Ibadah Minggu IFGF Palembang, 25 September 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
25 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Christianus Pramono

Banyak yang berkata Ayub itu tahan banting, tahan uji, dan setia hingga akhir. Tapi ada sesuatu yang lain yang akan kita pelajari hari ini.

Ayub 1:1-3
1: Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
2: Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
3: Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Ketika kita baca Ayat ini, Ayub adalah orang yang benar, takut akan Tuhan, saleh, menjauhi kejahatan. Ini semua ditulis dari sisi penulis.

Ayub 1:8
8: Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Dari sisi Tuhan, Dia berkata Ayub memang adalah orang yang setia, ajaib, blameless (tidak bercacat). Tapi ada apa yang menyebabkan Ayub mengalami hal-hal tersebut? Dia tidak melakukan sesuatu apapun tanpa alasan. Ayub orang yang mengerti perhitungan Tuhan, dia tahu mempersembahkan korban untuk anak-anaknya yang sering berpesta yang siapa tahu melakukan kesalahan / dosa, tapi bisa kita lihat Ayub tidak mempersembahkan korban kepada Tuhan untuk dirinya sendiri, tapi hanya untuk anak-anaknya, artinya secara perhitungan, Ayub itu benar lakunya di hadapan Tuhan, manusia, dan setan.

Lalu Ayub mendapat pukulan pertama yaitu anak-anaknya mati dan semua hartanya habis dalam sehari. Ketika dia mengalami itu, apa yang jadi reaksi Ayub?

Ayub 1:21-22
21: katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
22: Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Ini reaksi yang sangat ajaib, karena dia sudah mengalami "kesialan" yang sedemikian rupa, tapi reaksinya seperti itu. Kalau engkau mengerti yang namanya hubungan, engkau tidak akan berteriak seperti Ayub. Kalau kita punya hubungan tentang Tuhan, kita tidak menjerit kepada Tuhan, tapi dia menjerit di hadapan orang. Ada di titik tertentu, Tuhan hanya minta kejujuran kita kepadaNya. Karena terlalu ajaibnya Ayub, dia memprogram dirinya sehingga dia bisa tetap benar dan tidak berdosa. Tapi Tuhan sebenarnya bukan mengingini reaksi yang seperti ini. Kita mengenal dan mengerti hukum-hukum Tuhan itu sangat penting, tapi lebih dalam dari itu, kita punya hubungan yang dalam dengan Tuhan. Kita tidak cukup punya good job, benar di hadapan Tuhan manusia dan setan, tapi Tuhan mau kita yang punya hubungan dengan Tuhan.

Hubungan Daud dengan Tuhan, kita bisa lihat dia menjerit dan jujur di hadapan Tuhan, berbeda dengan Ayub yang berteriak bukan kepada Tuhan, sekalipun jeritannya itu tidak membuat dia berdosa atau bercela sedikitpun. Kita seringkali menangkap semuanya dengan jiwa kita, tapi tidak dengan roh kita. Ayub pernah punya hubungan dengan Tuhan, karena di pasal selanjutnya dia berkata kalau dia pernah bergaul karib dengan Tuhan. Pertemuan kita dengan Tuhan itu membuat kecerdasan kita naik, bisa membuat kita selaras sedemikian rupa dan tidak membuat kita tersiksa ketika kita melakukan apa yang Tuhan suka. Cinta tidak mengenal pengorbanan, karena apapun yang dilakukan dengan cinta, orang itu tidak merasakan melakukan pengorbanan. Bapa pun tidak dikatakan mengorbankan, tapi mengaruniakan AnakNya yang tunggal.

Ketika kita mendengar Firman Tuhan dan menangkap dengan cara yang salah, itu bisa membuat seperti rumus di jiwa kita, dan itu membuat roh kita mengalami kekeringan. Seperti Ayub, dia punya rumusnya, yaitu ketika mengalami yang tidak enak, tetap buat diri jangan bercela, tidak boleh salah ngomong, tetap harus memuji Tuhan, dll. Memang benar seperti itu, tapi kita tidak bisa memperlakukan pribadi Tuhan seperti itu.

Lalu pukulan kedua itu penyakit yang dialami Ayub, penyakit "luar dalam", tidak hanya di kulit, tapi sampai ke tulang, dll. Ketika istrinya berkata kepada Ayub untuk mengutuki Tuhan, apa respon Ayub?

Ayub 2:10
10: Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Kalau kita lihat ayat ini, sebenarnya terjadi penurunan standar.
 
Ayub 1:22
22: Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Pada pasal 1 ayat terakhir dikatakan Ayub tidak melakukan dosa sama sekali, tapi di Ayub pasal 2 dikatakan tidak berdosa dengan bibirnya, tapi kita tidak tahu pikirannya dan hatinya bagaimana. Ketika Ayub membawa rumusnya kepada Tuhan, dan masih terjadi hal yang lainnya, dia mengalami kebingungan karena ketika mengalami yang tidak enak, rumus dalam hidupnya yaitu harus berkata yang baik, tapi justru dia masih tetap mengalami yang tidak enak, artinya rumus dalam hidupnya itu tidak berlaku, dan di situlah hati dan pikirannya mulai gentar.

Ayub adalah orang yang menggunakan rumus, dia memegang peraturan Tuhan, tapi tidak memegang pribadi Tuhan. Lalu pukulan ketiga itu ketika teman-temannya yang punya model pemikiran dan rumus yang sama, seolah-olah Ayub menghadapi dirinya sendiri hanya saat itu dia menghadapi lebih dari satu orang. Rumusnya ketika mengalami yang tidak enak, pasti ada salah. Namun apa kata Ayub? Dia berkata dia tidak melakukan kesalahan, seolah-olah dia tidak bisa dibentuk dan membenarkan dirinya sendiri. Tapi di pasal terakhir justru perkataan Ayub yang mengerikan berpuluh-puluh pasal, dikatakan Tuhan sebagai perkataan yang benar. Ayub ketika diserang dengan perkataan teman-temannya, yang mereka tahu pasti Ayub melakukan kesalahan sehingga dia mengalami hal seperti itu. Pola pikir seperti ini yang mau Tuhan ubah, karena Tuhan memperlakukan semua itu kepada Ayub ada maksudnya, Dia mau mengubah pola pikir kita yang berdasarkan pada hukum, kita tidak bisa menghadap Tuhan dengan menggunakan rumus.

Orang natural mengejar berkat, tapi hukum supranatural itu uang bisa terbang kalau kita kejar. Kita tidak bisa memperlakukan Tuhan dengan cara kita berhadapan dengan setan atau dengan hukum yang ada. Tuhan itu adalah Seorang Pribadi. Ayub itu orang yang sangat benar, tapi Tuhan mau mengacak-acak hukum yang ada di kepala Ayub. Ketika Ayub otaknya "berantakan", yang dia alami itu bukan hukuman Tuhan, tapi itu cinta Tuhan. Tidak ada yang salah yang dilakukan Ayub, hanya saja hatinya yang tidak klik dengan Tuhan. Ayub itu bukan dilanda hukuman, tapi dia dilanda oleh cintanya Tuhan. Kitab Ayub itu adalah kitab tertua, bahkan sebelum hukum taurat dan kitab Kejadian ditulis oleh Musa.

Ayub 42:2-3
2: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
3: Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.

Ketika Ayub sadar betapa dia tidak melakukan apapun di hadapan Tuhan, dia berkata seperti yang di ayat 2. Dari bahasa Ibrani, Ayub mengatakan itu semua bukan berdasarkan pengetahuan, teori yang dia tahu, tapi berdasarkan apa yang dia alami, berdasarkan pengertian yang dia dapat ketika dia mengalami semuanya itu. Dia sadar kalau dia itu hanya debu, kalau Tuhan mau "pencet" pun bisa, sehingga kalau masih ada sampai sekarang itu cuma karena anugrah Tuhan.

Ayub itu mirip seperti anak sulung. Kalau anak bungsu, dosanya itu secara gamblang terlihat. Lalu ketika anak sulung datang dan melihat pesta anak bungsu, anak sulung berkata kalau dia sudah melakukan semuanya dengan benar, tapi satu kambing domba saja tidak diberikan kepadanya. Lalu bapak itu menjawabnya dengan bijaksana, dan pada akhirnya kita tahu yang terhilang bukan anak bungsu, tali anak sulung. Tuhan pilih kita itu bukan karena kita sangat baik, tidak bercela, tapi Tuhan pilih kita ya karena pribadi kita, Dia sudah jatuh cinta kepada kita. Tuhan tidak mau ada anak yang terhilang, Dia punya cara untuk mengembalikan anak bungsu, dan juga anak sulung yang secara moralnya sangat baik. Tuhan mau agar kita tidak berdiri di hadapan Tuhan karena apa yang telah kita lakukan, bukan karena kebaikan kita, bukan apa yang karena kita perbuat tepat seperti yang Tuhan mau. Bukan karena kita layak, tapi karena ada hubungan di antara kita dengan Tuhan, dan inilah yang Tuhan mau.

Di dalam kasih karunia, kita tidak bisa lakukan semua dengan daging. Hubungan kita dengan roh Tuhan itu roh, yang membuat kita menjadi makhluk kekal adalah roh. Ketika kita selesai di dunia, kita akan kembali ke Tuhan di dalam kekekalan. Ketika Tuhan membentuk manusia, ada tubuh, ada jiwa, tapi ketika Tuhan tiup, seketika itu ada roh di dalam diri manusia. Roh itu adalah benih agape yang dari Tuhan yang ditanamkan ke setiap kita. Allah adalah kasih, dalam bahasa aslinya ditulis dengan kata ahava, dan itu terdiri dari 4 huruf. Aleph itu artinya Tuhan sendiri, kuasa Ilahi, hey dan vav 4: Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku itu artinya yang memberi, dan hey yang terakhir artinya adalah nafas. Ahava artinya Tuhan yang memberikan nafas. Agape itu sudah ditanamkan ke setiap kita untuk dipersembahkan kembali dan menjadi tali hubungan kita dengan Tuhan.

Kita harus lakukan semuanya karena cinta. Ketika kita bertanya kepada Tuhan, kita bertanya karena takut gagal, karena takut kena hukuman, karena takut merugi supaya untung. Untuk kita mengikut Tuhan dalam jangka waktu tertentu, tidak bisa yang seperti itu, motivasi seperti itu tidak bisa kita pertahankan. Bisakah kita bertanya kepada Tuhan semata-mata karena ingin menyenangkan Tuhan atau tidak? Motivasi kita akan diperhitungkan ketika kita kembali kepada Tuhan. Setiap bangunan yang kita bangun, itu ujungnya akan melalui api pengujian. Apakah yang kita lakukan karena tulus mau menyenangkan Tuhan, atau karena mau untung, takut rugi, dll. Di ayat selanjutnya, dikatakan orang itu memang tetap selamat, tapi akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Tuhan mau kita menghadap Tuhan itu bukan dengan rumus, tapi hati dengan hati kepada Tuhan, karena Dia adalah pribadi.

Ayub 42:4
4: Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
Bukan hanya dari kata orang Ayub mengenal Tuhan. Dulu Ayub mendengar Tuhan karena dia mendengar suaraNya, tapi sekarang Tuhan membuat matanya Ayub melihat Tuhan. Ketika kita sudah bisa mendengar suara Tuhan, jangan bangga, karena Tuhan tidak mau cukup sampai di sana, tapi Tuhan mau agar kita memandangNya. 

Ketika Yesus bertanya kepada Petrus, "apakah engkau mengasihi / agape Aku?". Lalu Petrus menjawab aku phileo kepada Kamu (Tuhan), dan di pertanyaan yang kedua juga sama seperti itu, tapi di pertanyaan ketiga, Tuhan bertanya "apakah engkau phileo Aku?", dan Petrus berkata Tuhan itu tahu kalau dia hanya phileo Tuhan Yesus. Ketika kita berkata agape kepada Tuhan, kita itu seperti diikat satu pinggang dengan Tuhan dan dibawa kemanapun Tuhan mau. Setelah Petrus menjawab yang ketiga kalinya, Tuhan Yesus berkata:

Yohanes 21:18-19
18: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19: Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku." 

Dalam bahasa aslinya di situ diceritakan bagaimana Petrus "mati UNTUK memuliakan Tuhan", bukan "mati DAN memuliakan Tuhan". Lalu ketika Petrus bertanya tentang murid yang berkasih-kasih denganNya, Tuhan Yesus berkata:

Yohanes 21:22-23
22: Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
23: Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."


Dikatakan bahkan kalau Tuhan Yesus menghendaki supaya ia hidup sampai Tuhan datang, itu bukan urusan Petrus, dan sebagaimana kita tahu Yohanes memang hidup melintasi waktu bahkan hingga dia melihat Tuhan Yesus datang sehingga ia bisa menuliskannya di Kitab Wahyu.

Ketika kita mengerti tentang ini semua, kita akan mengerti ketika suatu saat nanti Tuhan bertanya apakah engkau mengasihi Tuhan, itu bukan semata-mata karena Tuhan membutuhkan cinta kita, tapi ktu sedang menjelaskan betapa Tuhan mencintai kita, dan kita butuh untuk mencintai Tuhan agar warisan itu bisa turun, agar ikatan dengan Tuhan itu bisa ada. Jalin hubungan masing-masing dengan Tuhan, kita jalani semua bukan karena kita layak, tapi karena Tuhan cinta kita. Sebelum hukum taurat dan bahkan perjanjian lama itu ada, Tuhan sudah menceritakan di kitab Ayub, kalau kita bisa berdiri di hadapan Tuhan itu karena kasih karunia, karena Dia sudah jatuh cinta dengan kita, karena kita anakNya.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 19 September 2016

AOC BANDUNG
19 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Victor Purnomo

Yesaya 40:28-31
28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


28: Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Ada perkataan yang disampaikan Tuhan melalui Nabi Yesaya, dan dimulai dengan kata "tidakkah kamu tahu?" Kita sebagai anak Tuhan harus tahu banyak hal, harus tahu apa yang jadi hak dan bagian dalam hidup kita. Hanya orang yang tahu yang bisa mendapatkan apa yang Tuhan sediakan untuk hidup kita. Banyak orang Kristen yang tidak tahu banyak, hanya tahu sedikit, sehingga yang mereka dapat juga sedikit. Tapi ketika engkau tahu banyak, artinya kita bisa dapatkan banyak hal dalam hidup kita. Kalau kita seorang ahli waris, tapi kalau engkau tidak tahu kalau sebenarnya warisan itu hakmu dan milikmu, ya itu tidak akan bisa jadi milikmu sekalipun engkau memang ahli warisnya. Tuhan mau kita mendengar dan mengerti banyak hal. Dia itu Tuhan yang kekal, Tuhan yang tidak pernah capek, Dia mau selalu membuat kita jadi orang yang selalu kuat. Dia Tuhan yang bersemangat, bergairah. Orang yang tidak capek itu bisa membuat banyak hal, tapi kalau sudah capek, tidak bersemangat, ya tidak bisa lakukan banyak hal. Yang membuat kita bergairah itu ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan. Kita dengan Tuhan itu sedang dibawa ke sebuah adventure, petualangan. Kalau Petrus tidak pernah mendengar dan melakukan yang Tuhan katakan kepadanya untuk datang, Petrus tidak akan pernah bisa berjalan di atas air. Tugas kita itu yang penting mentaati Dia, barulah kita nanti akan mengetahui apa maksud sesungguhnya yang Tuhan mau.

29: Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Setiap kita akan melalui yang namanya tidak ada kekuatan, kelelahan, tapi ketika engkau bersama Dia, Dia yang akan memberi kekuatan kepada yang lemah. Ketika engkau lelah dan sedang mogok, engkau itu hanya perlu sebuah "kabel jumper" atau sambungan yang terhubung pada Sumbernya yang bisa membuat kita jalan kembali. Tugas kita itu yang penting kita "nyantol" dengan Tuhan, karena Dia punya unlimited power, Dia punya yang tidak terbatas, sehingga apa yang mogok di dalam hidup kita itu bisa jalan kembali.

30: Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

Orang muda itu melambangkan orang yang kuat, dan dikatakan orang yang muda saja jatuh, apalagi yang tua. Tapi di ayat selanjutnya Tuhan buat perbedaan.

31: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Menantikan Tuhan, menunggu Tuhan itu artinya dua diikat menjadi satu, seperti dua kabel diikat menjadi satu. Ketika dua menjadi satu, selemah apapun kita, tapi kalau kita dijadikan satu dengan yang kuat, yang lemah itu akan jadi kuat, bukan karena yang lemah, tapi karena yang kuat itu melindungi yang lemah. Ketika engkau menjadi satu dengan Tuhan, kekuatanmu itu seperti ditukar dengan Tuhan. Seperti ketika menukar rupiah menjadi dollar, kalau engkau tidak berikan rupiahmu, ya engkau tidak dapat dollarnya. Ketika engkau menantikan Tuhan, menempel dengan Tuhan, itu seperti engkau memberikan kelemahanmu dan Tuhan berikan kekuatanNya kepada kita.

Mengapa Simson menjadi orang yang kuat? Karena setiap itu Roh Tuhan turun ke atas hidupnya, dia bisa kalahkan sangat banyak orang bahkan tanpa perlu menggunakan senjata, kuncinya ketika Roh Tuhan ada di atas hidupnya.

Daud bahkan begitu berani maju ketika orang lain mundur dalam peperangan. Daud ingat karena ada urapan Tuhan turun kepadanya melalui Samuel, dan yang dari Tuhan itulah yang tidak bisa dipungkiri, yang membuat dia menjadi orang yang luar biasa dan berani. Ketika kita bertemu dengan Tuhan, pasti ada yang berubah dan berbeda dalam hidup kita. Kalau tidak ada yang berubah, justru itu ada pertanyaan kenapa macet?

Rajawali terbang di ayat tersebut itu dikatakan mount up, terbang ke atas, terbang semakin tinggi, tapi diperlukan sebuah kekuatan untuk terbang lebih tinggi. Kita harus kuat, tidak ada pilihan lain lagi, sebab ketika engkau lemah, engkau itu anak siapa? Anak itu selalu mirip dengan orang tuanya, kalau hidup kita lemah, kita anak siapa? Tuhan itu kuat, Dia menghadapi semuanya itu kuat. Engkau tidak akan pernah tahu kekuatanmu seberapa tanpa ada ujian.

Rajawali kalau dia terbang, dia mengandalkan angin. Di Alkitab, angin itu berbicara tentang Roh Tuhan, bukan hanya mengenai masalah. Di perjanjian lama dikatakan Ruakh, Roh Tuhan. Kekuatan terbang rajawali bisa sampai 400km. Semakin besar kekuatan terbangmu, sejauh itulah engkau bisa dapatkan mangsa dan jarahan. Kalau engkau hanya bisa terbang sejauh 1km, ya engkau hanya bisa dapatkan apa yang ada di radius itu. Semakin jauh kekuatanmu terbang, semakin besar teritorial yang engkau mliki, semakin besar jatah dan jarahan yang engkau akan dapatkan. Rajawali kalau membuat sarangnya itu bukan di tempat yang mudah, tapi dia buat di puncak gunung, di atas pohon tertinggi, dll, selalu membuat di tempat yang sukar. Kita bukan orang yang gampangan, tapi buat kita, kita tidak boleh mencari yang gampang, tapi justru kita harus kerjakan dan buat yang sukar sekalipun. Yang gampang, banyak orang yang mau lakukan, yang sukar, tidak semua orang mau lakukan. Tuhan mau tetapkan apa yang begitu sukar dan tidak bisa orang lain capai itu untuk jadi bagian kita. Bukan yang rata-rata, tapi yang di atas rata-rata yang diberikan kepada kita. Semakin tinggi rajawali terbang, semakin tajam dan semakin banyak yang dia bisa lihat. Semakin engkau rendah, semakin engkau sukar melihat. Tuhan mau bawa kita lebih tinggi agar kita bisa lihat apa yang Tuhan sediakan di depan, karena ketika engkau bisa melihatnya, engkau bisa mendapatkannya.

Semua itu engkau bisa dapatkan asalkan kita tidak menjadi lelah, karena ketika datang masanya menuai, kalau kita menjadi lemah, kita tidak bisa menuai. Jangan pernah lihat kondisimu saat ini, jangan terbatas karena itu, tapi lakukan exchange itu dengan Tuhan, bertemu dengan Tuhan dan lakukan tukaran dengan Tuhan. Perempuan yang sakit pendarahan, dia menjamah Tuhan. Dia sakit belasan tahun, dia sangat lemah, tapi ketika dia menyentuh jubah Yesus, tiba-tiba pertukaran itu terjadi, lemahnya itu hilang, dan dia bisa kuat berdiri. Ketika orang kusta itu bersentuhan dengan Yesus, dia menjadi tahir. Ketika kita bersentuhan dengan Yesus, sesuatu yang besar dan ajaib itu akan terjadi.

Nanti-nantikan Tuhan, dan semua yang luar biasa dan ajaib itu akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Dia punya begitu banyak sumber daya, tapi Dia cari siapa orang yang mencari Dia. Kalau engkau tahu hidupmu lemah, temukan Tuhan dalam hidupmu. Tuhan mau buat hidup kita jadi orang yang luar biasa. Sebelum kita dibawa terbang oleh Tuhan, kita akan dilatih oleh Tuhan. Latihan tidak enak, tapi itu bagus untukmu. Kalau engkau berhenti berlatih, sejauh itulah kapasita yang ada padamu Tapi ketika engkau terus berlatih, kapasitasmu itu akan semakin diperbesar. Medali itu disiapkan untuk yang menang. Izinkan Tuhan melatih dan membawa kita terus naik hingga kita didapati sebagai orang yang kuat di hadapan Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 18 September 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
18 SEPTEMBER 2016

By: Ps. Pendy Sofian

Revival tidak terjadi dengan gampangan.

REVIVAL:
- Extraordinary season of religious interest
Revival itu salah satu artinya adalah musim yang luar biasa, musim dimana orang tertarik dan begitu giatnya mencari Tuhan.

- God's quickening visitation of His people, touching their hearts and deeperjng Bis work of grace in their lives
Lawatan Tuhan yang luar biasa akan umatNya, menjamah hati mereka dan memperdalam pekerjaan anugrah Tuhan dalam hidup mereka

- Times of refreshing from the presence of the Lord
Masa pemuluhan dari segala sesuatu karena adanya hadirat Tuhan yang bahkan tidak perlu dicari namun hadirat Tuhan itu memang sudah ada.

Kisah revival di Alkitab:
- 1 Raja-Raja 18:20-46 : Kisah Elia di Gunung Karmel
Ketika semua melakukan ritual bagi dewa Baal dan Elia menantang mereka, lalu api dari langit turun membakar persembahan Elia, semua nabi Baal dibunuh, dan semua orang Israel berkata Tuhan kami adalah Yahweh, Jehovah is my Lord. Di saat itu mereka memutuskan untuk menyembah Tuhan. Ketika semua nabi Baal dibunuh, atmosfer negara mereka berubah total dan orang berbalik kepada Tuhan.

- 2 Tawarikh 34-35 : Kisah Pembaharuan oleh Raja Yosia
Di zaman Yosia, hukum Taurat ditemukan kembali.

- Kisah Para Rasul : Gereja mula-mula
Ketika mereka berkumpul si loteng dan Roh Kudus melanda mereka, Petrus bisa berkhotbah, dan ketika oenganiayaan terjadi, justru kekristenan sangat menyebar dimana-mana

Sejarah Revival Di Dunia
- Kebangunan rohani gelombang 1 (1725-1766)
Dimulai dengan pertemuan doa 24 jam sehari yang bertahan selama seratus tahun lebih 
- Kebangunan rohani gelombang 2 (1792-1882)
- Kebangunan rohani gelombang 3 (1830)
- Kebangunan rohani gelombang 4 (1857)
- Kebangunan rohani gelombang 5 (1880-1903)
DL Moody memulai kegerakan penginjilan misi ke China, Jepang, Afrika, Australia, Amerika Selatan dan Tengah..
- Kebangunan rohani gelombang 6 (1904 ...)
- Kebangunan rohani Abad 20
Dimulainya gerakan Pantekosta di Azusa Street dan mulai bangkitnyw wanita-wanita yang dipakai Tuhan
- Gelombang Kedua Pentakosta : Healing Rain (1940-1950)
- Gelombang ketiga Pantekosta : Latter Rain (1948 - ...)
- Gelombang keempat Pantekosta : Pembaharuan Kharismatik

Sejarah Revival di Indonesia
- Di Kota Soe, NTT tahun 1965-1970an
Pada Juli 1965 pengkhotbah dari Institut Injil Indonesia bernama Detmar Scheuremann bersama tim mendatangi Soe. Pada saat itu mereka harus berjalan kaki 135 km untuk ke Kota Soe, dan keadaan di sana sangat gersang, mereka menanam 3x hanya menuai 1x.

Mujizat-mujizat yang terjadi:
1. Berjalan di atas air, paduan suara malaikat, kuasa gelap dikalahkan, air menjadi anggur, kesembuhan dan kebangkitan orang mati, translation, multiplikasi makanan, tiang awan dan tiang api, pakaian yang selalu bersih. 
Saat itu tim mereka bisa berjalan di atas air sungai sedalam 30 meter dan air terus hanya selutut mereka, bahkan ketika ada penduduk yang mencoba mengikuti menyebrang sungai, dia justru hanyut dibawa arus, dst. Selain itu mereka juga ada mendengar sirine (pada saat itu mereka menggunakan kentongan) karena dari jauh melihat ada api di gedung gereja, tapi ketika mereka datang mendekat, mereka terkejut karena melihat ada api namun tidak membakar gedung gereja tersebut.

Kalau engkau membayangkan revival, jangan pikirkan yang biasa-biasa, karena ketika revival melanda satu tempat, akan terjadi suatu keadaan yang sangat berbeda.


Kita masih ada di padang gurun dalam perjalanan menuju ke tanah perjanjian.
Apa yang terjadi di padang gurun?
- Tuhan menyatakan mujizat dan kemuliaanNya melalui Musa dan Harun dan beberapa gelintir orang, tapi bangsa Israel yang lainnya hanya menonton. Di Tanah Perjanjian, setiap kita bisa melakukan mujizat.
- Ketika menghadapi masalah, bangsa Israel selalu ingin kembali ke Mesir.
Sedikit-sedikit mereka mengeluh lebih baik di Mesir, di Mesir ada makanan, ada air, dll. Masa padang gurun ini masa dimana engkau banyak mengalami tantangan dalam hidupmu dan engkau bisa tergoda untuk kembali ke Mesir (masa lalu).
- Bangsa Israel tidak percaya kepada Tuhan dan Musa
Ketidakpercayaan mereka menggagalkan mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Bahkan Musa tidak masuk dan dikatakan karena melanggar kekudusan Tuhan dan tidak percaya.
- Kita tidak akan bisa masuk ke tanah perjanjian kalau kita masih tidak bisa percaya dengan Tuhan dan kalau masih ada celah Mesir dalam hidup kita


Apa yang terjadi di tanah perjanjian?
- Adanya trust system yang baru
Mereka bisa percaya pada Tuhan dan Yosua 100%, mereka sepenuhnya percaya pada apa yang dikatakan oleh Yosua. Setiap perintah yang disampaikan oleh Yosua tidak pernah dibantah atau dipertangakan. Contoh ketika para imam disuruh menyebrang Sungai Yordan, mereka tidak bertanya atau membantah. Ketika di Yerikho Tuhan menyuruh mereka keliling 6 hari dan hari ke-7 keliling 7x dan meniup sangkakala dll., dan mereka tidak komplain, mereka nurut 100% tanpa pertanyaan.

Bagaimana itu bisa terjadi?
Yosua 1:8
8: Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Ketika mereka keluar dari Mesir, mereka punya cara pikir yang lama, tapi di generasi Yosua mereka diberikan Firman Tuhan terus-menerus siang dan malam, mereka terus-menerus memperkatakan Firman Tuhan untuk mempengaruhi pikiran mereka agar sesuai dengan pikiran Tuhan. Ketika engkau saja tidak membaca perkataan Tuhan yang sudah ada, bagaimana engkau bisa percaya dengan perkataan Tuhan yang supranatural? Kalau engkau belum selaras dengan Tuhan dan engkau mendengar suara Tuhan, responmu pasti "apakah benar itu suara Tuhan?". Kenapa kita bisa tidak percaya dengan Tuhan? Karena tidak pernah mendengar suara Tuhan

1. Tidak ada lagi celah Mesir
Yosua 5:9
9: Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Minta terus agar hidup kita dibersihkan Tuhan. Generasi Yosua ini memiliki mentalitas yang berbeda jika dibandingkan dengan generasi bangsa Israel di padang gurun.

2. Adanya unity
Yosua 7:19
19: Berkatalah Yosua kepada Akhan: "Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku." 

Ketika ada satu orang tidak nurut pada Tuhan, mereka kalah, dan itu menggagalkan semuanya. Engkau harus mengurus komuintasmu agar tidak jatuh dan kalah, dll. God doesn't call the qualified, but He qualifies the calls. Pasukan Gideon bukan pasukan elit, bukan karena skill dll, tapi mereka sepakat dengan Gideon 100% dan akhirnya Tuhan pakai mereka secara ajaib.
Yang harus diubahkan dari diri kita yang pertama-tama adalah kita bisa unity dengan Tuhan, pemimpin, dan sesama, bukan hanya skillful.

- Bangsa Israel tidak lagi menonton mujizat, tetapi mereka mereka menjadi pelaku mujizat.
Yosua 14:9
9: Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 

Tanah perjanjian kita = revival
- Suatu kondisi dimana Tuhan bertahta secara absolut dan kehadiran Tuhan dinyatakan secara ajaib.
- Setiap orang yang datang mencari wajah Tuhan akan berjumpa dengan pribadiNya
- Suatu demonstrasi Kuasa, kasih, dan kemuliaan Tuhan
- Setiap dari kita akan menjadi pembawa revival, bukan hanya penonton tapi pemain

No prayer, no revival.

2 Tawarikh 7:14
14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Revival selalu dimnulai dari BERDOA. Bukan lagi berdoa untuk kebutuhan pribadi, tetapi berdoa untuk orang lain, keluarga, tetangga, sekolah, kantor, kita, dll. Masalahmya kenapa belum mengalami kasih Tuhan? Karena kita hanya berdoa sebentar di hadapan Tuhan dan selalu berdoa untuk kepentingan pribadi.

Ubah cara doa kita. Ketika doa pagi, berapa banyak yang benar-benar berdoa untuk lawatan? Banyak yang menganggapnya hanya berdoa biasa saja, tidak sungguh-sungguh ikut berdoa sepakat.

Renungan:
- Apakab kita masih memiliki ketidakpercayaan terhadap Tuhan
- Apakah kita masih menyimpan Mesir dalam hidup kita?
- Apakah kita mau terlibat sebagai pemain supaya terjadi revival atas gereja ini?

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -