AoC Bandung, 27 Juni 2016

AOC BANDUNG
27 JUNI 2016

By: Ev. Daniel Krestianto

Tidak ada yang kebetulan. Semua sudah di dalam rencana Tuhan. Seringkali yang kita rencanakan bisa tidak jadi, tapi kalau kita hidup mengikuti langkah demi langkah, step by step dengan apa yang Roh Kudus ingatkan untuk kita ikuti, maka kemulian demi kemuliaan itu akan kita alami. Semua sudah ditentukan waktunya. Kita terlambat sedikit, hilang. Kita menghalangi, juga akan terlewat. Semua harus tepat. Kita harus belajar. Semua karena Tuhan. Ada hadirat yang mungkin engkau belum tangkap, tapi belajarlah, nanti engkau akan mengerti. Di dalam hadirat yang seperti itu, janji, rhema itu akan keluar, akan dikatakan, dan kalau engkau bisa tangkap, itu akan jadi nyata, tidak akan ada penundaan lagi. Tapi banyak yang hanya senang menikmati hadirat. Ayo masuk lebih dalam lagi dari sekedar menikmati hadirat, karena ada sesuatu yang sedang dibagikan, ada sesuatu yang sedang dilakukan, karena setiap acara seperti itu, yang di dunia sebenarnya senang dikonekkan dengan yang di surga. Untuk mengkonekkan, itu yang harus di dalam ketepatan, karena kalau tidak tepat, tidak akan jadi maksimal, kalau tepat, hasilnya akan dahsyat. Kita sama-sama belajar, karena janjiNya, Firman Tuhan berkata, kita ini sudah waktunya hidup dari kemuliaan menuju pada kemuliaan menuju pada kemuliaan, tidak ada lagi kegagalan, kerugian, kehancuran. Seharusnya apa yang Tuhan katakan itu terjadi total dalam hidup kita, tapi seringkali setan beracara, membuat hati kita rusak, membuat kita tidak fokus kepada Tuhan.

Pendidikan Tuhan memang seringkali tidak enak, membuat kita menangis, membuat kita berkata kenapa harus terjadi. Tapi kalau kita sadari, semua hal yang bagus itu harus melewati proses. Batu permata, berlian, ketika ditemukan harganya tidak mahal, semua menunggu setelah batu tersebut diproses dan batunya jadi seperti apa, dan itulah yang menentukan apakah batu itu harganya selangit atau harganya jadi biasa-biasa saja. Ketika kita ditemukan Tuhan, kita itu tidak ada harganya, tetapi setelah proses Tuhan itu terjadi, setelah kita rela diproses, dibentuk, sehingga karakter Yesus itu masuk dan muncul dalam hidup kita, itu yang akan menentukan harga kita mahal atau murah. Sebelum naik tingkat, selalu ada proses, ada ujian. Seperti anak dari SD mau ke SMP, tetap ada ujian, dan ada prosesnya harus belajar, bisakah meraih semua yang sudah diajarkan, dan kalau bisa, naik tingkat, kalau naik tingkat, semua fasilitas naik. Di dalam Tuhan juga seperti itu, ketika engkau naik tingkat, fasilitas itu juga akan naik dengan sendirinya. Justru yang meminta fasilitas sebenarnya dia tidak mengerti Tuhan. Memang boleh meminta, tapi ada yang lebih dari itu, yaitu percaya. Kalau kita mengerti apa yang tertulis di Firman dengan benar, apa yang menjadi hak dan kewajiban kita, dan kita mengerti dengan benar, sebenarnya semuanya itu otomatis akan datang ketika engkau sudah membayar harganya. Ketika kita mau diproses dan membayar harganya, yaitu penyaliban daging, ketika engkau lulus, dengan sendirinya berkat itu akan turun, semua fasilitas itu akan engkau dapatkan. Tetapi karena ketidaktahuan kita, seringkali itu ditutupi oleh setan, engkau juga tidak minta karena engkau merasa ya sudah begini saja, cukup. Engkau seharusnya mengerti, ketika engkau selesai melewati proses, berkatmu itu juga akan naik. Ayo berdoa minta paksakan kehendak Tuhan jadi dalam hidupku. Banyak yang protes karena tidak menangkap hal itu. Kalau engkau berani ngomong, engkau harus berani mengalami. karena ketika engkau berkata biar kehendakMu yang jadi, ya itu seperti Yesus. Ketika di Taman Getsemani Dia berkata Thy will be done, Dia masuk masa dimana Dia harus bayar semua yang jadi tugasnya, dan itu sangat sakit.

Manusia kalau tidak dipaksa oleh Roh Kudus juga tidak akan sampai pada destinynya. Kenapa? Karena kita maunya enak, nyaman, tidak ada yang mau hidupnya diatur terus, seperti dikekang padahal tidak ada yang kekang, maunya bebas, dan berkata bukannya semua sudah dibayar Yesus di kayu salib dan kita bebas? Memang kita bebas, tapi ada batasannya, dan Firman juga katakan kerjakan keselamatanmu! 

Ketika engkau setia, Tuhan setia. Ketika engkau tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak bisa menyangkal diriNya. Kok Dia tidak bisa menyangkal diriNya, tidak bisa tidak setia? Ternyata ada unsur Yesus itu hadir, Dia itu orang Yahudi. Di dalam adat Yahudi, ada sesuatu yang membuatNya berkata seperti itu. Di adat Yahudi, kalau ada sepasang muda mudi bertunangan, detik mereka sudah bertunangan, mereka sebenarnya tidak boleh berpisah, apalagi di pihak pria, tidak boleh membatalkan tunangan dengan alasan apapun dan dengan harga apapun sekalipun engkau banyak uang. Sekali engkau bertunangan, engkau tidak boleh membatalkan, kecuali kematian. Tapi dari pihak wanita, boleh membatalkan pertunangan tanpa alasan sekalipun. Yesus adalah tunangan kita, Dia mempelai laki-laki kita. Jadi ketika engkau jadi anak Tuhan Yesus, ketika kita membuat komitmen, itu kita bertunangan dengan Yesus, dan detik itu Dia (Yesus) sampai kapanpun Dia akan tetap setia, Dia tidak bisa menyangkal diriNya sendiri, Dia Tuhan yang pasti menggenapi. Kita berada di pihak wanita, karena itu dikatakan kerjakan keselamatan. Minta Roh Kudus mampukan, agar kita bisa tetap pegang dan jangan sampai keselamatan itu lolos dari hidup kita. Kalau ranting tidak berbuah, akan diberi waktu agar berbuah, tapi kalau masih tidak berbuah, itu akan dipotong. Pribadi demi pribadi itulah yang menentukan, yang berkata apakah engkau pilih dunia, pilih harga, atau pilih Tuhan.

Pengorbanan Tuhan itu terlalu mahal, sesungguhnya Dia tidak perlu berkorban, tapi karena Dia sayang kepada kita. Ketika dicambuk, itu sangat sakit, tapi tidak ada kemarahan dari hidupNya, Dia tidak berkata kenapa harus seperti ini. Berbeda dengan kita, ketika mengalami masalah, kita seringkali berkata kenapa masalah ini datang, padahal aku sudah begini, begitu, dll. Tuhan Yesus tidak mengeluarkan kata "kenapa", dan kita seharusnya seperti itu, mengucap syukur, kalau proses itu ada agar membuat kita naik lebih tinggi lagi.

Tugas kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Caranya bagaimana? Matikan kedagingan. Karena tidak bisa dua orang berjalan kalau tidak sepakat. Kita harus mengerti, kita tidak bisa hidup di luar Tuhan, kalau kita bisa hidup juga karena anugrah Tuhan. Matikan dagingmu. Daging itu apa? Kesombongan, harga diri, iri hati, semua perbuatan jahat, dll. Kikis! Kalau engkau berkata aku mau, Tuhan akan berikan kekuatan untuk kita, dan tidak ada yang tidak bisa. Pendidikan itu sakit, tapi hasilnya itu akan bagus. Sebagai orang tua, kita harus membuktikan Yesus itu seperti apa melalui tindakan kita. Jangan hanya berkata, tapi juga jadi pelaku! Yang Tuhan beri itu selalu yang terbaik, sekalipun sekarang mungkin engkau belum melihat yang mana baiknya.

Ibrani 10:20
20: karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Dia buka jalan baru, yang seharusnya kita dicambuk, kita dipaku, kita dapat mahkota duri, tapi karena Tuhan Yesus, Dia buka jalan yang baru. Dia buka jalan, tapi maukah engkau masuk dalam jalanNya? Untuk masuk di jalurnya Tuhan, diperlukan yang seperti tadi, biar kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita. Bukan kesenangan kita yang jadi, tapi kesenangan Tuhan yang jadi. Apa yang baik menurut kita belum tentu itu menyenangkan Tuhan. Yang baik itu ketika engkau jadi pelaku-pelaku Firman Tuhan. Masuk surga itu tidak dilihat title atau pengalamanmu, tapi apakah jadi pelaku Firman. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, bencana apa yang akan terjadi di depan. Tapi ketika kita masuk dalam perlindungan Tuhan sendiri, siapa yang imannya kuat, percayalah tidak akan terjadi apapun.

Mazmur 91:14
14: "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Kalau kita tahu namaNya Jehovah Jireh, kita tidak akan kekurangna. Kalau kita thau Dia Jehovah Rapha, engkau tahu sakit apapun engkau akan sembuh. Jehovah Roi, Tuhan yang menjamin seluruh kehidupan kita, Dia gembala kita. Percaya, namaNya itu powerful. Setiap kita berkata Jehovah Jireh, kalau engkau punya iman dan engkau katakan dengan iman, maka berkat itu akan turun dalam hidupmu. Jangan tanya darimana berkatnya, Tuhan itu sanggup sediakan semuanya. Kalau engkau cuma berkata tapi tidak tahu artinya, ya tidak akan jadi, karena engkau tidak mengerti artinya, dan itulah artinya mengenal Tuhan. Jehovah Nissi, Tuhan panji keselamatan. Biar setiap engkau sebut itu dengan benar, engkau akan dapatkan apa yang engkau sebutkan tersebut. Tuhan luputkan kita. Baca Firman, dan lakukan Firman Tuhan. Apa yang Roh Kudus katakan, ikuti, sekalipun engkau tidak bisa atau tidak mengerti, pokoknya ikuti dulu. Tidak masalah gagal atau tidak, yang penting engkau responi dulu dan engkau ikuti dulu. Kalau engkau disuruh mendoakan orang, jangan berpikir sembuh atau tidak ya, tapi jalani dulu, doakan saja, karena Roh Kudus yang akan berikan kesembuhan. Mengertilah kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kalau ada berkat yang tertunda, minta, dan menangkan dalam alam Roh, maka itu akan jadi!

Alami! Sesuatu yang tidak mungkin, yang mustahil, bagi Tuhan semua itu mungkin. Jangan batasi Tuhan. Bangkit, dan jangan jadi penonton! Alami Tuhanmu hebat! Jehovah itu Allah yang berjanji dan Dia akan menggenapi janjiNya. Apapun yang terjadi di depanmu, sebut namaNya Jehovah, Dia yang akan selesaikan, Dia yang akan genapi, Dia tidak akan buat engkau kecewa.

JEHOVAH is Your Name.
Mighty warrior, great in battle
JEHOVAH is Your Name.

Ketika engkau mengatakan ini dan kalau ada yang mengganjal di dalam hatimu, matikan kedaginganmu, percaya! Katakan setiap permasalahanmu, katakan engkau punya Allah Jehovah Jireh, Jehovah Rapha, Jehovah Nissi, Jehovah Roi, El Shaddai! Ketika Daud menghadapi Goliat, dia hanya membawa ali-ali dan 5 batu, dan di depannya ada sosok yang tingginya 3,5 meter yang penuh dengan kekejaman dan badannya kekar, Daud hanya memanggil sebenarnya Yeshua Hamasiach atau Yesus Kristus, dan hanya membutuhkan satu batu, itu mengenai Goliat dan langsung mati. Engkau punya Jehovah, Allah yang besar! Kita punya Allah yang luar biasa, bersama dengan Dia kita akan menyelesaikan semuanya, bahkan kita adalah lebih dari pemenang!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 26 Juni 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
26 JUNI 2016

By: Ps. Trisna

Kedatangan Yesus yang kedua kali sudah sangat singkat. Tuhan datang menyambut mempelaiNya yang mengenal Dia secara benar, berjalan bersama Dia secara benar.

Setiap kita sudah ada destiny yang ditetapkanNya, dan ketika Tuhan datang, Tuhan akan melihat apakah kita sudah mencapai destiny Tuhan dalam hidup kita itu. Ketika kita melalaikan satu kata atau satu panggilan Tuhan, itu akan sangat fatal akibatnya.

Bagaimana kita mengenal Tuhan yang kita sembah?

Di Kejadian 18 ketika Yakub melarikan diri dari Esau, lalu dia sampai di Betel (rumah Tuhan), dia melihat tangga dari langit ke bumi dan malaikat turun naik.

1 Raja-Raja 6:8
8: Pintu tingkat bawah ada pada lambung kanan rumah itu, dan orang naik dengan tangga-tangga pilin ke tingkat tengah dan dari tingkat tengah ke tingkat yang ketiga.

Tangga Bait Allah Salomo seperti itu, dan itu pasti tidak berbeda jauh dengan yang dilihat Yakub. Arti dari Betel adalah rumah Allah, dan di dalam tabernakel yang artinya juga rumah Allah. Gambar DNA dari manusia juga seperti itu, seperti tangga berpilin. Artinya kita sebagai rumah Allah, Betel, tabernakel, kita membawa DNA dari Tuhan sendiri, kita harusnya membawa surga terbuka kemanapun kita melangkah.

1 Korintus 3:16
16: Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kita adalah Betel, kita adalah tabernakel, ketika Tuhan ada di rumahNya dan kita berjalan, seharusnya surga terbuka, kuasa dan kebesaran Tuhan dinyatakan, dan itu adalah hal yang normal, justru kalau tidak terjadi apa-apa, itu sesuatu yang tidak wajar.

Di ruang maha kudus ditutupi oleh papan-papan, kiri 20, kanan 20, di belakang tabutnya 6 papan, totalnya 46 dan kromosom manusia juga 46. Kita benar-benar ditetapkan menjadi tabernakel / rumah Tuhan.

Kita ditetapkan untuk memiliki hubungan keintiman dengan Tuhan. Tuhan mau kita mempunyai keintiman, karena di Bait Allah ada suatu keintiman bersama dengan Tuhan. Orang yang masuk dalam tabernakel itu bertemu dengan Tuhan face to face. Saat itu Musa disuruh keluar oleh Tuhan dan dalam bahasa aslinya Tuhan mau memberikan semua karunia untuknya untuk menduduki Tanah perjanjian, tapi Musa mengenal Tuhannya, dia berkata jangan suruh kami pergi kalau Tuhan sendiri tidak pergi.

Di Tabut Perjanjian, ada tutup pendamaian, dan di atasnya ada kerub yang menghadap ke bawah.

Wahyu 5:9-10
9: Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
10: Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Yang dilihat oleh kerub ini adalah tutup pendamaian, mezizit, yang mengubah hukum taurat menjadi hukum anugrah yang diubah oleh darah Tuhan Yesus yang dicurahkan. Darah itulah yang membuat kita memiliki destiny yang ujungnya untuk memerintah bersama dengan Tuhan di bumi. Panggilan kita adalah membawa surga dan membuat itu menetap di muka bumi. Kemanapun kita bekerja dll, kita membawa otoritas kerajaan untuk memerintah atas bumi, bukan hanya satu pulau, satu kerajaan dll, tapi sebagai raja dan imam di atas bumi.

Apakah dalam kehidupan sehari-hari kita sudah membawa Kerajaan Allah di atas bumi? Ketika Yesus menyatakan diri setelah di kayu salib, yang Dia khtobahkan adalah mengenai Kerajaan Tuhan, Kerajaan surga. Sadari bahwa kita membawa kerajaan Allah atas bumi ini.

Ada sesuatu yang sangat penting yang Tuhan mau, tidak hanya tinggal dan menyatakan kemuliaan Tuhan, tapi kita harus mengenal Tuhan dengan benar.

Bilangan 17:9
9: Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan TUHAN kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing.

Tuhan memerintahkan 12 tongkat dari masing-masing suku dimasukkan ke dalam tabernakel. Ketika kita hidqup di dalam keintiman dengan Tuhan, hidup kita itu penuh dengan miracle,san dari hidupmu akan memancar mujizat bahkan hal sekecil apapun. Tapi seringkali mujizat kecil seperti itu kita tidang
dianggap

Mazmur 91:1-2
1: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
2: akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Perlindungan Tuhan akan terjadi ketika engkau mau mengenalanya secara pribadi. Keintiman menghasilkan anugrah, perkenanan, favor of God dan favor of man.

Bagaimana untuk masuk dalam keintiman?
1. Penyembahan
Bilangan 28:1-2
1: TUHAN berfirman kepada Musa:
2: "Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku.

Tuhan memerintahkan melalui Musa agar mereka mempersembahkan persembahan sebagai santapan Tuhan. Ketika engkau bawa penyembahan kepada Tuhan, itu seperti menjadi santapan Tuhan. Seringkali kita tidak pernah bertanya pada Tuhan apa yang Dia mau, apa yang jadi seleraNya setiap harinya. Seringkali kita datang ke Tuhan dengan sesuatu hal yang sama terus-menerus. 

Di dalam Roma 12 dikatakan persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, artinya penyembahanmu. sehari-hari adalah penyembahan, worship. Keluargamu, pekerjaanmu, bisnismu, itu semua adalah worship kepada Tuhan. Kehdiupan sehari-hari kita adalah worship. Apapun yang engkau lakukan untuk Tuhan, itulah worship. Worship membawa kita dalam keintiman. Kehidupan kita membawa kita kepada Tuhan.

Mazmur 73:23
23: Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.


2. Sadari keberadaan dan hadirat Tuhan ada di dalam hidup kita
Mulai biasakan kehadiranNya. Sadari kita berada bersama dengan Tuhan. Sadari kalau Tuhan bersama dengan kita.

3. Menanti-nantikan Tuhan
Yesaya 40:31
31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Kebanyakan anak-anak Tuhan tidak memiliki dan memberikan waktu ekstra untuk menantikan Tuhan, hanya memuji dan berdoa, selesai. Berikan waktu yang cukup kepada Tuhan, nantikan Dia. Menantikan Tuhan bagaimana? Bukan berdoa menyembah, tapi diam, perhatikan Tuhan. Kehidupan yang berkua adalah kehidupan di dalam Roh. Nama Yesustidak berkuasa kalau kita gunakan dalam kedagingan. Doa puasa kita juga tidak berkuasa kalau kita lakukan dengan kedagingan. Nama Yesus hanya berkuasa ketika engkau hidup di dalam Roh, masuk dalam alam Roh.

Di Kisah Para Rasul ada yang mencoba mengusir setan dengan nama Yesus, setannya tidak keluar, justru dia menelanjangi orang tersebut. Semua orang yang lain berdoa, tapi apakah berkuasa? Belum tentu. Berdoa yang berkuasa adalah berdoa yang dikuasai oleh Roh Kudus. Kehidupan dalam Roh ini hanya bisa didapatkan ketika engkau memiliki keintiman dengan Tuhan. Kebanyakan dari kita mengutip sebuah ayat dan mengambilnya untuk kita, tapi itu tidak akan berkuasa kalau tidak ada gerakan Roh Kudus atau rhema dari Tuhan.

Banyak orang yang kecewa ketika sudah berdoa dan berpuasa karena seperti tidak ada hasilnya. Tidak semua apa yang kita inginkan itu Tuhan berikan di dalam logos. Logos itu akan menjadi dahsyat ketika kita menerima rhema dari Tuhan. Semuanya dihasilkan tidak hanya dari doa puasa saja, tapi dair keintiman dalam menanti-nantikan Tuhan. Keitka kita menanti-nantikan Tuhan, Tuhan akan mengangkat kita dengan sayapNya dan masuk dalam alam roh. Daud, Habakuk mengerti mengenai hal ini, mendengar dan menantikan Tuhan. Kita bisa mendengar suara Tuhan dengan sangat jelas ketika engkau menantikan Tuhan.

4. Jiwa-jiwa
Kalau engkau merindukan untuk masuk lebih dalam, cari apa yang jadi keinginan hatiNya, apa yang jadi jantung hatiNya, yaitu jiwa-jiwa. Kalau kita menarik garis dari semua perabotan yang ada di Bait Allah, itu akan membentuk Salib. Semuanya berbicara mengenai Yesus. Apa yang jadi jantung hati Tuhan? Ketika ditarik garis lurus, yang berada tepat di tengah dari salib itu adalah mezbah dupa. Selain berbicara mengenai pujian penyembahan, juga berbicara tentang doa syafaat, jiwa-jiwa. Ketika kita masuk di dalam ladang jiwa-jiwa, kita masuk dalam detak jantung Tuhan, dan kita akan dibawa untuk semakin mengenal apa yang Dia mau, apa yang jadi seleraaNya, dll.

Ketika kita masuk dalam pelayanan jiwa-jiwa, Tuhan akan memperkuat sayap rajawali kita. Misalkan sekalipun tidak bisa pergi, engkau bisa ikut terlibat dengan investasi, atau minimal berdoa. Mari miliki dan latih setiap hari pengenalan kita kepada Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 19 Juni 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
19 JUNI 2016


By: Ps. Robert Lie

Setiap kita yang melakukan sesuatu atau banyak hal untuk Tuhan, pasti akan ada upah yang Tuhan beri. Sebenarnya kalau berkata tentang upah, kita tidak pantas, karena Tuhan sudah bayar kita semua di kayu Salib, tapi Dia itu Tuban yang baik, Dia akan memberikan upah untuk setiap kita yang sungguh-sungguh melayani Tuhan.

Matius 19:27
27: Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Banyak orang yang pasti mau bertanya ini kepada Tuhan, namun merasa takut untuk bertanya seperti itu kepada Tuhan, meraa tidak enak. Ketika itu Petrus bertanya seperti itu kepada Tuhan, tapi apa jawab Tuhan?

Matius 19:28-30
28: Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29: Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30: Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Engkau boleh saja bertanya seperti itu, tapi fokus kita bukan kepada berkat, kita melayani bukan karena berkat, tapi karena kita mengasihi Tuhan. Gereja itu bukan organisasi, tapi keluarga. Harusnya kita berpikir bukan apa yang bisa kita teirma dari gereja, tapi apa yang bisa kita berikan untuk gereja. Begitu halnya juga kepada Tuhan, kita datang ke Tuhan jangan selalu meminta dan meminta, tapi belajar sukakan hati Tuhan, apa lagi yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Tapi akan selalu ada upah untuk setiap kita yang melakukan dengan tulus. Kita cari Tuhan, melayani Tuhan, karena kita mengasihi Tuhan, bukan karena upah. Namun percayalah Tuhan itu bukan Tuhan yang tinggal diam, Dia pasti akan beirkan upah yang terbaik untuk kita.

Paulus berkata dia melayani tanpa upah. Upahnya adalah ketika dia melayani Tuhan tanpa diupah.

1 Korintus 9:18
18: Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Tuhan tidak pernah berhutang pada siapapun.

Matius 10:42
42: Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Engkau itu tidak akan kehilangan upahmu untuk setiap apapun yang engkau lakukan untuk Tuhan. Dia itu melebihi bos yang ada di dunia, engkau pasti akan terima upahmu bahkan yang tidak pernah engkau pikirkan. Uang itu titipan Tuhan, jangan terlalu pelit. Kalau engkau mengerti menjalankan uang Tuhan, engkau itu akan terima upah yang terbaik. Kalau engkau menolong orang lain, jangan merasa engkau sepertinya lebih dari orang lain, jangan merasa engkau sudah melakukan banyak hal, tapi harusnya engkau sadar engkau itu beruntung bisa memberkati orang lain. Di Alkitab pun dikatakan lebih berbahagialah memberi daripada menerima. 

Selalu ada hukum sebab akibat, hukum tabur tuai. Ketika engkau menabur, engkau pasti akan mendapatkan upah. Tidak peduli engkau setia di gereja, tapi kalau engau tidak pernah menabur ya tidak akan cukup, tidak ada yang bisa dituai. Kalau engkau bisa berkorban untuk Tuhan, gereja, melakukan yang terbaik untuk Tuhan,

Apa yang membuatmu pantas mendapatkan upah, apa syarat dan ketemntuannya?

1. Orang yang mengikut Yesus
Ikut Yesus bukan ikut kemauan sendiri, bukan hanya mengenai datang ke gereja. Banyak yang sudah tidak takut akan Tuhan, tapi takut dan hormat pada orang kaya, berkhotbah dengan pikiran sendiri, dll.

Mengikut Yesus dalam bahasa aslinya bahasa romawi, Apoloteo, artinya in the way with. Apakah pikiranmu sejalan dengan Tuhan? Engkau tersinggung dengan gereja atau orang, engkau buka celah. Tapi kalau engkau kecewa dengan Tuhan, engkau cari mati. Jangan lepaskan kutuk untuk orang lain, lepaskan berkat untuk orang lain. Doakan musuhmu, jangan berbuat jahat pada orang lain. Ketika orang pukul kamu, hajar sampai berlutut bahkan tertelungkup, itulah posisi terbagus untuk berdoa,
Yesaya 55:9
9: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Ikuti Tuhan, sejalan dengan Tuhan. Ketika Tuhan suruh sesuatu dan engkau tidak melakukannya, engkau itu sebenarnya tidak sejalan dengan Tuhan. Kalau engkau mengutamakan Tuhan, Tuhan itu akan mengutamakanmu.


2. Orang yang berani kehilangan apapun demi Tuhan
Banyak yang mengaku ikut Tuahn tapi sebenarnya hanya mengikuti gereja / pelayanan. Orang yang mengikuti Tuhan itu pasti dapat upah.

Matius 19:29
29: Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Orang-orang yang layak diberi upah oleh Tuhan itu orang yang berani kehilangan apapun yang mereka punya demi nama Tuhan. Beranikah engkau kehilangan teman terbaik, pacar, pekerjaan, impian, atau apapun demi Tuhan ketika Tuhan suruh? Kalau engkau rela kehilangan apapun yang berharga demi mengikut Tuhan, Tuhan itu pasti akan ganti bahkan beratus-ratus kali lipat.

Paulus yang dulunya Saulus adalah orang hebat, pemuka agama, dll. Tapi di temgah perjalanan dia mengalami kebutaan dan bertemu dengan Tuhan. Saat itu dia kehilangan gelar kehormatan, kehilangan respect orang Yahudi bahkan dia dibenci, bahkan dia rela kehilangan nyawanya demi Yesus. Paulus berkata bahkan hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan. Ketika di suatu pelayanan dan dia mau pergi ke suatu tempat, dia dihalangi oleh murid-muridnya, namun ketika itu Paulus berkata jangan halangi aku, dia tidak takut kehilangan nyawanya karena Yesus.


3. Orang yang selalu hidup dengan kasih mula-mula
Ketika engkau meninggalkan kasih yang mula-mula, posisimu akan jadi di belakang orang-orang yang baru dan memiliki kasih yang mula-mula.

Ada 3 fakta yang akan terjadi ketika engkau meninggalkan kasih mula-mula:
- Akan menjadi yang terkemudian sekalipun engkau adalah yang terdahulu

- Yehezkiel 18:24
24: Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
Ibaratnya seperti engkau naik tangga dan engkau sudah di tangga ke-20, tapi ketika engkau menjadi fasik, engkau itu akan ulang lagi dari tangga yang pertama, karena dikatakan semua kebenarannya tidak akan diingat-ingat lagi.

Ketika engkau melanggar, ya engkau tetap salah, tapi ketika engkau salah dan engkau tidak mengaku salah, hati-hati karena semua kebenaran yang sudah engkau lakukan itu akan dihapus, tidak diingat-ingat lagi. Misalnya ketika sudah melakukan 10 kebaikan akan mendapat hadiah, ketika engkau sudah melakukan 9 kebaikan dan engkau melakukan kefasikan, semuanya akan jadi 0 besar, dan ulang dari awal lagi.

Jangan cepat marah, jangan cepat tersinggung, jangan terlalu cepat bereaksi. Seringkali ada momen dimana kita hanya tinggal satu kali jalan lagi kita bisa dapat, tapi karena kita kurang sabar, sehingga kita tidak mendapatkannya, justru berkat itu dialihkan kepada orang lain.

- Tuhan akan datang dan mengambil kaki dian dari padamu
Wahyu 2:5
5: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 

Kalau hanya mati, kaki dian itu masih bis dihidupkan kembali, tapi kalau diambil Tuhan, ya habis. Mungkin Tuhan sudah siapkan upah, tapi ketika engkau mau mendapat upah, engkau berubah, sehingga tidak jadi terima upah. Sadar, sejalan dengan Tuhan, jangan kehilangan kasih yang mula-mula.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -