Ibadah Minggu IFGF Palembang, 4 Desember 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
4 DESEMBER 2016

By: Ev. Nany Susanty

Bu Nany pernah mendapat penglihatan, di padang rumput luas, ada gembala yang sedang duduk di bawah pohon dan banyak sekali dombanya. Tapi ada 1 domba yang hanya duduk diam dekat gembalanya, tidak ikut bermain dengan temannya ataupun makan di padang rumput itu sekalipun semua sudah tersedia. Tuhan katakan, domba itu mau dekat dengan gembalanya, dan itulah yang dinamakan lebih dari segalanya. Bukan berarti tidak boleh main-main atau menikmati banyak hal, tapi dikatakan lebih dari segalanya, lebih dari emas dan perak kita inginkan Tuhan. Kalau engkau dekat dengan Tuhan, engkau itu menikmati apa yang Tuhan punya. Kalau engkau sudah "lebih dari segalanya", engkau itu tidak akan memikirkan uang lagi, menggunakan teori ekonomi Tuhan, dan engkau akan mengalami yang namanya karunia menikmati.

Ada penglihatan 2 binatang, 1 domba 1 singa. Kita bisa menikmati anugrah Tuhan kalau engkau punya hati yang sempurna seperti domba, kalau engkau punya keberanian menerobos seperti singa, engkau akan finish strong.

1. Domba tidak pernah memberontak
Salah 1 karakter domba adalah tidak pernah berontak. Kalau engkau benar-benar ingin finish strong di 5777, jangan berontak, nurut apa yang Tuhan suruh. Ngomel saja artinya sedang berontak. Apapun yang diperintahkan gembalanya, domba itu tidak pernah berontak.

Yesaya 53:7
7: Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Kalau seseorang sedang mengalami sesuatu dan tidak memberontak, itulah seperti domba, dan itu yang Tuhan mau.  Dalam pemberitaan apapun,  tetap diam. Dalam menghadapi apapun, belajar jadi domba yang setia. Belajarrrr menjadi domba yang kelu.

2. Domba hanya mendengar suara gembalanya
Yohanes 19
Seekor domba mampu mengedengar suara gembalanya. Kalau memang belum bisa mendengar suara Tuhan secara audible, ya setialah membaca Firman, karena itu juga suara Gembalamu yang di surga. 

Yohanes 10:3-4
3: Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
4: Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Yohanes 10:14-16 TB
14: Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15: sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16: Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Tuhan pasti akan membawa kita kepada glorious time!

Yohanes 10:18
18: Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Dan berikut ini adalah janji Tuhan atas hidup kita:

Yohanes 10:28
28: dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.


3. Domba itu selalu belajar kepada domba yang lebih tua, dan itu namanya rendah hati
Tua bukan berarti orangnya yang tua, tapi punya pengikutan akan Tuhan yang sudah matang. Sekalipun dia masih muda, belajar, belajar, dan belajar pada orang yang punya pengetahuan lebih.

Belajar lebih baik lagi, jangan sombong, karena ini waktunya, glorious time! Indonesia akan masuk dalam glorious time. Apapun yang terjadi, Tuhan tetap pegang kendali. Raih semua yang ada di tempat ini, masukkan dalam hidupmu.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

JKI Hananeel Cinta, 20 November 2016

JKI HANANEEL CINTA
20 NOVEMBER 2016

By: Pdm. Fendhy Ongko

Salah satu gerbang yang terpenting untuk kita masuk dalam glorious time adalah gerbang penyembahan.

Amos 9:11-15 (TB)
11: "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
12: supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
13: "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
14: Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
15: Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Setelah sekian ratus tahun kemudian, ayat itu seperti diulang lagi di Kitab Kisah Para Rasul.

Kisah Para Rasul 15:16-18 (TB)
16: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
17: supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
18: yang telah diketahui dari sejak semula.

Acuannya bukan kemah Musa, bukan Bait Allah Salomo, tapi ternyata yang dijadikan acuan adalah Pondok Daud. Daud pernah "membunuh" Uria dan mengambil istrinya Betsyeba, dan darah Uria ditanggungkan kepada Daud. Ketika Daud mau membangun Bait Suci untuk Tuhan, dia tidak bisa karena ada Daud pernah membunuh Uria, tapi Daud membuat pondok Daud. Dia membuat penyembahan 24 tim, 288 penyembah dan masih ada rakyat2 Israel yang selalu ada shifting untuk ada penyembahan 24 jam tanpa terlewat sedikitpun.

Pondok Daud tidak ada dinding, karena hanya ada tenda dan tabut di dalamnya. Satu-satunya dinding adalah ribuan orang penyembah, yang menyembah Tuhan 24 jam itu. Kalau dikatakan Tuhan akan membangun kembali tembok-temboknya, artinya Tuhan mau memulihkan kita, memulihkan manusianya.

Untuk bisa mengerti hal ini, kita harus mengerti siapa orang-orang yang hari itu berdiri di sekitar tenda itu.

1 Tawarikh 25:1-8 (TB)
1: Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut:
2: dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja.
3: Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN.
4: Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot.
5: Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.
6: Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.
7: Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN — mereka sekalian adalah ahli seni — ada dua ratus delapan puluh delapan orang.
8: Tua dan muda, guru dan murid, membuang undi mengenai tugasnya.

Ibadah. Apa itu ibadah? Kalau diartikan sebenarnya adalah service, pelayanan, seperti seorang hamba melayani tuannya. Ibadah Daud di atas itu artinya Daud dan seluruh yang ada di sana, pelihat, penyanyi, penyembah, rakyat, dll, semua melayani Tuannya, dan yang jadi tuan saat itu bukan Daud, tapi Tuhan Allah Israel. Itu bukan melayani selera jemaat, gembala, worship leader, tapi yang dilayani adalah selera Tuhan kita.

Di Tawarikh tadi, mereka bernubuat dalam musik dan penyembahan yang diurapi. Nubuat itu juga mengucapkan Firman, menentukan masa depan, menciptakan masa depan dengan perkataan iman kita.

Ada 3 pemimpin Asaf, Heman, Yedutun, dan 24 lainnya anak-anaknya.

Wahyu 5:8 (TB)  
8: Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. 

Pola itu ditiru Daud dari Surga, ada 24 orang yang masing-masing membawa kecapi dan kemenyan.

Asaf itu artinya orang yang mengumpulkan, merekrut, sehingga yang direkrut itu berkumpul dan menyembah Tuhan.

Dinding-dinding Pondok Daud yang mengelilingi tabut itu adalah penyembah-penyembah Tuhan.

Asaf itu menulis lagu dan mazmur sangat banyak. Mazmur Asaf untuk Yedutun artinya Asaf yang menulis, Yedutun yang membuat aransemen / lagunya.

Asaf itu pernah hampir jatuh / tergelincir. Dia menjaga hidupnya bersih, menyembah Tuhan dari muda, tapi ketika dia melihat orang lain yang tidak menjaga dirinya, tapi hidupnya sepertinya lebih baik, lebih diberkati, dll. Asaf berkata ke-iri-annya itu hampir membuatnya jatuh dan tergelincir dan dia meninggalkan kecapinya, hingga ketika dia masuk ke secret placeNya Tuhan, Tuhan memberi gambaran tentang ending orang yang Asaf bandingkan itu, lalu Tuhan juga beri lihat destiny Asaf dan semua yang Tuhan rancangkan untuknya dan semua itu membuatnya bertobat, dan ada Mazmur yang sangat terkenal yang keluar dari kejadian ini, yaitu Mazmur 73.

Kenapa Tuhan ingin memulihkan pondok Daud? Karena ada orang-orang seperti Asaf di sekitar kemah Daud, ada orang-orang yang selalu menyembah dan hanya ingin Tuhan di atas segalanya.


2. Yedutun
Yedutun artinya adalah praise / pujian, dia punya skill yang luar biasa dalam bermusik, dia guru musik Daud dan ayahnya Obed Edom. Dia paling skillful di dalam musik, dia itu seperti music director.

Hati kita seringkali mengingini praise itu untuk diri kita sendiri, kita ingin pengakuan dan eksistensi, dan bukan lagi praise untuk Tuhan, dan hati kita bergeser.

Ibadah itu sebuah service. Kita hanya hamba, hanya satu Tuan dan Tuhan yang harus dan layak dipuji, yaitu Tuhan Yesus.

Yedutun / yadah itu menyembah dengan tangan yang terangkat. Tangan yang terangkat bukan tangan yang seperti mau memegahkan diri agar diakui orang, tapi tangan yang terangkat untuk menyembah Tuhan. Bait Suci itu setiap harinya dikelilingi oleh ribuan orang yang menyembah Tuhan.


3. Heman
Artinya faithful, setia.
Mazmur 88 itu mazmur Heman.

Mazmur 88:1-2 (TB)
1: Nyanyian. Mazmur bani Korah. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mahalat Leanot. Nyanyian pengajaran Heman, orang Ezrahi.
2: Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.

Dia datang siang dan malam kepada Tuhan, tidak peduli masalah apapun yang dia alami yang dia ceritakan di ayat-ayat berikutnya. Mudah untuk menyembah Tuhan dan mengucap syukur kalau semuanya baik-baik, tapi saat mengalami yang tidak enak, di situlah tes kesetiaan, apakah engkau terus setia kepada Tuhan atau tidak.

Orang yang setia akan dipercayakan pada hal yang besar. Kesetiaan itu diuji ketika mengalami masalah demi masalah. Setia itu tidak bisa dibuktikan ketika semuanya baik. Kesetiaan diuji ketika engkau masuk ke dalam lembah.

Setelah Heman mengalami masalah demi masalah yang tidak enak, akhirnya Tuha  mengangkat tanduk kekuatannya Heman. Dari 24 anak mereka bertiga, 14 orang adalah anak Heman. Hari-hari ini Tuhan mencari orang yang setia, orang yang faithful. Faitful itu priceless, harganya sangat mahal.

Kemah Daud itu setiap harinya dikelilingi orang yang faithful, tekun menyembah Tuhan siang dan malam. Seperti Sadrakh Mesakh Abednego yang berkata tetap menyembah Tuhan sekalipun Tuhan tidak tolong.

Apa tujuan Tuhan memulihkan kemah Daud?

Kisah Para Rasul 15:17 (TB)
17: supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

Tuhan memulihkan semuanya itu bukan untuk kita (sekalipun kita pasti akan menikmati semua pemulihan dari Tuhan), tapi tujuan utamanya adalah untuk orang lain, orang yang di luar sana agar mengalami Tuhan dan mencari Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 14 November 2016

AOC BANDUNG
14 NOVEMBER 2016

By: Ev. Daniel Krestianto

Segala sesuatu kalau kita responi dengan cepat dan tepat, maka kita juga akan menuai dengan cepat dan tepat. Tuhan tidak melihat siapa dirimu, karena Tuhan bisa pakai siapapun. Walau dalam pandangan dunia engkau tidak ada apa-apa dan tidak masuk hitungan, tapi kalau engkau menempelkan dirimu dengan Mighty God, Bapa di Surga, maka detik itu Glorious, kemuliaan itu terjadi. Mungkin terjadi di alam roh, tapi ini waktunya alam roh akan jadi kenyataan!

Apapun dan siapapun kita, yang penting adalah tangkap dengan cepat, jangan pakai pertimbangan pikiran, karena siapa yang menangkap dengan cepat itu luar biasa. Janda peser bukan melakukan dengan sia-sia atau rutinitas, tapi dia melakukan dengan pengorbanan dan bukti bahwa dia mengasihi Tuhan. Dia memberi semua yang dia punya dengan resiko dia tidak tahu apa yang akan dia makan nantinya, dan itulah nilai lebih dirinya. Ada kematian daging, ada ketaatan, ada bukti bahwa dia lebih mengasihi Tuhan bahkan lebih dari dirinya sendiri, dan nilai inilah yang Tuhan mau katakan, engkau bisa lakukan. Bukan mengenai kaya atau miskin, tapi tergantung atas pengenalanmu dengan Tuhan, seberapa engkau bisa bergantung pada Tuhanmu.

Ini kairos untuk kita yang hari ini mendengarkan Firman ini.

Efesus 1:11
11: Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 

Ephesians 1:11
11: It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for. Long before we first heard of Christ and got our hopes up, he had his eye on us, had designs on us for glorious living,

Hidup dalam kemuliaan. Kita hidup From Glory to Glory. Tuhan sudah jauh-jauh menetapkan kita dan Dia memberikan destiny kita. Jangan mau ditipu oleh setan! Kalau kita saat ini sepertinya merasa gagal dan tidak mendapatkan kemuliaan dan setan berbicara bahwa itu nasibmu, katakan kepada setan, kalau nasib kita sudah tertulis, from glory to glory. Tidak ada nasib jelek dan melarat, tidak ada nasib miskin. Yang ada kita penuh dengan kemuliaan dan kelimpahan! Tidak ada kegagalan, yang ada keberhasilan! Jika pencuri itu ketahuan, justru pencuri itu harus mengembalikan 7x lipat atas apa yang dia pernah curi. Setan sudah mencuri banyak hal dalam hidup kita, kita bisa klain dam katakan pada setan, kembalikan 7x lipat! Ini waktunya juga miracle money!

Kita ini harusnya bangga karena kita adalah orang yang spesial di hadapan Tuhan, bahkan sebelum semuanya ada, kita sudah ditentukan, kita punya bagian yang harus kita selesaikan dan tidak bisa digantikan oleh orang lain. Inilah tandanya Tuhan sayang dengan kita! Ketika kita tidak mau masuk dalam rencana Tuhan, ketika Tuhan minta A dan kita memilih B, itu kita merusak destiny kita. Memang mungkin ketika kita pilih B kita berhasil, tapi itu tandanya kita seorang upahan. Kita harus percaya dan lakukan bagian kita, dan upah kita itu terjamin oleh Tuhan. Kita kerja bukan untuk uang, tapi kita melkaukan sesuatu karena mencintai dan menghormati Tuhan, bukan karena upah. Mengucap syukur kalau kita punya kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan. Yang seimbang itu ketika engkau di dunia dapat pahala, di dunia engkau dapat kelimpahan. Kalau targetmu tercapai, berkatmu itu tidak akan pernah tertunda! Kalau engkau ada masalah, dan engkau pikirannya di sana dan pelayananmu terkotori karena pikiran atas masalah itu, berkat Tuhan tidak akan turun. Layani dengan sukacita, bukan mental upahan. Dia tidak pernah berhutang.

Jangan batasi Tuhanmu, berkat bisa datang dari manapun. Kalau hatimu melenceng, berkat itu tidak akan turun. Tapi kalau engkau jaga hatimu tetap murni, berkat itu akan datang, karena Firman Tuhan sudah jelas berkata tentang itu. Menjaga hati itu susah, apalagi kalau engkau berhadapan dengan Tuhan, karena Tuhan tidak bisa engkau tipu. Orang yang dekat dengan engkau mungkin masih bisa engkau tipu, tapi Tuhan lihat hatimu apakah benar atau tidak. Minta Roh Kudus benar-benar pegang hatimu. Kemurnian hati. Motivasi engkau melakukan apapun, dasarnya apa? Mau uang, berkat, tugas, kerjaan, atau untuk melayani Tuhan? Kalau destiny seseorang tidak tercapai, hati-hati, ada kemungkinan tidak diangkat. Kejar destinymu!

Arti dari Efesus 1:11 itu ada sesuatu kemuliaan yang sudah ditargetkan untuk kita nikmati, tapi selalu ketika kemuliaan itu hadir, selalu juga ada yang namanya pengorbanan. Tidak ada mahkota tanpa pengorbanan. Kenapa kita sepertinya tidak ada kemuliaan? Karena maunya gratisan terus, tidak mau bayar harga. Contoh ketika didoakan berkat, semua berdiri, tapi ketika mau didoakan siapa yang mau diutus, semua diam. Semua ada harga yang harus dibayar, tapi Tuhan tidak pernah minta di luar dari kekuatan dan kemampuan kita. Semua memang sudah dibayar Yesus di kayu salib, tapi kalau semuanya gratis, karakter kita tidak akan pernah terbentuk. Ketika kita dibentuk karakternya, memang sakit dan kita harus berkorban, tapi tujuannya agar kita punya karakter yang sama seperti Yesus. Ranting yang sudah berbuah itu akan terus dibersihkan agar buahnya semakin baik dan banyak, dan kalau ranting itu tidak berbuah, ranting itu akan dipotong dan dibuang. Proses tidak akan pernah selesai kecuali engkau sudah mati.

Dari kemuliaan menuju kemuliaan, artinya ada harga yang harus dibayar. Kalau engkau bayar harganya, kemuliaan itu akan datang. Semuanya bukan gratisan, tapi ini adalah kairos, dan ini waktunya glorious time! Kita dimampukan untuk hidup dalam kemuliaan, dan karena ini waktunya, hal ini yang akan menunjang kita dan memberi kita kemampuan untuk bisa mencapai glorious time. Hidup kita itu anugrah. Kita bisa pakai baju, kita sehat itupun anugrah. Apapun yang kita punya yang dipercayakan Tuhan dalam hidup kita, itupun anugrah.

Setia dalam perkara kecil, maka engkau akan diberi perkara yang besar. Tapi ada juga sebaliknya, ketika engkau diberkati, engkau akan disuruh untuk melepaskan sesuatu. Seringkali kalau kita disuruh untuk mengeluarkan uang, kita berkata ingin peneguhan lagi terlebih dahulu baru dilakukan. Kita seringkali tidak mengerti kalau kita adalah seorang bendahara. Bendahara itu tidak pernah bertanya-tanya lagi ketika bosnya meminta untuk mengeluarkan uang. Seringkali yang membatasi berkat Tuhan turun itu ya kita sendiri.

Engkau berdoa, karena apa yang engkau akan dapatkan di depan itu sesuatu yang tidak masuk akal, no limit. Semua berdoa, hari ini Tuhan berkata engkau harus tepat dalam melakukan investasi. Buang teorimu yang hanya minta dan minta. Yesus tidak pernah hanya berkata, tapi Dia berkata-kata dan Dia buktikan sampai di kayu salib. Semua harus dimulai dari kelompok imam! Kalau Tuhan meminta, artinya Tuhan mau berkati engkau lebih dari sekarang. Kalau Tuhan minta engkau investasi, itu artinya Tuhan mau kerjakan sesuatu, di masa depan engkau akan dapatkan berkat yang berlipatkali ganda dari apa yang sudah engkau investasikan. Tidak mungkin engkau dapat tanpa engkau berikan benih. Tidak mungkin engkau bisa menuai padi tanpa menabur benih, kalau engkau menuai yang engkau tidak tabur, artinya engkau itu mencuri!

Daud hanya menggembalakan dua tiga ekor, tapi dia setia, bahkan dia pertaruhkan nyawanya untuk itu, dan akhirnya semuanya itu dilipatgandakan hingga dia bisa menggembalakan satu negara Israel. Ini kairos Tuhan dalam hidupmu. Ini waktunya pemulihan pondok Daud. Setia dalam perkara kecil, maka engkau akan diberi tanggungjawab dalam perkara yang besar. 742801.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -