Super Sunday IFGF Palembang, 23 Juli 2017

SUPER SUNDAY IFGF PALEMBANG
23 JULI 2017

By: Ev. Nany Susanty

Tuhan berkata "Karmel" untuk tempat ini, artinya kebun anggur Tuhan.

Saat Musa disuruh membuat tabut, Musa dibawa ke surga dan melihat tabut yang sesungguhnya di Kerajaan Surga. Sama seperti kebun anggur di sini, itu replika yang di surga.

Apa perbedaannya kebun anggur dan taman?
Kebun itu biasanya ditanami buah-buahan, itu hasilnya.
Taman lebih menonjolkan keindahannya.

Tuhan sangat merindukan ada taman dan kebun dari hidup kita. Kita menghasilkan sesuatu dan memberikan ke Tuhan. Dan juga hidup kita seperti taman, mencerminkan keindahan Tuhan.

Karmel = Kebun Anggur Tuhan.
Ada perkara apa, ada rencana Tuhan apa atas tempat ini?

Karmel ada dimana?

....

1 Raja-raja 18:30 (TB) 
30: Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

1. Dekatkan diri kepada Tuhan
- Memperbaiki mezbah Tuhan
Di Karmel engkau harus buat mezbah. Apa arti mezbah? Mezbah berbicara tentang persembahan hidupmu, tentang doa dan penyembahan.

Hidup kita juga harus diperbaiki, tidak hanya yang di gereja. Kerinduanmu untuk Tuhan, tambah lagi! Serahkan yang Tuhan minta untuk engkau persembahkan, percayalah bahwa itu akan menjadi persembahan yang hidup, itu mezbah.

Elia membangun mezbah dari dasarnya.

1 Raja-raja 18:31-32 (TB)
31: Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. — Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." — 
32: Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.

Keturunan Abraham yang dipilih Tuhan adalah keturunan Yakub, karena itu namanya jadi Israel. Ada 12 suku Israel, 12 batu dasar, dan itu akan terus dari keturunan demi keturunan. Dasarnya dulu diperbaiki!

Batu-batu berbicara tentang semua yang jadi dasar. Orang tua, anak, saudara. Sebut nama orang tuamu, keluargamu, usahamu, dll dan susun jadi mezbah. Pekerjaanmu, profesimu, pelayananmu, itu juga batu-batu. Susun semua itu jadi mezbah di hadapan Tuhan.

2. Membuat parit sekeliling mezbah
Untuk membuat parit, pasti membutuhkan cangkul. Di sekeliling mezbah dibuat parit. Untuk apa? Sedangkan saat itu adalah masa-masa kekeringan. Mezbah itu dibuat karena orang-orang "sakit", meninggalkan Tuhan. Parit itu seperti jadi "perban" bagi mezbah, dan itu berbicara tentang banyak orang yang perlu diperban, banyak orang yang perlu dibebat, perlu unity, perlu kekuatan, agar mezbah itu jangan goyang.

Parit itu bisa memuat dua sukat benih. Sukat itu adalah ukuran, satu sukat empat gantang, satu gantang 2.8 kg. Kenapa dua sukat benih? Kalau buah, itu dinikmati, kalau benih, itu untuk ditabur. Taruh benihmu di parit itu!

1 Raja-raja 18:33-34 (TB)
33: Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.
34: Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,

Sesudah semua benih ditabur, lalu dituang air. Air itu berbicara tentang Firman Tuhan, pujian penyembahanmu.

1 Raja-raja 18:35 (TB) 
35: sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air.

Sampai benihmu diairi dengan Firman Tuhan hingga luber. Sesudah luber, maka surga menyentuh bumi. Lalu mungkin ada yang berkata, sudah menabur, tapi kenapa belum bermultiplikasi? Karena ada jeda waktu!

1 Raja-raja 18:36 (TB)
36: Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.

Ada korban petang, ada jeda waktu dari yang terakhir dia lakukan. Elia lakukan semua ini karena ada Firman dan perkataan Tuhan, tidak sembarangan.

1 Raja-raja 18:37 (TB)
37: Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

Ini doa yang dinaikkan Elia, dan doa seperti ini yang harus dilakukan.

1 Raja-raja 18:38 (TB)
38: Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

Apa artinya? Tuhan suka setiap persembahan kita, setiap Firman yang kita baca diterima Tuhan. Tuhan suka atas semua yang kita lakukan, dan ketika itulah surga menyentuh bumi, dan saat itu benih itu akan berlipatganda.

1 Raja-raja 18:39 (TB) 
39: Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Kalau hidupmu seperti taman, tidak perlu ngomong, orang akan merasakan keindahan Tuhan. Kalau hidupmu seperti kebun, tidak perlu ngomong, orang akan merasakan buah dari kehidupanmu.

3. Elia menuntaskan pekerjaannya.

1 Raja-raja 18:40 (TB) 
40: Kata Elia kepada mereka: "Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorang pun dari mereka tidak boleh luput." Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana.

Seringkali kita merasa puas, santai, dan merasa cukup dengan yang ada. Sifat kedagingan itu tidak bisa hilang. Bagaimana bisa hilang? Potong setiap hari! Sifat itu ada di jiwa, jiwa itu ada di darah. Kalau jiwamu masih ada, sifatmu masih ada. Kalau sifatmu mau dicabut semua sampai akar-akarnya, ya tidak bisa, kecuali mati. Sifat itu ada di jiwa, pikiran. Cara satu-satunya agar kita bisa hidup di dalam Tuhan, potong semua seperti Elia memotong Baal, dia tidak membiarkan begitu saja.

Tiap hari potong sifat jelekmu, katakan di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya Elisa mau mengambil urapan Elia. Karena itu Elisa pergi kembali ke Karmel dan baru pergi ke Samaria.

AoC Bandung, 17 Juli 2017

AOC BANDUNG
17 JULI 2017

By: Ps. Hengky Kusworo

Satu yang harus kita minta kepada Tuhan adalah show me Your glory, itu doa Musa agar bangsa Israel mengenal Tuhan.

Yesaya 53 dikatak Dia dihancurkan (crushed) karena pelanggaran kita (iniquity), dan karena bilur-bilurNya kita disembuhkan. Ada satu proses yang Paulus berkata mengenai mengenal Tuhan, kuasa kebangkitanNya, dan bersekutu di dalam penderitaanNya. TIdak ada kemuliaan tanpa duri dalam hidup kita. Yesus dihancurkan bukan karena pelanggaranNya, tapi karena pelanggaran kita, dan oleh karena itu, karena bilur-bilurNya kita disembuhkan. Ketika kita dilukai, mengalami penderitaan, barulah kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, kemuliaan Tuhan nyata.

Tuhan tidak punya cara selain meremukkan kita untuk menyatakan kemuliaanNya. Kita tidak bisa bangga dengan kesalehan kita, kita tidak bisa bangga dengan kesucian kita, karena semua itu seperti kain kotor. Kita tidak bisa menghampiri Tuhan dengan kesalehan kita. Hidup kita harus mengalami penghancuran hingga manusia roh kita keluar. Di dalam kita itu banyak binatang buas, kelemahan, dan Tuhan tidak punya cara selain meremukkan kita agar kita jadi sembuh. Jangan hanya mau kuasa kebangkitan dan kesembuhan tanpa peremukkan.

Pohon mur tumbuh liar, tapi bisa jadi obat "dewa", bisa jadi obat bagi apapun karena minyaknya. Yesus lahir diberi persembahan mur, Yesus mati diberi minyak mur. Yohanes 12 juga berbicara tentang minyak mur. Pohon mur bisa menghasilkan yang baik ketika dilukai, dilukai, dan dilukai seperti pohon karet. Kalau hidup kita dilukai lalu ngambek, yang terbaik di dalam hidup kita tidak akan bisa keluar. Seringkali sekitar kita digunakan untuk meremukkan kita, agar keluar mur dari hidup kita.

Ketika orang Majus mengerti rasi bintang dan ada Raja Yahudi yang lahir, mereka itu dipercaya didikan dari Kitab Daniel. Bukan sekedar raja, bangsawan, tapi mereka itu pentahbis raja. Jumlah itu bukan hanya 3, tapi rombongan sekalipun persembahannya hanya 3, dan dipercaya dari Media Persia, dan hanya bisa berjalan saat malam karena mereka melihat bintang. Mereka bisa sangat merindukan untuk bertemu Raja, butuh waktu cukup lama untuk bertemu raja, dan persembahannya emas, kemenyan, mur. Mereka datang membawa persembahan. Ketika Maria melihat persembahan itu, dia tahu bahwa Anaknya adalah Raja di atas segala raja (emas), Dia juga jadi Imam Besar (kemenyan), tapi ketika persembahan mur, itu persembahan yang tidak wajar, karena berbicara tentang kematian, korban kematian (sacrificial death). Pohon mur hanya bisa keluar yang terbaik ketika dilukai, dilukai, dan terakhir diremukkan. "Beruang dan singa" yang ada dalam hidupmu itu bukan untuk membuatmu murtad, tapi agar manusia rohmu keluar, yang terbaik dari hidupmu keluar.

Ketika kesombongan itu hancur, engkau itu akan tahu artinya menyembah. Tidak ada cara selain peremukkan agar kita bisa menghampiri Tuhan. Getah itu juga dipanaskan paling tinggi, diambil uap airnya, dibekukan di suhu terendah, setelah itu baru disuling. Ketika engkau sedang dipanaskan paling tinggi, jangan murtad. Ketika engkau berada di titik terendah, sangat terendah, jangan murtad, hinenimu harus keluar. Semua oran besar di Alkitab selalu melalui peremukkan. Daud itu diremukkan juga, bisa engkau baca di Kitab Mazmur, karena beruang dan singa tidak cukup untuk meremukkan Daud saat itu. Ketika Daud jadi menantu Saul pun dia tidak berada di posisi yang aman, harus berpetualang, pura-pura gila, direndahkan, barulah akhirnya yang terbaik keluar, the man after My own heart itu muncul dari Daud.

Yakub harus ditipu 10x mertuanya selama 14 tahun agar diremukkan, hingga Israelnya keluar dari hidupnya. Musa dibuang dari bayi, dimana sungai tempat ia dibuang itu dikatakan banyak buaya. Dia jadi anak Firaun, jadi jendral besar, pernah menghalau serbuan dari Ethiophia sebanyak 1 juta orang, dia tahan. Lalu dia dimasukkan ke menggembalakan domba selama 40 tahun, dia diremukkan, direndahkan, sehingga dikatakan juga hatinya lembut. Tidak ada kesombongan. Yusuf dibuang, disiksa, dijual, semua oleh saudaranya sendiri. Di rumah Potifar, difitnah, lalu masuk penjara 13 tahun. Untuk Yusuf bisa keluar menjadi pangeran, dia harus diremukkan.

Tidak ada daging di dalam hadirat kemuliaan Tuhan. Mur itu berbicara mengenai peremukkan. Yang keluar dari hidupmu kepahitan atau the best of you? Tuhan itu harus jadi domba yang kelu agar jadi korban yang tidak bercacat. Ester dipakaikan mur selama setahun. Ketika kita membawa dupa, itu sedang membawa bau-bauan Tuhan, tidak boleh bau daging. Uza artinya kekuatan, kenyamanan. There is no flesh in My glory! Ada hidup kita yang harus kita lewati dengan kematian, demi kematian daging. Kemuliaan muncul ketika ada kematian.

Imam Besar yang masuk ketika Yom Kippur, itu sebenarnya menakutkan, tapi harus masuk satu tahun sekali. Dia akan pamit 2 minggu sebelumnya pada istri anaknya, dan dia disebut sebagai the dead man walking. Lalu dia akan masuk ke tempat pengudusan, dicelup 11x. Lalu sebelum dia masuk, dia akan dikelilingi para rabi dan imam dengan dibacakan torah. Satu malam sebelum masuk, imam besar itu tidak akan tidur karena takut mimpi yang tidak benar, tercemar, sehingga bisa mati di dalam. Lalu dia ambil ukupan, dan semua itu dibawa masuk ke dalam, hingga tabut semuanya tertutup asap, baru dia masuk. Ketika dia bisa keluar dari sana, itu hanya oleh anugrah.

Yeremia 30:21-22
21: .... sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.
22: Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu."
 
Ketika Musa turun dari gunung Sinai, orang Israel takut, mereka berkata "jangan suruh kami mendekat, nanti kami mati", tapi Musa tetap masuk, dia sudah siap mati daging.

Keluaran 33:20
20: Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Harga kemuliaan adalah harga kematian. Orang yang bisa memandang Tuhan adalah orang yang mati dagingnya, dagingmu harus mati disembelih. Kalau engkau tidak mengizinkan Tuhan meremukkan hidupmu, the best of you itu tidak akan keluar.

Mazmur 45:9
9: Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;
 
Bajunya Tuhan itu berbau mur. Ketika Yesus disalib, itu mau diberi mur agar menahan rasa sakit, tapi Yesus menolaknya. Tuhan Yesus itu dikatakan sebagai the Man of sorrow. Semua orang punya jalan salibnya masing-masing, tidak ada jalan lain, sangkal diri pikul salib. Ketika engkau melihat kehidupan orang, engkau itu jangan lihat kemuliaannya, tapi lihat harganya. Seperti yang seringkali dikatakan Cathryn Kuhlman katakan, "you don't know the price, it cost you everything!"

Yeremia 17:13
13: Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN. 

Semua orang yang meninggalkan Engkau akan dipermalukan, orang yang meninggalkan jalan-jalanMu namanya akan ditulis di tanah karena meninggalkan sumber air kehidupan.

Yohanes 8
Ada wanita bekas pelacur yang dirasuki roh jahat, lalu ada Yesus yang baru masuk dari Bait Allah, Dia berdiri di depan Bait Allah, lalu orang Farisi menyeret perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan membawanya ke depan Yesus. Mereka berkata tentang hukum Taurat Musa kalau kedapatan berzinah itu harus dihukum mati. Mereka terus-menerus mendesak Yesus untuk memberi jawab, tapi Yesus tetap menulis di tanah. Orang Farisi itu orang yang sangat keras menjaga 643 hukum Taurat, bahkan mencuci tangan harus sampai berdarah karena tidak mau terkontaminasi dunia. Kesucian kesalehan kita itu bau daging, karena itu kita tidak bisa mendekati Tuhan dengan hal tersebut. Ketika Yesus berdiri, Dia berkata siapa yang tidak berdosa, lempar batu pertama kali. Lalu Yesus menulis lagi, dan kemudian dari yang paling tua terlebih dahulu yang pergi, hingga semuanya pergi. Apa yang ditulis Yesus? Hukum Musa berkata seperti itu, 2-3 saksi, kalau tidak ada saksi, semua hukuman mati dibatalkan. Setelah tidak ada saksi, tidak ada laki-lakinya. Apa yang ditulis Yesus? Taurat ke-6, jangan berzinah, lalu Yesus menulis nama mereka di tanah, terkecuali nama Maria yang tidak ditulis. Dalam hukum Taurat, ketika nama orang ditulis di tanah oleh imam besar, orang tersebut pantas dihukum mati. Orang Farisi ketika melihat itu, mereka tahu kalau nama mereka ditulis artinya mereka harus dihukum mati, tapi mereka tetap tidak bertobat. Maria yang sama menyeka kaki Yesus dengan air mata dan rambutnya, lalu memecahkan minyak narwastu yang berbicara tentang semua kehidupannya. Kalau engkau tidak diremukkan, narwastumu, murmu tidak akan keluar. Karena begitu dekatnya Maria kepada Yesus, otomatis gestur tubuhnya mau menyentuh kaki Yesus, mau menyembah Yesus, tapi Yesus berkata jangan sentuh aku. Kenapa Yesus tidak boleh disentuh? Karena Dia belum datang kepada Bapa, Dia saat itu mau menghadap Bapa membawa darahNya, menjadi Imam Besar bagi pendamaian dunia. Tangisan Maria itu menghentikan Yesus untuk menghadap Bapa untuk bertemu dengannya terlebih dahulu. 

Tuhan Yesus tertangkap oleh tangisan mantan pelacur, Imam Besar Agung dari surga menghentikan perjalananNya untuk melakukan pendamaian bagi dunia. Tuhan itu tidak tahan kalau melihat engkau memecahkan buli-buli hidupmu. Maria memecahkan buli-buli narwastu atas inisiatifnya sendiri, tidak ada paksaan dari orang lain ataupun Tuhan sendiri. Tidak ada jalan menuju kemuliaan tanpa Salib! Ketika Ishak harus naik di atas mezbah itu, dia tidak memberontak, karena dia akan jadi korban. Ketika engkau menjadi korban di hadapan Tuhan, apakah engkau berani naik ke mezbahmu atau engkau memberontak? Apapun juga masalahmu, kalau engkau berkata engkau rela, semua anugrahNya, tidak ada kesalehan atau kebaikan yang bisa membawa kita kepada Tuhan, semua anugrahNya.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 10 Juli 2017

AOC BANDUNG
10 JULI 2017

By: Ev. Pramono Limanto

Nabi Yehezkiel yang mendapat penglihatan Bait Allah dan air keluar dari pintu gerbangnya, dan ada kemuliaan Tuhan yang ajaib di dalamnya. Lalu Yehezkiel mencelupkan kakinya, baru sepergelangan kaki, lalu kemudian dia maju 1000 hasta, airnya selutut, dst. Tapi air apa yang ada di sana?

Yohanes 7:37-38
37: Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
38: Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
39: Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Air itu berbicara tentang Roh Kudus. Air yang keluar dari Bait Allah menggambarkan mengenai pekerjaan Roh Kudus yang ajaib dan dahsyat. Berhenti jadi gua penyamun, tapi jadilah rumah doa segala bangsa!

- Sepergelangan kaki: ketika kita memutuskan untuk percaya dan menerima Yesus, saat itulah Roh Kudus mulai bekerja dalam hidup kita.
- Selutut: Galatia 5:22-23, buah Roh telah nyata, dll. Karakter yang diubahkan, kebiasaan yang dibaharui, tabiat yang diubahkan jadi baru, ada perubahan sifat, dll.
- Sepinggang: orang yang mulai bergerak dengan karunia Roh Kudus yang luar biasa. Ini level yang surga "was-was", karena beberapa orang yang dilawat sampai level ini, kalau tidak jaga hati, tidak berakar dalam Firman, jangan sampai jadi Matius 7:21-23. Kita harus mengalami sampai level ini, karunia Roh nyata, tapi juga tetap harus siapkan diri, tetap rendah hati, berakar dalam Firman
- Tenggelam: kita tidak terlihat lagi, Roh Kudus yang nampak

Yohanes 3:34
34: Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Urapan yang tidak terbatas. Kalau kita tenggelam dalam Roh KudusNya, airnya semakin meninggi, kita terlihat semakin kecil hingga tidak terlihat lagi, yang terlihat hanya Roh Tuhan. Yesus yang bertambah-tambah, kita yang harus semakin berkurang. Jadi saksi, bukan jadi sakti!

Kisah 1:8
8: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Tujuan Roh Kudus: agar kita "mati" dan Kristus yang nyata dalam hidup kita. Setelah ini baru kita bisa jadi saksi! Tanda orang yang diurapi Roh Kudus, Yesus yang semakin nyata, yang semakin bertambah-tambah.

1. Orang yang diurapi tanda batas akan ditandai dengan Yesus semakin besar, kita semakin kecil.

2. Orang yang diurapi tanda batas akan ditandai dengan dia menjadi umat Tuhan yang memenangkan semua realita hidup, bahkan lebih dari pemenang. Ketika Yesus ditangkap, Yesus mati, hutang dosa dibayar lunas oleh darahNya. Kalau setan pintar, mereka tidak mungkin membiarkan Yesus mati. Orang yang diurapi Roh Kudus akan menjadi seperti ini, yang orang kira realitanya kalah, padahal sebenarnya menang. Orang yang dipikir kalah, justru tampil lebih dari pemenang. Orang yang diurapi pengurapan tanpa batas, akan memenangkan semua realita hidup. Kalau engkau kalah dengan realitamu hari ini, realita cacat, miskin, gagal, minta pengurapan Roh Kudus untuk melewati semua, bereaksi yang benar hingga tampil jadi lebih dari pemenang.

3. Orang yang diurapi tanda batas akan ditandai dengan bisa menampilkan yang terbaik di situasi bagaimanapun. Yesus yang sudah berkarya selama 3,5 tahun, Dia yang disalib, tapi Dia merespon yang sangat ajaib, Dia yang berkata ampunilah mereka karena mereka tidak mengerti yang mereka perbuat. Di situasi yang tidak enak sekalipun, bisa menampilkan yang terbaik.

Bagaimana agar kita bisa diurapi Roh Kudus dengan tanpa batas? 

1. Latih ketaatan kita pada Kristus dan Firman Tuhan. Seperti Yehezkiel yang mendengar Firman Allah untuk dia masuk lebih dalam lagi, ketika disuruh masuk 1000 hasta hingga beberapa kali. Ketika Yehezkiel melatih ketaatannya, di saat yang bersamaan, Roh Kudus membawanya kepada lawatan Roh Kudus yang lebih dalam.

2. Miliki gaya hidup sacrifice. suka berkorban. Persembahkan persembahan yang berkenan dan menyentuh hati Tuhan. Ketika persembahan yang berkenan dipersembahkan, tandanya api itu akan datang. Seperti Elia juga, api Tuhan menyambar persembahannya. Jangan bawa api asing! Engkau harus berkorban, bukan cari korban!

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -