AoC Bandung, 27 Febuari 2017

AOC BANDUNG
27 FEBUARI 2017

By: Ev. Daniel Krestianto

Favor untuk kebebasan masih dibuka. Kita semua bisa untuk dapatkan kebebasan, kemenangan, breakthrough. Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan. Jangan sampai kesempatan ini engkau tiadakan atau dibuang. Ini bukan sesuatu yang main-main, ini sesuatu yang sungguh-sungguh real, nyata. Ini bukan waktunya main-main. Surga dan neraka itu nyata, kita menentukannya ketika kita masih hidup, karena ketika kita meninggal, tidak ada lagi kesempatan atau pertobatan. Tidak susah untuk masuk surga, tapi ya tidak mudah, karena diperlukan kemauan, mengambil keputusan, dan berani berkata tidak pada dosa. Ada beberapa hal yang sebenarnya Tuhan sudah beri tahu, sudah beri "bocoran" pada kita. Contoh: ampuni orang yang bersalah pada kita, maka Bapa di surga pun mengampuni kesalahan kita. Kalau engkau tidak bisa mengampuni kita, Bapa di surga juga tidak bisa mengampuni kita. Kalau Bapa di surga tidak mengampuni kita, bagaimana kita mau masuk surga. 

Kesenangan dunia itu sementara, kekekalan ya kekal, selama-lamanya, dan itu hanya ada di surga. Jalan tiap orang itu berbeda, tidak sama, setiap orang sudah ada jalur dan tempatnya masing-masing, jangan iri. Nasib setiap orang ditentukan oleh Bapa. Kelemahan satu orang tidak sama dengan orang lain, harga yang dituntut untuk dibayar satu orang, berbeda dengan orang lain. Kalau orang lain boleh, belum tentu kita boleh. Tiap orang punya hukum "kekebalan" masing-masing. Kalau engkau lakukan bagianmu dan benar-benar membayar yang harus engkau bayar, engkau berani menyelesaikan apa yang sudah ditentukan atas hidupmu, hidupmu akan enak, dan di surga engkau akan mendapatkan yang maksimal. Tapi kalau engkau terus komplain, "Kenapa dia diberkati kok aku tidak?", "Kenapa dia boleh tapi aku tidak?", dll, hati-hati.

Ada 4 buku di surga yang sedang menulis hidup kita, dan salah satunya The book of tears. Kalau engkau komplain, kenapa begini, kenapa begitu, buku ini akan terus diisi dan diisi. Kalau buku ini penuh, artinya engkau tidak masuk surga. Hati-hati. Kalau engkau benar-benar didapati setia, Tuhan itu akan angkat engkau masuk ke sesuatu yang lebih tinggi. Kalau orang yang di depan kita diberkati, hatimu ikut bersukacita dengan orang yang diberkati itu atau tidak? Ini yang harus kita lihat di hati kita. Teorinya berkata kalau kita bisa bersukacita dengan orang yang bersukacita, sadar tidak sadar engkau juga akan dapat berkatnya, berkatnya bisa mengalir.

Orang masuk surga itu bukan dilihat dari melayani Tuhan atau tidak. Mau pelayanan setiap hari pun tidak jaminan orang itu masuk surga. Seseorang dapat TIKET KE SURGA itu bukan dilihat dari pelayanan, bukan dilihat dari pemberian. Kalau tiket, itu hanya dilihat engkau pelaku Firman atau tidak. Apakah benar Firman itu keluar dari hidupmu dan engkau bertingkan laku sesuai Firman atau tidak. Kalau pelayanan, memberi, itu untuk tingkatanmu di surga, untuk hartamu di surga. Kalau tingkatmu atau hartamu banyak di surga, tapi engkau tidak punya tiketnya, ya percuma. Di surga bisa ada harta tidak bertuan, rumah bagus tapi tidak ada penghuninya, kenapa? Karena pemiliknya tidak punya tiket ke surga. Ada orang yang memberi top, pelayanan top, tapi tersandung karena tidak bisa mengampuni sehingga tidak bisa masuk surga. Jikalau engkau mengampuni, Bapa di surga akan mengampuni. Takaran yang engkau pakai, itu juga akan ditakarkan kepadamu. Ini dasar tiket ke surga, kita harus mengerti! Engkau punya title yang hebat pun tidak menjamin engkau masuk ke surga. Ke surga itu sendiri-sendiri. Waktu-waktu di depan itu semakin tidak enak.

Saul pada saat belum jadi raja, dia jadi orang yang baik. Dia dipilih dari sekian orang, dia orang yang terbaik dari antara orang lain dan dia orang pilihan Tuhan. Dia tidak siap dengan wadahnya, ketika dia masuk jadi raja, akhirnya Saul dipotong Tuhan dan masuk neraka karena dia bunuh diri, padahal dia raja yang dipilih Tuhan, tapi dia tidak siap. Dari orang yang tidak ada apa-apa, dia diangkat jadi memiliki semuanya, tapi dia lebih takut dan lebih sungkan kepada manusia daripada Tuhan, sehingga dia dipotong dan neraka jadi bagiannya. Bertobat untuk kita yang menginginkan jadi orang yang kaya. Jangan mau jadi kaya kalau engkau tidak punya wadah yang siap untuk menerima kekayaan yang Tuhan akan berikan.

Ada tiga tingkat, tapi dari tingkat kedua ke yang ketiga, akan banyak kehancuran karena banyak yang tidak siap dengan wadah, karakter, jiwanya. Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Kenapa sampai Yohanes berkata seperti itu? Karena Yohanes tahu, kalau seseorang masih merasa semua karena aku, harga dirinya tinggi, kesombongannya kuat, tidak bisa. Untuk berkata "i don't care" itu tidak mudah, karena harus disertai dengan kematian daging, tidak peduli lagi dikatakan sesat, tidak dikenal orang, tapi yang penting dikenal oleh Tuhan Yesus.

Kuda keagungan itu adalah kudanya raja. Kalau kuda ini sudah dinaiki, mau apapun terjadi, dia tidak akan pernah berbelok kalau tuannya yang tidak membelokkannya. Ujiannya yaitu ketika kuda itu disuruh diam dan di sampingnya dihidupkan petasan, dan kuda itu tidak bergeming. Itu kuda keagungan. Sebelum tuannya berkata jalan, dia akan tetap diam, tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya. Engkau mau jadi kuda keagungan atau kuda yang lain? Teorinya mudah, prakteknya tidak mudah. Kalau engkau tidak free, tiket tidak engkau punya. Jangan berkata apapun yang ada di surga, yang penting apakah engkau sudah punya tiket itu? Kita rindu, Tuhan itu lebih rindu untuk kita masuk ke surga. Harga kita itu mahal, jangan engkau buat jadi murah. Ketika engkau diproses, Tuhan itu menangis, Kuncinya tinggal di dalam Tuhan, karena Dia sudah bayar lunas. Buang semua yang baik, matikan kedagingan.

Yesaya 35:8
8: Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 

Isaiah 35:8 (CEB)
8: A highway will be there. It will be called The Holy Way. The unclean won't travel on it, but it will be for those walking on that way. Even fools won't get lost on it;
Ayat ini berlaku untuk AoC. Apakah kita sudah ada di jalan ini atau belum?  Orang pemberontak tidak ada di sini. Kalau engkau berontak, komplain, iri, engkau tidak akan ada di jalan ini, dan yang tidak ada di jalan ini, neraka tujuannya. Orang yang tidak tahir berbicara tentang hatinya yang rusak, pikiran tidak benar, jorok, kotor, berontak pada pemimpin. Bahkan orang bodoh pun kalau ada di jalur ini, surga bagiannya, tidak akan tersesat.

Yesaya 35:9
9: Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 

Orang yang ada di dalam Kristus yang ada di jalan ini. Ini waktunya bertobat, ke surga tidak gandeng-gandengan. Periksa hatimu, tanya Roh Kudus apakah engkau sudah ada di jalan yang kudus itu. Bukan ditentukan dari pelayananmu, tapi ditentukan apakah engkau tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam engkau. Jangan kejar ketenaran, jangan kejar uang, jangan kejar terkenal, jangan kejar pelayanan, yang penting bukan itu semua, tapi engkau ada di dalam Tuhan. Engkau melayani yang tepat di hati Tuhan, seperti Daud, dia melayani, dia memainkan kecapi, tidak ada yang mendengarnya, kecuali dia sendiri dan Tuhan yang ada di hatinya. Tuhan bawa dan angkat Daud sampai menjadi seorang raja. Tidak ada yang tidak mungkin, semua mungkin kalau engkau didapati setia dan hidupmu tepat menyenangkan hati Tuhan, tidak ada keinginan apapun selain menyenangkan hati Tuhan. Daud bisa pahit, karena dari kecil dia dipisahkan dengan menggembalakan kambing domba. Tapi Daud bergaul erat dengan Tuhan, dia tidak pahit.

Kita orang-orang yang lebih dari pemenang karena kita sudah ditentukan lebih dari pemenang. Semua bisa, paksakan dirimu, hancurkan jiwamu, hancurkan dagingmu. Kejar ketinggalanmu, lari ke Tuhan. Buang semua kepahitan, kemarahan, iri hati, pandangan dan kebenaran pribadimu. Kekayaan, uang, emas, tidak bisa membeli tiket keselamatan. Masuk ke jalur yang benar.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 26 Febuari 2017

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
26 FEBUARI 2017

By: Ps. Pendy Sofian

Tuhan memberikan penglihatan ada sebuah tembok yang dindingnya retak-retak. Walaupun retak, asal fondasinya benar, maka tidak akan roboh, tapi kalau dindingnya retak dan fondasinya tidak benar, maka akan roboh.

Tuhan akan mempercayakan kekayaan dan kemuliaanNya, hanya saja kalau kita tidak punya fondasi yang benar, maka akan roboh.

Fondasi itu sesuatu yang tidak kelihatan, tapi itu yang paling penting dari sebuah bangunan.

1 Timotius 4:12
12: Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
 
Teladan dari:
1. Perkataan
2. Tingkah laku
3. Kasih
4. Kesetiaan
5. Kesucian

Tidak bisa hanya dari hati, tapi apa yang keluar dari hidupmu itu yang akan dilihat orang lain. Mau hatimu bagus bagaimanapun juga, tapi kalau dari perkataanmu kasar, tingkah laku tidak baik, orang tidak akan respect. Orang tidak akan melihat fondasimu, tapi kalau fondasimu salah, bangunanmu akan roboh.
Timotius orang yang masih muda, bagaimana agar dia jadi teladan?

1 Timotius 4:13-15
13: Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
14: Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
15: Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

Kita sebagai orang Kristen harus mengalami pertumbuhan, jadi kepala dan bukan ekor. Seharusnya progress pertumbuhan kita itu nyata dan bisa dilihat semua orang.

Apa yang menjadi fondasi dalam kekristenan?
1 Timotius 4:13
13: Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

Ayat 14 baru Paulus mengajarkan Timotius untuk mempergunakan karunia. Karunia itulah yang dilihat oleh orang lain. Tapi fondasi awalnya adalah 3 hal tersebut.

1 Timothy 4:13 (HRB)
13: Until I come, be diligent in reading, and in prayer, and in teaching.

Diligent atau ketekunan adalah melakukan dengan konsisten, dan itu adalah cara membangun fondasi.

Be diligent in reading.
Ketika Yosua masuk ke tanah perjanjian, ada fondasi yang diberikan kepada Yosua, jangan lupa memperkatakan taurat Tuhan siang dan malam, supaya perjalanannya beruntung. Satu-satunya kekalahan yang dialami Yosua adalah di Ai, karena dia tidak mendengar Firman Tuhan. Kalau kita tekun mendengar Firman Tuhan, suara Tuhan, tidak mungkin ada kekalahan atau kesialan, yang ada adalah keberuntungan. Ketekunan itu tidak tergantung mood. Be diligent.

Be diligent in praying.
Jangan terlambat ketika ada doa, apalagi tidak datang. Dua hal ini yang kita terima dari Tuhan.

Be diligent in teaching.
Tidak cukup kita hanya terima dan terima dari Tuhan, tapi harus diajarkan ke orang lain, sehingga itu akan membuatmu bertumbuh dan kemajuanmu dilihat oleh orang lain.

Lukas 10:38-42
38: Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39: Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40: sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41: Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42: tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Banyak orang yang menganggap Maria tidak melakukan apa-apa. Padahal yang sebenarnya adalah Maria melakukan hal yang terbaik, yaitu duduk diam di dekat kaki Tuhan dan mendengarkan perkataan Tuhan. Ini bukan effortless, tapi effortful. Bagi sebagian besar orang, lebih mudah melayani daripada duduk diam dekat kaki Tuhan. Contoh lebih sulit menyanyi satu jam, menari satu jam, atau duduk diam mendengar perkataan Tuhan selama satu jam?

Ini yang membuat Maria berbeda dibandingkan wanita lain. Dan kisahnya diceritaman dimanapun Injil diberitakan. Bukan karena pelayannya kepada Tuhan, tapi karena relationshipnya dengan Tuhan. Maria adalah orang yang memiliki relationship yang spesial dengan Tuhan, bahkan ketika Yesus bangkit, Maria adalah pribadi yang ditemui.

Tujuan utama Tuhan menyelamatkan kita bukan untuk kita melayani Dia, tetapi untuk memulihkan hubungan antara kita dengan Bapa di Surga. Jangan pernah menggantikan hubungan kita dengan pelayanan. Tidak ada satupun pelayanan yang membuat kita menjadi semakin intim dengan Tuhan, menjadi lebih peka dengan Tuhan, menjadi lebih bertumbuh dalam Tuhan. Pelayanan juga tidak menjamin kita masuk surga.

Matius 7:22-23
22: Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23: Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bukannya pelayanan tidak penting.
Kenapa kita melayani Tuhan?
Kita melayani Tuhan karena kita mencintai Tuhan, kita ingin menyenangkan hati Tuhan, menyalurkan kebaikan Tuhan.

Ministry is giving by love, not receiving love. Kita melayani karena kita jatuh cinta ke Tuhan, bukan karena ingin mendapatkan cinta Tuhan. Kalau engkau melayani karena ingin dapat sesuatu, one day engkau bisa kecewa.

Seorang raja tidak membutuhkan anaknya untuk melayani dia. Tetapi dia akan mempercayakan bagian dari kerajaan itu kepada anaknya sesuai kapasitas. Kita itu diangkat anak oleh Bapa di surga, dan yang terpenting adalah hubungan, bagainana hubungan kita dengan Tuhan.

Lukas 15:21-23
21: Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22: Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23: Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

Bapaknya tidak bersukacita karena mendapatkan hamba baru atau membutuhkan pelayan baru yaitu anaknya, tapi dia senang ketika anaknya kembali, hubungan bapak dan anak dipulihkan.

Lukas 15:29-31
29: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30: Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31: Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Anak sulung telah bertahun-tahun melayani bapaknya. Anak sulung melayani tanpa mengenal bapaknya. Dia melayani demi sebuah upah.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan?
Tuhan sudah sangat siap mempercayakan kekayaan dan kemuliaan, tapi fondasimu harus benar!

Waktu yang mana yang lebih banyak engkau habiskan, apakah untuk relationship dengan Tuhan atau untuk pelayanan? Bagaimana kehidupan doamu, baca alkitabmu, pengajaran yang keluar dari hidupmu?

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 20 Febuari 2017

AOC BANDUNG
20 FEBUARI 2017

By: Ev. Samuel Krestianto

Dia Allah yang luar biasa, melakuakn perkara-perkara yang dahsyat. Mulai sekarang, cara berpikir harus berbeda, kita dipanggil bukan jadi orang yang kekurangan, karena Dia datang dan datang memberi kelimpahan.

Ulangan 15:4-5
4: Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, 
5:  asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.

Tidak akan ada kemiskinan di antara kita. Itu Firman. Cerita Yusuf ditulis di Alkitab agar kita belajar, tidak mudah untuk jadi Yusuf. Tapi ini adalah janji Tuhan, setiap kita harus jadi orang yang berkecukupan dan saling membantu, unity agar tidak ada lagi kemiskinan di antara kita. Seringkali kita alergi untuk mendengar khotbah soal uang. Kalau kita cinta Yesus, dengan sendirinya Tuhan akan memberkati kita. Sekalipun kita ingin kaya, Tuhan jauh lebih ingin memberkati kita jadi kaya, tapi masalahnya engkau siap atau tidak.

Yusuf anak yang sayang disayangi orang tuanya. Yakub demikian sayang kepada Yusuf, dia bahkan selalu memberikan hal yang baik kepada Yusuf, salah satunya diberi jubah maha indah. Dia selalu menerima semua yang baik dan saudaranya tidak suka pada Yusuf. Yusuf menyadari dengan sangat kalau dia disayang orang tuanya, namun Tuhan melihat sesuatu yang berbeda dari Yusuf,  sehingga pada akhirnya Dia memproses hidup Yusuf, bahkan tanpa kesalahan sedikitpun dia harus dijual, dll.

Glorious time itu pasti akan terjadi. Masalahnya kalau engkau tidak siap, itu akan jadi jerat, tapi kalau engkau siap, itu akan jadi batu loncatan untuk hidupmu. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka menjarah orang Mesir, dan artinya mereka mendadak jadi bangsa yang kaya raya. Namun mereka tidak siap, sehingga pada akhirnya semua emas-emasnya jadi lembu emas. Ketika Gideon mengalahkan Amalek, semua perhiasan dikumpulkan, dan emas tersebut dibuat efod, lalu bangsa Israel justru menyembah efod dan bukan menyembah Tuhan.

Level kuasa kegelapan yang mencobai kita, kalau levelnya lebih tinggi, tidak pernah datang dengan hal yang menakutkan, tapi justru yang indah-indah. Mereka justru datang dengan wanita cantik, pria ganteng, hal-hal yang luar biasa, dan kalau engkau tidak sadar itu setan, engkau akan jatuh. Siap tidak siap engkau akan ditampi, kalau engau siap, engkau akan naik lebih tinggi, kalau tidak siap, ya engkau akan jatuh bahkan lebih dalam lagi.

Kejadian 39:1-2
1: Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 
2: Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Yusuf itu awalnya tidak tinggal di rumah tuannya. Mungkin dia tinggal agak di belakang, bukan di rumah Potifar. Pertama kali dia tidak bisa minta yang muluk-muluk. Jangan pernah punya pikiran ingin cepat diangkat Tuhan dari masalah yang ada. Ketika Yusuf tetap percaya sekalipun dia mengalami yang tidak enak, dikatakan kalau Tuhan menyertai Yusuf. Dia bisa membuktikan bahwa apa yang dilakukan selalu berhasil. Tuhan tidak tiba-tiba langsung mengangkat Yusuf, tapi Tuhan mau membuktikan bahwa yang dilakukan Yusuf selalu berhasil. Ketika engkau melewati lembah kekelaman, sesuatu yang tidak enak, coba engkau periksa, apakah yang engkau lakukan itu berhasil atau tidak. Kalau yang engkau pegang jadi hancur, jangan-jangan Tuhan tidak menyertai engkau. Kalau benar seperti itu, engkau cek hatimu, bagaimana responmu, apakah engkau sudah benar-benar siap atau tidak. Memang tidak mudah memiliki respon yang benar. Sekalipun Yusuf sudah membuktikan kalau dia disertai Tuhan, dia tetap mengalami proses, difitnah istri Potifar dan masuk ke penjara sehingga sepertinya jalan menuju istana itu tertutup. Ketika jalan itu tertutup, justru itulah saatnya kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Kabod itu artinya penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Bukan hanya kemuliaan yang bagus, contoh ketika Yunus dilempar ke laut, semua orang di kapal memanggil nama Tuhan, dan itu kabod, Tuhan menyatakan diriNya ketika Yunus dilempar. Ketika Daniel masuk lubang singa dan pagi harinya raja mendatangi Daniel, itu kabod. Sadrakh Mesakh Abednego juga mengalaminya. Kabod itu tidak selalu yang hebat, tapi ketika Tuhan dinyatakan dari kehidupanmu juga ketika engkau mengalami yang tidak enak. 

Kalau cawan hatimu siap, berkat itu akan dicurahkan dengan melimpah dalam hidupmu. Tuhan itu mementingkan jiwa kita, cawan hati kita, sehingga Dia tidak mau membuat engkau tiba-tiba kaya. Tuhan menyediakan kepada kita justru ketika kita benar-benar tidak punya apa-apa. Asal hati kita siap, pasti akan terjadi yang luar biasa.

Di Mesir saat itu ada Firaun, Yusuf, dan rakyat. Di zaman Mesir, bahkan rakyat jelata pun terhindar dari kelaparan. Glorious time itu dimana bahkan semua sedang kesusahan, kekurangan, tetap ada penyediaan. Seperti seluruh dunia sedang kelaparan, di Mesir tetap ada penyediaan, tetap ada gandum, itulah glorious time. Yusuf tetap memegang teguh janji Tuhan. Ketika kita punya respon hati yang luar biasa, kita juga akan mengalami yang luar biasa. Jangan kepahitan dengan Tuhan. Siapkan cawan hatimu.

Tuhan sebenarnya tidak igin menyembuhkan wanita Kanaan, tapi hati dari wanita itu, dan dia juga terus berkata anjing makan remah-remahnya, sehingga ujungnya dia mendapatkan kesembuhannya. Yesus juga awalnya tidak berencana makan di rumah Zakheus, tapi Tuhan Yesus melihat bahwa Zakheus naik ke pohon untuk melihat Tuhan Yesus, dan akhirnya dia bisa makan dengan Yesus.

--------------------------------------------------------------------

By: Ev. Daniel Krestianto

Kekristenan itu sederhana, jangan dibuat berbelit-belit, hanya perlu lakukan apa yang Tuhan katakan, dan percaya. Tuhan itu Tuhan yang selalu menepati janji. Yusuf masuk sumur, dijual, jadi pelayan, difitnah, masuk penjara. Apakah Yusuf tidak baik? Jelas Firman berkata dia orang baik, melakukan pekerjaannya dengan sangat sempurna, tapi apa yang dia dapat? Dia difitnah, masuk penjara, dll. Yusuf tidak pernah berkata "Aku sudah ini, aku sudah melakukan ini, ...", karena itu adalah perkataan seorang upahan, dan itu juga perkataan anak sulung yang tidak menikmati kekayaan dari bapaknya. Dia iri melihat anak bungsu bertobat dan meresponi Tuhan. Bereskan dirimu.

Ke surga tidak gandeng-gandengan. Engkau melayani Tuhan, engkau melakukan apapun, tapi kalau engkau kepahitan, punya hati yang pahit, surga tertutup untuk dirimu. Tuhan tidak suka dan tidak mau engkau masuk neraka, maka kesempatan untuk bertobat itu selalu Dia berikan. Kesempatan demi kesempatan terus diberikan. Biar api dari Tuhan itu membakar hati kita kembali, cinta mula-mula, cinta kepada Yesus.

Tuhan tidak pernah meminta sesuatu yang engkau tidak punya. Ini waktunya glorious time.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -