AoC Bandung, 15 Mei 2017

AOC BANDUNG
15 MEI 2017


By: Pdt. Chris Muntu

Matius 10:7-8 (TB)  
7: Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8: Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.


Dalam diri setiap orang Kristen, diberi 4 potensi (4m), menyembuhkan, membangkitkan, mentahirkan, dan menaklukkan lawan. Kalau Tuhan suruh kita pergi memberitakan kerajaan, akan ada 4 unsur (4k), kebenaran, kekekalan, keserupaan, dan kemuliaan. Pemicunya adalah 4 potensi tersebut. Dikatakan di ayat 8 bahwa kita memperoleh dengan cuma-cuma, dan cuma-cuma belum tentu murahan, justru karena ini sangat mahal dan Yesus sudah memperolehnya dan membagikannya kepada kita sebagai potensi. Kemanapun kita pergi, harusnya kita mendoakan dan kesembuhan itu harusnya juga terjadi. 

1. Sembuhkanlah orang sakit
Kalau ini perintah, apakah ini sudah dilaksanakan? Aktifitas dominan Yesus tidak hanya mengajar, tapi mendemonstrasikan kuasa Tuhan dengan kesembuhan ilahi. Kita diberi perintah jadi berkat untuk orang lain.


Ada figur, karya, asumsi negatif, dan asumsi positif.
Figurnya Yesus, Dia Dokter di atas segala dokter. Dia berkarya, di balik tubuh dan darah Yesus ada kesembuhan. Kalau engkau sakit, ya harus tetap memiliki pengharapan pada Tuhan, bergembira dalam Kristus, karena hati yang gembira adalah obat yang manjur, kalau tidak semangat, semangat yang patah itu akan mengeringkan tulang (Amsal 17:22). Pengharapan di dalam Tuhan itu tidak akan mengecewakan. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan.


Alkitab mengatakan manusia diciptakan srerupa segambar dengan Allah Bapa. Dalam hidup manusia, ada potensi hidup kekal. Tapi ketika manusia melanggar, jatuh dalam dosa, hidup kekal hilang, tapi hidup manusia semakin terbatas.

Prinsip kebenaran, prinsip hidup benar. Firman yang kita dengan lama-lama "mengkristal". Kristen yang tinggal dalam prinsip kebenaran itulah yang bisa membuatnya bertahan dalam masalah apapun.

Kalau engkau hidup dalam prinsip kebenaran, imunitas akan dibangkitkan, bukan hanya soal kesembuhan fisik, tapi juga imunitas atas serangan iblis / kuasa gelap. Siapa yang punya peluang? Kristen yang memegang prinsip kehidupan dan kebenaran Firman di atas. Kembali ke rancangan awal Tuhan. Hormati kesehatan yang Tuhan beri. Hidup dalam kebenaran, kalau tidak hak prerogatifmu hilang. Kalau engkau tidak berempati pada orang yang sakit, artinya engkau belum menghormati kesehatan yang Tuhan beri.

2. Membangkitkan orang mati
Bangkitkan orang mati di sini lebih mengarah pada bangkitkan manusia roh (iman).


Matius 10:5-6 (TB)  
5: Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6: melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.


Efesus 5:14 (TB)  
14: Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."


Kristen dimanapun ada yang:
1. Terlelap, tidur, pasif
2. Mati rohani
3. Memancarkan cahaya Kristus


Ada orang Kristen yang masuk kategori domba hilang. Jangan tinggalkan komunitas, jangan tinggalkan ibadah. Kalau sampai ada yang meninggalkan komunitas / ibadah, artinya ada yang tidak menarik lagi, atau di luar sana lebih menarik lagi. Atau mungkin memang ada gesekan, ada kecewa, dll. Temukan mereka, ingatkan mereka, bangkitkan iman mereka, bangkitkan rohnya! Jangan pesta di dalam, tapi tidak bergerak ke luar. Temukan mereka, cari tahu penyebabnya, rekonsiliasi.

3. Tahirkan orang kusta
Kusta itu sejenis penyakit, harusnya kan bukan tahirkan orang kusta, tapi sembuhkan orang kusta. Kita lihat kusta zaman dulu, ketika diperiksa imam dan ada kusta, itu najis, dikaitkan dengan kutuk, karena mereka bisa dirajam mati kalau dia tidak meneriakkan dirinya kusta dan menyentuh orang lain dll. Sehat tubuh, jiwa, roh, itu tahir. Munculkan karakter Kristus. Iman dan karakter harus berjalan beriringan, harus selaras, dan engkau akan dirindukan banyak orang. Kalau kita memunculkan karakter Bapa, kita akan dirindukan, karena ada hadirat Tuhan. Ada proses, ada bagian yang terkoyak dalam hidup kita, kedagingan disalibkan, roh naik, iman dibangkitkan, urapan turun. Pilihannya dua, keserupaan atau kesurupan. Buktikan perjalanan imanmu melalui kedagingan yang tersalibkan dan sifat Bapa dimunculkan.


4. Usirlah setan-setan
KerajaanMu datanglah, kehendakMu jadilah, di bumi seperti di surga, itu dimungkinkan kalau pihak lain menyingkir, karea tidak bisa di satu tempat ada 2 pihak, ada Tuhan dan ada setan. Pastikan tempat yang akan kita injak adalah teritoral kerajaan. Kristen harus menunjukkan ini, kemanapun kita pergi, kemuliaan Tuhan dinyatakan.


4 potensi. Ketika Firman itu ada, potensi itu sudah ada dalam hidup kita. Miliki kemauan kuat untuk kembali ke Kerajaan Allah. Tidak hanya jadi pendengar, tapi jadi pelaku hingga kuasa gelap pun tidak bisa menyentuh kita karena ada hadirat Tuhan dalam hidup kita.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 14 Mei 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
14 MEI 2017


By: Ps. Pendy Sofian

Glorious exaltation. 3 syaratnya adalah kerendahan hati, kesetiaan, mau belajar. Tuhan mau angkat kita ke titik yang bahkan kita tidak pernah alami sebelumnya.
Janji Tuhan selalu ada syaratnya, tidak gratisan. Kita harus bijak untuk mengerti apa yang jadi syarat janji Tuhan.

1. KERENDAHAN HATI

1 Petrus 5:6 (TB)  
6: Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Belajar merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat agar kita ditinggikan pada waktunya yang tepat. Kapan waktunya? NOW!!! sekarang! Bulan ini Tuhan berjanji glorious exaltation, inilah waktunya!

Lukas 18:10-14 (TB)  
10: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11: Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12: aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13: Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14: Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Note: orang Farisi bukan berarti orang berdosa, tapi dia orang yang sangat memperhatikan dan melakukan Taurat. Dan juga pemungut cukai belum tentu orang berdosa. Tidak semua pemungut cukai orang berdosa. Zakheus itu pemungut cukai, tapi dia berani berkata setengah hartanya diberikan dan kalau ada yang dipungut lebih, dia kembalikan 4x lipat. Dia orang yang mengerti perhitungan, tidak mungkin dia mau merugikan dirinya sendiri, dan kalau dia berani berkata seperti itu artinya dia memang memungut pajak sesuai dengan yang seharusnya.

Orang Farisi itu memang berdoa dalam hati, dia "mengucap syukur" bisa melakukan pelayanan dan tidak seperti pemungut cukai, namun itu dianggap sebagai meninggikan diri karena dia membandingkan dirinya dengan pemungut cukai itu.

Definisi merendahkan diri:
* Jujur mengakui segala kelemahan dan kesalahan kita di hadapan Tuhan

2 Tawarikh 12:8 (TB)  
8: Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."


- Jujur dengan Tuhan, tapi jangan expose apa yang telah / pernah engkau lakukan, pelayanan yang pernah engkau lakukan, dll. Orang Farisi melakukan itu, dia "mengucap syukur" atas semua "pelayanan"nya, dan membandingkan dirinya pada pemungut cukai. Tapi pemungut cukai justru merendahkan diri, bertobat, bahkan memukul dirinya sendiri, tapi Tuhan angkat orang ini.
- Bukan terbuka atas apa yang pernah engkau lakukan, tapi sadari kelemahanmu, kesalahanmu, kekuranganmu di hadapan Tuhan

* Menyadari bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan dan kita membutuhkan Tuhan.
- Kerendahan hati bukan buah Roh, karena kalau itu buah Roh, ketika engkau dekat dengan Tuhan, engkau bisa dapatkan itu dengan otomatis
- Kerendahan hati itu harus dikejar! Harus dilatih!



2. MAU BELAJAR

Yesaya 50:4 (TB)  
4: Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.


* Belajar untuk melatih telinga dan lidah kita
- Belajar mendengarkan: lihat orangnya, fokus, beri respon, mencatat
- hear: mendengar;  listen: mendengarkan.
- mendengarkan itu perlu telinga dan hati untuk ke orang yang sedang berbicara. Bahasa Mandarin "mendengarkan" pun juga menggunakan huruf yamg terdiri dari telinga dan hati


* Cari mentor atau pengajar untuk percepatan
- Engkau memang bisa belajar sendiri, tapi itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding engkau belajar dengan orang lain
- Ketika engkau belajar dari orang lain, engkau bisa belajar lebih cepat, karena engkau tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencoba segala cara yang tidak tepat.
- Ikuti satu atau dua orang yang mau engkau pelajari / jadi contoh



3. KESETIAAN

* Berpegang teguh pada janji, taat, konsisten
* Setia BUKAN berarti menghafal janji yang telah dibuat, tetapi komitmen untuk terus MELAKUKAN janji tersebut.
* Setia: faithful ; Percaya penuh: faithful


Ibrani 11:6 (TB)  
6: Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.


Tanpa percaya pada Tuhan, kita tidak akan bisa setia pada Tuhan.
Percaya apa?
1. Percaya bahwa Tuhan itu ada
Banyak yang tidak percaya Tuhan ada karena berpikir Tuhan jauh di surga, khawatir Tuhan mendiamkan kita. Seringkali kita tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, padahal tubuh kita adalah Bait Allah, dan Allah berdiam di dalam hidup kita.


2. Percaya bahwa Allah memberi upah pada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia
Kenapa orang tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan? Karena mereka tidak terlalu percaya bahwa Tuhan akam memberi reward untuk setiap orang yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.


Hebrews 11:6 (Amplified)
6: But without faith it is impossible to please and be satisfactory to Him. For whoever would come near to God must [necessarily] believe that God exists and that He is the rewarder of those who earnestly and diligently seek Him [out].


* Belajar percaya penuh pada Tuhan. Kita tidak bisa setia pada Tuhan kalau kita tidak percaya penuh pada Tuhan.

!!! Ada tuntutan setan kalau engkau tidak mengikuti ibadah secara penuh, karena engkau dianggap tidak setia! Contoh datang terlambat, pulang lebih dulu, atau ketika ibadah pergi kemana-mana.

* Setia perkara waktu!
* Tuntutan setia itu 100%, bukan 99% sekalipun. Contoh satu karyawan sangat baik di pekerjaan selama 4 tahun 365 hari, tapi di satu hari karyawan ini mencuri. Ketika ini terjadi, karyawan ini pasti akan dicap tidak setia sekalipun dia baru melakukan kesalahan sekali.
* Di gunung setia, Tuhan sudah sediakan semuanya bahkan apa yang baru engkau pikirkan.


Roma 4:18-21 (TB)  
18: Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 
19: Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 
20: Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
21: dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.


Romans 4:18 (The Message)
18: When everything was hopeless, Abraham believed anyway, deciding to live not on the basis of what he saw he couldn't do but on what God said he would do. And so he was made father of a multitude of peoples. God himself said to him, "You're going to have a big family, Abraham! "


Abraham memilih untuk hidup tidak berdasarkan apa yang dia lihat atas ketidakmampuannya, tetapi berdasarkan Firman Tuhan akan apa yang Tuhan akan lakukan. When everything was hopeless, Abraham tetap percaya!

Kita harus LEBIH PERCAYA pada apa yang TUHAN KATAKAN dibanding apa yang engkau LIHAT. Baca Firman! Kalau tidak, apa yang engkau mau ingat dan percaya? Sistem kerja Roh Kudus itu mengingatkan Firman di saat engkau memerlukan Firman tersebut. Tapi kalau engkau tidak membaca Firman, apa yang mau Roh Kudus ingatkan? Jangan harap engkau bisa dengan suara Tuhan secara audibel kalau engkau saja tidak percaya bahwa Tuhan berbicara melalui Alkitab.

Romans 4:20  
20: But Abraham never doubted. He believed God, for his faith and trust grew ever stronger, and he praised God for this blessing even before it happened.


Bagaimana kalau kita tidak setia?
2 Timotius 2:11-13 (TB)  
11: Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; 
12: jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; 
13: jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Sekalipun kita tidak setia, Tuhan tetap setia. Namun bukan berarti kita tidak perlu setia, jangan mempermainkan Tuhan.

Pelajari kisah anak yang hilang:
Lukas 15:17-20 (TB)  
17: Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18: Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19: aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20: Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.


* Kalau anak ini mati di kandang babi, bukan karena Tuhan yang tidak setia, tapi itu kesalahan anak tersebut, karena itu keputusannya sendiri yang tidak mau kembali
* Apa yang harus dilakhkan? Anak itu harus bertobat, bangkit, dan berjalan kembali kepada bapaknya sehingga dia masuk ke radius yang bisa dilihat oleh bapaknya
* Ketika bapaknya bisa melihat anak ini, bahkan anak ini tidak perlu berjalan lebih jauh lagi hingga mencapai bapaknya, justru bapak itu yang berlari mengejar anak tersebut.


# Untuk engkau bisa mengalami kasih setia atau kesetiaan Tuhan, engkau harus merendahkan diri, berbalik, dan berjalan kembali hingga engkau masuk dalam radius Bapa di surga
# Kasih setia Tuhan itu adalah tangan Tuhan yang selalu terbuka ketika engkau berbalik dan mengakui segala kesalahanmu
# Kalau engkau tidak kembali, itu bukan salah Tuhan, bukan karena Tuhan yang tidak setia
# Kalau engkau tidak mengalami janji Tuhan, itu bukan karena Tuhan yang tidak setia, tapi karena kita yang tidak setia.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 8 Mei 2017

AOC BANDUNG
8 MEI 2017

By: Ev. Irene Tjahjadi

Kejadian 28:10-17
10: Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
11: Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
12: Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
13: Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 
14: Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
15: Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
16: Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
17: Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."

Dari pasal sebelumnya, Yakub baru saja mengambil hak kesulungan Esau dan dia pergi dari rumah orang tuanya. Dia mendadak harus keluar dari comfort zone. Dia memiliki kerinduan untuk mendapat yang dari Tuhan walau menggunakan cara yang salah, namun Tuhan melihat hatinya, dia memiliki kerinduan, sehingga bahkan ditulis Tuhan mengasihi Yakub, membenci Esau. Banyak yang keluar dari comfort zonenya untuk mencapai destinynya. Ketika itu dia sempat ketakutan, namun saat itu dia ditemui Tuhan, karena Yakub punya kerinduan. Tuhan datang dan memperbarui perjanjianNya pada Yakub. Dia membuat perjanjian bahkan sampai ke keturunan Yakub. Dari tempat itu, Yakub akan diberkati, banyak seperti debu, Dia menyertai dan melindungi Yakub dan kemanapun Yakub pergi Dia akan bawa Yakub kembali. Sekalipun dia sedang desperate, dia mendapatkan mimpi itu, dan ketika bangun, dia tidak meragukan apakah mimpi itu benar atau tidak, lalu dia menjawab seperti yang di ayat 16 dan 17.

Kejadian 35:1-7
1: Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu."
2: Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
3: Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
4: Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
5: Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
6: Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan--yaitu Betel--,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
7: Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya. 

Ada selang waktu dari Kejadian 28 dan 35, dia juga mengalami proses dan mengalami tabur tuai ketika di rumah Laban, dan perbedaan waktunya sekitar 25 tahun. Dia mengalami banyak hal, Laban bukan membuatnya nyaman, Laban membuat dia harus bekerja keras hingga akhirnya Yakub keluar dari rumah Laban. Di Kejadian 32 Yakub bergumul dengan malaikat dan dia menang, dan dia menang, namanya diubah menjadi Israel. Harusnya Abraham Ishak Esau, tapi Yakub mendapatkan hak kesulungan itu, sehingga menjadi Abraham Ishak Israel. Di pasal 35 ayat pertama ini Tuhan berkata kepada Yakub dan Dia mau Yakub membangun mezbah penyembahan kepada Tuhan seperti dahulu, dll. Lalu di ayat 2, dia langsung meresponi apa yang Tuhan mau, bahkan juga dengan semua keluarganya. Terkadang di tengah pengikutan kita dengan Tuhan, kita melewati kekecewaan, isak tangis, dan mungkin ada "dewa-dewa asing", yaitu bersanar pada orang lain, bersandar pada sesuatu selain Tuhan. Karena itu di ayat 2 Yakub berkata lepaskan dewa asing, tahirkan, dll. Tahirkan itu tinggalkan yang lama, kebiasaan lama, dll. Di ayat 4 dikatakan mereka melepaskan dewa-dewa asing dan anting-antingnya. Anting-anting itu berkata seperti mendengar suara yang lain, bukan suara Tuhan, mendengar deception / penyesatan, mulai tidak membaca Firman. Setelah itu, mereka berangkat dan kedahsyatan dari Tuhan melingkupi kota-kota sekeliling mereka sehingga mereka tidak dikejar. Ketika engkau mau melepaskan semua yang Tuhan tidak mau, kedahsyatan Tuhan itu juga akan melingkupi hidupmu. Setelah Yakub kenal Tuhannya, dia menamakan tempat itu El Betel, Tuhan atas rumah Tuhan. Terkadang kita ke rumah Tuhan tapi tidak mengalami Tuhan lagi karena ada lapisan lain, kekecewaan, kemarahan, pahit, kebekuan, dll. Sekalipun kita melewati masalah, apakah engkau bertemu dengan El Betel, atau hanya Betelnya saja? Kalau kita punya perjumpaan dengan El Betel, semua akan mengalami yang ajaib. Setelah Yakub mengalami proses, dia tidak hanya menemui Betel, tapi juga El Betel.

Kalau kita dikeluarkan dari sebuah kenyamanan, kita harus tahu bahwa Dia Tuhan yang akan tetap mendengar dan menjawab doa. Biar ketika kita mengalami apapun, kita kenal Allahnya pemimpin kita. Kalaupun harus Tuhan keluarkan kita dari comfort zone untuk bisa menyelesaikan destiny, jangan jadi tawar, biar kita terus berjalan bersama Tuhan yang akan membuat mujizat dan supranatural. Jangan sampai ketika kita belum sampai destiny, kita hanya datang ke Betel, tapi tidak mengalami El Betel. Jangan pernah menggantikan apapun dengan Tuhan. Biar El Betel itu tetap hidup, jangan lepaskan genggamanNya. Jangan sampai kita tidak kenal Tuhan kita. Apapun yang Tuhan tidak suka, beranikah kita lepaskan itu? Tiap hari kita harus mengalami pertobatan, kalau hati kita berubah, doa pada Tuhan, jangan sampai ada deception dalam hidup kita.


- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -