Ibadah Minggu IFGF Palembang, 12 Juli 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
12 JULI 2015

By: Ps. Robert Lie

Semua tergantung hatimu dengan Tuhan, jangan sampai yang terdahulu jadi yang terkemudian.
Apa itu kesetiaan? Apa kata Tuhan tentang kesetiaan? Apa upah kesetiaan? Apa ciri orang yang termasuk golongan orang setia?

A. Arti kesetiaan
Setia itu ada beberapa pengertiannya:

1. Berpegang teguh pada janji.
Namun banyak orang yang terlalu mudah obral janji, entah dengan Tuhan, sesama, atau siapapun, apalagi yag kepada Tuhan, seringkali orang berani berjanji, dan ketika sudah digenapi Tuhan, dia lalai dengan janjinya. Banyak yang berjanji ketika kepepet, dan ketika sudah terjadi, orang itu melanggar perjanjiannya sebelah pihak.

2. Patuh
Ketika Tuhan suruh apapun, engkau mengaminkan dan melakukannya, itulah juga kesetiaan.

3. Keteguhan hati dan ketaatan
Orang yang taat, orang itu lakukan tanpa sungut-sungut dan mengeluh sedetikpun. Jangan sampai ketika Tuhan tegur baru kita mulai setia dengan Tuhan.

Dalam perjanjian lama, kesetiaan itu emuna, artinya kokoh, tidak tergoyahkan.
Dalam perjanjian baru, kesetiaan itu pistos, artinya layak dan dapat dipercaya (contoh di Matius 25)

Ketika Tuhan melihat engkau masuk dalam golongan setia, maka Tuhan akan percayakan sesuatu yang lebih besar dari yang Tuhan beri hari ini. Kalau engkau orang yang setia, pasti Tuhan percayakan sesuatu yang lebih besar. Ukuran Tuhan bukan berapa lama, tapi ukuran Tuhan itu dilihat dari mata Tuhan sendiri, tidak bisa dengan pandangan kita sendiri. 


B. Apa kata Tuhan tentang kesetiaan
Mazmur 18:25-26
25: Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,
26: terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

Semua tergantung padamu, tergantung responmu. Kalau engkau merespon baik, Tuhan akani merespon dengan jauh lebih baik. Untuk janji tuhan, dibutuhkan kesetiaan yang cukup di hadapan Tuhan, karena itu sungguh-sungguh cari Tuhan!

Yesaya 49:14-16
14: Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
15: Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
16: Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Dalam budaya orang Yahudi, di tangan ibunya ditulis nama anaknya. Ketika ukuran kesetiaanmu itu cukup di hadapan Tuhan, engkau akan terima janji-janji Tuhan itu. Tuhan mau membuat kita kaya itu sangat mudah, tapi apakah kita bisa dipercaya dengan kekayaan itu? Apakah engkau termasuk golongan yang pistos?


C. Upah Kesetiaan
Ulangan 28:1-14
1: "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
2: Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
3: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
4: Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
5: Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
6: Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
7: TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
8: TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
9: TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
10: Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.
11: Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu--di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
12: TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
13: TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
14: dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

Kalau engkau mau setia, ada upah dari kesetiaanmu itu. Kesetiaan itu seperti deposito, upah kesetiaan akan tergantung dengan seberapa engkau setia, hingga kesetiaan itu cukup, Tuhan akan berikan upah kesetiaanmu. Kenapa banyak yang tidak mengalami? Ketika engkau setia dengan Tuhan dan sudah selangkah lagi dapat upahnya, tapi ketika dia gagal, artinya dia harus mengulang lagi, karena tidak lulus.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -

AoC Bandung, 6 Juli 2015

AOC BANDUNG
6 JULI 2015

By: Ev. Daniel Krestianto

Hari ini ada suatu anugrah besar, karena Tuhan mau buat perjanjian baru untuk kita. Ketika perjanjian darah itu diadakan, setelah itu Yudas menjual Tuhan. Tuhan katakan, hari ini Tuhan mau mengadakan perjanjian yang baru bagi kita semua, perjanjian dimana apa yang Tuhan sudah tulis, yang sudah tertulis dalam Firman Tuhan itu akan digenapi. Bagi setiap orang yang ada di jalan yang benar, di jalur yang Tuhan suka, maka mereka akan masuk dalam Yobel besar, tapi bagi mereka yang tidak ada di jalur yang benar, kebinasaan akan menjadi miliknya. Kalau engkau diingatkan dosa-dosa, kepahitan, iri hati, kemarahan, bertobat, karena masih ada waktu, dan perjanjian darah ini membuat kita bisa mencapai destiny yang benar, yang sakit disembuhkan, yang lemah akan jadi kuat, yang miskin diperkaya. Tuhan tidak akan pernah membuat anak-anakNya kecewa ataupun terlantar, Tuhan ingin buktikan siapa Tuhan sebenarnya, Yesus Kristus itu! Siapkan hati kita masing-masing. Kalau tujuan kita ingin kaya, ingin menunjukkan kalau kita berhasil, bertobat! Hari ini biar kita mengarahkan tujuan kita yaitu lawatan harus terjadi, destiny harus tercapai, matikan keinginan daging, matikan keinginan ingin menjadi kaya, jangan sampai engkau meminum darah Yesus dan engkau menjual Yudas. Yudas setelah meminum perjamuan, dia langsung menjual Tuhannya, namun setelah dia melihat Yesus disiksa, dia mau bertobat, namun kesempatan itu sudah tidak ada lagi.

Pengumuman:
Hari Kamis (9 Juli 2015) ada kebaktian bersama 6 Hamba Tuhan jam 17.30.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 5 Juli 2015

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
5 JULI 2015

By: Ps. Pendy Sofian

Tema Bulan ini: Great Harvest
Great harvest ini dijanjikan untuk kita di bulan ini! Apa itu tuaian besar, great harvest?
Imamat 25:11-22
11: Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
12: Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
13: Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.
14: Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.  
15: Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen. 
16: Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.
17: Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.  
18: Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.  
19: Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.  
20: Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami? 
21: Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.
22: Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama."

Kenapa ini harus terjadi sebelum Yobel besar? Karena tahun yobel adalah tahun yang kudus, tidak ada yang boleh menabur atau menuai, tidak ada yang bisa dipanen di tahun yang ke-50. Karena itu Tuhan menyediakan tuaian 3x lipat sebelum masuk Yobel Besar, rainstorm of blessing yang terjadi. Bukan hanya masalah tuaian 3x lipat, tapi ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan ketika kita akan menerima berkat 3x lipat.

1. Tuaian 3x lipat artinya engkau bekerja 3x lipat
Kalau engkau punya ladang, misalnya biasanya menghasilkan 1 ton, ketika dicurahkan berkat 3x lipat berarti hasilnya menjadi 3 ton, dan engkau akan membutuhkan banyak hal lain yang mendukung agar engkau bisa menuai yang 3 ton, artinya kerjamu harus 3x lipat, tidak bisa bekerja dengan standar kerja yang sama, tenaga yang sama, bahkan tidak bisa dengan metode yang sama dan kapasitas penyimpanan yang sama seperti ketika menuai yang 1 ton. Kalau engkau tetap menggunakan cara yang sama, mau ladang itu menghasilkan 3 ton pun engkau hanya akan bisa membawa pulang 1 ton dan sisaya akan menjadi sia-sia. Siapkan diri untuk bekerja 3x lipat!

2. Berkat itu bukan untuk dihabiskan seketika.
Banyak orang yang ketika diberi berkat 3x lipat, langsung habis seketika. Kita harus berdoa bagaimana caranya untuk bisa mengelola berkat itu dengaen cara yang berbeda, karena itu akan diperlukan hingga tahun Yobel dan tahun ke depannya. Tahun Yobel adalah tahun pembebasan budak, tapi tetap ada orang yang kembali akan menjadi budak karena tidak bisa mengelola apa yang sudah diterimanya, bakan bisa membuat orang itu menjadi lebih miskin lagi dari sebelumnya. Minta hikmat dari Tuhan, kalau tidak berkat itu bisa menghancurkan hidup kita. Ada simulasi yang dilakukan, yaitu mengumpulkan semua uang yang ada di dunia, dijadikan 1 kurs, dibagi rata ke semua orang, dan pada beberapa tahun kemudian, orang yang dahulunya konglomerat, akan tetap menjadi konglomerat, dan orang yang miskin, akan tetap kembali menjadi miskin sekalipun dia sudah menerima jumlah uang yang sama pada awalnya, yang membedakan antara kedua tipe orang itu adalah mentalitasnya, orawng miskin akan cenderung berpikir apa yang bisa dia beli dengan uang tersebut selagi ada uang, dll.

Matius 7:24-27
24: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25: Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26: Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27: Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Ketika kita diberi berkat yang sangat ajaib, seakan-akan diterpa badai, ada 2 hal yang akan keluar, apakah kita akan tetap berdiri, atau kita akan rubuh? Kalau fondasi kita tidak baik, ketika berkat Tuhan itu datang, rainstorm of blessing itu datang, itu bisa menghancurkan hidup kita. Apa yang membedakan kedua jenis rumah tersebut? Rumah yang satu ketika diterpa badai, masih kokoh, yang satu hancur, tergantung apakah dibangun di atas batu atau di atas pasir. Lalu apa yang membedakan yang membangun di atas karang dan pasir? Keduanya mendapatkan hal yang sama, Firman yang sama, namun yang membedakannya, yang satu mendengarkan dan melakukan Firman, yang satu lagi tidak. Fondasi kita tidak dibangun dari apa yang kita dengar, tapi yang menjadi masalah apakah engkau melakukan apa yang kita dengar itu.

Ketika kita sedang membangun fondasi, kita butuh bahan-bahan untuk membangun fondasi, misal besi, pasir, semen, batu koral, dll, tapi itu tidak cukup hanya dibeli. Semua itu harus dijadikan satu, diolah dan dikerjakan dengan benar, barulah fondasinya bisa jadi. Orang ini tidak bisa hanya membanggakan dirinya kalau dia baru hanya membeli bahan, baru menyiapkan semua bahannya, karena selama bahan itu tidak dikerjakan, tidak diolah, ya bahan fondasi itu tidak akan menjadi fondasi yang kuat dan ketika badai itu datang, itu akan tetap menghancurkannya. Mau sebanyak apapun yang engkau dengar, engkau siapkan, selama engkau tidak mengerjakan semuanya yang engkau dengar itu, semuanya akan menjadi sia-sia.

Belajar untuk menjadi pelaku Firman. Engkau serajin apapun doa pagi, serajin apapun engkau ke gereja, yang lebih penting ketika engkau melakukan semua yang engkau dengarkan itu! Tidak cukup hanya kita mendengar, menerima, percaya, tapi juga harus sampai melakukan. Kita harus membangun fondasi dengan sangat kuat, agar ketika berkat itu "ambruk" ke dalam hidup kita, kita juga tidak ikut "ambruk".

Mendengar, percaya, melakukan. Bahkan untuk menerima keselamatan pun tidak cukup dengan percaya, tapi juga harus mengaku dengan mulutmu.

Roma 10:9
9: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Selalu ada 2 sisi untuk engkau menerima janji Tuhan, tidak cukup hanya percaya, tapi harus ada sesuatu yang dilakukan. Kenapa tidak cukup hanya iman?

Yakobus 2:14-19
14: Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
15: Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
16: dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
17: Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
18: Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
19: Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Setan pun percaya bahwa Yesus berkuasa, percaya bahwa Dia adalah Allah yang hidup, tapi bukan itu yang membedakannya dengan kita orang percaya, karena itu tidak cukup hanya percaya.

21: Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

Abraham menjadi bapak orang benar, dan dia dibenarkan ketika dia benar-benar melakukan yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan Ishak. Dia tidak cukup hanya percaya tapi ada yang dia lakukan. Sama seperti ketika orang Israel yang diberi jaminan akan diluputkan kalau mereka mengoleskan darah anak domba di pintu, tapi kalau mereka tidak mengoleskan, tidak melakukan yang menjadi persyaratan perjanjian itu, ya anak sulung mereka akan tetap mati, karena mereka tidak melakukan apa yang Tuhan katakan.

Mazmur 126:5-6
5: Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6: Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Ada 2 elemen, yang pertama berjalan maju menangis, yang kedua yaitu menabur benih. Kalau hanya berlajan maju sambil menangis, tidak akan bisa terjadi, sama halnya kalau hanya menabur benih tapi tidak sambil berjalan maju dengan menangis, juga tidak akan bisa. Selalu tidak cukup hanya doa, doa, doa, selalu ada perbuatan yang harus dilakukan. Tapi juga tidak cukup hanya perbuatan, tapi harus berdoa juga.

Psalms 126:5-6 (NKJV)
5: Those who sow in tears Shall reap in joy.
6: He who continually goes forth weeping, Bearing seed for sowing, Shall doubtless come again with rejoicing, Bringing his sheaves with him. 

Ada 1 kata sifat yang tidak boleh hilang, yaitu continually, terus-menerus. Butuh konsistensi dan ketekunan agar dia bisa mendapatkan berkas-berkasnya itu. Dia tidak cukup hanya menangis sehari sambil menabur benih, tapi harus setiap hari, karena itu dibutuhkan ketekunan. Banyak yang kehilangan berkat Tuhan karena tidak ada konsistensi, tidak ada ketekunan. Tanpa ketekunan, engkau tidak bisa mendapatkan apapun.

Kisah Para Rasul 13:22
22: Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Apa yang membuat Daud itu berhasil menjadi the man after God's own heart? Bukan karena dia pintar menyanyi, menyembah, sekalipun Tuhan suka dengan penyembahan Daud, tapi bukan karena itu.

Kisah Para Rasul 13:22 (TSI)
22: Tetapi waktu Tuhan menurunkan Saul dari takhtanya, Dia mengangkat Daud sebagai raja. Dan inilah yang Allah katakan tentang Daud, "Aku sudah tahu tentang Daud, anak Isai itu, bahwa dia mempunyai hati yang sesuai dengan keinginan hati-Ku. Dialah yang akan melakukan semua yang Aku mau."

Acts 13:22 (NKJV)
22: And when He had removed him, He raised up for them David as king, to whom also He gave testimony, and said, ['I have found David] the [son] of Jesse, [a man after My] [own] [heart, who will do all My will.']

"Who will do all My will". Daud mendapat julukan the man after God's own heart karena dia akan melakukan apapun yang Tuhan katakan, mau masuk akal ataupun tidak. Daud tidak disebut orang yang berkenan pada Tuhan karena mendengarkan, tapi karena dia melakukan!

Tuhan mau terus memurnikan hatinya kita agar kita tidak terikat pada hal yang akan membuat kita mengalami kematian rohani. Sebelum Yobel besar pasti terjadi great harvest, tapi yang jadi masalah, apakah budak akan kembali menjadi budak, itu tergantung keputusannya sendiri. Dengar Firman Tuhan dan lakukan. Sambil kita menunggu Tuhan memberi berkat yang ajaib, bangun fondasi yang kuat.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -
- THE GREAT JUBILEE FOR ALL NATIONS -