Ibadah Minggu IFGF Palembang, 7 Febuari 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
7 FEBUARI 2016

By: Ps. Robert Lie

Tema bulan ini: LOVE

Ada penglihatan 2 orang yang usianya sama, badannya sama, yang satu kerjanya baca Alkitab, yang satu kerja keras mati-matian. Tapi yang satu diberkati secara ajaib, yang satu kerja keras tapi tidak ada hasilnya, yang satu wajahnya berseri, yang satu bekerja sampai malam dan mukanya hitam keriput. Tuhan mau berbiara bahwa Tuhan membuat perbedaan bagi yang sungguh-sungguh dengan yang tidak. Yang beribadah dan yang tidak, dll.

1. Ciri orang yang melekat dengan Tuhan

Cinta itu identik dengan pengorbanan. Banyak yang melayani bukan karena cinta Tuhan, tapi karena melayani diri sendiri, mau mendapat kehormatan. Apa yang menjadi ciri khas kalau engkau mencintai Tuhan? Hatinya melekat dengan Tuhan. Sekalipun rajin berdoa, berpuasa, belum tentu karena cinta Tuhan, tapi karena ada masalah, karena hanya itu jalan keluarnya, dll. Tapi orang yang melekat dengan Tuhan pasti berdoa, berpuasa.

Petrus yang sudah melayani bersama Tuhan pun ditanya 3x apakah dia mengasihi Tuhan. Ada saatnya ketika engkau masuk dalam pengujian apakah engkau benar-benar mengasihi Tuhan atau tidak.

1. Orang yang melekat kepada Tuhan itu pasti engkau akan merindukan Tuhan. Kalau hatimu melekat dengan Tuhan, tidak perlu disuruh berdoa, tidak perlu disuruh berpuasa, tapi pasti mencari Tuhan benar-benar.
2. Orang yang mencintai Tuhan pasti orang itu akan membaca surat cintaNya Tuhan, yaitu Alkitab, Firman Tuhan.
3. Orang yang melekat dengan Tuhan akan mendahulukan Tuhan dI atas segalanya. Apakah Tuhan menjadi prioritas, Tuhan menjadi yang terutama dalam hidupmu? Prioritas pertama adalah Tuhan, dan yang kedua adalah keluarga, yang ketiga adalah pekerjaan, lalu baru melayani Tuhan. 

Apakah hatimu melekat dengan Tuhan? Kalau engkau melekat dengan Tuhan, engkau belum ngomong pun Tuhan sediakan. Kenapa seringkali ada yang tidak mendapat jawaban doa? Karena hatinya menjauh dari Tuhan, dan bahkan ada yagn berdosa sehingga menghalanginya dengan Tuhan.


2. Blessing bagi orang yang melekat dengan Tuhan

Berkat tidak selalu membawa engkau masuk lebih dalam lagi, tapi bisa membuatmu menjauh dan lupa kalau semua berkat adalah anugrah Tuhan. Berkat tidak hanya selalu uang.

A. Jalan Keluar
Mazmur 91:14
14: "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Orang yang hatinya melekat dengan Tuhan pasti akan mendapatkan jalan keluar ketika menghadapi masalah / proses. Orang yang masuk kedalaman akan mendapatkan jawaban dan jalan keluar dari masalahnya. Tuhan akan menyelamatkan kita, meluputkan DAN memuliakan kita. Artinya mungkin ada orang yang ingin menjatuhkanmu, tapi Tuhan akan luputkan engkau dari semua rencana jahat, dan bahkan Tuhan akhirnya memberkati engkau. I (Tuhan / God) will put him on the high. Jangan marah ketika diproses, Tuhan tidak akan tinggal diam. Engkau itu biji mata Tuhan, dan kalau engkau benar melekat dengan Tuhan, tidak mungkin ada yang berani menyakitimu.

Siapapun yang hatinya mencintai taman ini, tempat ini, mau berkorban, Tuhan jamin hidupnya tidak akan susah.

Mazmur 3:3
3: (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

Tuhanlah perisaiku, yang akan mengangkat kepalaku. Kalau orang yang kepalanya tertunduk itu karena mengalami sesuatu. Karena itu Daud berkata Tuhan yang akan mengangkat kepalanya, mengubah dukacita menjadi sukacita. Karena hatinya Daud melekat dengan Tuhan, Tuhan luputkan Daud dan memuliakan Daud. 


B. Penyertaan Tuhan yang nyata
Mazmur 91:15
15: Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Penyertaan Tuhan dalam hidup kita lebih penting dari semua fasilitas yang ada. Situasi, berkat, uang, semua bisa berubah, tapi penyertaan Tuhan tidak akan pernah berubah. Banyak orang yang memilih uang lebih dari penyertaan Tuhan. Yusuf kalau tidak ada takut akan Tuhan, pasti akan jatuh dalam dosa ketika di Istana Potifar. Kalau engkau berada di berkat Tuhan, dan sekalipun orang lain mau meletakkan engkau di titik terendah, ketika ada penyertaan Tuhan, engkau akan berada di dalam perlindungan. 

Daud dikejar-kejar Saul, tapi sekalipun seperti itu, Tuhan buka jalan keluar dan bahkan Tuihan mengangkat Daud menjadi raja Israel

C. Mempunyai umur yang panjang
Mazmur 91:16
16: Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

- Kalau Tuhan beri umur panjang, akan makin banyak kesempatan untuk mendekat dengan Tuhan
- Kalau Tuhan memberi umur panjang, maka engkau juga akan mnerima danmengalami berkat Tuhan selama di bumi
- Kalau Tuhan memberi umur panjang, maka engkau akan mempunyai cukup waktu untuk  memberkati engkau dan engkau jadi befkat bagi orang lain.


3. Cara melekat dengan Tuhan

Bagaimana cara melekat dengan Tuhan? Mendekat dan mencari Tuhan sungguh-sungguh.

Yesaya 55:6
6: Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Yakobus 4:8a
8: Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. ....

Ketika engkau membuat keputusan untuk mendekat denganmu, Tuhan juga akan melekat dengan engkau.q


4. Penghalang terbesar kenapa tidak biaa melekat dengan Tuhan?

Meremehkan dan menunda panggilan Tuhan dalam hidupnya. Tuhan memanggil kita setiap hari untuk mendekat dengan Tuhan. Tuhan panggil kita untuk menyelamatkan yang terhilang. 

Kidung Agung 5:2-3
2:. Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"
3: "Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?"

Datang melekat dengan Tuhan. Banyak yang hanya ingin doa, ingin lebih dalam, tapi tidak berani berkorban. Cari Tuhan selama Ia berkenan ditemui.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

AoC Bandung, 1 Febuari 2016

AOC BANDUNG
1 FEBUARI 2016

By: Ev. Daniel Tjipto

Fokus kita harus yang penting Tuhan disukakan berapapun harga yang harus dibayar. Jangan hanya pandai bicara, tapi belajar jadi pelaku Firman.

Tema bulan ini adalah Kasih. Ini tema yang susah. Kenapa? Kasih bukan untuk diri sendiri, bukan hanya untuk orang yang kita kasihi, tapi siap dibagikan kepada semua orang. Kaish tidak perlu dipegangi terus, justru kasih itu harus dinyatakan melalui perbuatan. Kasih itu adalah Bapa sendiri. Ketika Yohanes 15 ditulis, si penulis itu mengerti dengan benar kalau dia tidak pernah bisa lakukan kecuali dia tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia, tidak ada cara lain. Pakai kekuatan, kepintaran, kemampuan diri sendiri, hasilnya pasti 0.

1 Korintus 13
1: Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2: Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3: Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Apapun yang kita lakukan dan dipandang orang sebagai orang yang baik, sukses, tapi kalau tidak ada kasih, semua sia-sia. 

Kalau engkau punya kasih, engkau harusnya seperti ini:

4: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Ketika engkau bertemu Tuhan, semuanya akan berubah. Kalau engkau benar-benar berada di dalam Tuhan dan Tuhan ada di dalam kita, perubahan itu akan terjadi, perubahan drastis itu akan terjadi! Ada kerinduan untuk berubah, kerinduan untuk bertemu Tuhan. Setiap manusia lahir, ada rencana Tuhan yang menjadikan dia luar biasa, menjadi bintangNya, dan Dia ingin kita menikmati apa yang ada di dalam Firman. RancanganNya itu damai sejahtera, sukacita, keberhasilan. Benahi hidup kita, tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam hidup kita. Perlu kematian daging.

Kuncinya satu, biarkan Tuhan ada di dalam hati kita, dan kita ada di dalam Tuhan. Sadar kita tidak bisa hidup di luar Tuhan. Kalaupun berhasil, itu anugrah, bukan karena kita bisa. Tuhan itu sebagai Bapa kita, tidak ada bapak yang senang melihat anaknya menderita, banyak tangisan, dll. Lihat Yesus, ketika Dia mau naik ke surga, dikatakan Tuhan datangkan Roh Kudus untuk memberi tahu apa saja yang terjadi di depan, dan ini yang harus kita aktifkan. Jangan merasa sudah hebat, sudah bisa. Seseorang yang sadar ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia, dia sadar kalau dirinya hamba, tidak lagi minta, apapun yang tuannya suruh dia tahu kalau itu yang terbaik untuk dirinya. Biarlah hidup kita total dikuasai Tuhan.

Tahun ini sebenarnya The Kingdom of God benar-benar turun, dan di situ, suasananya, atmosfirnya adalah kasih, dan ujungnya juga adalah kasih. Tinggal kita meresponi, membayar harganya berapapun asal Tuhan suka, lakukan. Berkati, maka engkau akan diberkati. Ketika engkau tidak melakukan, ya engkau tidak diberkati. Jangan pakai otak, lakukan apa yang Tuhan katakan sekalipun kita tidak mengerti. Ini waktunya lompati tembok keterbatasanmu, dan ini waktunya engkau menuai apa yang engkau sudah tabur selama ini. Ini waktunya engkau menuai apa yang selama ini engkau tabur. Engkau lakukan apapun tanpa Tuhan suruh, ya akan sia-sia. Rendahkan hatimu, kita tidak bisa hidup di luar Tuhan. Pererat keintiman dengan Tuhan, jangan terikat dengan apapun. Jangan hitung-hitungan dengan Tuhan.

Belajar hidup di dalam kasih, dalam atmosfir kasih. Kasih yang sejati, kasih yang berkorban, yang tidak melihat siapa yang harus diberi. Responi.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 31 Januari 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
31 JANUARI 2016

By: Ev. Nany Susanty

Tetap percaya sampai garis akhir. Tetap mengandalkan Tuhan. Satu-satunya yang diandalkan, satu-satunya yang dipercaya adalah Tuhan, jangan hanya dari bibir. Benarkah hanya Tuhan satu-satunya yang dipercaya?

Yeremia 17:7-10
7: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Yang mengandalkan Tuhan itu pasti diberkati, dan Tuhan tidak pernah membatalkan perjanjianNya. Engkau akan diberkati kalau engkau menaruh harapanmu pada Tuhan.

8: Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
9: Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
10: Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Hati itu sangat licik. Kita bisa bermanis-manis tapi yang tahu hati kita hanya kita dan Tuhan. Sikap hatimu berbuat apapun mungkin orang tidak tahu, tapi Tuhan tahu. Betapa liciknya hati. Tidak ada satupun orang yang mengerti hati kecuali Tuhan. Setiap engkau melakukan sesuatu, itu dinilai Tuhan. Tuhan yang menyelidiki hati.

Tuhan menyediakan segala sesuatu. Banyak orang yang akan datang ke sini, tapi bagaimana dengan kita, bagaimana dengan kota kita? Jangan sampai kita bisa memulai segala sesuatu tapi tidak bisa mempertahankan. Membuat segala sesuatu itu mudah, tapi mempertahankan dan memelihara semuanya tetap dalam keadaan yang baik, jasmani maupun rohani, semua tidak mudah.

Tuhan rindu tempat ini benar-benar jadi sumber berkat, sumber keintiman, sumber terobosan yang Tuhan sediakan. Tetapi sesudah semua itu, sesudah mujizat terjadi, ketika hadirat Tuhan sangat ajaib di pentahbisan Bait Allah Salomo, orang Lewi tidak bisa menyelenggarakan ibadah, akhir dari hidup Salomo justru diselewengkan oleh istri-istrinya.

Seringkali orang yang dekat itu tidak mengalami mujizat, biasa-biasa saja, tapi yang dari luar, mengalami banyak hal yang ajaib.

Matius 11:21
21: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Tuhan menginjil dimana-mana, membuat banyak mujizat, tapi justru kota itu tidak bertobat, padahal mereka sudah melihat banyak sekali mujizat, tetap saja mereka tidak bertobat. Khorazim dan Betsaida adalah tempat yang selalu Tuhan kunjungi, Tuhan lakukan banyak mujizat, dan mereka melihat semua mujizat yang Tuhan lakukan, tapi mereka tidak percaya.

Banyak mujizat terjadi, tapi seringkali hanya orang tertentu saja yang percaya. Bagaimana dengan yang lain? Seharusnya yang menikmati semua yang ajaib di sini terlebihi dahulu adalah kita yang ada di tempat ini. Ini waktunya cangkok, artinya engkau lihat, engkau pelajari, engkau ikuti jejak pemimpinmu dan engkau lakukan, lalu engkau akan mengalami!

Kenapa mujizat seringkali tidak terjadi? Karena tidak percaya. Miliki hati yang mau mencari dan menyembah Tuhan, bukan mencari kesembuhannya. Jika engkau mengandalkan Tuhan dan pengharapanmu kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberkati. Kita berada di "lumbung padi", jangan sampai engkau "mati" di lumbung padi. Tuhan sediakan semua hal yang luar biasa di sini, tapi jangan sampai kita punya sikap hati yang tidak benar. Kalau engkau punya sikap hati yang tidak percaya, lalu engkau menghakimi, ya engkau tidak akan bisa menikmati.

Saat ini kita harus mengandalkan Tuhan, menaruh pengharapan kepada Tuhan. Memang tanda akhir zaman sudah dan akan ada lagi, tapi ada jaminan untuk kita. Kalau engkau tidak mengandalkan Tuhan, engkau akan diserang perkara-perkara yang aneh, misalnya hari-hari ini engkau lihat virus baru, seperti virus zika.
Yeremia 17:7
7: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Andalkan Tuhan. Apapun yang engkau alami, pasti ada jalan keluar kalau engkau mengandalkan Tuhan. Dalam menghadapi apapun, jangan panik, jangan cari sesuatu solusi berdasasrkan pemikiranmu sendiri, tapi tanya Tuhan apa yang harus dilakukan. Tuhan selalu tolong tepat pada waktunya.

2 Tawarikh 13:1-15
1: Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam menjadi rajalah Abia atas Yehuda.
2: Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. Dan ada perang antara Abia dan Yerobeam.

Perang itu sebenarnya tidak imbang dalam perhitungannya, karena 400rb menghadapi 800rb. Mungkin engkau menghadapi masalah dan sepertinya tidak bisa terselesaikan, tapi tetap andalkan Tuhan.

4: Lalu Abia berdiri di atas gunung Zemaraim, yang termasuk pegunungan Efraim, dan berkata: "Dengarlah kepadaku, Yerobeam dan seluruh Israel!
5: Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam?

Abia deklarasi. Kekuatan deklarasi itu ajaib, perkatakan terus. Keturunan Daud itu akan menjadi raja selama-lamanya, dan ternyata Ratu Elizabeth adalah keturunan Daud. Kita memiliki perjanjian garam, sehingga kemanapun kita pergi ada perlindungan Tuhan.

6: Tetapi Yerobeam bin Nebat, hamba Salomo bin Daud, telah bangkit memberontak melawan tuannya.
7: Petualang-petualang, orang-orang dursila, berhimpun padanya; mereka terlalu kuat bagi Rehabeam bin Salomo, yang masih muda dan belum teguh hati, dan yang tidak dapat mempertahankan diri terhadap mereka.
8: Tentu kamu menyangka, bahwa kamu dapat mempertahankan diri terhadap kerajaan TUHAN, yang dipegang keturunan Daud, karena jumlah kamu besar dan karena pada kamu ada anak lembu emas yang dibuat Yerobeam untuk kamu menjadi allah.
9: Bukankah kamu telah menyingkirkan imam-imam TUHAN, anak-anak Harun itu, dan orang-orang Lewi, lalu mengangkat imam-imam menurut kebiasaan bangsa-bangsa negeri-negeri lain, sehingga setiap orang yang datang untuk ditahbiskan dengan seekor lembu jantan muda dan tujuh ekor domba jantan, dijadikan imam untuk sesuatu yang bukan Allah.
10: Tetapi kami ini, Tuhanlah Allah kami, dan kami tidak meninggalkan-Nya. Dan anak-anak Harunlah yang melayani TUHAN sebagai imam, sedang orang Lewi menunaikan tugasnya,
11: yakni setiap pagi dan setiap petang mereka membakar bagi TUHAN korban bakaran dan ukupan dari wangi-wangian, menyusun roti sajian di atas meja yang tahir, dan mengatur kandil emas dengan pelita-pelitanya untuk dinyalakan setiap petang, karena kamilah yang memelihara kewajiban kami terhadap TUHAN, Allah kami, tetapi kamulah yang meninggalkan-Nya.

Kalau engkau mau diberkati:
- Jadikan Tuhan sebagai center dalam segala sesuatu, andalkan Tuhan
- Jangan meninggalkan Tuhan di waktu proses / pembentukan Tuhan.
- Setiap orang harus tahu apa yang jadi panggilannya, dan tahu apa yang jadi kewajibannya, lakukan semua itu.

12: Lihatlah, pada pihak kami Allah yang memimpin, sedang imam-imam-Nya siap meniup tanda serangan terhadap kamu dengan nafiri isyarat-isyarat. Hai orang Israel, jangan kamu berperang melawan TUHAN, Allah nenek moyangmu, karena kamu tidak akan beruntung!"

Andalkan Tuhan! Masa-masa seperti kejepit tidak bisa kemana-mana itulah sebenarnya engkau harus benar-benar andalkan Tuhan.

13: Tetapi Yerobeam mengirim suatu pasukan penghadang yang harus membuat gerakan keliling supaya sampai di belakang mereka, sehingga induk pasukannya berada di depan Yehuda dan pasukan-pasukan penghadang di belakang mereka.
14: Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi pertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada TUHAN, sedang para imam meniup nafiri,
15: dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda.

Orang yang mengandalkan Tuhan pasti akan mengalami kemenangan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -
- THE GREAT AWAKENING IN ALL NATIONS -