Ibadah Minggu IFGF Palembang, 7 Mei 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
7 MEI 2017

By: Ps. Robert Lie

FAITHFULNESS: It's a lifetime process

Gunungn adalah tempat dimana seseorang bisa mengalami pengangkatan yang dari Tuhan, contoh Abraham, Musa, Yesus, dll.

Untuk masuk dalam glorious exaltation, ada 3 kunci:
1. Kerendahan hati
Ketika engkau merendahkan diri, maka engkau akan diangkat, dan juga sebaliknya.
2. Kesetiaan
Matius 25: setia dalam perkara kecil maka engkau akan dipercaya perkara yang lebih besar.
3. Mau belajar dan mau diajar
Banyak yang hanya mau belajar tapi tidak mau diajar. Banyak juga yang hanya mau belajar dari orang yang dia rasa lebih hebat darinya, padahal kita bisa belajar dari semua orang, termasuk dari orang yang melakukan kesalahan sekalipun (belajar untuk tidak mengikuti / mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain).

Prinsip air:
- Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah
- Posisikan diri lebih rendah dari orang lain agar engkau bisa dapatkan sesuatu
- Kalau engkau memposisikan dirimu lebih tinggi dari orang lain, engkau tidak akan pernah bisa mendapatkan pengajaran apapun dari orang tersebut.
- Sekalipun orang lebih rendah levelnya atau dari anak-anak, kalau engkau bisa merendahkan diri untuk mendengar dan belajar, engkau pasti akan diberkat atau mendapatkan sesuatu hal dari orang tersebut

Ada mimpi mengenai 3 gunung:
1. Gunung setia
2. Gunung takut Tuhan
3. Gunung semaunya sendiri

Gunung setia:
- Tuhan yang pilih dan tetapkan siapa yang masuk
- Kalau kita masuk, bukan berarti kita sudah setia, tapi kita sedang dalam proses menuju setia!
- Masuk dalam proses seperti tanah liat dan tukang periuk, agar kita bisa masuk dalam kesetiaan namun di dalam ukuran kesetiaan yang dari Tuhan
- Ada banyak kursi, berbicara mengenai belajar dan diajar

2 Tawarikh 7:15-16
15: Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.
16: Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

Ini adalah Firman Tuhan untuk tempat ini! Mata Tuhan terbuka, telinga Tuhan menaruh perhatian pada doa yang dinaikkan di tempat ini. Tuhan pilih dan kuduskan tempat ini. Ketika Tuhan ada di tempat ini, tempat ini akan jadi berkat dan juga akan diberkati, juga ketika engkau berdoa, doamu akan dijawab Tuhan.

2 Tawarikh 7:13-14
13: Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku,
14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Kalau engkau mengalami yang tidak enak terus menerus, Tuhan sudah berikan caranya agar engkau mengalami pemulihan, yaitu merendahkan diri, berdoa, mencari Tuhan, bertobat! Lakukan semua dengan konsisten, apapun keadaannya, tetap berdoa! Seperti kata pepatah, banyak doa banyak berkat, tidak berdoa tidak ada berkat! Doa adalah nafas orang Kristen, baca Firman adalah makanan.

Setia itu faithfulness, berasal dari kata Ibrani EMUNAH, artinya firmness (keteguhan), steadfastness (ketabahan), fidelity (kesetiaan, ketepatan), stability (stabil), steady (tetap), truly (sungguh), truth (kebenaran).

Terhadap orang yang setia, Tuhan berlaku setia. Terhadap orang yang licik, Tuhan berbelat-belit.
EMUNAH: melakukan dengan tepat dan konsisten ; melakukan yang tepat dan benar dengan penuh stabilan dan keteguhan

2 Tawarikh 7:17
17: Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku,

Ciri kesetiaan:
- Berbuat yang Tuhan perintahkan
- Tetap mengikuti ketetapan dan peraturan Tuhan
- Tidak perlu diingatkan / dinasehati lagi
- Tetap berdoa apapun yang terjadi
- Murid sejati itu yang nurut dan taat!

Bilangan 12:7
7: Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia (neeman) dalam segenap rumah-Ku.

Musa mengalami glorious exaltation karena dia setia dalam segenap rumah Tuhan. Mata Tuhan itu tertuju atas rumah ini, jadi berada di pelayanan apapun kita, kita harus setia, setialah!

1 Samuel 22:14
14: Lalu Ahimelekh menjawab raja: "Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya (neeman) seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?

Daud diakui oleh raja Ahimelekh sebagai orang yang dapat dipercaya atau dengan kata lain, SETIA (faithful) .
Ulangan 7:9
9: Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia (ha-neeman), yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 

Kata Ibrani Emunah, neeman, ha-neeman, asal katanya adalah "aman", yaitu believe (percaya), to confirm, support. Kalau engkau percaya, engkau akan bisa setia, karena dasar dari kesetiaan kita adalah kita percaya.

Kejadian 15:5-6
5: Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
6: Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

- Kejadian 12: Tuhan berjanji bahwa Abraham akan menjadi bapak banyak bangsa
- Kejadian 13, 14, 15, adalah PROSES yang dialami Abraham 
- Kejadian 15:5-6 tadi dikatakan bahwa Abraham percaya sekalipun dia sudah diuji terus-terusan. Sekalipun sudah diperhitungkan sebagai kebenaran, Abraham belum mengalami breakthrough
- Kejadian 17: sunat, Abraham menguatkan kepercayaannya

Kuatkan kepercayaanmu pada Tuhan, baru engkau bisa setia. Abraham menunggu 25 tahun baru dia bisa mendapatkan Ishak. Bahkan setelah punya anak, dia tetap taat sekalipun ketika itu anaknya disuruh Tuhan untuk dipersembahkan / dikorbankan.

Kejadian 26:4-5
4: Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
5: karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."

Tuhan beri perjanjian kepada Abraham karena dia tetap teguh dalam ketaatannya kepada Tuhan.
- Kejadian 15:6 >> "AMAN" >> bukan tentang percaya, tapi dia tetap teguh di dalam Tuhan
- Kejadian 26:5 >> dia teguh dalam ketaatan pada Tuhan dan juga kepada Taurat Tuhan, dan inilah 2 ciri kesetiaan seperti yang juga dilakukan oleh Daud.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 1 Mei 2017

AOC BANDUNG
1 MEI 2017

By: Ev. Daniel Krestianto

Hal yang paling benar adalah hidup dalam ketaatan, tangkap apa yang Tuhan katakan dan suruh. Jangan hanya semangat ketika mau diberkati, tapi semangat ketika mau memberkati. Banyak yang ketika mau terima berkat baru semangat, itu level awal, tapi Firman berkata lebih baik memberi daripada menerima, itu next level. Miliki karakter yang benar, bukan kita minta tangan Tuhan, tapi temukan pribadi Yesus. Jangan seperti murid Yesus, tinggal sekamar, makan semeja, tapi banyak yang tidak berubah, bahkan ketika Yesus ditangkap semua lari, tidak ada yang menyertai Yesus, tidak ada yang di dekat Yesus. Itu tandanya bahwa karakter mereka belum berubah. Kapan mereka berubah? Justru ketika mereka menyaksikan dan melihat Yesus bangkit dari antara orang mati, mereka "terbuka" bahwa mereka sendiri, tidak ada orang yang kelihatan yang mereka percayai atau mereka ikuti. Ketika Yesus kembali ke surga mereka baru sadar, tapi Tuhan berkata, Dia pergi, tapi Dia minta Roh Kudus, dan jadi Imanuel, Tuhan beserta kita. Yudas yang menjual Yesus dengan 30 keping perak, dia adalah bendahara Tuhan, dia yang memegang keuangan Yesus dan timNya. Yudas sebenarnya pribadi yang bisa dipanuti, bisa membuat mujizat, dia seorang pemimpin, dia mengatur semua keuangannya, tapi dia juga mengkhianati Yesus, karena mentalnya tidak berubah, dia masih membutuhkan "mana buktinya?", dia mencari keuntungan sendiri.

Banyak yang hanya bisa sepakat dengan pemimpin tapi tidak bisa sepakat dengan keluarga pemimpin. Itulah yang membuat hidup orang tersebut tidak akan breakthrough, akan mengalami kegagalan. Orang tidak akan bisa berjalan sepakat kalau masih ada ganjalan di hati. Kita itu mau dibawa ke dalam pengalaman yang supranatural, yang tidak masuk akal. Kenapa banyak yang ditinggal? Karena tidak menabur, tidak melepaskan keuangan ketika pemimpinnya berkata untuk membangun Bait Allah. Jangan sampai kita tidak diangkat! Dengan kita melepaskan keuangan, sekalipun tidak banyak, Pengangkatan itu tidak ada yang kedua kalinya! Yang mengubah kita, hidup kita, itu ketika kita bertemu Tuhan, punya hubungan yang intim dengan Tuhan, hadiratNya, itu yang mengubah hidup kita. Kalau engkau tidak mengalami dan bertemu Yesus, jangan jadi orang Kristen! Temui dan kenali Yesus bahwa Dia adalah Tuhan yang dahsyat! Bulan ini bulan anugrah, tinggal engkau berkata engkau mau. Gumulkan dan cari Yesus, hidupmu akan berubah total!

Ketika anak bungsu bertobat, dia langsung mau kembali, dia tidak hanya ngomong, tapi dia berjalan kembali ke rumah bapaknya. Banyak yang hanya terima terima terima secara roh tapi tidak menjalankannya. Anak bungsu berjalan, dia lupakan masa lalu, bertolak belakang dengan dosa dan masa lalunya. Kalau engkau berkata mau berubah, saat ini datang ke Tuhan dan semangat, jangan hanya menunggu untuk menerima. Ketika anak bungsu kembali dan datang, bapaknya dari jauh sudah melihat dan lari menghampiri anak bungsu itu. Ketika engkau bertobat dan meresponi pertobatanmu, Bapa di surga itu melihat dan kehidupanmu akan berubah total, dari yang tidak ada jadi ada. Tuhan mau bawa kita lari bahkan terbang untuk mengalami hal yang supranatural, yang aneh-aneh. Banyak yang ingin mengalami mujizat untuk pembuktian diri, ingin diterima di kalangannya. Jadi bendahara Tuhan yang baik, maka Tuhan akan percayakan sesuatu yang besar dalam hidupmu.

Jangan pernah lupakan hineni. Yudas lupa tentang hineni. Dia merasa lebih dari yang lain. Yudas itu orang yang dipercaya. Jangan sampai engkau sudah lama pelayanan dan engkau menaikkan derajatmu, engkau merasa sudah dipakai Tuhan. Jangan lupa hineni! Seorang pemimpin itu harus bisa melakukan di atas rata-rata, karena kalau tidak engkau akan diturunkan dan hanya akan jadi boneka seperti Saul. Saul masuk neraka, padahal dia pernah dipakai Tuhan dan dia adalah orang yang the best. Karakternya tidak berubah, tapi dia seorang pemimpin, bahkan dia lebih sungkan dengan manusia dibanding dengan Tuhan, pada akhirnya dia dipotong dan masuk neraka karena bunuh diri. Pelayanan tidak membuat orang masuk surga, tapi pelayanan membuat harta kita di surga banyak. Namun kalau hartanya banyak tapi tiketnya tidak ada, ya jadi harta tidak bertuan, dan banyak harta tidak bertuan di surga. Banyak yang berbuat baik di dunia tapi tidak punya tiket ke surga, sehingga jadi harta tidak bertuan di surga. Kalau kita bisa lakukan lebih, ini waktunya.

Layani Tuhan dengan segenap hati, matikan kedagingan, maka Tuhan akan angkat engkau. Semua karena Tuhan. Mezbah berdiri dari 4 unsur, salah satunya adalah air. Air melambangkan pentahiran dan juga ROh Kudus. Kita bukan orang yang kudus, tapi kita orang yang dikuduskan Tuhan. Kita bukan orang yang benar, tapi kita orang yang dibenarkan Tuhan. Berjalan dengan Roh Kudus!

Mazmur 51:6-8
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
(51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 
(51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Siapkan dirimu untuk berlari bersama dengan Tuhan. Jadi orang yang di atas rata-rata, jangan komplain kalau orang lain tidak lakukan tapi kita harus lakukan. Murid Tuhan Yesus kebanyakan tidak punya titel, tapi semua bisa dipakai Tuhan. Lakukan di atas rata-rata!

Yesus ketika di taman Getsemani sebelum ditangkap, Dia teriakkan hineni, karena Dia tahu, kalau disuruh memilih, Dia tidak mau, tapi Dia sadar, Dia harus hineni, karena itulah ketaatan total itu harus. Banyak yang juga minta fasilitas, ingin diakui. Fokus pada Yesus, jangan minta fasilitas, lakukan di atas rata-rata karena cinta, karena mengasihi Yesus. Ketika engkau melakukan bagianmu yaitu ketaatan mutlak, sesuatu yang di atas rata-rata, bukan karena untuk kesombongan atau ingin dihargai, atau ingin diterima, tapi karena cinta kepada Tuhan, jaminan itu akan turun, covenant Tuhan akan turun. Makin engkau lakukan dengan cinta, makin covenant itu akan turun semakin kuat dan semakin kuat.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 30 April 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
30 APRIL 2017

By: Ps. Erna

Yesaya 28:16 (TB)  
16: sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

Efesus 2:19-22 (TB) 
19: Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
20: yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
21: Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
22: Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. 

Batu penjuru. Jika kita membangun suatu bangunan, ada satu batu yang menjadi penentu untuk pekerja mengerjakan gedung, memberikan arahan akan dibentuk kemana, ke arah mana, dll. Yesus adalah batu penjuru. Kita adalah kawan sewarga yang dibangun dari atas dasar para rasul dan para nabi dengan Tuhan Yesus sebagai batu penjuru.

Markus 5:35 (TB) 
35: Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"

Di Markus 4 banyak terjadi mujizat, ada 1 orang yang kerasukan di Gerasa dan akhirnya disembuhkan Yesus, lalu wanita pendarahan juga disembuhkan. Lalu di Markus 5 ada orang yang datang kepada Yesus, keluarga dari rumah ibadat itu baru mau mengundang Yesus mendoakan, ada orang lain yang berkata:

Markus 5:36 (TB) 
36: Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

Coba dibayangkan ketika keluarga itu berharap pada Yesus, ada orang lain yang datang dan memberikan fakta yang sepertinya "menjatuhkan" imannya. Ada banyak hal ketika kita hidup, situasinya seperti sebaliknya dari apa yang kita harapkan. Tuhan katakan hari ini, jangan takut, percaya saja. Banyak hal yang bisa membuat kita gelisah hari ini, tapi kalau kita percaya pada Tuhan, mungkin kita bisa gelisah sebentar, tapi kita akan tetap kembali teguh.

Markus 5:38-42 (TB) 
38: Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39: Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
40: Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41: Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
42: Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

Kuasa yang sama, kuasa membangkitkan, kuasa menciptakan dan menyembuhkan ini juga ada di dalam kita! Ketika Yesus disalib, Dia katakan sudah selesai, artinya semua sakit penyakit penderitaan sudah selesai, dan karena karya Salib semuanya dibalikkan, penyakit jadi kesehatan, kemiskinan jadi kekayaan, dll. 

Siapa yang engkau dengar? Kalau engkau fokuskan dirimu untuk mendengar Tuhan, Tuhan akan kerjakan hal yang ajaib dalam hidupmu.

Ketika kita tidak percaya, ketika kita takut, kita bisa gelisah.
Ambil langkah iman! Faith is taking the first step even when you don't see the whole staircase.
Ketika ada orang datang berkata bahwa anaknya mati, keluarga kepala ibadat yang datang ke Yesus sempat gelisah, tapi Yesus berkata jangan takut, percaya saja. Dia tetap percaya pada Yesus.

Kenapa Yesus mengusir semua orang lain tapi membawa keluarga itu dan orang yang bersama denganNya? Karena orang yang di luar itu hanya membuat ribut dan tidak percaya Yesus. Yakobus Yohanes dan Petrus sudah mengikut Yesus dan percaya padaNya, karena itu Yesus juga ajak mereka. Kalau kita tahu siapa Batu Penjuru kita, kita tidak akan takut.

Kita percaya karena:
1. KasihNya sudah teruji
Roma 5:8 (TB) 
8: Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Ketika kita masih berdosa pun Yesus sudah mati untuk kita.

2. KuasaNya sudah teruji
Markus 4:39 (TB) 
39: Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

3. HikmatNya sudah teruji
1 Korintus 1:24 (TB) 
24: tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Yesus yang sempurna itu tinggal dalam hidup kita! Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa berjalan dengan pemikiran kita, tapi kita punya Tuhan yang ajaib!

Yesaya 28:16 (TB) 
16: sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 

Percaya saja, jangan takut, karena Dia bisa membawa kita ke masa depan yang lebih baik.
Keputusan itu ada di tangan kita, engkau mau takut atau tidak, percaya atau tidak. Hidup kita dibangun di atas Batu Penjuru yang teruji, 

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -