AoC Bandung, 12 September 2016

AOC BANDUNG
12 SEPTEMBER 2016

By: Cellvia Marliana

Yohanes 3:16 
16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kalau kita katakan sesuatu itu besar, ya besar, tapi kalau Tuhan berkata begitu besar, artinya itu sangat besar bahkan mungkin tidak bisa kita bayangkan. Binasa itu bahasa aslinya apolumi, dan itu artinya kehancuran, rusak, menjadi tidak berguna. Tuhan tidak mau kita jadi orang yang kalah, tidak berguna, binasa, dan tidak mencapai apa yang jadi tujuan hidup kita.

Markus 4:35
35: Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

Yesus mengajak muridNya pergi ke sebrang. Tuhan Yesus yang mengundang kita masuk ke kehidupanNya. Ketika kita masuk dalam kehidupan kita sehari-hari, akan ada masalah, gelombang kehidupan yang membuat kita putus asa, menyerah, dll, tapi apa yang Tuhan katakan yang di Yohanes 3:16? Dia tidak mau kita menyerah, binasa, gagal, putus asa, dll. Di kejadian menyebrang itu, Yesus tertidur. Seringkali ketika kita mengalami masalah, kita tidak mengajak Tuhan "ngobrol", kita lebih sering cerita pada orang lain, bukan kepada Tuhan, tidak mengajak Tuhan berbicara. Di dalam perjalanan perahu itu ke sebrang, ada gelombang badai, tapi apa yang Tuhan janjikan? Tuhan selalu menyertai kita. Bersama Tuhan, kita akan capai ke sebrang, capai tujuan hidup kita bersama dengan Tuhan. Ketika kita diberi kado oleh Tuhan, terkadang "bungkus"nya sepertinya tidak baik, tidak enak, kelihatannya jelek, tapi sebenarnya isinya itu sangat indah. Tuhan mau kita punya fondasi yang sangat kuat, ikut Tuhan bukan karena ikut-ikutan, kata orang, dan tidak mengalami apa-apa. Tapi ada hal yang harus kita lakukan, yaitu kita harus percaya, dan percaya itu tidak bisa hanya duduk diam, namun harus do something. Percaya dan lakukan apa yang jadi bagian kita. Terus maju capai destiny kita dan jangan jadi orang yang mudah menyerah.

1. Tuhan menciptakan kita ada tujuan, dan tujuan kita masing-masing berbeda-beda satu dengan yang lain. Fokus pada apa yang Tuhan mau, walau sekalipun di tengah jalan sepertinya jalannya semakin terjal dan terjal. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, karena bagian kita dengan bagian orang itu seringkali berbeda dan belum tentu apa yang Tuhan mau di hidup kita.
2. Dalam perjanjian lama - perjanjian baru, Tuhan mengutus imam-imam, raja, rasulNya agar kita tidak melakukan yang jahat, sampai akhirnya Bapa kirimkan Tuhan Yesus untuk menebus kita, dan akhirnya Roh Kudus untuk memimpin hidup kita. Apakah setiap hari kita mengaktifkan Roh Kudus dalam hidup kita?
3. Kita tidak bisa diam saja, do something, lakukan apa yang Tuhan mau. Apakah kita setia melakukan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita?


By: Ev. Daniel Krestianto

Apapun kado yang dari Tuhan, ngucap syukur, maka itu akan jadi sesuatu yang luar biasa, jadi sesuatu yang memberkati orang lain. Setiap kita itu Tuhan beri kado, dan mungkin ketika engkau terima itu, engkau berkata tidak bagus, engkau tidak suka, berkata kenapa Tuhan beri itu, dll. Jangan tolak itu semua, buka kadomu, karena di dalam kado itu ada kado lagi, dan seterusnya, dan semakin dalam, kado itu akan semakin mahal, semakin indah luar biasa.

Tuhan itu tidak pernah mengecewakan kita. Ini pukulan terakhir dalam Yobel Besar, karena bulan depan yang namanya Yobel Besar itu habis. Belum terlambat kalau engkau mau mempergunakan waktu Yobel Besar yang tinggal sedikit ini. Namun yang pertama, tidak boleh kecewa. Lihat hatimu, apakah engkau kecewa atau tidak dengan Tuhan?

Ada 3 tingkat / model orang Kristen:

1. Anak Tuhan yang ikut Yesus hanya karena ingin berkat, kesembuhan, mujizat.
Cari Yesus terlebih dahulu, karena ketika engkau ketemu Yesus, engkau akan dapatkan segalanya. Kalau engkau hanya ingin uang, berkat, kesembuhan, engkau itu akan kecewa ketika engkau belum mengalami itu. Apapun yang Tuhan katakan, ikuti tanpa banyak pertimbangan. Jangan jadi Kristen yang tingkat pertama ini, tapi yang lebih lagi.
2. Orang Kristen upahan
Banyak yang melakukan pelayanan, berkorban, tapi karena ada udang di balik batu. Banyak yang memberi tapi tidak tulus, karena mau agar dilipatgandakan, itu namanya "mancing" Tuhan. Banyak yang berkata sudah berkorban, pelayanan bertahun-tahun dan meminta upahnya, komplain ke Tuhan bertanya mana berkatnya, dll. Kalau engkau memperlakukan Tuhan seperti itu, Tuhan juga akan lakukan yang sama kepadamu, apa yang engkau takar akan Tuhan takar kepadamu. Tuhan akan bayar lunas di dunia, tapi ketika di surga, tidak ada yang menjamin. Kambing berkata sudah melakukan ini itu, tapi Tuhan berkata enyahlah karena Aku tidak mengenalmu, dst. Contoh ketika engkau digaji, engkau bisa lakukan semuanya dengan baik, tapi bagaimana ketika engkau tidak digaji, apakah engkau bisa lakukan dengan baik? Kalau tidak, artinya engkau itu seorang upahan. Ketika bermasalah, mulai keluar "uneg-uneg"nya, merasa sudah berkorban, sudah ini itu. Kalau engkau tidak bisa mengucap syukur, terus membandingkan dirimu dengan orang lain, itu juga artinya upahan. Kita itu hidup cuma karena anugrah. Setiap kita orang yang spesial. Kejar destinymu, karena tidak ada yang bisa menggenapi destinymu selain dirimu sendiri.

3. Jatuh cinta dengan YesusKita lakukan semuanya karena kita cinta dengan Tuhan. Manusia bisa engkau tipu, Tuhan tidak bisa. Detik engkau jatuh cinta, engkau akan lakukan apapun untuk Yesus, bukan karena keharusan, tapi karena memang engkau mencintai Tuhan. Kalau engkau tidak masuk ke tingkat ini, setan akan membuatmu kecewa dan kecewa. Tidak ada orang yang baik kalau orang itu tidak di dalam Yesus. Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Ketika ini terjadi, sifat Tuhan jadi sifatmu, kita dibenarkan oleh Tuhan. Tidak ada yang bisa menipu Tuhan. Periksa dirimu. Tuhan itu tidak pernah mengupah kita, tapi takaran yang engkau pakai, takaran itu juga yang akan Tuhan pakai dalam hidupmu. Semua karena anugrah, jangan merasa semua karena engkau kerja, engkau sudah lakukan ini itu dll.

Markus 10:29-30
29: Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30: orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.


Jangan lupakan keintiman. Setia. Never give up. Percaya setiap janjiNya ya dan amin.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

Ibadah Minggu IFGF Palembang, 11 September 2016

IBADAH MINGGU IFGF PALEMBANG
11 SEPTEMBER 2016

By: Dr. Richard William

Ada beberapa musim yang berbeda dalam pelayanan dan kehidupan kekristenan kita. Kita harus mengerti musim yang sedang terjadi dan meresponinya dengan benar. Kalau tidak, kita akan melewatkan pintu kesempatan yang Tuhan buka. Di tempat ini, ini masa "spring time", artinya Tuhan sedang melahirkan sesuatu yang baru dalam pelayanan saat ini. Musim semi ini musim dimana bunga sedang bermekaran, artinya untuk setiap yang terlibat dalam pelayanan, engkau harus bekerja lebih keras lagi, karena di musim ini engkau harus mulai menabur, investasi. Kalau engkau tidak mengeinvestai di musim ini, ketika musim panas datang, engkau tidak bisa menikmati apapun. Ketika engkau menginvestasi, engkau akan memiliki terobosan! Curahkan setiap energi yang engkau punya di tempat ini, kalau ada doa, ikuti, kalau ada puasa, ikut terlibat, apapun yang dilakukan, ikuti saja, sehingga ketika musim panas itu datang, terobosan itu terjadi, engkau akan diberkati dengan begitu ajaib.

The Laws of Supernatural
Sangat penting untuk kita mengerti mengenai hukum supranatural, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang supranatural dan kita adalah makhluk supranatural, kita adalah makhluk roh yang ditempatkan Tuhan di tubuh jasmani. Awalnya kita berada di dunia roh, tapi yang sementara kita berada di alam jasmani. Sangat penting untuk kita bisa menyelaraskan diri dengan dunia spiritual.

Roma 8:14
14: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Kata let / dipimpin dalam bahasa aslinya itu driven, artinya seperti kita duduk di mobil dan ada yang mengendalikan kemudinya. Kita tidak bisa mengontrol kemudi atau gas nya, tapi kita dibawa oleh roh Tuhan tersebut. Ketika Tuhan Yesus dipimpin ke padang gurun, Dia tidak punya pilihan lain karena roh Tuhan memimpinNya. Kalau engkau mengatakan engkau adalah anak Allah, artinya engkau menyerahkan semua kendali kepada Roh Kudus. Segala sumber daya, waktu, energi, daya usahamu, semuanya itu diberikan pada Roh Kudus dan Dia yang akan memimpin semuanya. Banyak yang mau dipimpin Roh Kudus tapi tidak mau menyeerahkan dirinya pada Roh Kudus. Engkau harus mengizinkan Roh Kudus memimpin hidupmu! Kehidupan supranatural adalah kehidupan yang memang harusnya kita berada. Dengan pengurapan itu, akan ada perubahan yang terjadi di dalam hidupmu.

Kalau engkau konek dengan dunia supranatural, engkau akan tahu apa yang Tuhan katakan, dan itu sifatnya kekal, kalau perkataan manusia adalah sementara. Ketika engkau hidup dalam alam supranatural, engkau bisa melihat masa depanmu, engkau tahu apa yang Tuhan akan kerjakan dalam hidupmu, tidak ada kejutan atau kekejutan karena engkau tahu, dan manusia rohmu mengetahui segala sesuatunya. Tuhan Yesus tidak pernah kaget, karena Dia memang sudah tahu semua yang akan terjadi di depan. Tuhan ingin memakai setiap kita secara supranatural.

Tuhan Yesus melayani selama 3.5 tahun di dunia, dan setiap yang menyentuh / berjumpa dengan Yesus, mereka akan terkesima dan melihat yang supranatural, tidak peduli dengan yang terlihat. Tapi gereja di hari-hari ini banyak yang tidak mengalami yang supranatural, seharusnya setiap gereja mengalami manifestasi Tuhan, dan kalau tidak mengalami manifestasi, engkau akan menjadi yang biasa saja, dan yang biasa-biasa saja tidak perlu bayar harga. Banyak gereja yang tidak melakukan apa-apa, tidak banyak bergerak.

Ini adalah tempat terobosan! Tidak semua orang bisa jadi juara olimpiade, tapi untuk menjadi juara harus membayar harga yang sangat berat, harus dilatih sedemikian rupa, mengendalikan diri sedemikian rupa hanya untuk menang. Kita harus melakukan sesuatu untuk menciptakan atmosfer yang seperti ini.

Murid-murid Yesus bahkan tidak tahu mereka akan pergi kemana, karena mereka hanya mengikuti Roh Kudus. Dan kalau engkau ikuti Roh Kudus, engkau akan mengalami hal-hal yang baru, akan menghancurkan setiap rintangan. Kadang pengalaman kita dibatasi oleh persepsi yang ada di pikiran kita. Contoh ketika ada 3 orang yang menyentuh gajah di titik yang berbeda, persepsi mereka akan berbeda-beda. Persepsi mereka tidak salah, hanya saja tidak lengkap. Apa yang engkau alami di tempat ini, walau engkau tidak mengerti, ikuti saja, percaya saja, dan ikuti apa yang engkau mengerti itu dan hari demi hari Tuhan akan bangun hingga menjadi sesuatu yang utuh.

Efesus 1:11
11: Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya--

Dikatakan Tuhan bekerja dalam segala sesuatu, dan bekerja ini asal katanya itu energy, bahasa aslinya itu menyatakan "spiritual energy has to be worked", artinya ada hal yang harus kita lakukan agar kita punya kekuatan dalam dunia supranatural. Dalam dunia natural kita ada berbagai energi, energi matahari, energi angin, energi nuklir, energi air, dll, dan segala jenis energi ini tersedia. Tapi untuk kita mengalami energi ini, kita harus menyelaraskan diri kita dengan energi itu untuk kita bisa mengalaminya. 

Bagaimana cara kita bisa mengalami energi di dalam roh / supranatural? Masuk ke dunia supranatural, selaraskan diri kita dengan dunia supranatural agar kita bisa mengalami energi dalam dunia roh. Tap into the supernatural energy! Masuk dalam dunia supranatural, karena kuasa Tuhan adalah bagian kita. Kita harus selaraskan diri kita agar kita bisa mengalami hal-hal tersebut. Banyak kita yang ingin orang lain yang membayar harganya dan kita terima semuanya dengan gratis. Harga yang engkau bayar adalah kebangunan rohani / revival yang akan engkau alami. Kalau engkau mau membuat perbedaan di generasimu, ada harga yang harus dibayar, ada usaha yang harus engkau lakukan. Dalam gereja perjanjian baru, banyak yang merasa tidak perlu lakukan sesuatu karena Tuhan sudah lakukan semuanya. Salvation is free, miracles need prices. Setiap kita memiliki keselamatan tapi tidak semua punya yang supranatural.

Energi spiritual itu dilepaskan oleh pribadi Roh Kudus. Engkau harus melihat dirimu seperti wadah yang menampung kuasa Tuhan. Semakin banyak kuasa yang lebih banyak ingin engkau bawa, engkau harus khususkan dirimu lebih lagi. Tanpa kebenaran, engkau tidak bisa mendekat ke Tuhan. Di ruang maha kudus tidak ada setan, tapi hanya ada 1 orang imam besar dengan hadirat Tuhan yang masuk di dalamnya. Hidupmu harus dikhususkan, harus benar-benar dipisahkan dari dunia sebelum engkau bisa masuk lebih dalam lagi. Seperti presiden, tidak bisa sembarang orang datang walau hanya untuk melihatnya. Ketika engkau ingin mengalami yang supranatural, engkau harus bisa konek dengan Sumbernya, prioritasmu adalah Sumber dari semua kekuatan itu, dan engkau lakukan semua hal untuk engkau tetap bisa terhubung.


Ada 3 hukum yang harus kita ketahui:
1. Hukum iman
Roma 3:27
27: Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Romans 3:27 (KJV)
27: Where is boasting then? It is excluded. By what law? of works? Nay: but by the law of faith.


Dalam bahasa Inggris dikatakan hukum iman.

Roma 4:20
20: Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
Setiap kita dikuatkan oleh iman. Untuk kita bisa membuka pintu supranatural, tergantung bagaimana engkau menjalani kehidupan imanmu. Tanpa iman, mustahil untuk engkau menyukakan Tuhan (without faith it is impossible to please God). Di Ibrani 11 dikatakan iman adalah dasar dari segala sesuatu, iman adalah pintu masuk engkau masuk dalam supranatural. 

Abraham dengan iman dia meninggalkan tanahnya, negaranya yang sangat besar dan dia masuk ke suatu bangsa yang bahkan dia tidak tahu. Oleh krena iman, Musa meninggalkan haknya sebagai pangeran di Mesir dan masuk dalam padang gurun. Hukum ini harus diaktifkan dalam hidup kita, harus dilakukan dengan konsisten, dan dengan iman masuk melangkah ke dalam dunia supranatural. Setiap engkau menjawab dan melakukan tindakan imanmu, engkau akan masuk dalam dunia supranatural. 

Lakukan terlebih dahulu sekalipun engkau tidak melihat, karena nantinya engkau akan melihat apa yang Tuhan kerjakan. Kalau engkau ingin berjalan dalam supranatural, engkau harus mengerti mengenai hukum iman ini. Dia berikan kesempatan untuk kita melangkah dengan iman, merespon iman, dan ini tidak mudah karena itu tidak semua orang mau lakukan. Ketika engkau mulai melangkah dan percaya untuk setiap hal yang mustahil, engkau itu sedang keluar dari hidup normal dan biasa, dan engkau masuk dalam dunia supranatural yang tidak biasa. God calls you from faith to faith. Imanmu harus bertumbuh!

Kalau engkau mau masuk dalam level berikutnya, engkau harus masuk dalam iman, karena engkau tidak bisa tinggal di tempatmu yang sekarang. Untuk masuk ke level berikutnya, engkau harus buka pintu iman itu dan masuk ke dalamnya, hidup dalam hal yang luar biasa (extraordinary). Pelayanan di tempat ini sedang masuk dalam masa depan! Banyak gereja yang tertahan di masa 1980 dimana masa terakhir kebangunan Tuhan terjadi, kemuliaannya dibangun dengan gedung yang makin besar.

Banyak orang yang tidak mau bayar harga, karena itu sulit, itu butuh proses, tidak mudah, dan harganya mahal. Tuhan gunakan siapapun yang punya passion dan on fire dengan Tuhan. Ketika engkau sangat tulus, Tuhan bisa bawwa engkau begitu jauh. Kita punya contoh yang sangat baik di tempat ini


2. Hukum tentang roh kehidupan (spirit of life) / hukum kemerdekaan
Roma 8:2
2: Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Romans 8:2 (KJV)
2: For the law of the Spirit of life in Christ Jesus hath made me free from the law of sin and death.



Kalau engkau mau masuk dalam dunia supranatural, engkau harus masuk juga dalam hukum ini. Yesus dipimpin oleh sensasi dari Roh Kudus, Dia tidak dipimpin oleh asumsi. Ketika Roh Kudus memimpin hidupNya, Dia mengerti. Contoh ketika Dia akan dikhianati di ruang perjamuan, di dalam rohNya ada sesuatu yang mengalir dan tiba-tiba Dia tahu kalau ada seseorang yang akan mengkhianatiNya. Semakin engkau dalam dengan Roh Kudus, engkau akan mengerti mengenai sensasi ini. Roh kehidupan ini yang akan menuntun kemana, kapan, dan bagaimana engkau harus pergi. Ketika engkau masuk dalam hukum ini, Roh Kudus akan memimpin hidupmu.

Yesus tidak merespon emosi orang-orang ketika mereka berkata tentang Lazarus yang sakit. Justru ketika mereka berkata Lazarus sakit, saudaranya sudah memberi Tuhan Yesus makan, dll, Yesus tidak mengikuti emosi mereka, bahkan Yesus meninggalkan mereka ke arah yang berlawanan. Sensasi ini bahasa aslinya embrioma, dan itu bukan saat ini. Jangan tergesa-gesa, jangan terburu-buru, karena engkau harus berdoa. 3 hari kemudian ketika Yesus mendengar kabar Lazarus meninggal, justru Yesus merasa kemerdekaan dalam rohNya dan ada pengurapan di RohNya untuk membangkitkan Lazarus. Dia tahu, Dia tidak menebak-nebak kalau Lazarus akan hidup, dan sensansi inilah yang Tuhan Yesus rasakan. Embrioma itu artinya birthing, sedang melahirkan. Tuhan Yesus saat itu harus mengalami sebuah kelahiran. Tuhan juga taruh itu dalam hidup kita, dan baru dalam bentuk benih. Contoh Daud diurapi, dan orang tidak mengikuti Daud, tapi dia harus menunggu hingga 15-20 tahun kemudian baru Daud menjadi raja. Ada waktu dalam penantian! Saat itu Yesus tahu kalau waktunya sudah genap dan akhirnya Yesus memutuskan untuk ke temapt Lazarus. Lalu Tuhan Yesus tahu di dalam rohNya kalau Lazarus itu hidup. RohNya begitu terhubung dengan Roh Tuhan sehingga Dia tahu.

Bagaimana kita tahu kita konek dengan Roh Tuhan? Ada kebebasan (liberty, absolute freedom). Ketika engkau terhubung dengan Roh Kudus, engkau tidak peduli dengan yang lain, karena yang engkau pedulikan itu bagaimana bisa menyenangkan Tuhan, membuat namaNya dimuliakan, mimpi dan visi Tuhan jadi nyata. Di dalam taman, Adam itu berjumpa dengan Tuhan. Ketika engkau punya hadirat Tuhan, engkau tidak perlu yang tiruan, pelajari yang asli di tempat ini! Tuhan sangat ingin memakai engkau dalam supranatural!


3. Hukum kebenaran
Roma 9:31
31: Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.

Romans 9:31 (KJV)
31: But Israel, which followed after the law of righteousness, hath not attained to the law of righteousness.


Untuk kita bisa masuk dalam alam supranatural, Alkitab katakan bukan kebenaran kita, tapi kebenaran Tuhan. Dia sudah membebaskan kita dari hukum taurat. Kenapa kebenaran itu menjadi sangat penting? Karakter Tuhan adalah kekudusan, bukan kuasa atau belas kasihan, karena belas kasihan dan kebaikan Tuhan adalah atribut. Ketika kita menjadi kudus, sangat mudah untuk kita bisa mengasihi orang lain. Ketika engkau punya karakter Tuhan, engkau akan punya kebiasaan Tuhan. Hukum kebenaran ini membebaskan kita dari hukum dosa, dari hukum di dunia ini. Alkitab katakan kita punya akses langsung ke hadirat Tuhan, dan hukum ini membuat kita bisa masuk dalam ruang maha kudus. Tuhan sudah memilih kita bahkan sebelum dunia diciptakan, Tuhan tahu setiap pergumulanmu, dll. Panggilan tertinggi kita bukan menjadi seorang suami, anak, istri, tapi panggilan tertinggi kita adalah menjadi Anak Allah dan untuk kita masuk dalam supranatural, engkau harus miliki kebenaran. Dia tanggung beban, dosa, dan kelemahan kita, Dia tanggung di kayu salib, dan kita menjadi dibenarkan oleh Tuhan. Karena kita dibenarkan oleh Tuhan, apapun yang Yesus lakukan, kita bisa lakukan juga. Setiap visi yang Tuhan miliki untuk dunia ini, engkau bisa genapi semuanya. Dalam kelemahanmu, Tuhan akan gunakan untuk menyatakan kekuatanNya.

Ada pengurapan yang sangat besar akan datang kepada Indonesia dan juga seluruh dunia. Di hari-hari terakhir Tuhan akan curahkan rohNya, dan kita punya kesempatan untuk menjadi penonton atau menjadi bagian yang paling depan dalam lawatan. Kita punya pilihan yang bebas, engkau bisa masuk, atau engkau keluar. Apapun keputusanmu, kebangunan itu akan tetap datqng, kegerakan akan tetap datang. Tidak ada orang yang akan menghentikan lawatan ini, karena Tuhan katakan kalau orang tidak berteriak, batu-batu yang akan berteriak, karena Tuhan akan lakukan lawatan terbesar itu di hari-hari terakhir ini. Jangan anggap enteng, tapi responi dengan serius. Tuhan sedang mengundang kita menjadi baris depan di apa yang akan Tuhan kerjakan. Press in! Kita itu begitu dekat dengan kegerakan ini, jangan lewatkan ini, jangan anggap enteng! Masuk dalam supranatural. Pimpin jalan untuk Indonesia, ini adalah waktumu, kesempatanmu, terus kejar Tuhan.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -

AoC Bandung, 5 September 2016

AOC BANDUNG
5 SEPTEMBER 2016

By: Dr. Richard William
KEMAKMURAN JIWA (SOUL PROSPERITY)

Kita melayani Allah yang ajaib, kita menyembah Allah yang hidup.

3 Yohanes 1:2
2: Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. 

You may prosper in all things, prosper i health, even in your soul prosper, dan inilah kemakmuan yang sesungguhnya, kemakmuran ang di dalam jiwa. Engkau tidak bisa menimbang kemakmuran secara fisik, tapi kemakmuran sejati adalah yang ada di jiwa kita. Apakah jiwa itu? Jiwa itu mind, emotion, will (pikiran, perasaan, kehendak) kita. Kalau pikiran kita, perasaan kita, kehendak kita tidak mengalami kemakmuran, artinya kita belum mengalami kemakmuran yang sesungguhnya sekalipun kalau engkau punya kemakmuran dalam materi / keuangan. Ketika kita ada di dalam hadirat Tuhan, kita itu terkoneksi dengan dunia roh. Banyak kali ketika kita pulang dari tempat kebaktian, roh terobosan itu tidak kita alami secara utuh di dalam tubuh kita, tidak seperti ketika di gereja mengalami sesuatu dan Roh Kudus menyentuh kita. Ketika kita pulang ke rumah, kita tidak melihat lagi, tidak mengalami itu, kenyataan di roh tidak menjadi kenyataan di tubuh kita, kenapa? Karena ada masalah di jiwa kita. Itulah sebabnya jika jiwa kita tidak mengalami kemakmuran, kita itu belum mengalami kemakmuran.

Kalau jiwamu tidak bisa masuk dalam sebuah hubungan (alignment), engkau tidak bisa mengalami pewahyuan yang paling besar. Engkau mungkin bisa menerima pewahyuan yang sangat besar, tapi ketika engkau pulang, mungkin pikiranmu berkata, are you sure, what is this, etc. Pikiranmu, perasaanmu dapat membatalkan mujizatmu! Ini bukan kesalahan Tuhan, tapi itu kesalahan kita. Tuhan sudah melepaskan mujizat itu, Dia bergerak dan berjalan di hidup kita melalui perspektif spiritual. Ketika malaikat muncul kepada Gideon, dia berkata kalau Gideon adalah pahlawan yang gagah perkasa padahal saat itu dia sedang bersembunyi, dia belum pernah memenangkan peperangan satupun. Di alam roh, tidak ada waktu, bahkan Gideon sebelum melakukan nubuat itu, dia sebenarnya adalah pahlawan yang gagah perkasa. Kalau saat itu dia merasa adalah orang yang kalah, sampai akhirnya Tuhan meyakinkan dia, dia tidak akan pernah bisa menggenggam yang namanya kemenangan. Malam ini engkau harus belajar mengendalikan pikiran, perasaan, dan kehendakmu, dan kalau engkau bisa, engkau akan menang! Tuhan mau engkau menang, mengalami terobosan, mengalami kelimpahan, dan engkau menjadi orang yang paling kaya dan orang yang paling berkuasa di kotamu! Engkau tidak akan bisa jadi orang yang hebat di dunia nyata kalau engkau tidak bisa kalahkan itu di pikiranmu.

Ada 3 bagian di dalam pikiran, dan pikiran ini adalah sesuatu yang paling sulit, pikiran kita seringkali mengendalikan Firman Tuhan, punya pola pikir yang lama. Sebelum engkau diselamatkan, engkau adalah orang dunia, dan pikiran yang duniawi, dan dalam bahasa Ibraninya pembaharuan daya logika, imajinasi. Imajisikan sesuatu yang mustahil, imajinasikan semua kemungkinannya. Tuhan mau bekerja di pikiranmu, dan Tuhan memberi kita kemampuan untuk membayangkan sesuatu. Tuhan memberi kemampuan Abraham berimajinasi pada saat Tuhan memberi janji pada Abraham, yaitu ketika Abraham disuruh melihat bintang di langit dan pasir di pantai, seperti itulah anak-anak dan generasi yang akan datang darinya. Tuhan bekerja melalui pikiranmu, Tuhan akan mengubah pikiran kita, memulihkan pikiran kita, Tuhan mulai menunjukkan pada kita kemungkinan-kemungkinannya. Ketika kita merenungkan Firman Tuhan, pikiran kita mulai diubahkan. Kalau kita tidak lakukan ini, pikiran kita tidak akan bisa diubahkan. Firman Tuhan bisa menerobos bahkan membelah hingga pikiran yang terdalam dan bisa membuatmu diubahkan.

Engkau lihat, engkau yang memutuskan, bukan pikiran kita. Tapi masalah kita, kita dengar tentang kesembuhan, ketika kita keluar dari gereja, kita mulai meragukan Firman Tuhan, janji Tuhan, sehingga kita membatalkan janji Tuhan. Ketika pikiranmu tidak berkemakmuran, engkau tidak bisa mengalami kemakmuran. Apapun yang keluar dari mulutmu adalah apa yang ada di pikiranmu. Tuhan berkata kepada Yosua untuk merenungkan Firman siang dan malam, dan itu akan membuat pikirannya sejalan pada Tuhan, sehingga ketika dia melihat musuh, dia tidak mendengarkan perkataan musuhnya, sekalipun dikatakan dia akan kalah, dia tetap tahu kalau Firman Tuhan berkata dia menang, dia sudah berhasil! Kalau pikiranmu tidak berubah, terobosan di dalam hidupmu tidak akan terjadi!

Saat itu di tengah-tengah danau Galilea, ketika terjadi badai, Tuhan Yesus tidur, kenapa? Karena pikiranNya sejalan dengan pikiran Tuhan, tidak ada iblis, badai, tsunami atau apapun yang bisa mengambilNya sebelum waktuNya. Ini suatu sikap yang perlu kita miliki dalam hidup kita. Kalau engkau ingin berjalan dengan iman, engkau tidak bisa berjalan dengan logika, dan juga sebaliknya. Ketika engkau mendengarkan pikiranmu, engkau kalah! Dengarkan pikiran Ilahimu, rise your spiritual mind! Ketika ada badai, Tuhan Yesus tidak bimbang, ketika Dia bangun, Dia perintahkan badai itu berhenti dan Dia memarahi muridNya. Tuhan Yesus begitu sedih saat itu dan berkata, where is your faith, dimana imanmu?

Pikiranmu itu harus dicerahkan oleh Firman Tuhan, jalan Tuhan! Firman Tuhan tidak pernah berubah, tidak peduli apapun moodmu, apa yang engkau rasakan, Firman Tuhan itu tetap teguh selama-lamanya! Ketika pikiranmu mulai bisa membayangkan, bermimpi, maka Tuhan akan mulai memberimu mimpi, penglihatan, dll. Hanya pikiran yang baru yang bisa memiliki harapan, karena itu pikiranmu harus menyerah pada Firman Tuhan! Engkau harus mengarahkan pikiranmu kepada Firman Tuhan, karena apapun yang Tuhan katakan itu sudah final! Selama pikiranmu tidak bisa makmur, jiwamu tidak bisa makmur. Ketika Firman Tuhan sedang dikhotbahkan, itu langsung masuk ke dalam dagingmu, tubuhmu, karena pikiranmu berkata amin, dan itu mulai hidup dalam hidupmu. Musuh terbesarmu itu bukan setan, tapi pikiran kita. Kita harus taklukkan pikiran kita, engkau adalah seorang pemenang! Bukan kesombongan, tapi percaya diri (confindence), karena itu berbeda. Percaya diri pada Firman Tuhan, dan engkau akan mengalami terobosan! Ini yang dikatakan Firman Tuhan memisahkan jiwa dan roh. Firman Tuhan adalah janji Tuhan, Firman Tuhan adalah pewahyuan Tuhan, suara Tuhan. Suara yang paling banyak engkau dengar adalah suara yang akan paling banyak engkau taati, dan suara itu juga yang akan engkau rasakan.

Banyak orang tidak bisa mengenali suara Roh Kudus. Ketika engkau memasuki Firman Tuhan dalam sistem hidupmu, engkau akan mulai mendengar suara Tuhan, dan secara konstan akan terus terputar di dalam hidupmu. Ketika engkau sedang ada dalam kesulitan, Firman Tuhan akan bangkit dan menghentikan penyerangan dan perlawanan itu, menghentikan kebohongan yang dibuat iblis. Pikiranmu harus diperbarui Firman Tuhan, kalau tidak, engkau akan selalu mengalami kekalahan. Tuhan ingin kita selalu menang, mengalami terobosan.

Perasaan kita, apa yang kita rasakan.

1 Yohanes 4:18
18: Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kalau perasaanmu stabil, tidak akan ada ketakutan. Salah satu senjata yang selalu digunakan iblis adalah ketakutan, dan ini menjadi salah satu senjata mereka. Ketika engkau mulai mendengar Firman Tuhan, kalau engkau tidak punya perasaan yang stabil, engkau tidak bisa mengalami terobosanmu. Ketika Tuhan berjanji memberkati hidupmu dan perasaanmu tidak mempercayai Tuhan, tidak sepenuhnya percaya pada janji Tuhan, hasilnya, perasaanmu akan berada dalam sebuah ketakutan. Mungkin dalam perkataanmu engkau percaya, tapi dari perasaanmu tidak ada momentumnya.

Ketika Tuhan Yesus bersama dengan muridNya di Yohanes 11, dikatakan tentang  Lazarus yang sakit. Murid Yesus saat itu sangat berperasaan, tapi Tuhan Yesus tidak membiarkan emosi tersebut memimpinnya, Dia tidak dipimpin oleh perasaanNya, tapi dipimpin oleh kasih Bapa. Seringkali kita tidak mengalami janji Tuhan karena perasaan kita mengacaukan hal tersebut. Ketika engkau mulai berjalan dalam emosimu, engkau akan mengalami kekalahan dalam masalahmu, engkau tidak bisa mengambil keputusan yang bijak. Seringkali kita menerima kebohongan-kebohongan yang membuat kita down, seharusnya emosimu tidak bisa dipengaruhi oleh apapun kecuali kasihNya Tuhan. Tuhan Yesus tidak buru-buru lari ke rumah Lazarus, tapi Dia menunggu arahan Roh Kudus, sensasi dari Roh Kudus, karena di saat itu ada sebuah erangan yang muncul di RohNya Sensasi Roh Kudus ini ketika engkau tahu kalau itu salah, di dalam Tuhan Yesus, ada suatu sensasi yang muncul kalau Lazarus tidak akan mati dan belum waktunya mati, sehingga Dia terus berjalan ke tempat lain. Tiga hari kemudian mereka mendatangi Tuhan Yesus dan berkata kalau Lazarus mati, tapi Tuhan Yesus berkata Lazarus tidur. Pikiran Yesus tidak menerima fakta yang ada, tapi Dia menerima apa yang Roh Tuhan katakan dalam hidupnya. Sensasi itu dalam bahasa Yunaninya embrioma, artinya suatu kelahiran. Kadang Tuhan sedang melahirkan sesuatu di dalam hatimu yang kelihatannya mustahil, tidak mungkin, tapi itu mulai bergejolak, akan ada suatu kelahiran, tapi bukan sekarang, engkau harus terus berjalan dan terus berjalan tapi bukan dengan emosi.

For Jesus, impossible is nothing. If you believe, it will happen! Ketika engkau sedang mengalami masalah, jangan biarkan emosimu mengontrol dirimu, jangan datang pada pendetamu dan menangis. Penuhi dirimu dengan kasih Tuhan, kenapa? Ketika engkau melihat kasih Tuhan, mengalami kasih Tuhan, semua ketakutanmu itu akan hilang. Biarkan kesadaranmu tentang Tuhan itu semakin besar, kasih Tuhan itu semakin berkembang, bertambah, sehingga ketika iblis mengirimkan kebohongan, tidak akan ada efeknya, kenapa? Karena di dalammu dipenuhi kasih Tuhan. Allah kita adalah Allah yang perkasa! Ketika engkau dipenuhi kasih Tuhan, engkau mulai mengarahkan jiwamu kepada Roh, dan janji Tuhan itu akan menerobos masuk melalui kasih Tuhan dan masuk ke dagingmu, dan engkau disembuhkan, completely healed! Bartimeus yang buta, ketika Dia berkata kepada Yesus, Dia mau sembuh, dan kasih Tuhan itu memenuhi dirinya terlebih dahulu sebelum kesembuhan itu datang. Penuhi dirimu dengan kasih Tuhan, dan kesembuhan, mujizat, breakthrough itu akan datang.

Pikiranmu harus sejalan, emosimu harus sejalan, dan kehendakmu juga harus sejalan.
Kehendak kita juga penting, karena kehendak ini juga sesuatu yang kritis.

1 Tesalonika 5:18
18: Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Sebelum engkau diselamatkan, kehendakmu itu kehendak yang tidak berserah pada Tuhan, kehendak yang tidak bisa dihentikan, apa yang engkau inginkan, engkau lakukan, apa yang engkau rasakan, itu yang engkau lakukan. Ketika di Taman Getsemani, Tuhan Yesus berkata biar kehendakMu yang jadi. Thy will be done, Thy Kingdom come. Kita itu harus sejalan dengan kehendak Tuhan setiap harinya. Lingkunganmu tidak mengubah kehendak Tuhan, karena kehendak Tuhan sudah ditetapkan di surga, bahkan sebelum engka lahir, kehendak Tuhan sudah ditetapkan dalam hidupmu. Artinya, Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi, bagian kita adalah menyerah pada kehendak Tuhan. Dalam segala sesuatu, mengucap syukur, itulah kehendak Tuhan.

Lazarus saat itu sudah mati, Tuhan Yesus datang pada kubur Lazarus dan dia berkata terima kasih (Yohanes 11:41). Ketika banyak orang mau makan, murid-muridNya datang kepada Yesus dan berbicara mengenai makanan, tapi Tuhan Yesus justru berkata "beri mereka makan". Lalu mereka kembali kepada Yesus dan hanya membawa 5 roti 2 ikan, dan Tuhan Yesus berkata cukup. Lalu Tuhan Yesus mengambil itu dan menengadahkannya ke langit, mengucap syukur. Apa yang terjadi? Dia sedang menyelaraskan alam roh dengan alam dunia. Ketika para murid melihat itu, mereka berkata tidak cukup, tapi di alam roh, satu benih saja sudah cukup, satu dedikasi saja sudah cukup. Emosi kita secara manusia, kehendak kita secara manusia akan berkata tidak cukup, dan kita juga seringkali berkata Tuhan tunjukkan dahulu, baru kita percaya. Engkau harus menyelaraskan dirimu dengan surga, bagaimana caranya? Mengucap syukur. Kita belum melihat, kita belum tahu, tapi kita harus mengucap syukur, karena semua sudah selesai.

Kita melayani Allah yang luar biasa, Allah yang membuat mujizat! Jiwamu harus sejalan dengan rohmu! Ketika jiwamu berkemakmuran, engkau akan mengalami kemakmuran. Di dalam segala sesuatu yang engkau lakukan, engkau akan mengalami kemakmuran. Tuhan mau engkau mengalami kemakmuran, jiwamu harus dipulihkan! Banyak orang datang ke gereja dan tidak percaya kalau Tuhan mengasihinya, banyak yang berkata aku tidak layak untuk teirma mujizat, ada yang pikirannya tidak diperbarui sekalipun perkataannya masih benar. Banyak yang tidak mengalami terobosan karena pikirannya perlu disembuhkan, emosimu, kehendakmu harus disembuhkan. Tuhan ingin menyembuhkan jiwamu, dan ketika semuanya itu disembuhkan, setiap kali engkau datang ke gereja, engkau akan terima terobosan demi terobosan, mujizat demi mujizat, jawaban demi jawaban.

Kadang kita datang ke gereja tapi emosi kita masih belum stabil. Salah satu nabi terbesar adalah Samuel. Tapi ketika dia menjadi seorang ayah, dia mempunyai anak, lihat anak yang dihasilkan Samuel, anaknya adalah anak pemberontak, karena Samuel memang nabi yang besar, tapi dia bukan ayah yang baik. Dia datang dari sebuah rumah yang ibunya adalah istri kedua dari Elkana. Dia tumbuh dari disfunctional family, keluarga yang tidak sehat, dan ibunya bawa dia masuk ke rumah Eli, dari yang buruk kepada yang lebih buruk. Walau secara spiritual dia adalah nabi yang besar, tapi secara emosi, dia adalah ayah yang buruk, karena dia belum bisa berubah di emosinya. Kita harus disembuhkan juga dari emosi kita, tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan. Beberapa orang mengalami masalah kecil dan dia tidak mau datang ke gereja lagi, dia marah, padahal sebelumnya dia mungkin berkata aku mau hidup untuk Tuhan, mau ikuti semuanya, bla bla bla. Banyak yang di gereja seperti malaikat, di rumah seperti setan, karena ada sesuatu di dalamnya yang belum disembuhkan. Emosi yang engkau tampilkan itu seringkali emosi dari kemarahan, frustasi. Ketika engkau berkata engkau berdoa dan tidak ada yang terjadi, itulah emosimu yang sesungguhnya. Engkau pergi ke gereja, ke gereja, tapi engkau tidak percaya. Jiwamu harus sejalan dengan Roh Tuhan.

Daud katakan, oh my soul, bless the Lord, hai jiwaku, pujilah Tuhan. Dia bawa jiwanya untuk memuji Tuhan. Di gereja, Tuhan akan selalu memenuhi rohmu, Dia sentuh rohmu, tapi untuk engkau terima itu jadi daging, jiwamu itu harus merdeka dengan total. Ketika jiwamu merdeka dengan total, apapun yang Tuhan katakan itu akan terjadi, setiap terobosan, setiap jawaban, setiap mujizat akan jadi milikmu.

TUHAN ingin menyembuhkan jiwamu malam ini! Bagaimana caraNya menyembuhkan jiwa kita?
Yakub itu lari seumur hidupnya. Dia meninggalkan segala sesuatu untuk saudaranya, dia mau menjadi seperti Esau, dia berjalan dari kegagalan demi kegagalan sampai dia berjumpa dengan Tuhan. Ketika dia berjumpa dengan Tuhan, malaikat Tuhan hanya bertanya satu hal, siapa namamu? Karena seumur hidupnya dia ingin menjadi Esau, dia menghidupi sebuah kebohongan, ayahnya tidak menerima itu, mertuanya tidak menerima dia, dia hidup dari krisis demi krisis. Kalau jiwamu belum sembuh, engkau itu selalu ingin menjadi seperti orang lain. Engkau dilahirkan dengan keputusan Tuhan, dilahirkan sebagaimana engkau harus dilahirkan. Tuhan menetapkan semuanya untukmu, tapi ketika jiwamu tidak sembuh, engkau selalu ingin menjadi orang yang sebenarnya bukan dirimu, engkau hidup tanpa sebuah pengharapan. Saat itu Yakub berkata kepada malaikat dan untuk pertama kalinya dia berkata dia adalah Yakub, pembohong, dan mulai saat itu malaikat Tuhan berkata mulai hari itu dia akan menjadi pangeran Tuhan, dia adalah Israel! Engkau tidak bisa hidup dalam identitas sesungguhnya yang Tuhan mau hingga titik dimana jiwamu disembuhkan Tuhan. Ketika Tuhan menciptakan engkau, Dia menciptakanmu dengan sempurna, dengan setiap detailnya, dan membuatmu sebagai seorang pememang dan orang yang berhasil. Ketika kita tinggal di dalam Tuhan, kita disembuhkan, kita dipulihkan, dan dia mengubah kita, dia mengangkat kita, mengangkat segala kesakitan dari hidup kita. Ketika jiwamu disembuhkan, engkau akan melihat dirimu sempurna, engkau mulai mencintai kehidupanmu, mencintai setiap hari yang engkau lewati di hidupmu, karena roh jiwa dan tubuhmu selaras.

Dia ingin untuk kita menerima setiap mujizat yang Dia sediakan. Dia tidak ingin kita hanya memiliki sistem kepercayaan, tapi Dia ingin kita punya perubahan hidup. Kehidupan alami dan kehidupan kita di gereja seharusnya sama. Perjumpaan kita secara supranatural dan pengalaman kita sehari-hari seharusnya sama. Apapun yang diberikan Tuhan, terima itu. Mungkin hari ini engkau merasakan dirimu itu tidak cukup baik. Kalau jiwamu disembuhkan, terobosan itu dijamin oleh Tuhan, keberhasilanmu itu dijamin Tuhan! Malam ini Roh Kudus ingin engkau berserah. Mungkin engkau sudah melakukan semuanya dengan upayamu, tapi malam ini serahkan semuanya pada kehendak Tuhan, dan kalau engkau lakukan ini, akan terjadi perubahan malam ini, dalam dirimu akan terjadi suatu transformasi.

- ALL BY HIS GRACE - TO GOD BE THE GLORY -