Ibadah Minggu IFGF Palembang, 12 Maret 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
12 MARET 2017

By: Ps. Robert Lie

Yehezkiel 34:26
26:  Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.

Ezekiel 34:26
26: I'm going to make them and everything that surrounds my hill a blessing. I'll send down the rain! At the appropriate time there will br a rainstorm of blessing!

Bagi sebagian orang badai itu menakutkan, tapi bagi sebagian orang badai itu menyenangkan, apalagi rainstorm of blessing, hujan badai berkat. Salah satu efek dari kemuliaan adalah berkat kekayaan. Tidak salah untuk menjadi kaya, yang salah ketika engkau jadi kaya dan engkau lupa dengan Tuhan. Tuhan yang kaya rela jadi miskin agar kita jadi kaya, dan Tuhan datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan. Semua berkat dari Tuhan, Dia yang memberi kekuatan untuk mendapatkan kekayaan. Kalau kita bisa ada di sini, semua karena Tuhan. Akan ada berkat yang sangat ajaib!

Di ayat tadi dikatakan yang diberkati hanya yang berada di sekitar gunung Tuhan?
Mazmur 24:3-4
3: "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
4: "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Kalau kita mau terima rainstorm of blessing, engkau harus ada di sekitar gunung Tuhan, karena bukannya badai itu yang datang ke hidup kita begitu saja. Setelah naik ke gunung Tuhan, apa yang harus dipersiapkan, dibawa, dan dilakukan?

Hagai 1:8
8: Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, Firman TUHAN.

Bangun rumah, bangun hidupmu yang benar di hadapan Tuhan. Hanya orang yang sudah membangun rumahnya di tempat ini yang akan mengalami rainstorm of blessing untuk gereja ini. 

Matius 7:24
24:

Dalam bahasa Ibrani, mendirikan rumahnya menggunakan kata banah et betow.

Banah: membangun kembali / rebuild / build
Banah memiliki gematria 57. Dalam bahasa Ibrani, kata yang memiiki nilai gematria yang sama, memiliki hubungan satu sama lain.

57:
- Mezbah (mizbeach)
- Berlawanan / opposite to (neged)
- Kehancuran / destruction (abdan)
- Peningkatan, gandum / increase, grain (dagan)
- Gizi, sepenuhnya dikembangkan / nourished, fully developed (zan)

Dari semua itu, kita bisa tarik kesimpulan membangun (rumah) artinya membangun (kembali) mezbah dalam hidup kita dan memberikan perkembangan serta peningkatan, jika tidak kita akan berhadapan dengan kehancuran karena berlawanan dengan mezbah.


Amos 9:11-15
11: "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
12: supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
13: "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
14: Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
15: Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

- Mendirikan / memperbaiki kembali Pondok Daud
- Menguasai sisa-sisa Edom
- Penuaian besar-besaran
- Membangun kota
- Ditanam di tanah perjanjian

Amos 9:11 (AYT)
11: "Pada hari itu, Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang sudah roboh. Aku akan membangun dinding-dindingnya yang retak, dan membangun kembali reruntuhannya, Aku akan membangunnya kembali seperti pada zaman dahulu kala

Membangun (dinding): gadar
Gematrianya 207.
- Dipisahkan, memberi makan / to seperate, choose, to feed (barah)
- Raja Alam Semesta / The Master of Universe (Adon Olam)
- Sinar, menjadi terang / light, to be or become light (or)
- Tak terbatas, tidak ada batasan / infinite, no limitation (ein sof)
- Berlipatganda / multiply

Gadar atau membangun (dinding) artinya ketika kita dipisahkan oleh dan untuk Raja Alam Semesta untuk menjadi terang dan berlipatganda dengan tidak ada batasannya.

Gelap dan terang tidak bisa bersatu. Membangun tembok untuk dipisahkan, yang kudus semakin kudus, lalu yang benar dengan yang fasik. Apa yang dipisahkan? Hidup kita yang untuk Raja Alam Semesta, Yesus Kristus agar kita bisa jadi terang dan berlipatganda tanpa batas.

Semua berkat itu sudah ada di depan kita, tapi Tuhan berpesan:
1. JANGAN MENOLEH KE BELAKANG.
Kejadian 19:17
17: Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Jangan menoleh ke belakang. Jangan berhenti di Lembah Yordan, LARILAH ke pegunungan. Kenapa jangan di lembah Yordan? Karena Yordan sendiri artinya the river of death. Istri Lot saat itu menoleh ke belakang, karena di Sodom terdapat banyak hal yang duniawi. Detik engkau menoleh ke belakang, engkau akan kehilangan blessing Tuhan.

Lukas 9:62
62: Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Menoleh ke belakang:
- Tidak dapat berkat, bahkan dikatakan tidak layak
- Jangan melihat kegagalan apalagi keberhasilan masa lalu

2. BERLARI!!
Filipi 3:16
16: Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Filipi 3:16 (TSI)
16: Yang penting kita masing-masing tidak mundur dari tingkat kedewasaan rohani yang sudah kita capai. 

Jangan berhenti, apalagi mundur!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 6 Maret 2017

AOC BANDUNG
6 MARET 2017

By: Ev. Daniel Krestianto

Ada waktunya untuk kita membangun hubungan dengan Tuhan kita. Ada waktunya. Kenapa? Firman Tuhan berkata, cawan sebelah dalam pun harus bersih, jangan sampai cawan sebelah luar saja bersih tapi yang sebelah dalam kotor. Kita benar-benar berdoa, ketika kita menyembah dan memuji Tuhan, kita itu sedang dibenahi, sedang diajar, sedang dibenahi cawan hidup kita. Dimanapun kita berada, ayo cari Tuhan, kita tidak bisa lepas dari Tuhan. Firman Tuhan berkata kalau ranting itu lepas dari pokoknya, sepertinya ranting itu tidak ada apa-apa, tapi tunggu saja beberapa hari, ranting itu akan kering. Jangan pernah lepas dari pokokmu.

Apa artinya lepas dari pokokmu? Kita merasa kita mampu, kita bisa sendiri, kita tidak butuh Tuhan. Kadang kita tidak sadar kita lepaskan Tuhan karena kita merasa mampu. Kita bertindak sendiri tanpa tanya Tuhan karena kita merasa sudah mampu. Semua karena anugrah, bukan karena kita bisa. Biar di hati kita ada kerinduan untuk terus melekat dengan Tuhan, jangan pernah izinkan untuk hidupmu meninggalkan Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tapi seringkali kita yang meninggalkan Tuhan, contoh karena kecewa, apa yang diinginkan belum tercapai, lalu meninggalkan Tuhan. Jangan sampai kita ada di sini tapi tidak berada di jalan yang kudus itu. Seringkali banyak yang memilih untuk keluar dari jalan yang kudus itu.

Beresi hidupmu. Jangan kecewa. Semua yang ada di hidup ini hanya sementara, tapi yang kekal itu akan terjadi. Terus cari Tuhan sampai engkau temui Tuhan, hingga bukan hanya ketemu, tapi engkau utuh mengenal Tuhan sehingga engkau tidak pernah kecewa dengan Tuhan. Kalau engkau masih ada keinginan, biasanya akhirnya bisa kecewa.

Bilangan 32:1-5
1: Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan.
2: Lalu datanglah bani Gad dan bani Ruben dan berkata kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat itu:
3: "Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon,
4: negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, itulah suatu negeri yang baik untuk peternakan dan hamba-hambamu ini memang ada ternaknya."
5: Lagi kata mereka: "Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan." 

Padahal Tuhan janji kepada mereka, mereka akan mendapatkan suatu tanah dimana susu dan madu itu berkelimpahan, dimana terjadi yang namanya Firman jadi kenyataan. Tapi apa yang terjadi? Suku Ruben dan Gad melihat suatu tanah yang baik. Apa yang dia pandang baik, dia pikirkan, dan akhirnya dia berkata cukuplah mereka di sana, jangan suruh mereka pindah dan jangan biarkan mereka menerima janji Tuhan dengan menyebrang Sungai Yordan. Selama orang masih mengasihani diri sendiri dan fokusnya pada diri sendiri daripada Tuhan, 99% dia tidak akan meraih janji Tuhan, tanah Kanaan.

HINENI. Artinya apa? Nurut saja pada Tuhan, kalau Tuhan berkata A, ya A, biarpun banyak godaan dan itu merupakan suatu kenikmatan dan sesuatu yang menyenangkan. Apakah engkau tetap bisa memilih Tuhan? Kalau engkau memiliki perhitungan luar biasa tapi tidak bisa menundukkan diri, kebanyakan akan terbuai dengan apa yang dilihatnya. Tapi kalau engkau ambil keputusan seperti Bani Ruben dan Gad, sebenarnya orang itu tidak sejalan dengan Tuhan, keluar dari "the holy road". Mereka terbuai akhirnya mereka memilih dunia daripada janji Tuhan. Ini sesuatu yang tipis perbedaannya. Banyak orang beralasan mau menyenangkan Tuhan, tapi hidupnya di luar jalan yang kudus itu, karena mereka tidak mau dibentuk. Orang yang masuk dalam holy road itu orang yang siap untuk dibentuk. Memang tidak enak, tapi ujungnya engkau akan berkata, kalau tahu ujungnya seperti itu, tidak mungkin sedih dan kecewa, tapi lebih lagi membayar harganya, karena di ujungnya ada surga yang luar biasa.

Perkataan Bani Ruben itu seperti perkataan orang-orang zaman sekarang, membuat teori sendiri, dan mereka ingin mendapatkan upah atas apa yang mereka telah perbuat. Kalau engkau ada pemikiran sudah melakukan ini, sudah berbuat baik, tidak berbuat dosa, tapi kok belum diberkati, apa bedanya dengan bani Ruben dan Gad? Tuhan itu tidak pernah berhutang kepada kita, tapi Dia tunggu waktu yang tepat, sehingga berkat itu tidak menghancurkan pribadi itu, tapi dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan, tidak ada ikatan dan tidak terikat dengan berkat. Orang yang siap dan mampu dipercaya, orang itu akan bertanggungjawab.

Bulan ini Tuhan akan bagikan berkat yang luar biasa, tingkap-tingkap berkat itu sudah terbuka, tapi Tuhan tanya, "siapa yang mau jadi bendaharaKu?"

Banyak orang yang tidak mau melewati Yordan, karena Sungai Yordan punya arti kematian. Banyak orang tidak mau melewatinya, padahal Tuhan bilang, hineni, mati daging. Kenikmatan yang asli itu hanya Tuhan yang punya. Potong yang Tuhan tidak suka dalam hidupmu. Ketika bangsa Israel melewati Yordan, para imam memasukkan kaki di Sungai, airnya terbelah, dan bangsa Israel berjalan di tempat yang kering. Sign and wonder, mujizat itu terjadi ketika orang berjalan dan hidup dalam ketaatan. Jangan hanya jadi penonton saja, justru yang tidak mungkin jadi mungkin.

Glorious time itu apa? Masalah datang, kita bisa keluar sebagai pemenang, dan nama Tuhan dipermuliakan. Kita punya Tuhan yang lebih besar dari apapun, lebih ajaib, lebih dahsyat. Kapan glorious time dalam hidup Daud? Ketika Goliat datang dan menghujat, dan Daud datang dengan nama Tuhan dan hanya dengan satu batu, Goliat dikalahkan. Bangkit, jangan ketika ada masalah. Justru masalah itu akan membuat glorious time dalam hidupmu.

Jangan pernah batasi Tuhan dengan pikiranmu, karena itu yang membuat mujizat Tuhan tidak berlaku dalam hdiupmu. Tidak ada sesuatu yang membatasi Dia. Orang boleh berkata tidak, tapi ketika Tuhan ya, semua ya. 

Zaman bapaknya Abraham itu mujizat sangat real. Istilahnya orang dipotong, menyatu lagi. Zaman Henokh, dia tidak perlu pesawat terbang, tapi dia punya kuda terbang. Firman jelas berkata, menjelang keatangan Tuhan yang kedua kalinya, akan dicurahkan segala sesuatunya dengan tidak terabtas, bahkan yang dulu sudah ada, sekarang akan terjadi dan lebih besar. Kalau dahulu bisa, kita juga harusnya bisa. Kalau otak kita, pikiran kita berkata bisa, yakin, maka hal itu akan terjadi. Jangan batasi Tuhan. Kita sudah hidup di alam supranatural. Jangan untuk diri sendiri, jangan memuaskan untuk dirimu sendiri. Sesuatu karunia dan hal yang luar biasa, tanpa karakter yang benar, itu mengerikan. Tuhan tunggu karakter kita siap baru Tuhan berikan.

Belajar dan rindukan. Ketika wadahmu cukup, Tuhan akan berikan. Tuhan tuntut tiap pribadi itu berbeda-beda. Salibkan kedaginganmu. Pencurahan segala-galanya (minimal) 2x lipat itu akan terjadi. Setiap orang yang taat dan masuk dalam jalur itu akan mengalaminya. Ini waktunya, jangan keluar dari holy road itu. Kalau merasa sombong, merasa mampu, tidak sepakat dengan pemimpin, sama saja engkau keluar dari tudung, dari perjanjian dengan Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 5 Maret 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
5 MARET 2017

By: Ev. Christianus Pramono

Kita harus belajar. Jangan sekedar tahu, tapi tidak mengerti, jangan sekedar mengerti tapi tidak melakukan dan menghasilkan buah.

Matius 25:1-13
1: "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
2: Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
3: Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
4: sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
5: Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
6: Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
7: Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
8: Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
9: Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
10: Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
11: Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
12: Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
13: Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Kita akan dimerdekakan karena kebenaran Firman Tuhan yang kita tangkap.
Kita belajar di sana mengenai kedatangan Mempelai kita, Yesus Kristus. Gadis bodoh tidak membawa minyak cadangan. Apa itu minyak cadangan? Ada yang berkata pengurapan, iman, Roh Kudus, tapi di sini dikatakan minyak cadangan bisa dibeli. Kalau minyak cadangan itu urapan, urapan itu tidak bisa dibeli. 

Iman juga tidak bisa dibeli dari orang lain. Apa itu minyak cadangan? Ini berhubungan dengan keuangan, berhubungan dengan korban, persembahan, kesetiaan kita kepada Tuhan dalam hal keuangan.
Selama kita masih terikat dengan yang namanya dompet kita dan keuangan kita sehingga membuat kita tidak setia dalam hal keuangan kepada Tuhan, itulah yang menyebabkan minyak cadangan kita bocor.

Maleakhi 3:16-18
16: Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
17: Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
18: Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Minimal ada 4 scroll / kitab yang ditulis nama-nama manusia. Kitab kehidupan, kitab peringatan, kitab air mata, kitab pekerjaan. Scroll of life, scroll of remembrance, scroll of tears, scroll of work.

Scroll of remembrance. Setiap orang yang selamat, akan ditulis di kitab kehidupan. Kitab peringatan itu tentang hari pemisahan, ketika waktu pemisahan itu terjadi, akan terjadi pemisahan, yaitu ketika pengangkatan. Orang yang ditulis namanya di kitab kehidupan, belum tentu namanya ditulis di kitab peringatan.

Kenapa sampai di Maleakhi ditulis mengenai kitab peringatan itu? Setiap misteri kerajaan Surga yang dibukakan di dunia, pasti ada alasannya.

Latar belakang penulisan Maleakhi:
Ditulis 100 tahun setelah orang Israel keluar dari pembuangan, dan di masa itu, bukan masa ketika imannya sedang naik. Ketika mereka kembali ke Yerusalem, mereka disuruh untuk membangun, lalu beberapa saat kemudian Ezra datang, lalu sekian lama kemudian mereka disuruh untuk membangun tembok Yerusalem, baru setelah berapa lama kemudian baru mereka boleh kembali ke Yerusalem. Tapi ketika mereka kembali ke Yerusalem, mereka mengadakan ibadah, lalu tua-tua menangis karena mereka tidak melihat kemegahannya seperti yang dibangun Salomo. Ketika masa Salomo pun Tuhan sempat tidak datang, tapi ketika Salomo berkata kepada Tuhan untuk mengingat perjanjian dengan hambaMu Daud, baru api Tuhan turun. Di masa itu kemudian imannya semakin turun, turun, dan turun. Mereka tetap beribadah, tetap mempersembahkan korban bakaran, tapi di hatinya sudah dingin, tidak ada api lagi, dan yang mengerikan terjadi di zaman Maleakhi, imam-imam terlalu toleransi dengan jemaatnyam, suara Tuhan tidak disampaikan persis seperti yang Tuhan katakan, dan mereka hanya memberi sedekah ke Bait Allah namun bukan lagi yang terbaik. Orang pada zaman itu memberi kambing pincang, domba buta, binatang tidak tahir.

Persembahan ada yang bisa menyenangkan Tuhan tapi juga ada yang bisa membuat hati Tuhan sedih. Firman Tuhan kepada Maleakhi, kalau mereka sampai berubah setia, mereka akan dihabisi ketika Tuhan datang menghakimi. Lalu ketika mereka mau berbalik, dan Tuhan mengajarkan tentang persembahan korban, korban persepuluhan, persembahan dengan benar. Tapi ketika diajari mengenai hal ini, di pasal sebelumnya pun mereka berkata tanpa memberi persembahan dan persepuluhan, dan dengan hasil pekerjaannya pun mereka bisa hidup. Oleh karena kedegilan inilah Tuhan membuka mengenai kitab peringatan.

Maleakhi 4:1-2
1: Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
2: Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

Ketika hari itu datang, harusnya tidak menjadi kengerian, tapi menjadi sukacita luar biasa, karena kita jadi orang yang dibedakan. Kenapa Firman ini baru dibukakan hari-hari ini? Karena hari Tuhan sudah semakin dekat dan Tuhan tidak mau kita tertinggal.

Setiap apapun yang kita lakukan, tidak bisa dibuat-buat. Tapi ketika yang kita lakukan berasal dari pertobatan kita yang sesungguhnya, itu baru diperhitungkan Tuhan.

Sedekah berbicara tentang jumlah, korban itu berbicara tentang persentase. Ketika engkau menaruh hidupmu di mezbah Tuhan, itu yang dilihat Tuhan. Bagaimana agar tertulis di kitab peringatan? Jangan terikat dengan keuangan, mamon. Akar dari semua kejahatan adalah cinta uang. 

Misalnya ketika dibuka kairos Tuhan untuk menabur, semua berlomba-lomba menabur. Di dalam Kairos Tuhan, hukum Tuhan berlaku, yang menabur tetap menuai, tapi perkara apa yang kita naikkan sampai ke hati Tuhan atau tidak, itu hal yang berbeda. Di situ kita lihat, yang dikejar itu tuaiannya, atau perkenanan hati Tuhan?

Tuhan itu mau kita tidak terikat dengan keuangan, karena keterikatan itu yang berbahaya dan bisa membuat nama kita tidak tertulis di kitab peringata.

Semua bangunan dibangun atas dasar Kristus, pada harinya akan diuji, apakah dibangun dai rumput kering, kayu, perak, batu permata, emas dll. Ini bukan berbicara tentang keselamatan, tapi tentang aset di Kerajaan Surga. Apapun yang engkau lakukan di dunia ini, akan ada perhitungannya di surga.

1 Korintus 3:11-15
11: Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
12: Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
13: sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
14: Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
15: Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Kenapa bisa ada jerami, rumput kering, kayu? Terkadang nurutnya kita dengan Tuhan itu karena takut neraka, takut sial, takut mengalami kerugian, takut tidak diberkati. Apa yang engkau lakukan itu apakah agar engkau tidak rugi atau memang benar-benar ingin menyenangkan Tuhan?

Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan itu keluar dari kehidupan kita, dari hati kita, bukan karena takut rugi. Hukum yang terutama dan utama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati dll. Ketika Musa berkata dengarlah, hai orang Israel, Yesus sebenarnya juga berkata itu sebelum berkata demikianlah hukum yang utama dan terutama, yaitu "shema Yisrael", itu tergabung dari 3 huruf dan artinya listen and obey with love.

1. Minyak cadangan > persembahan, korban, kesetiaan kita tentang keuangan kepada Tuhan
2. Yang membuat minyak itu bocor adalah cinta akan uang, dan kita merasa pantas dengan apa yang kita terima. Biar atas segala sesuatu yang kita kerjakan itu karena kita mencinta Tuhan, bukan karena kita ingin mendapatkan sesuatu. Pisahkan antara apa yang engkau nikmati dan akan engkau nikmati dengan apa yang engkau kerjakan. Ketika Tuhan suka, itulah tujuan kita. Apa yang Tuhan berikan kepada kita, itu bukan karena apa yang sudah kita kerjakan, tapi semua karena kasih karunia Tuhan
Kitab peringatan tidak hanya ditulis di perjanjian lama, tapi juga di perjanjian baru.

Kisah Para Rasul 10:1-4
1: Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
2: Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
3: Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
4: Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

Dalam bahasa Yunaninya, semuanya naik ke hadirat Tuhan, menyenangkan hati Tuhan, dan namanya dicatat di kitab peringatan.

Pelangi pertama kali keluar ketika Nuh mempersembahkan korban di hadapan Tuhan. Sebenarnya, Nuh mendarat dan mempersembahkan di bulan Kislev, dan logo bulan itu di Israel adalah busur panah dan ada anak panahnya di tengah. Kenapa sampai pelangi itu turun? Pelangi itu adalah busur Tuhan. Kenapa sampai Tuhan taruh busurnya? Ketika Nuh menyampaikan korban, wangi-wangian itu naik ke surga, dan Tuhan disenangkan, Tuhan mau bahkan seisi surga ikut bersukacita. Tuhan bisa mencium semua korbannya, tapi seisi surga tidak. Apa yang kita naikkan di hadapan Tuhan, itu seperti anak panah yang dilepaskan, tapi bagaimana agar persembahan harum itu bisa menembus dimensi surga? Ketika Nuh mempersembahkan korban, Tuhan taruh busurNya, dan semua yang kita naikkan itu akan naik ke hadapan Tuhan dan seisi surga bisa ikut bersorak-sorai.

Kalau misalnya nama kita tertulis di kitab peringatan dan ketika pengangkatan kita diangkat, ketika Tuhan datang, apakah kita tahu?

1 Tesalonika 5:1-7
1: Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
2: karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
3: Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.
4: Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5: karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
6: Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
7: Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

Ketika Tuhan datang, kita yang sudah ditulis di Kitab Peringatan, kita tahu kapan Tuhan datang. Lalu ketika Tuhan datang, apakah kita sempat siap-siap?

Matius 25:6-7
6: Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
7: Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Di ayat selanjutnya, bahkan gadis bodoh juga ikut mempersiapkan diri. Mereka yang bodoh langsung belajar berkorban, mau membayar harga untuk membeli minyak, namun waktunya tidak sempat lagi.
Jangan pernah meremehkan apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita. Tuhan tetap setia. Di tradisi pernikahan Yahudi, pihak laki-laki tidak akan dan tidak bisa membatalkan, tapi hanya dari pihak wanita yang bisa membatalkan pernikahan itu. Jangan sampai satupun dari kita membatalkan perjanjian. Apapun yang Tuhan berikan dalam hidup kita, jaga itu baik-baik.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -