan), dan di pertanyaan yang kedua juga sama seperti itu, tapi di pertanyaan ketiga, Tuhan bertanya "apakah engkau phileo Aku?", dan Petrus berkata Tuhan itu tahu kalau dia hanya phileo Tuhan Yesus. Ketika kita berkata agape kepada Tuhan, kita itu seperti diikat satu pinggang dengan Tuhan dan dibawa kemanapun Tuhan mau. Setelah Petrus menjawab yang ketiga kalinya, Tuhan Yesus berkata:

Yohanes 21:18-19
18: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19: Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku." 

Dalam bahasa aslinya di situ diceritakan bagaimana Petrus "mati UNTUK memuliakan Tuhan", bukan "mati DAN memuliakan Tuhan". Lalu ketika Petrus bertanya tentang murid yang berkasih-kasih denganNya, Tuhan Yesus berkata:

Yohanes 21:22-23
22: Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
23: Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."


Dikatakan bahkan kalau Tuhan Yesus menghendaki supaya ia hidup sampai Tuhan datang, itu bukan urusan Petrus, dan sebagaimana kita tahu Yohanes memang hidup melintasi waktu bahkan hingga dia melihat Tuhan Yesus datang sehingga ia bisa menuliskannya di Kitab Wahyu.

Ketika kita mengerti tentang ini semua, kita akan mengerti ketika suatu saat nanti Tuhan bertanya apakah engkau mengasihi Tuhan, itu bukan semata-mata karena Tuhan membutuhkan cinta kita, tapi ktu sedang menjelaskan betapa Tuhan mencintai kita, dan kita butuh untuk mencintai Tuhan agar warisan itu bisa turun, agar ikatan dengan Tuhan itu bisa ada. Jalin hubungan masing-masing dengan Tuhan, kita jalani semua bukan karena kita layak, tapi karena Tuhan cinta kita. Sebelum hukum taurat dan bahkan perjanjian lama itu ada, Tuhan sudah menceritakan di kitab Ayub, kalau kita bisa berdiri di hadapan Tuhan itu karena kasih karunia, karena Dia sudah jatuh cinta dengan kita, karena kita anakNya.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 19 September 2016

AOC BANDUNG
19 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Victor Purnomo

Yesaya 40:28-31
28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Ada perkataan yang disampaikan Tuhan melalui Nabi Yesaya, dan dimulai dengan kata "tidakkah kamu tahu?" Kita sebagai anak Tuhan harus tahu banyak hal, harus tahu apa yang jadi hak dan bagian dalam hidup kita. Hanya orang yang tahu yang bisa mendapatkan apa yang Tuhan sediakan untuk hidup kita. Banyak orang Kristen yang tidak tahu banyak, hanya tahu sedikit, sehingga yang mereka dapat juga sedikit. Tapi ketika engkau tahu banyak, artinya kita bisa dapatkan banyak hal dalam hidup kita. Kalau kita seorang ahli waris, tapi kalau engkau tidak tahu kalau sebenarnya warisan itu hakmu dan milikmu, ya itu tidak akan bisa jadi milikmu sekalipun engkau memang ahli warisnya. Tuhan mau kita mendengar dan mengerti banyak hal. Dia itu Tuhan yang kekal, Tuhan yang tidak pernah capek, Dia mau selalu membuat kita jadi orang yang selalu kuat. Dia Tuhan yang bersemangat, bergairah. Orang yang tidak capek itu bisa membuat banyak hal, tapi kalau sudah capek, tidak bersemangat, ya tidak bisa lakukan banyak hal. Yang membuat kita bergairah itu ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan. Kita dengan Tuhan itu sedang dibawa ke sebuah adventure, petualangan. Kalau Petrus tidak pernah mendengar dan melakukan yang Tuhan katakan kepadanya untuk datang, Petrus tidak akan pernah bisa berjalan di atas air. Tugas kita itu yang penting mentaati Dia, barulah kita nanti akan mengetahui apa maksud sesungguhnya yang Tuhan mau.

29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Setiap kita akan melalui yang namanya tidak ada kekuatan, kelelahan, tapi ketika engkau bersama Dia, Dia yang akan memberi kekuatan kepada yang lemah. Ketika engkau lelah dan sedang mogok, engkau itu hanya perlu sebuah "kabel jumper" atau sambungan yang terhubung pada Sumbernya yang bisa membuat kita jalan kembali. Tugas kita itu yang penting kita "nyantol" dengan Tuhan, karena Dia punya unlimited power, Dia punya yang tidak terbatas, sehingga apa yang mogok di dalam hidup kita itu bisa jalan kembali.

30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

Orang muda itu melambangkan orang yang kuat, dan dikatakan orang yang muda saja jatuh, apalagi yang tua. Tapi di ayat selanjutnya Tuhan buat perbedaan.

31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Menantikan Tuhan, menunggu Tuhan itu artinya dua diikat menjadi satu, seperti dua kabel diikat menjadi satu. Ketika dua menjadi satu, selemah apapun kita, tapi kalau kita dijadikan satu dengan yang kuat, yang lemah itu akan jadi kuat, bukan karena yang lemah, tapi karena yang kuat itu melindungi yang lemah. Ketika engkau menjadi satu dengan Tuhan, kekuatanmu itu seperti ditukar dengan Tuhan. Seperti ketika menukar rupiah menjadi dollar, kalau engkau tidak berikan rupiahmu, ya engkau tidak dapat dollarnya. Ketika engkau menantikan Tuhan, menempel dengan Tuhan, itu seperti engkau memberikan kelemahanmu dan Tuhan berikan kekuatanNya kepada kita.

Mengapa Simson menjadi orang yang kuat? Karena setiap itu Roh Tuhan turun ke atas hidupnya, dia bisa kalahkan sangat banyak orang bahkan tanpa perlu menggunakan senjata, kuncinya ketika Roh Tuhan ada di atas hidupnya.

Daud bahkan begitu berani maju ketika orang lain mundur dalam peperangan. Daud ingat karena ada urapan Tuhan turun kepadanya melalui Samuel, dan yang dari Tuhan itulah yang tidak bisa dipungkiri, yang membuat dia menjadi orang yang luar biasa dan berani. Ketika kita bertemu dengan Tuhan, pasti ada yang berubah dan berbeda dalam hidup kita. Kalau tidak ada yang berubah, justru itu ada pertanyaan kenapa macet?

Rajawali terbang di ayat tersebut itu dikatakan mount up, terbang ke atas, terbang semakin tinggi, tapi diperlukan sebuah kekuatan untuk terbang lebih tinggi. Kita harus kuat, tidak ada pilihan lain lagi, sebab ketika engkau lemah, engkau itu anak siapa? Anak itu selalu mirip dengan orang tuanya, kalau hidup kita lemah, kita anak siapa? Tuhan itu kuat, Dia menghadapi semuanya itu kuat. Engkau tidak akan pernah tahu kekuatanmu seberapa tanpa ada ujian.

Rajawali kalau dia terbang, dia mengandalkan angin. Di Alkitab, angin itu berbicara tentang Roh Tuhan, bukan hanya mengenai masalah. Di perjanjian lama dikatakan Ruakh, Roh Tuhan. Kekuatan terbang rajawali bisa sampai 400km. Semakin besar kekuatan terbangmu, sejauh itulah engkau bisa dapatkan mangsa dan jarahan. Kalau engkau hanya bisa terbang sejauh 1km, ya engkau hanya bisa dapatkan apa yang ada di radius itu. Semakin jauh kekuatanmu terbang, semakin besar teritorial yang engkau mliki, semakin besar jatah dan jarahan yang engkau akan dapatkan. Rajawali kalau membuat sarangnya itu bukan di tempat yang mudah, tapi dia buat di puncak gunung, di atas pohon tertinggi, dll, selalu membuat di tempat yang sukar. Kita bukan orang yang gampangan, tapi buat kita, kita tidak boleh mencari yang gampang, tapi justru kita harus kerjakan dan buat yang sukar sekalipun. Yang gampang, banyak orang yang mau lakukan, yang sukar, tidak semua orang mau lakukan. Tuhan mau tetapkan apa yang begitu sukar dan tidak bisa orang lain capai itu untuk jadi bagian kita. Bukan yang rata-rata, tapi yang di atas rata-rata yang diberikan kepada kita. Semakin tinggi rajawali terbang, semakin tajam dan semakin banyak yang dia bisa lihat. Semakin engkau rendah, semakin engkau sukar melihat. Tuhan mau bawa kita lebih tinggi agar kita bisa lihat apa yang Tuhan sediakan di depan, karena ketika engkau bisa melihatnya, engkau bisa mendapatkannya.

Semua itu engkau bisa dapatkan asalkan kita tidak menjadi lelah, karena ketika datang masanya menuai, kalau kita menjadi lemah, kita tidak bisa menuai. Jangan pernah lihat kondisimu saat ini, jangan terbatas karena itu, tapi lakukan exchange itu dengan Tuhan, bertemu dengan Tuhan dan lakukan tukaran dengan Tuhan. Perempuan yang sakit pendarahan, dia menjamah Tuhan. Dia sakit belasan tahun, dia sangat lemah, tapi ketika dia menyentuh jubah Yesus, tiba-tiba pertukaran itu terjadi, lemahnya itu hilang, dan dia bisa kuat berdiri. Ketika orang kusta itu bersentuhan dengan Yesus, dia menjadi tahir. Ketika kita bersentuhan dengan Yesus, sesuatu yang besar dan ajaib itu akan terjadi.

Nanti-nantikan Tuhan, dan semua yang luar biasa dan ajaib itu akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Dia punya begitu banyak sumber daya, tapi Dia cari siapa orang yang mencari Dia. Kalau engkau tahu hidupmu lemah, temukan Tuhan dalam hidupmu. Tuhan mau buat hidup kita jadi orang yang luar biasa. Sebelum kita dibawa terbang oleh Tuhan, kita akan dilatih oleh Tuhan. Latihan tidak enak, tapi itu bagus untukmu. Kalau engkau berhenti berlatih, sejauh itulah kapasita yang ada padamu Tapi ketika engkau terus berlatih, kapasitasmu itu akan semakin diperbesar. Medali itu disiapkan untuk yang menang. Izinkan Tuhan melatih dan membawa kita terus naik hingga kita didapati sebagai orang yang kuat di hadapan Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -